Ivy Zhang, seorang pengacara cerdas, akhirnya ingin mengakhiri pernikahannya dengan Leo Fung setelah kehilangan bayi mereka.
Namun Leo, suami yang masih mencintainya, menolak melepaskan Ivy.
Di saat yang sama, Calvin Duan, pria berkuasa sekaligus rival Leo, tiba-tiba menjadikan Ivy sebagai pengacara pribadinya. Dengan tujuan yang sulit ditebak, Calvin menyeret Ivy ke dalam perseteruan dengan suaminya sendiri.
Di antara suami yang berkuasa dan klien yang tak kalah berkuasa, siapa yang harus dibela Ivy?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
“Wendy, sebelum aku menikahi Ivy, apakah kami pernah bertemu sebelumnya?” tanya Leo.
“Seingat saya, tidak pernah, Tuan,” jawab Wendy sambil tetap fokus mengemudikan mobil.
“Lalu, apa maksudnya lima tahun?” gumam Leo.
Leo mengerutkan kening.
“Selidiki apa saja yang terjadi selama aku berada di luar negeri. Cari tahu juga apa yang dilakukan istriku selama lima tahun terakhir. Aku ingin mengetahui semuanya.”
“Baik, Tuan,” jawab Wendy.
Beberapa saat kemudian, Wendy kembali membuka suara.
“Tuan, Nona Yulia Xie sudah tiba di ibu kota. Setelah mengetahui Anda kembali, dia juga segera kembali dan ingin bertemu dengan Anda.”
Leo mengangkat alis.
“Untuk apa dia kembali?”
“Sepertinya bukan karena tugas, Tuan. Niatnya hanya ingin bertemu dengan Anda. Lagi pula, dia adalah satu-satunya calon menantu yang selama ini diterima oleh keluarga Fung.”
Leo terdiam sejenak.
“Sebelum menikahi Ivy, memang Yulia yang ingin aku jadikan istriku. Saat itu aku sudah berencana menikahinya, tetapi kemudian dia pergi ke luar negeri. Setelah itu, barulah aku menikahi Ivy.”
“Sepertinya Nona Yulia juga belum memiliki pasangan,” ujar Wendy hati-hati. “Mungkin saja selama ini dia masih menunggu Anda. Apalagi hubungan Anda dan Nyonya Muda sedang retak. Bisa jadi Nona Yulia sudah mengetahui hal itu.”
Leo tidak menjawab.
Ia hanya menoleh ke luar jendela, menatap pemandangan ibu kota yang mulai ramai.
***
Sementara itu, di apartemen.
Ivy masih duduk di atas kasur. Tatapannya tertuju pada tangannya sendiri.
Ada sedikit bekas darah Leo yang masih menempel di kukunya.
Ivy mengepalkan tangannya perlahan.
“Aku dulu mengira kesabaran adalah cara terbaik agar suamiku dan seluruh keluarganya bisa menerimaku,” gumamnya lirih.
Ia menarik napas panjang.
“Tapi ternyata tidak. Pada akhirnya, aku tetap tidak bisa menyentuh hati suamiku.”
Senyum pahit muncul di wajahnya.
“Sekarang ketika aku ingin melepaskan diri darinya, aku bahkan tidak bisa pergi begitu saja.”
Ivy menatap kosong ke depan.
“Leo Fung... sebenarnya apa yang kau inginkan dariku?”
Keesokan harinya.
Gedung firma hukum.
Ivy sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya. Beberapa berkas menumpuk di atas mejanya, tetapi wanita itu tetap fokus memeriksa satu per satu dokumen di hadapannya.
Tiba-tiba terdengar ketukan dari pintu.
Tok... tok...
“Masuk!” sahut Ivy.
Pintu terbuka.
Sepasang kaki jenjang melangkah masuk ke dalam ruangan.
Seorang wanita cantik dan ramping berjalan mendekati meja Ivy dengan langkah anggun.
Ivy mengangkat wajah.
Begitu melihat siapa yang datang, tatapannya sedikit berubah.
