" Aku pikir dengan dengan hangat ku, aku mampu mencairkan hatimu yang beku... Hingga aku tak sadar ketika dingin mu menyapa nyaris membuat hati ku mati rasa "
Kiana Ainara tak pernah tahu kapan ia mulai jatuh cinta kepada seorang polisi yang merupakan Kakak sepupu nya sendiri.
Tapi Karena sikapnya yang periang dan selalu berisik berbanding terbalik dengan Raynand yang lebih pendiam dan tegas, hingga Kiana kesulitan mengikis jarak di antara mereka.
Mampukah Kiana membuat Raynand jatuh hati padanya ?
( Sequel dari I Hate You Mr.Police & Our Feelings )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan Jadhoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perlakuan
Sejam yang lalu.
Sebelum Kiana berangkat ke tempat dimana ada pesta kejutan itu di buat. Ia beberapa kali mengganti pakaiannya. Merasa tak sesuai dengan dirinya ia kembali mengganti gaunnya dengan yang lain.
Kiana sibuk memutar tubuh rampingnya didepan cermin. Sambil memandang pantulan dirinya, sesekali mengamati wajahnya. Apakah sudah cantik , atau sudah sempurna kah sebagai gadis.
Tentu bukan hal yang baru baginya jika ingin terlihat sempurna. Apa lagi acara itu berada di rumah Raisha, yang artinya Abang tampan yang selalu membuat jantungnya seperti arena pacuan kuda pasti ada di sana. Dan dia tak ingin terlihat biasa saja di hadapan pria itu.
Merasa sudah perfect dengan penampilannya, Kiana akhirnya meraih sepatunya yang tinggi sekitar 3 cm.
Selesai memakai sepatu, Kiana kembali ke depan cermin. Hal yang sama ia lakukan lagi, yaitu berputar ke kiri dan ke kanan.
Hingga pada saat yang sama tubuhnya kehilangan keseimbangan dan pada akhirnya Kaki kanannya terkilir kemudian terjatuh.
"Aww .. " Kiana menjerit menahan rasa sakit di pergelangan kaki kanannya. Rasanya begitu nyeri dan ngilu, saking sakitnya ia tak mampu menahan untuk tidak menangis
" Papi,, tolong " rintih nya
Tapi harus bagaimana, bukankah semua orang ada di rumah Raisha. Tidak akan ada yang mendengar teriakannya.
Raisha mendengar ponselnya berdering beberapa kali, Namun sialnya ia tak dapat meraih ponselnya itu yang terletak di atas meja belajar. Kiana terlanjur jatuh, dan entah mengapa rasanya sulit untuk bangun dan berdiri. Bahkan menggerakkan sedikit kakinya yang terkilir saja rasanya seperti mau patah.
" Oh Tuhan,, Kaki ku seperti mau patah " keluh nya.
Kiana sebisa mungkin menggerakkan tubuhnya agar dapat meraih ponselnya. Namun ia begitu sulit. Posisinya yang terjatuh seperti suster ngesot di film horor membuatnya bisa mendorong sedikit tubuhnya, tapi agak sulit, sebab Kaki nya yang terkilir seakan menolak adanya pergerakan.
Kiana kembali menangis " Bu Suti,, Bu Rahmi,, tolong Kiana " Ia sekuat tenaga memanggil asisten rumah tangganya. Namu hasilnya nihil ia lupa bahwa kamarnya kedap suara, dan pasti tidak ada yang akan mendengar suaranya dari luar.
" Aduh sakit... aku harus gimana ini ? " Kiana kembali mengeluhkan sakit di pergelangan kakinya.
**
Raisha tak henti-hentinya mondar-mandir sambil menggigit ujung kukunya. Rasa khawatir nya terhadap Kiana tak juga hilang. Apa lagi ia sudah mencoba menghubungi Raisha yang mungkin sudah 100 kali ia mencoba nya, namun Kiana tak kunjung menjawab telfon nya.
