Up tiap hari
pliss.... jangan lupa tinggalkan jejak
Ilmy Amelia adalah sosok gadis yang cantik dan juga pemberani, tapi ia juga sosok gadis yang sangat cuek pada sekitarnya, itu di karenakan sosok ilmy mempunyai kekuatan dapat melihat makhluk halus, ia juga dapat mengetahui masalalu orang lain.
Dimas adalah sosok arwah yang entah mengapa bisa melupakan kejadian disaat ia meninggal.
Pertemuan antara ilmy dan juga bima yang secara tidak sengaja, bisa membuat dimas mengingat sepenggal masalalunya.
Akankah ilmy membantu bima......???
Apakah yang sesungguhnya terjadi dan ada hubungan apa antara bima dan Ilmy....????
Penasaran....???
Nantikan kelanjutan ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dark Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Season 17
Selamat membaca
Dimas masih setia memperhatikan Ilmy yang sedang menagis terisak di hadapannya, hatinya merasa sakit melihat butiran air mata keluar dari mata indah Ilmy.
"Sudah.... Loe jangan nangis lagi, gue yang salah....., karena ninggalin loe kaya tadi." Dimas menghapus air mata Ilmy dengan kedua tangannya, Ilmy mengangkat kepalanya dan menatap kedua bola mata indah nan jernih milik Dimas, bola mata itu sangat menenangkan jika terus di pandang.
" Emang loe yang salah....!!!, jadi sudah sepantasnya loe minta maaf ke gue...!!!. " Ilmy memasang wajah cemberutnya sambil menatap Dimas dengan marah.
"Oke.... Oke..., kan tadi gue dah minta maaf, jadi jangan nangis lagi yah...., muka loe jelek kalo lagi nangis tau...." kini Dimas menyentil bibir Ilmy yang sedang cemberut sambil terkekeh ringan, tingkahnya itu semakin membuat Ilmy murka.
"Bisa-bisanya loe ketawa, setelah loe buat gue nangis kaya gini....???“ ilmy langsung meninggalkan Dimas yang masih menertawakannya, tapi Dimas memegang tangan Ilmy dan tidak membiarkannya pergi.
" Apa lagi....???, Belom puas liat gue nangis...???" tanya Ilmy dengan muka yang masih di tekuk, Dimas maju mendekat ke arah Ilmy, sangat dekat, hingga hembusan nafas Dimas bisa di rasakan oleh Ilmy.
"Gue nga suka lihat loe nangis, udah yah.... Jangan marah lagi..." Dimas memeluk Ilmy dengan penuh kasih sayang, entah mengapa, hati Ilmy langsung berdetak tak karuan saat mendapat pelukan hangat dari Dimas.
Ilmy hanya diam dan tidak bereaksi sama sekali, hanya jantung yang berdetak tak menentu dan pipi yang sudah memerah seperti kepiting rebus saja yang memiliki reaksi.
Dimas melepas pelukannya dan memperhatikan Ilmy yang tidak merespon perkataannya, kening ya mengkerut saat melihat wajah Ilmy yang sedang memerah.
"My.... Loe sakit....???" Dimas memeriksa suhu tubuh Ilmy dengan tangannya, itu untuk memastikan jika Ilmy mempunyai suhu badan yang tinggi.
"Badan loe nga lagi panas, tapi kenapa muka loe merah gitu.....???" sambung dimas lagi.
"Ngakkkkk...., gue ngak papa ko, muka gue merah karena nangis aja tadi..." jawab Ilmy dengan cepat.
"Tapi loe benar-benar nangisin gue kan tadi...??? " kini Dimas mencoba menggoda Ilmy.
"Siapa bilang gue nangisin loe....??? Jangan ke geeran deh...!!!" jawab Ilmy dengan cepat pula dan langsung meninggalkan Dimas menuju kamarnya, kali ini Ilmy benar-benar malu di buat nya sendiri.
"Aihs.... Sial banget sih..., kenapa juga gue harus nangis tadi...??? Gue kan jadi malu sendiri sekarang...., mau di taro kemana muka gue.....??? Ah...... Ini sungguh menyebalkan" Ilmy mendumel sendirian di dalam kamar.
Tiba-tiba handphone Ilmy berbunyi dan ternyata Sinta yang telah menghubunginya, Ilmy langsung menekan tombol hijau dan menjawab panggilan sahabatnya itu.
"Hallo ta.... Ada apa....???" tanya Ilmy yang sudah menaruh handphone di telinganya.
"Hallo my...., gue cuma mau bilang, loe nggak usah siapin apa-apa untuk keperluan kemping, gue udah nyiapin semua kebutuhan kita berdua, loe cukup bawa baju ganti dan diri loe sendiri aja" jawab Sinta di seberang telvon.
"Ok....., makasih yah....dan maaf udah ngerepotin elu lagi...." jawab Ilmy lagi
"Apaan sih my....???, pliss deh...... Jangan ngomong kaya gitu lagi...!!!, gue nga ngerasa di repotin, gue malah senang tau.... Yang penting loe ada di samping gue dan jadi sahabat gue selamanya" jawab Sinta dengan tegas.