Masih dalam masa berkabung karena ayah dan semua saudara laki-lakinya gugur di medan perang. Bai Ningyuan, putri sulung jenderal Bai harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan.
Putra mahkota, suaminya telah diangkat menjadi kaisar. Tapi titah pertama yang kaisar itu tulis adalah menurunkan pangkat Bai Ningyuan menjadi selir.
Tangan Bai Ningyuan gemetar, suaminya telah menjadikannya selir. Karena harus mengangkat putri perdana menteri Su menjadi permaisuri.
"Nyonya, silahkan berkemas. Dan pindah dari istana timur ini menuju istana Hanzi!" seru Kasim Wang.
"Nyonya..." pelayan di sisi Bai Ningyuan tampak sedih, matanya sudah berkaca-kaca.
"Lin'er, bereskan barang. Yang mulia ingin aku menjadi selir... " Bai Ningyuan terkekeh lirih, "maka aku akan menjadi selirnya!"
'Xuan Pingyan! jangan menyesali keputusanmu ini!' geram Bai Ningyuan dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Di istana Hehua, selir Song sengaja memanggil tabib istana yang sering memeriksa keluarga kerajaan. Dia sengaja ingin menunjukkan kalau dirinya memang benar-benar sakit.
Sejak pagi buta, seluruh pelayan di istana Hehua sudah sibuk menyiapkan air dingin yang di ambil dari sumber air secara langsung. Di tempat itu, airnya lebih dingin dari sumur yang ada di istana. Biasanya air yang akan digunakan untuk mandi para selir atau bahkan pelayan sekalipun, harus ditebus terlebih dahulu. Supaya hangat. Karena musim ini juga sudah memasuki musim dingin.
Tapi di istana Hehua, pagi buta mendadak menjadi sebuah kegiatan ekstrim yang dilakukan oleh para pelayan. Dengan hembusan nafas yang berasap, sangking dinginnya pagi itu, mereka masih harus mengangkat air yang dingin dari sumber air.
Membawanya ke pemandian yang digunakan oleh Song Wanqing. Beberapa pelayan wajahnya sampai putih pucat, karena memang sangat dingin. Bahkan di antaranya ada yang gemetaran kedinginan. Namun mereka tetap memenuhi pemandian Song Wanqing dengan air dingin.
Dan selama dua jam, putri sulung penasehat kiri itu berendam di dalamnya sampai bersin-bersin, sampai batuk dan sampai tangannya mengerut.
Pelayan pribadinya sudah memanggil tabib. Dan memeriksa keadaan Song Wanqing pagi ini. Hasilnya, persis seperti apa yang dia inginkan. Song Wanqing demam dan flu. Harus istirahat yang cukup dan tidak boleh keluar dari istana Hehua.
Tapi ketika tabib istana mengatakan seperti itu. Tidak ada raut kesedihan atau kekhawatiran dari Song Wanqing. Wanita itu malah terlihat senang.
"Baiklah tabib, terima kasih!"
"Nyonya, jangan makan makanan dingin. Obatnya sudah saya resepkan, bisa diambil di apotek istana!" tabib istana berusaha menjelaskan. Karena memang yang dia periksa kan selir Harem. Orang yang sebenarnya cukup penting di istana Harem. Jadi, dia harus teliti.
Namun Song Wanqing yang sudah tidak sabar, dan ingin pelayannya mengatakan semua itu pada Kasim Chen. Malah cepat-cepat menyuruh tabib kerajaan untuk pergi.
"Ya sudah, aku paham. Aku akan minum obat dan makan dengan baik. Istirahat juga dengan baik. Pergilah dan sebarkan tentang aku sakit ke rumah sakit kekaisaran, sana sana!" kata Song Wanqing.
Dia ingin tabib itu mengatakan pada semua hab bekerja di rumah sakit kekaisaran mengetahui kalau dirinya sakit. Tujuannya tentu saja untuk membuat kaisar tahu, kalua dia sakit. Dan berharap kaisar akan mengunjungi istana Hehua. Menunjukkan perhatian seperti yang dilakukan kaisar pada Bai Ningyuan di istana Hanzi.
