NovelToon NovelToon
Pelabuhan Cinta Zalina

Pelabuhan Cinta Zalina

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Patahhati / Romansa Modern / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:70.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Zalina dan Riki sama-sama saling mencintai, mereka menyembunyikan dalam diam hingga waktu yang tepat. Ketika akan meminta izin untuk menikah, tiba-tiba Zalina mengetahui sebuah rahasia bahwa ia dan Riki adalah saudara sepersusuan sehingga haram untuk menikah. Dengan berat hati ia melepas cinta pertamanya.

Sementara Riki tak mudah menerima kenyataan itu, ia terus menteror Zalina. Menuduh hanya mempermainkan perasaannya hingga diminta membuktikan dengan kawin lari.

Zalina tetap teguh. Tak ingin menentang Sang Pemilik kehidupan ini. Berbagai cara ia lakukan agar bisa lepas dari Riki, termasuk membuka hati untuk lelaki lain.

Memang tak mudah menemukan pelabuhan hati meski Zalina punya banyak pengagum. Berbagai hambatan ia temui. Lalu pada siapakah hatinya akhirnya berlabuh?

(Dear pembaca, semoga ada hikmah dari cerita ini yang bisa diambil. Jangan lupa like dan komen yaa :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Hari Lamaran

Gaun berwarna merah muda itu sudah terpasang dengan cantiknya. Sesuai seperti apa yang diharapkan Umi. Aku tampil bak putri, meski tanpa mahkota. Tiga puluh menit lagi acara lamaran akan dimulai. Tiba-tiba Aku masuk ke kamarku dengan wajah begitu kusut.

"Na ... gawat Na!" ungkap Ayu.

"Gawat kenapa?" aku mengerutkan kening.

"Pak Arya nggak bisa dihubungi."

"Astagfirullah, kok bisa?"

"Iya, padahal aku sudah menghubunginya sejak semalam. Tapi nggak ada balasan. Waktu aku telepon, nomornya nggak nyambung. Bagaimana ini Na, padahal kita nggak punya nomor keluarganya yang lain selain nomor dia doang."

"Ya Allah ... Apa mungkin dia masih di perjalanan, Yu? Kamu sudah share lokasi, kan?"

"Belum Na, dia minta share lokasi pas hari H aja. Kemarin itu dia cuma minta alamat lengkap rumah kamu saja."

"Lalu bagaimana? Mana tamu-tamu sudah berdatangan." Aku meringis, memandang tamu-tamu yang membludak sampai ke halaman rumah lewat jendela kamar. Jadi menyesal, harusnya aku bersikeras agar Umi dan Abi tidak mengundang banyak orang karena ini baru tahap lamaran.

Bukankah aturannya kalau lamaran masih harus disembunyikan kecuali untuk alasan syar'i. Membayangkan hal buruk yang akan terjadi, aku langsung terduduk lemas.

"Na, tenang ya. Kita berprasangka baik saja sama pak Arya dulu. Lagian nggak mungkin dia melakukan hal yang tidak-tidak, toh dia dosen kita, nanti juga bakal ketemu sama pak Arya. Iya, kan Na?"

"Tapi kenapa nomornya nggak aktif? Padahal acaranya tinggal dua puluhan menit lagi. Harusnya ia sudah ada di sini." aku nyaris menangis, tapi tidak jadi sebab pintu kamar diketuk oleh Umi.

"Na, mana nak Arya nya? Kok belum kelihatan juga? Tamu-tamu sudah nungguin nih," ujar Umi.

"Masih di jalan mungkin, Mi." jawab Ayu. Ia memang sudah cukup akrab dengan kedua orang tuaku, makanya ikut memanggil Umi pada ibuku.

"Macet apa ya dari Pekan Baru ke Solok? Atau jangan-jangan mereka tersesat? Lebih baik hubungi lagi Yu, untuk memastikan mereka baik-baik saja." pinta Umi pada Ayu, lalu bergegas keluar kamar karena tamu semakin banyak berdatangan.

"Yu, bagaimana ini?" aku meremas ujung gaun, rasanya ingin menghilang dalam perut bumi. Sungguh tak terbayang jika ternyata pak Arya benar-benar tidak datang, lalu apa yang harus aku katakan pada semua orang? Bagaimana perasaan ayah dan ibuku? Ya Allah ....

***

Hal terburuk itu akhirnya terjadi juga. Setelah menunggu selama satu jam, tak ada tanda-tanda pak Arya akan datang. Tamu-tamu sudah kasak-kusuk. Saling berbisik, mempertanyakan keberadaan calon tunanganku. Sementara Umi tampak malu, sednagkan Abi masih berusaha tenang meski aku yakin perasaannya juga campur baur.