"Yulia Xie? Wanita yang dicintai Leo sebelum kami menikah. Dia baru kembali ke ibu kota setelah mengetahui Leo juga kembali. Apakah dia datang ke sini demi Leo?" batinnya
Yulia berhenti tepat di depan meja Ivy.
“Ivy Zhang,” sapanya tenang. “Aku ingin memperkenalkan diri. Aku Yulia Xie.”
Ivy tersenyum tipis.
“Aku tahu.”
Yulia sedikit terkejut, tetapi segera kembali memasang ekspresi tenang.
“Aku datang ke sini karena ingin berbicara beberapa hal denganmu.”
Ivy menutup berkas yang sedang dibacanya.
“Silakan.”
Yulia menarik kursi di depan meja Ivy, lalu duduk.
Tatapan kedua wanita itu bertemu.
Tidak ada yang berbicara selama beberapa detik.
Yulia mengeluarkan ponselnya, lalu meletakkannya di atas meja Ivy.
“Apakah kau tahu, selama Leo berada di luar negeri, dia sering datang menemuiku?”
Ivy melirik layar ponsel itu.
Yulia membuka beberapa foto dan rekaman yang memperlihatkan dirinya bersama Leo di sebuah kamar. Dari gambar tersebut, terlihat jelas bahwa mereka menghabiskan malam bersama.
Yulia menatap Ivy dengan senyum penuh kemenangan.
“Sekarang kau tahu hubungan kami seperti apa.”
Ivy mengangkat wajahnya dengan ekspresi tenang.
“Nona Xie, kau datang ke sini hanya untuk menunjukkan semua ini kepadaku?”
“Menurutmu untuk apa?” Yulia tersenyum. “Tentu saja untuk memperingatkanmu.”
Ia menyandarkan tubuhnya pada kursi.
“Jadi, saranku, lebih baik kau menyerah saja. Leo hanya milikku.”
Yulia sengaja menatap Ivy dengan penuh percaya diri. “Selama ini aku tahu bagaimana membuatnya bahagia. Dia selalu bersemangat setiap kali bersamaku.”
Ivy terdiam beberapa detik.
Namun, bukannya marah, wanita itu justru tersenyum tipis.
“Aku tidak peduli Leo ingin bersama wanita mana pun.”
Senyum Ivy menghilang.
“Tapi ada satu hal yang aku tahu. Seorang wanita yang belum menikah tidur dengan pria yang beristri, adalah wanita murahan."
Wajah Yulia seketika berubah.
“Kau—”
“Kalau tujuanmu datang ke sini adalah membuatku cemburu, kau salah orang,” potong Ivy tenang. “Aku tidak akan berebut seorang pria dengan wanita lain.”
Ivy mengambil kembali berkas di atas mejanya.
“Kalau kau benar-benar menginginkan Leo, silakan ambil dia.”
Ia menatap Yulia lurus-lurus.
“Bagiku, pria yang sudah bercinta dengan wanita lain... sudah tidak layak diperjuangkan.”
Yulia bangkit dan tersenyum sinis.
"Ivy Zhang, terus saja berpura-pura. Hanya aku yang diterima sebagai menantu keluar Fung. Sedangkan kau walau berstatus istrinya tetap saja disingkirkan oleh keluarganya dan Leo."
Yulia tiba-tiba mengulurkan tangan dan dengan sengaja mengambil salah satu berkas yang berada di atas meja Ivy.
Ia menatap berkas itu dengan senyum meremehkan.
“Hanya seorang pengacara. Apa yang perlu dipamerkan?”
Ivy mengangkat wajahnya, menatap Yulia tanpa berkata apa-apa.
Yulia melanjutkan dengan nada penuh kesombongan.
“Jangan terlalu percaya diri, Ivy Zhang. Aku akan memastikan posisi yang kau miliki saat ini segera menjadi milik orang lain.”
Setelah berkata demikian, Yulia sengaja menjatuhkan berkas tersebut ke lantai.
Bruk!
Beberapa lembar dokumen berserakan.
sebagai penyemangat untuk memulai harimu😍😍😍😍😍
tambah lagi dooooong. supaya kita gak nunggu lanjutannya dengan penasaran.🙏🙏🙏🙏🙏