NovelToon NovelToon
Pernikahan Balas Dendam

Pernikahan Balas Dendam

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Yatim Piatu / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:486.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kleo

(Novel sedang dalam tahap perbaikan. Akan ada perbaikan kata dan perubahan bab. Maaf untuk Season 2 yang saya hapus)

Demi membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya, Hanan Kourosh, Seorang Ceo pemilik perusahaan terkenal ibukota.

Rela menikahi seorang gadis yang tak ia cintai dan tak sesuai standarnya, Zara Altair. Seorang gadis yatim piatu, putri dari pembunuh kedua orang tuanya. Dengan rupanya yang jauh dari kata cantik dan memiliki tompel besar di pipinya.

Pernikahan tanpa cinta pun dijalani, tak terlihat sedikitpun bahwa pernikahan hanya didasari pada balas dendam

Akankah Zara mendapat kebahagiaannya, atau....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kleo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 (SAMPAH)

Seperti kebiasaan paginya, Zara pergi ke lantai dasar untuk memasak. Kali ini ia lebih tenang dari kemarin. Ya, mungkin karena Hanan yang tidak pulang sejak pertengkaran, itu membuatnya lebih tenang.

Ketika Zara telah selesai memasak dan sarapan, ia berniat untuk pergi ke restoran. Namun ketika ia melenggang keluar, ia dapat melihat Hanan dari kejauhan. Ia terpaku di tempatnya ketika melihat Hanan datang bersama Soraya.

Ia dapat melihat jelas, ketika Soraya berjalan mesra bersama Hanan, dengan memegang lengannya.

Zara tidak iri, tapi kebingungan melandanya. Bukankah saat itu Hanan mengusirnya pergi dengan kasar, lalu mengapa saat ini ia datang bersama Hanan dengan gaya mesra seperti itu?

Ketika keduanya telah berada di hadapan Zara. Hanan menatap sinis padanya, memancarkan rasa benci dan jijik dengan tatapan itu. Zara hanya diam, ia balas menatap dengan tatapan kosong tanpa arti.

“Hei, Sampah! Pergilah, jangan menghalangi jalan” Celanya pada Zara yang mematung di ambang pintu.

Zara yang terkejut dengan kata-katanya, segera menyingkir. Ia dapat melihat setelahnya, sebuah senyum penuh kemenangan yang terukir di bibir Soraya. Matanya yang menajam pada Zara, seolah menandakan permusuhan dan ialah penenangnya.

Silakan, lakukan saja yang kalian inginkan. Aku tidak peduli sekarang!. Zara

Zara melangkah, dan mengambil skuternya untuk pergi ke restoran. Ia lebih memilih untuk diam daripada harus berbicara banyak hal yang tak berguna baginya.

Percuma saja jika aku harus memperjuangkan sesuatu, toh. yang pada akhirnya nanti hanya akan sia-sia bagiku. Zara

Sesampainya di restoran...

Seperti biasanya Zara menyapa para pegawai, dan mulai bergabung bersama, untuk melayani para pelanggan.

Ia telah melupakan sedihnya, lebih baik baginya untuk menjalani apa yang sudah ditentukan. Karna ia percaya, bahwa setelah kesedihan, akan datang kebahagiaan.

Marah..?

Sedih..?

Ya, semua rasa bercampur di dadanya, meninggalkan luka dan sesak ketika ia mengingatnya. Tapi untuk itu, siapa yang harus di salahkan? Mama dan Papanya? Tidak, ia tidak ingat akan masa lalunya, bahkan kenangan indah bersama kedua orang tuanya sekalipun pun tidak. Hanya masa yang pahit, dan penuh luka yang membekas di ingatannya.

“Kazar!”

“Hei, Kazar...!”

Panggil Halima ketika melihat Zara tenggelam pada lamunannya. Ketika Halima memanggilnya beberapa kali setelah itu, ia baru tersadar akan lamunannya.

“Eh, Halima! Maaf, jika aku tidak mendengarmu tadi!”

“Kazar, Kazar tidak apa-apa kan? tidak ada yang salah kan, dengan pernikahan Kazar?”

“Mengapa kau tiba-tiba berbicara seperti itu Halima? Aku baik-baik saja, dan tidak ada yang terjadi dengan pernikahanku, semua baik-baik saja, jangan khawatir!”

“Jika tidak ada yang terjadi dengan Kazar, lalu mengapa akhir-akhir ini, Kazar sering sekali melamun?”

“Aku hanya teringat kenangan masa lalu yang indah saja, Halima. Ya, mungkin karena aku terlalu sibuk dan melupakan waktu luangku untuk bersenang-senang” kilahnya

“Jika Kazar memang butuh liburan, maka berliburlah, Kazar tidak perlu khawatir tentang restoran dan katering, aku akan membantu Kakak untuk mengurusnya”

“Tidak, tidak perlu, aku bisa menenangkan diriku dengan aroma terapi. Oh, ya. Halima, hari ini, hari ulang tahunmu bukan?” tanya Zara, mengalihkan pembicaraan awal.

“Ya, Kazar benar, hari ini hari ulang tahunku!” Balasnya sambil mendekat pada Zara dengan mata yang berbinar, mengisyaratkan sebuah permintaan pada Zara.

“Baiklah, Kau ingin meminta apa untuk ultahmu? Aku akan memberikannya nanti?” tanya Zara

“Tapi berjanjilah jika Kazar akan menepatinya!”

“Ya, aku berjanji!”

Mendengar itu, Halima tersenyum senang, dan entah bagaimana? Zara merasa tidak enak dengan apa yang telah dikatakannya dengan Halima.

