Sequel dari OH MY JENY
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
" Kau selalu bilang padaku, apa yang harus kau lakukan untuk membalas semuanya Dean?"
" Aku akan melakukan apapun untukmu Tuan!"
" Kalau begitu menikahlah dengan putriku!"
Deg
Tubuh Dean menegang seketika
Kebohongan yang dilakukan Bulan membuat sang ayah murka. Hingga Ken memaksa putrinya untuk menikah bersama pria pilihannya yaitu Dean sebastian. Seorang pengusaha sukses yang sangat cerdas dari Paris
"Aku sungguh tidak menyukainya, dia terlalu pendiam dia bukan tipeku sama sekali Dad"
Baca selanjutnya ➡➡➡
Selalu tinggalkan Jejak, Like dan Vote 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau mau apa
-
-
-
Malamnya pesta resepsi pernikahan digelar. Dean meraih tangan Bulan dan menuntun gadis itu, satu tangan wanita itu memegang buket bunga mawar putih senada dengan gaun putih vanilanya, Bulan sangat cantik dengan rambut digelung dan mahkota berlian di puncak kepala. Keduanya telah berganti kostum dan tampak sangat serasi karena Dean memang terlihat lebih muda daripada usianya. Mereka mendapat tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan saat berjalan menuju pelaminan. Jeny terus meneteskan airmata melihat putrinya, jika boleh jujur ia masih berat melepas Bulan. Bulan masih berusia 19 tahun dan menurutnya ini masih sangat muda, Bulan juga masih manja dan kekanak-kanakan
" Berhentilah menangis. " bisik Ken lalu mengusap airmata dikedua pipinya
" Aku seorang ibu Ken. " sautnya terisak
" Iya kamu seorang ibu akupun seorang ayah. Kamu pikir aku tidak sedih? aku juga sangat sedih tapi ini semua demi kebaikan putri kita. Dan aku akan lebih sedih lagi bila seseuatu terjadi pada putri kita. Dean pria yang bertanggung jawab, dia akan menjaganya. " saut Ken lembut kemudian memberi kecupan dikening sebelum ia pergi dan menyambut teman-temannya yang baru saja datang
Jeny masih saja menangis sampai sebuah tangan mengusap pipinya dengan lembut
" Mom, jangan menangis lagi. " ucap Bryan seraya memeluk tubuh ibunya
" Kakak akan sedih melihatnya."
" Bukankah kamu senang bila kakakmu sedih?" tanya Jeny
" Siapa bilang? saat masih kecil kakak selalu membantu Mom menjagaku. Boy sangat menyayangi kakak seperti Mom. "
" Sekarang kamu tidak akan bisa mengerjai kakakmu lagi, dia akan pergi jauh. "
Bryan mendesah pelan
" Tidak akan ada lagi yang selalu marah-marah dirumah. "
Keduanya saling menatap dan tiba-tiba tertawa. Jeny membalas pelukan Bryan lalu memciumi pipi Bryan dengan begitu gemas
" Mom, hentikan memalukan!" ucap Bryan. Ia selalu malu jika ibunya melakukan itu, Bryan merasa seperti anak laki-laki yang manja, padahal menurutnya dia seorang pria macho dan perkasa. Namun itu malah semakin membuat sang ibu tertawa dan tak melepaskan bibirnya dari Bryan saat ada seseorang yang menyapa Jeny barulah wanita itu berhenti dan melepaskan Bryan
Semua tamu sebagian besar adalah kolega Ken dan teman-teman sosialita Jeny. Bulan juga mengundang beberapa temannya meski tak banyak. Hanya Dean yang tak mengundang seorangpun, di Jakarta ia tak mengenal siapapun kecuali keluarga Ken. Ia juga tak berniat mengundang teman-temannya di Paris, mereka pasti akan terkejut bila tahu Dean menikahi seorang gadis kecil dan meledeknya sebagai seorang fedofil
Banyak para kolega Ken yang tampak kecewa dengan pernikahan mendadak Bulan. Mereka semua sangat menyayangkan Ken menikahkan putrinya secepat ini. Padahal mereka sangat ingin menjodohkannya dengan putra mereka. Termasuk Aidan dan Bima, kedua rekan sekaligus teman Ken itu hanya mendesah pelan disudut ruangan memperhatikan Bulan yang sangat cantik. Mereka sangat berniat sekali ingin berbesanan dengan Ken
" Lepaskan tanganmu, betah sekali menyentuhku. " ucap Bulan begitu tiba di kursi pelaminan
Dean bahkan tak melirik Bulan, kecantikan wanita itu selalu membuatnya tertegun. Ada sesuatu dalam diri Dean yang selalu bangkit namun Dean selalu menyangkal itu. Dean hempaskan tangan itu dengan kasar lalu menghempaskan tubuhnya dikursi pelaminan tanpa mengatakan sepatah katapun