"Bapak dan ibu tamu undangan sekalian, sebelumnya kami mengucapkan permohonan maaf karena acara lamaran hari ini sepertinya batal sebab calon tunangan Zalina tidak bisa diketahui keberadaannya." kata Abi dengan suara bergetar. "Kami benar-benar mohon maaf karena sudah membuang-buang waktu bapak dan ibu sekalian. Sebelum kembali ke rumah masing-masing, kami mempersilahkan bapak dan ibu untuk makan dan minum yang sudah kami sajikan. Terimakasih." Abi bangkit dari duduknya, lalu berlalu ke dalam rumah, melewati tamu undangan yang masih berbisik-bisik.

Air mata itu sudah tidak bisa kubendung lagi. Aku ikut masuk dengan kepala tertunduk. Diikuti oleh Umi dan Ayu.

"Kemana laki-laki itu, Na?" tanya Abi, dengan suara pelan namun penuh penekanan. Belum pernah aku melihat Abi marah selama ini, tapi sekarang aku merasa Abi benar-benar marah padaku.

"Na nggak tahu, Bi." jawabku, masih dengan kepala tertunduk.

"Sebenarnya siapa laki-laki itu. Bagaimana hasil pembicaraan kalian. Ya Allah, bagaimana Abi bisa begitu bodoh menerima begitu saja lamaran lelaki yang bertemu saja belum pernah." Abi menepuk pelan keningnya.

"Maafkan Na, Bi. Pak Arya itu dosen pembimbing Na. Dia sendiri yang menyatakan ingin melamar Na. Ayu jadi saksinya Bi." kataku.

"Iya Bi, selama menjalani proses ta'aruf, saya selalu menemani Zalina, Bi. Dan pak Arya benar-benar serius ingin menikahi Zalina sebab dia sudah lama memendam cinta pada Zalina." ungkap Ayu.

"Tapi kemana dia sekarang?" Abi mulai emosi. "Kamu tahu Na, gara-gara sikap kamu yang ceroboh itu, Abi harus menanggung malu seperti ini!"

"Maafin Na Bi." Aku menundukkan kepala.

"Sudah Bi, Zalina nggak salah kok. Dia juga korban." Umi mencoba membelaku, tapi Abi tak peduli sebab merasa harga dirinya sudah diinjak-injak.

***

Seharian aku tak keluar kamar. Tidak makan juga. Hanya berbaring sambil terus menangis. Bukan menangisi pak Arya yang tidak jadi melamar, tapi karena begitu sedih sebab sudah membuat Abi murka.

"Na, makan dululah. Umi nggak mau kamu kenapa-kenapa hanya gara-gara laki-laki jahat itu. Kamu tenang saja, nanti kalau suasana hati kamu sudah tenang, kita ke kampus menemuinya, kapan perlu kita bicarakan masalah ini dengan rektor supaya ia mendapatkan sangsi atas perbuatannya!" bujuk Umi.

"Na nggak apa-apa kok Mi," kataku.

"Umi tahu kok Na. Pasti sakit diPHP oleh lelaki yang jadi cinta pertama kamu. Iya kan?"

"Na cuma kasihan sama Abi. Pasti Abi malu sekali." Aku kembali menangis.

"Zalina," tiba-tiba Abi masuk ke kamar. "Abi nggak malu, Abi hanya kesal sebab ada yang berani mempermainkan perasaan putri kesayangan Abi." Abi memelukku. "Maafkan Abi, Na..harusnya Abi mengawal kamu. Lain kali Abi nggak akan mengizinkan ada lelaki asing yang mendekati kamu kecuali Abi sudah mengenalnya dengan baik."

"Abi terimakasih. Maafkan Na Bi, maaf." aku membalas pelukan Abi, menangis sejadi-jadinya.

***

"Bagaimana rasanya gagal tunangan, Zalina?" seseorang datang mendekat dari belakang. Sialnya, aku sedang sendiri menyiram tanaman di halaman rumah.

Begitu hendak masuk ke dalam, dengan sigap Uda Riki mencekal tanganku.

"Lepaskan!" aku langsung menepisnya dnwhan kuat. "Jangan kurang ajar, ya. Aku bisa melaporkan Uda pada Umi dan Abi!"

"Laporkan saja. Memang kamu nggak takut kalau aku menceraikan Puti?"

"Astagfirullah, apa mau Uda?"

"Menikahlah denganku Zalina!"