Entah mengapa perasaanku seolah mengatakan ini tidak baik?. Zara

“Karna Kazar sudah berjanji, maka sebagai hadiah ulang tahunku hari ini, Kazar harus menemaniku ke pesta setelah restoran tutup nanti sore !”

“Ya, itu permintaan yang mud.., Eh Apa, pesta?”

“Ya, kita berdua akan pergi ke pesta selepas restoran ini tutup, dan Kazar tidak boleh menolak, karna Kazar telah berjanji padaku!”

“Eh, tapi..!”

“Aku tidak dengar...!” balasnya, dan langsung

meninggalkan Zara, tanpa mendengarkan lagi penolakan yang ingin di lontarkan Zara terhadap permintaannya.

Karna telah berjanji dengan Halima, Zara dengan terpaksa menurutinya. Selepas restoran itu tutup, Zara dan Halima pergi menuju pesta yang di maksud. Namun sebelum pergi, Zara berhenti di sebuah mal, untuk membeli hadiah yang akan diberikan pada pemilik pesta.

Pesta tersebut diadakan di sebuah Ballroom Hotel bintang lima, ya, bisa dibilang pesta orang-orang elite. Dan Halima adalah salah satu orang yang beruntung bisa datang dan berteman dekat dengan orang seperti itu.

Karna bagi Zara, sebagian orang-orang yang kaya itu sombong dan congkak.

Namun ketika Zara ingin menyalakan skuter miliknya, sebuah mobil putih melaju dengan kecepatan tinggi dan melewati genangan air di sekitarnya, sehingga cipratan air mengenai pakaian Zara dan Halima.

"Oh, astaga. Dasar kurang ajar!" Caci Halima

"Halima, jangan marah. Kau kan bisa mengganti pakaianmu"

“Lalu Kazar? Bagaimana dengan pakaian Kazar?”

“Tenang, aku tinggal meminjam salah pakaianmu. Bolehkan?”

“Tentu saja boleh, apa yang tidak untuk Kazar!”

Sesampainya di kamar kost Halima, Zara mengganti pakaiannya dengan gaun yang dipinjamkan Halima untuknya. Sebuah gaun merah dengan modelan empire dress.

Gaun yang terlihat sedikit terbuka, namun membuat orang yang menggunakannya terlihat elegan.

Sesudah keduanya bersiap, Zara dan Halima pun pergi ke pesta, di sana Zara dapat melihat mewahnya dekorasi dan makanan yang dihidangkan untuk tamu, persis seperti acara pernikahannya dengan Hanan waktu itu.

Sementara menunggu Halima berbincang, Zara duduk di kursi ujung ruangan sambil menikmati segelas Wine yang ia ambil. Zara tidak terlalu terbiasa akan pesta, mengingat waktunya di habiskan untuk bekerja, ia lebih menyukai suasana rumah daripada pesta yang di datanginya Hari ini.

Di rumah...

Selesai pesta, Zara Mengantarkan Halima ke kostnya. Zara lalu langsung pulang. Tapi, Ketika ia membuka pintu dan memasuki rumah, Hanan menyambutnya dengan sikap kasar.

“Dari mana saja kau...?”

“Terserah, jika aku pergi ke mana saja yang aku inginkan. Itu bukan urusanmu! urus saja urusanmu sendiri, anggap saja aku sampah dan angin lalu seperti yang kau lakukan padaku pagi tadi!” balas Zara acuh tak acuh pada Hanan.

Sekarang bagi Zara, tidak ada artiannya lagi untuk bersikap baik pada Hanan, ia lebih memilih untuk menjalani hidup seperti yang telah di takdirkan padanya. Ia sudah merasa pasrah dengan semua itu.

Saat Zara hendak melanjutkan kembali langkahnya untuk menaiki tangga, Hanan mencegatnya. Ia menggenggam erat lengan Zara, dan menarik paksa dirinya untuk mendekat padanya

“Kita belum selesai berbicara, katakan padaku dari mana saja kau?”

“Sudah kukatakan itu bukan urusanmu, dan sekarang ... lepaskan lenganku!”

“Gadis Jal*ng....!”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

(Jangan lupa like dan komentarnya nuat koko 😆)

1
Erny Kadu
Luar biasa
❤ Nadia Sari ❤
Cerita yg menggantung dan bikin penasaran padahal ceritanya bagus ... bgmn keadaan Zara ?🙄
Syahilla Naazifa
Luar biasa
Anonim
Gak lanjut thot
Kusriyati Kusriyati
lanjut Thor. ko ngantung
El Andante 369
lanjut lagi thor, kisahnya Zara, buat tu si Hanan bener" menyesal, buat juga Zara ogah balik lagi sama si Hanan, meski belum ada perceraian diantara mereka
Lina Uni
maaf hanan laki2 atau perempuan?biasanya untuk org indo dan arab digunakan untuk perempuan
Lina Uni
ntah lah thor aq sulit membedakan mana perempuan mana laki,,jahan ,kazar,latzia yrs siapa lagi ,,trs huta...aneh rasaku nama2 ini di indonesia
Lina Uni
maaf author yg baik atau oengarang novel ini yg baik,,sebelumnya saya minta maaf ,,mau nanya ,dapat ide nama dari mana kok nama2 tokohnya sangat anah?bacanya bikin l8dah kesleo ...???
Rini Haryati
lanjut thor
keren ceritanya
semangat
UM Rah
lanjut
玫瑰
up
玫瑰
mahu thor..
玫瑰
Alahai..gantung cerita nya..huhu
玫瑰
sesak..sebak..marah..kecewa... berbaur menjadi 1
玫瑰
nah.. mencari pula dia...
玫瑰
mengugut saja kerja nya..huh
玫瑰
Sedih cerita nya
玫瑰
Sebak
玫瑰
mengalir air mata ku membaca nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!