" Kenapa Kakak dari tadi mondar-mandir kayak sikat pakaian ?" Raihan yang kebetulan melewati Raisha kemudian bertanya
" Udah lah Dek, mending kamu nikmati acara ini bersama kawan-kawan mu " Raisha sangat malas menjawab pertanyaan saudara kembarnya itu. Toh, dia juga pasti tidak bisa membantu apa-apa.
Andra yang juga ada di sana, rupanya juga memperhatikan gerak gerik Raisha. Dia juga dari tadi mendengar bahwa Kiana belum juga datang.
Andra menghampiri Raisha dan berkata " Gimana kak, apa Kak Kiana sudah ada kabar ?" tanyanya
" Belum Ndra,, makanya aku resah banget " jawab Raisha
" Yaudah, biar aku pulang dulu, mana tau Kak Kiana masih di rumah " Andra memberi usul
" Kita pergi sama- sama aja Ndra,, aku takut Kiana kenapa-kenapa " Raisha tak mau tinggal diam, lebih baik ia ikut dan memastikan sendiri bahwa sodara sepupunya itu baik-baik saja.
" Yaudah, ayok "
Mereka berdua berjalan dengan cepat. Namun belum beberapa langkah, Mereka sudah di hadang oleh Raynand. Pria tampan itu memberikan tatapan yang menyelidik.
" Kalian mau kemana ?" tanya nya
Raisha dan Andra saling pandang " Kita mau ke rumah Papi Andri Kak,, aku mau cari Kiana " Raisha yang menjawab.
Raynand melihat gurat kekhawatiran di wajah kedua adik-adiknya saat ini. Bahkan ia sempat berpikir bahwa ada sesuatu yang terjadi pada Kiana.
" Begini saja,, kalian berdua tunggu disini, biar Abang aja yang ke rumah Papi Andri " Raynand memberi usul.
Raisha dan Andra di buat bingung
" Maksud Abang begini, mana tau Kiana nggak ada di rumah kan,, dan bisa saja ada hal yang buruk terjadi sama Kiana, misal ada orang yang berbuat jahat saat dia mau kesini. Ini hanya dugaan Abang sih, tapi semoga aja nggak. Dan untuk berjaga-jaga biar Abang aja yang cari Kiana kesana, kita nggak tau kan bahaya apa yang ada di sana. Jadi Abang minta kalian tunggu disini " Bukan apa-apa Raynand menyuruh Raisha dan Andra agar tetap tinggal. Rupanya insting seorang polisi nya sedang bekerja. Meski mungkin sangat berlebihan. Dan inilah cara dirinya menjaga semua orang yang ia sayang dari bahaya.
" Tapi gimana kalau yang lain bertanya ? " Andra bertanya
" Kamu bilang aja, Abang keluar sebentar, dan jangan bahas Kiana sebelum Abang pulang,, jangan bikin orang tua kita panik, oke " pinta Raynand
Raisha dan Andra mengangguk. Sesuai perintah sang Abang, mereka tidak akan kemana-kemana, dan membiarkan Raynand saja yang keluar untuk mencari tahu ada apa dengan Kiana sebenarnya.
Raynand memakai jaket nya yang berwarna hitam saat keluar rumah, dan mengendarai motor besar miliknya.
Raynand mengendarai motornya tidak terlalu cepat, ia melihat sis kiri kanan jalan, berharap menemukan Kiana berada di situ. Yah, paling tidak Kiana sedang jalan kaki, atau motor nya mogok di tengah jalan. Begitu pikirnya.
Hingga pada akhirnya Raynand sudah tiba di rumah yang ia tuju. Raynand tidak menemukan adanya hal aneh saat memasuki halaman rumah Kiana. Tidak ada tanda-tanda bahwa ada orang lain yang masuk ke rumah itu.
Raynand menarik kenop pintu yang ternyata di kunci dari dalam. Artinya memang tidak ada hal bahaya yang mengintai rumah ini.
Tok... tok... tok...