"Innalilahi ... harus bagaimana lagi kukatakan, kita itu saudara sepersusuan. Paham tidak!"

"Percuma kamu menolak Zalina sebab pada akhirnya hanya aku yang akan menikahi kamu."

"Percaya diri sekali Uda. Aku akan menikah dengan orang lain."

"Oh ya?"

"Ya!"

"Siapa yang mau menikah dengan kamu Zalina? Kamu itu sudah jadi bahan perbincangan orang-orang di kampung ini. Paham kamu!"

Tatapan Uda Riki benar-benar membuatku muak, tega sekali ia mengatakan hal yang jahat padaku. Menyumpahi agar aku tak menikah siapapun kecuali dengan dirinya seumur hidupku. Rasnaya ingin memakinya balik atau mengadukan semua ini pada Abi, tapi aku tak bisa berkata apapun selain diam.

1
Baiti Rahmatika
ok
YAN'ER
widih satu malam aku habis membaca nya keren novelnya g berbelit trs alur nya cepat gk bosan .
tetap semangat dan jaga kesehatan Thor .
semoga yang semua baca ini di jauhkan dari namanya iri dengki Aamiin .
hiks terharu aku semoga calon imam masa depan ku seperti sharim yah Thor hehehheheh .
Narsiyah Arsy
bagus ceritanya
puas saya bacanya
🌹Dina Yomaliana🌹
semoga Zalina, Puti dan Ayu bahagia selalu🥰🥰🥰🥰 semangat terus kak👍👍👍👍 salam dari negeri Minang🙏
🌹Dina Yomaliana🌹
minta dicolok tuh mata Puti🙄🙄🙄
🌹Dina Yomaliana🌹
ihh semakin gila aja tuh si Puti😤😤😤
Lia Harahap
yah, udh tamat aja.

padahal masih banyak yg belum selesau dari cerita2 sebelumnya.
Suri Hadassa: Permisi...
Mau promo karyaku "Buka Hati"
Kalau berkenan mampir ya 😊🙏
total 1 replies
Dewi Tjahjadi
kok pendek episodenya thor ..
StrawCakes🍰
wah sudah tamat 💖💖💖 selamat thor ditunggu karya terbarunya
Eny Suriyani Lestari
alhamdulillah,keputusa yang tepat salim👍
Yun Winarti
gemes liat sikap uni puti ...mengapa uni puti g bisa menerima takdirx
Anissa Magfirah
yg salah ibu uni puti koq , kenapa juga uni puti koq mau berniat jadi pelakor ,hheeddeehh ,balas dendam itu tak akan pernah selesai,
selalu samawa utk za dan sahrim ya thor, urusan umi dan abi biar athor saja yg urus
hhee
🌹Dina Yomaliana🌹
oh Puti... apakah kamu akan tetap benci sama Umi setelah tau semuanya? Umi dan kamu sama2 korban atas aib masa lalu Abi😭😭😭😭 lalu kenapa kamu terlihat sekali berusaha mengambil hati ibunya Sharim? apa dengan begitu kamu bisa mengambil hatinya dan merebut Sharim dari Zalina?😩😩😩 melihat sikap mu, aku ngak bisa berpikiran baik lagi sama kamu Put💔
🌹Dina Yomaliana🌹
sungguh ngak tau aku harus berkata apa😭😭😭😭 semua kesalahan seakan mengarah ke Abi, tapi disisi lain ternyata dia dijebak, apakah itu bisa dijadikan alasan? atau hanya sekedar menenangkan hati Umi?😭😭 ah, tak bisa dipungkiri kalau aku juga kecewa sama Abi😭😭😭 semangat terus up nya kak❤️
Josefien Howan
seru
Anita Jenius
Salam kenal ya kak..
10 like mendarat buat kk.
Lanjut up ya.
Nur Rohma
kata kata nya banyak yang salah
Astirai
nyimak dulu ya thor...
msmpir jg di bukalah hatimu untukku
emmm bagus
🌹Dina Yomaliana🌹
ya Allah 😭😭😭😭😭😭 ngak habis pikir aku sama Abi, ternyata semua yg dialami Zalina dan semua penderitaannya itu karena ulah Abi di masa lalu dan itu berbalik pada Zalina😭😭 baru saja Zalina merasa bahagia, kenapa kesedihan datang lagi😭😭😭😭 lalu Sharim dan keluarganya? setelah tau tentang semua ini apakah Sharim akan tetap bersama Zalina🥺🥺 aku berharap Sharim akan tetap menjadi jodoh dunia dan akhirat Zalina ya thor😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!