Arabella Pramudita harus terjebak dengan seorang Duda Ganteng yang selama ini mengikuti dan mencintai nya.
"Menikahlah dengan ku sayank, aku akan memberikan apapun yang kamu mau."
"Cihh....aku tidak sudi menikah dengan laki laki seperti kamu."
"Bagaimana kalau kamu hamil??"
Moreno Suryapradika sengaja menjebak seorang gadis kecil yang sudah mencuri hatinya, hanya dengan cara inilah Reno bisa menikahi gadis yang belakangan ini mengobrak abrik jiwa raganya.
Bagaimana Reno sang Duteng menaklukan hati Abel, gadis remaja yang masih sekolah itu??
Ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
You Are Mine
Reno mengembangkan senyum nya, tatkala ia melihat ekspresi wajah Abel yang cemberut dengan menahan kesal, sungguh... ekspresi itulah yang membuat Reno dari dulu sampai sekarang tergila gila dengan gadis berparas cantik itu.
"Tidak ada yang bisa menolak pesona dari seorang Moreno, tidak juga dengan kamu sayank..."
Setelah melihat punggung Abel yang tidak nampak lagi, pria mapan, tampan dan berkharisma itu langsung berjalan menuju ke ruangan Kepala Sekolah.
Tidak menunjukkan sikap ramahnya, tetapi dengan wajahnya yang sangat tampan dan rupawan, tentunya dengan cepat kilat dapat menarik lawan jenis untuk melihat nya walau pun cuma sebentar saja.
Tidak ada senyuman di wajah tampan Reno, ia bukan pria yang sombong dan dingin, tetapi mencoba untuk bersikap profesional dengan tidak gampang menebar kan senyum yang akan membuat lawan jenisnya keracunan.
Apalagi setelah ia menemukan Abel, gadis cantik yang sudah ia klaim sebagai wanita nya, miliknya, Reno pun tidak dengan mudah nya mengumbar senyum, ia harus menjaga perasaan Abel, calon istri nya.
"Bang Reno, ngapain?? Bukannya Bang Reno di Jepang?"
Rangga yang baru keluar kelas dan ingin menghampiri Abel di kelas nya, tidak sengaja melihat Reno yang masuk ke dalam ruangan Kepala Sekolah.
Setau Rangga, Reno sudah berangkat ke Jepang dua Minggu yang lalu dan akan kembali dua Minggu lagi, tetapi mengapa saat ini sudah sampai di sini??
Tidak memperdulikan Reno yang tiba tiba masuk ke ruang Kepala Sekolah, Rangga memilih untuk menghampiri Abel yang baru saja masuk ke kelasnya.
"Yank..... kenapa?? telat lagi?? kenapa gak minta jemput??", ucap Rangga dengan pede nya dan langsung duduk di samping Abel.
"Yank....yank...pala lo peyang?? berhenti panggil gue yank Ngga, kita sudah pu-------."
"Shutttt......"
Rangga menempelkan jari telunjuk ke bibir Abel, ya hanya sebatas itu saja, tidak lebih, tidak ada kissing ataupun yang lebih dari itu, paling banter hanya pegangan tangan saja.
Bukannya Rangga tidak mau melakukan itu, tetapi Abel yang selalu menolak nya, dan alhasil mereka berdua kini akhirnya putus.
"Tangan lo!!"
Abel menepis jari tangan Rangga yang sudah mendarat manis di bibir Abel, jujur gadis itu tidak suka dengan perlakuan Rangga, apalagi Rangga dan diri nya kini sudah tidak ada hubungan apa apa.
"Kita memang sudah putus, tetapi aku berniat untuk melamar dan menikahimu, tunggulah setelah kita ujian nasional, dan malam nya aku langsung membawa penghulu datang ke rumah kamu."
"Shintingg!!! lo gila!! dan gue gak mau!!"
Teriak Abel, untung saja teman teman sedang berganti pakaian di kamar mandi, jadinya ia bisa bebas berteriak.
"Iya, aku gila. Puas kamu.!"
"Aku gila karena kamu, jujur setelah kita putus duniaku hampa, aku tau... semua salah aku yang tidak mempercayai kamu."
"Bel ... percayalah, aku masih mencintaimu."
Abel menggeleng. "Lo tau kan kalau gue gak mau dengan barang bekas??"
'Barang bekas?, astaga.... Reno kan duda, bekas juga kan?? amit amit.'
"Aku ma Jesi tidak ngapa-ngapain Bel, kita tidak melakukan sesuatu yang diluar batas wajar."
"Lalu ciuman itu??"
"Ciuman??", Rangga mengeryitkan alisnya, ternyata Abel tau tentang itu yang memang sengaja ia tutupi.
"Iya, pulang sekolah di belakang gedung ini.", tunjuk Abel ke salah satu gedung sekolah nya.