Raynand mengetuk pintu. Hingga beberapa menit kemudian, Bu Suti terlihat dari balik pintu
" Eh, Nak Ray,, ada apa yah? " tanya Bu Suti
" Kiana nya ada Bu ? "
Bu Suti sempat berpikir, bukannya semua orang sedang berada di rumah pemuda ini ?
" Loh,, bukannya semua orang sedang berada di rumah Nak Ray? " Bu Suti kembali bertanya
" Iya, Bu tapi saya di suruh kesini sama Papi untuk menjemput Kiana,, apa dia ada ? " Raynand berbohong dan berkata dengan tenang
" Hemm,, setau Ibu sih tadi sore ada di kamarnya,, tapi Ibu nggak tau kalau dia sudah pergi, soalnya setelah itu Ibu nggak liat Nak Kiana keluar lagi " jelas Bu Suti
" Apa boleh saya masuk Bu ?" pinta Raynand
" Oh, boleh Nak,, kamar Kiana ada di atas sebelah kanan paling sudut " kata Bu Suti memberi arahan. Sebab ini untuk pertama kalinya Raynand masuk ke rumah itu lagi setelah belasan tahun lamanya.
Raynand dengan segera menuju ke kamar Kiana setelah berkata terimakasih kepada Bu Suti.
Saat tiba di depan kamar Kiana, Raynand nampak ragu untuk mengetuk pintu kamar gadis itu. Jika benar gadis berisik itu ada didalam sana, lalu alasan apa yang akan ia berikan pada Kiana nanti.
Untuk beberapa saat pria itu mematung di sana. Entah apa yang di pikirannya. Hingga tangan kanannya bergerak mengetuk pintu kamar berwarna coklat itu.
Tiga kali ketukan, namun tidak ada pergerakan sama sekali bahwa akan ada nya manusia yang akan membuka pintu. Kemudian rasa penasaran Raynand saat ini lebih mendominasi untuk segera mengetahui apakah didalam sana ada orang atau tidak.
Raynand menarik kenop pintu yang ternyata tidak di kunci. Dan saat membuka pintu itu lebar-lebar, Raynand terkejut mendapati Kiana sedang terduduk lesu di atas lantai dengan kepala bersandar di kursi rias.
Raynand segera berlari. Saat ini di pikirannya adalah gadis itu sedang mengalami sesuatu.
" Kiana "
Raynand menggoyangkan tubuh Kiana yang rupanya tak merespon.
Hal itu membuat Raynand semakin panik. Ia lalu memperhatikan sekujur tubuh Kiana, apa kah ada bekas luka atau lebam di sana. Tapi tidak ada, wajah tangan kaki semua nampak mulus. Bahkan penampilan gadis itu sangat rapi. Tapi apa yang membuat gadis itu pingsan.
Raynand berinisiatif untuk mengangkat tubuh Kiana ke atas tempat tidur.
Tapi, Ia baru saja ingin menggendong Kiana, gadis itu malah menjerit, sehingga membuat Raynand nyaris tuli.
" Aaaaaaa.. sakit "
Pergerakan Raynand seketika terhenti. Kiana kini membuka matanya dan langsung tersadar. Dan betapa kaget nya ia saat melihat sosok pria yang ada di hadapannya hingga begitu dekat.
Mimpi kah aku ??
Raynand kembali mengguncang bahu Kiana saat melihat gadis itu termenung dengan tatapan kosong.
" Kiana,, kamu kenapa ? " tanya nya
Kiana tersadar dari lamunan kosong nya.
Eh, bukan mimpi yah ...??
" Hei,, kamu kenapa sih ? " Raynand bertanya lagi
" Eh,, A, Abang Inand,, kok bisa di sini ? " Kiana bertanya kembali
Raynand menarik nafasnya dulu " Semua orang mencari mu, mereka resah karena kamu susah di hubungi " jawab Raynand
" Aku,, itu... " Kiana nampak gugup, mau bagaimana pun ini pertama kalinya ia berada dengan situasi seperti ini, apa lagi jarak yang begitu dekat
" Terus,, kenapa tadi kamu pingsan ? " tanya Raynand lagi.