Mereka berfoto bersama para kerabat menyalami satu persatu tamu yang datang hingga Bulan merasa tubuhnya sangat lelah karena terlalu banyak berdiri. Saat tak ada yang datang Bulan duduk menghempaskan tubuhnya disofa, tatapannya tertuju pada Ken yang sedang merangkul Dean, pria itu mengenalkan Dean pada para koleganya. Bulan merasa heran dengan ayahnya. Pria itu terlihat sangat menyayangi Dean, bahkan Ken tidak pernah melakukan itu pada keluarga lainnya. Ken memang ayah yang lembut dan penuh perhatian namun semua itu hanya pada Jeny, kedua orangtuanya, Bulan dan ketiga adiknya saja
Inilah saat yang paling ditakuti Bulan, satu ruangan bersama Dean. Didepan pintu kamar hotel ia berdiri, Bulan mematung disana, ia merasa ragu untuk membuka pintu
" Apa yang kau tunggu?" suara bariton Dean dibelakang semakin membuatnya menciut takut. Dean menarik nafasnya dalam lalu mendorong Bulan dan membuka pintu. Ia melenggang masuk begitu saja dan menghembaskan tubuhnya yang terasa sangat lelah di ranjang
Sementara Bulan masih berdiri diambang pintu. Ia menarik nafasnya dalam, takut-takut ia masuk dan berjalan begitu pelan. Ia mendengus kecil melihat Dean yang sedang tertidur diranjang, bagaimana pun ia tidak mau seranjang dengan pria itu, ia merasa takut Dean akan melakukan haknya sebagai seorang suami
" Apa dia benar-benar tidur?" gumam Bulan pelan. Ia berdiri didepan cermin menatapi dirinya yang masih saja cantik. Ia buka mahkota berlian itu dan meletakannya di meja. Bulan juga buka gelungan rambutnya namun saat akan membuka gaun Bulan melirik kembali Dean sejenak untuk memastikan apakah pria itu benar-benar tidur
Bulan mencoba menggapai resleting gaunnya dibelakang, ia kesusahan hingga berkali-kali mengeluh dan mengumpat. Hal itu terdengar ditelinga Dean yang ternyata belum tidur
" Bodoh!" umpat Dean
Bulan berjingkat kaget membulatkan kedua matanya, apalagi saat melihat Dean bangkit dan perlahan mendekatinya
" Apa yang mau kau lakukan?" teriak Bulan langsung menyilangkan kedua tangannya didada
Dean tak bergeming, seperti biasa wajahnya datar. Ia malah semakin mendekat hingga Bulan benar-benar menciut takut karenanya, ia mundur perlahan saat Dean kian mendekat hanya beberapa centi didepannya, wajah itu sudah dipenuhi ketakutan dan Dean sangat menyukai mengerjai Bulan
Bulan semakin mudur dan kakinya tiba-tiba tersandung gaunnya sendiri, Bulan oleng tangannya mencoba menggapai jas yang dikenakan Dean dan akhirnya
Brukkk
Keduanya terjatuh dengan posisi Dean meni*dih tubuh Bulan dan bibir pria itu tepat di atas buah dadanya
Plak
Tangan Bulan mendarat memukul kepala Dean dengan begitu keras sampai Dean meringis
" Dasar kau mesum. " bentak Bulan. Dean mengangkat wajahnya, ia mengusap kepalanya yang sakit. Wajahnya tentu saja terlihat kesal, Dean menyeringai membuat Bulan kembali menciut ketakutan. Tangan kekar itu hinggap di kancing kemejanya, Dean buka satu persatu kancing itu
" Berhenti! kau mau apa?" Bulan semakin ketakutan wajahnya mendadak pucat
" Menurutmu apa yang seharusnya dilakukan sepasang suami istri. " saut Dean dengan seringai licik
" Tidak! aku tidak mau, menyingkirlah. " teriak Bulan
" Syuuuttt, hemat suaramu untuk nanti. " bisik Dean
Plung
Dean melempar kemejanya kesembarang arah. Ia mengurung Bulan yang ketakutan dibawah tubuhnya. Dean menatap gadis cantik itu, sejujurnya Dean tergoda, wajah itu sangat cantik dan imut dimata Dean. Niatnya ingin mengerjai Bulan tapi Dean malah terbawa suasana, Dean mencoba mendekatkan wajahnya
Ceklek
" Dean ada-" Ken tak melanjutkan ucapannya. Pria itu terkejut melihat Dean dan Bulan dalam posisi yang begitu intim dilantai. Begitupun dengan Dean dan Bulan, keduanya menoleh bersamaan kesumber suara dan melihat Ken sudah ada dikamar mereka, wajahnya jangan ditanya lagi terkejut bukan main
Ken mengulum senyumannya, ia pikir mereka tidak sedekat itu untuk melakukan malam pertama. Tapi melihat mereka seperti ini Ken berpikir sepertinya dalam waktu dekat ia dan Jeny akan mempunyai seorang cucu. Ken mengurungkan niat untuk membicarakan hal yang penting pada Dean, ia hendak memutar tubuhnya namun sebelum itu Ken mengucapkan sesuatu yang membuat Dean dan Bulan benar-benar malu
" Dean lakukan diatas ranjang dan kuncilah pintu. "
-
-