"Kamu salah paham, aku dan dia tidak berciuman,...."
"Iya Bel....kamu salah paham, gue dan Rangga tidak berciuman, tetapi sudah tidur bersama.", ucap Jesi yang tiba tiba masuk ke kelas Abel.
"Jesi!!!"
Teriak Rangga yang tidak suka dengan apa yang diucapkan oleh Jesi, wanita yang sudah merusak hubungan nya dengan Abel, dan sayangnya kini sudah menjadi pacar nya.
"Kenapa sayank, kamu malu mengakui nya ? Abel saja tidak masalah, iya kan Bel??", ucap Jesi yang sudah bergelayut manja di lengan Rangga dengan satu tangannya memainkan d@da Rangga.
'Dasar j@lang!! kenapa juga memperlihatkan adegan itu.'
"Bel aku?? yang diucapkan oleh Jesi bohong sayank.."
Rangga masih mencoba mengelak, tetapi Abel sudah tidak perduli, baginya sekali pria itu berkhianat, maka tidak ada kesempatan kedua lagi.
"Sudah ah....gue gak ada waktu, sebaik nya kalian urusin rumah tangga kalian sendiri,."
Ujar Abel dengan tatapan mata yang tajam, melihat ke arah Rangga dan Jesi secara bergantian.
"Dan lo Jes." , Abel melihat dengan intens Jesi dari atas ke bawah. "Jaga Rangga agar tidak lepas, dan jangan khawatirr...gue sudah tidak minat lagi dengan barang bekas, apalagi bekas lo, j@lang."
"Hahahaha......"
Abel mengambil pakaian olahraga nya, kemudian menyenggol lengan Jesi dan berlalu pergi meninggalkan sepasang kekasih yang masih melotot tajam.
"Bringgsikkk!!"
Jesi yang tidak terima dengan ucapan Abel, mengepalkan tangannya dan berniat untuk menghampiri Abel dan memberikan pelajaran untuk nya, tetapi baru saja melangkah, tangan Jesi sudah di cekal oleh Rangga.
"Jangan macam-macam dengan Abel, kalau tidak mau rusak nama Lo!!", ujar Rangga tegas dan langsung meninggalkan Jesi.
*****
"Bel....."
Panggil Resa yang sudah berada di lapangan, sementara Abel dengan santainya berjalan menghampiri sahabat nya itu.
"Napa muka lo kusut?? dan lagi lo tau kan ini jam nya siapa?? sudah berulang kali lo di hukum Pak Agus gara gara telat."
"Ah....biasa..nanti gue ceritain, dan ni mana Pak Agus?? perasaan sudah telat lima belas menit, tapi belum hadir?" Resa mengedikkan bahu nya, ia juga tidak melihat Pak Agus yang super disiplin itu.
"Awas aja tuh guru kalau kemari, gantian kita nanti yang hukum. Ya gak temen temen??", ucap Adel tanpa dipikir dulu.
"Dih kompor suka nya."
"Habis gimana lagi, gue jengkel sama tuh guru, berulang kali gue dihukum gara gara telat di jam olahraga, padahal gue kan siswi berprestasi. Hmm herman gue."
"Berprestasi bolos dan juga telat maksud loh??"
"Huumb.", jawab Abel singkat dengan mengikat rambut nya ke atas yang memperlihatkan leher jenjang Abel yang putih dan bersih.
"Kimprittt!!"
"Shitan!!"
"Shialin Lo!!"
"Hushhhh diam.... pengganti Pak Agus datang.", seru salah satu teman Abel yang melihat Pak Kepala Sekolah datang bersama dengan seorang Pria berparas tampan.
"Hah?? pengganti??"
Abel dan Resa yang kaget dengan ucapan temannya,.langsung melihat ke samping ke arah dua orang Pria yang berjalan ke lapangan.
'Oh Tuhan! Dia!!'
'Tidak!! tidak mungkinnnnnn!'
Abel melongo, bukan karena terpesona dengan pria yang ada di samping Kepala Sekolah, tetapi ia kaget...kaget karena pria itu adalah pria yang masuk dalam daftar orang yang di hindari nya.
"Bel... bukannya itu??"
Resa juga sama, ia menyenggol lengan Abel untuk memastikan apa yang dilihat nya tidak salah. Namun, Abel hanya diam, mungkin juga shok seperti apa yang Resa rasakan.
"Ohemji Bel.....calon suami masa depan lo.", bisik Resa lagi.
Sedangkan Reno yang sudah melihat Abel, ia langsung tersenyum manis dan mengedipkan sebelah matanya.
"You are mine."
Hanya di novel2 yg kayak gini, Padahal dulu dia yg sok jual Mahal, sekarang malah sok TERSAKITI,Seolah dia yg paling Benar,Lagian Reno ngapain di ladeni Lelaki kayak Naga dan Rangga sih, Para Cowok yang gak benar..