" Hm,? siapa yang pingsan " balas nya
" Itu tadi, bukannya kamu tadi sempat pingsan "
" Oh,, itu heheheh.... Aku nggak pingsan Bang,, aku ketiduran " Kiana berkata dengan polos. no
" Astaga " Raynand rasanya ingin mengumpat gadis itu. Bagaimana bisa ada orang tertidur seperti orang mati, bahkan dalam posisi duduk. Ajaib sekali. pikirnya.
Dan kemudian Raynand baru ingat, bahwa memang gadis itu punya kebiasaan buruk, yaitu jika tertidur maka seperti orang meninggal saja.
" terus kenapa kamu tidur di lantai ?" Raynand berpikir apakah gadis ini punya kebiasaan baru, atau sedang belajar jadi orang susah ?
" Aku nggak bisa bangun Bang " jawab Kiana
" Kenapa ? "
Kemudian Kiana menceritakan tentang keadaan kakinya yang sedang tidak baik-baik saja. Bahkan untuk bergerak saja susah.
Raynand menarik nafas, kemudian kembali ini menggendong Kiana ke tempat tidur.
" Aduh Bang, sakit " Kiana meringis
Raynand meletakkan tubuh mungil Kiana ke tempat tidur.
" Kamu tahan yah,, mungkin ini akan sangat sakit " Raynand menyentuh kaki Kiana yang terkilir. Dan dengan gerakan sekali putar Ia menyentuh Kaki Kiana, sempat terdengar bunyi tulang kaki yang seperti patah.
" Mami,, kaki aku patah " Kiana histeris sambil menangis. Namun lama kelamaan Kaki nya yang tadi nya kaku, sudah bisa di gerakkan bahkan sakitnya sudah berangsur-angsur hilang.
" Eh,, udah sembuh " kata nya sambil sesenggukan
" Untuk sekarang kamu jangan jalan dulu, kaki yang terkilir itu harus istirahat untuk beberapa saat " Raynand memberi saran
Kiana mengangguk " Makasih yah Bang "
Raynand tak menjawab, ia nampak berdiri.
" Abang mau kemana? "tanya Kiana
" Mau ke dapur ambil air hangat " jawab nya
" Untuk ? "
" Untuk mengompres Kaki kamu biar bengkaknya berkurang " Kiana mengangguk sambil tersipu.
Saat Raynand sudah pergi. Ingin rasanya Kiana melompat kegirangan. Sungguh untuk kali ini ia ingin membuat waktu berjalan lambat.
Perlakuan Raynand yang menurutnya begitu manis membuat nya amat bahagia.
" Ah,, aku rela terkilir tiap hari, asal dapat perlakuan manis seperti ini dari Bang Raynand "
Tak lama, Raynand datang dengan membawa air hangat di dalam wadah.
Dengan telaten pria itu duduk di samping Kiana tepat berada di kaki kanan gadis itu. Dengan perlahan ia menempelkan Kain basah yang terasa hangat itu ke kaki Kiana.
" Udah enakan ? "
Kiana mengangguk dan memberi senyum tipis di bibirnya. Ia tak henti-hentinya memandang sosok tampan di hadapannya yang saat ini begitu serius mengobati luka dalam nya.
Ya Tuhan... Boleh nggak jodoh aku di kasi sekarang aja hihihi.....
_
Slow update yah....
Jangan lupa untuk selalu dukung Author dengan cara Like komen and vote yah 😊😂😂😁
Aku nulis episode ini sambil senyum-senyum sendiri loh....😂
💪💪💪💪 Semngat Thor up ny
Selamat untuk kiana atas kehamilanya bahagia dengarnya, dan selamat untuk raynand yang sebentar lagi jadi papa muda dua anak 😊😊
yg Semngat ya Thor up ny. 💪💪💪🤭,jngan gantung2 Thor, jiwa ku meronta2 menantiny 🤭🤭🤭🤭😂🥰