"Nyonya, tapi demam dan flu itu..."
"Sudah sana pergi! pelayan! dapat antar tabib!" kata Song Wanqing.
Song Wanqing ini, tipikal orang yang tidak senang diomeli, atau diceramahi. Bahkan sesuatu yang bentuknya nasehat pun, dia anggap sebagai sesuatu seperti omelan. Dia sungguh tak suka mendengarnya.
Apalagi kata-kata itu keluar dari orang-orang yang pangkatnya lebih rendah daripada dia. Rasanya telinganya panas.
Tabib istana itu pun akhirnya menyerah. Dia hanya bisa menghela nafas dan pergi. Tapi karena khawatir, sebelum pergi pun dia masih menitipkan pesan pada pelayan.
"Mungkin nanti malam akan demam tinggi. Sediakan kompres dari aud hangat ya, cukup hangat saja, jangan sampai hangatnya berlebihan!"
Pelayan Song Wanqing pun tertegun diam. Kan rencananya majikannya mau mengundang kaisar datang ke istana Hehua. Kalau kemungkinan nanti malam majikannya itu demam. Lantas bagaimana ceritanya? masa iya Kaisar harus mengompres nyonyanya? itu benar-benar sesuatu yang mustahil. Pelayan itu sampai garuk-garuk kepala, sebenarnya rencana majikannya itu rencana yang benar atau tidak sih?
Song Wanqing sebenarnya sudah sangat lemas, dia bahkan merasa kalau makanan yang masuk ke mulutnya rasanya sudah tidak enak. Tapi, demi kunjungan kaisar. Dia tidak perduli semua itu.
"Sudah, sudah... aku tidak mau makan lagi! mual sekali!" kata Song Wanqing mendorong mangkuk pelayan yang berada di dekatnya, di pegang oleh pelayan pribadinya.
"Nyonya, hamba sudah mengantar tabib!"
"Bagus, sekarang sebarkan berita kalau aku sakit ke seluruh Harem. Ke pelayan-pelayan istana, jadi kalau nanti malam yang mulia datang ke istana Hehua. Yang lain tidak akan kaget!"
"Baik nyonya!"
"Aku mau tidur, kalian pergi!" kata Song Wanqing yang merasa kepalanya pusing. Dia benar-benar tak kuat rasanya menahan kepalanya berdiri tegak.
Di rumah sakit kekaisaran. Tabib yang tadi pergi ke istana Hehua sudah sampai disana. Dan seperti yang dikatakan oleh Selir Song. Tabib itu pun menyebarkan tentang sakitnya selir Song pada yang lain.
"Dari istana Hehua!" jawab tabib itu begitu rekannya bertanya.
"Selir Song sakit?" tanya rekannya lagi.
"Iya, demam dan flu. Sepertinya nanti malam akan demam tinggi. Suhu tubuhnya begitu tinggi, nadinya juga udah teratur, sangat cepat cenderung seperti angin yang sangat kencang. Mungkin akan sampai dua atau tiga hari demamnya!" jelas tabib itu berdasarkan pemeriksaan yang dia lakukan pada Selir Song.
Sayangnya, sebelum tabib istana sempat memberitahu selir Song tentang bagaimana seriusnya keadaannya. Selir Song malah cepat-cepat menyuruh tabib pergi. Jadi, selir Song pikir sakitnya hanya akan berlangsung satu hari saja. Padahal tidak seperti itu, sakitnya serius. Suhu tubuhnya meningkat sangat tinggi malah.
"Serius sekali, kalau begitu aku harus lapor pada Kasim Chen. Jangan sampai yang mulia kaisar berkunjung ke istana Hehua. Bisa berbahaya kan? yang mulia adalah pemilik tubuh Naga. Kalau sampai tertular bisa gawat!"
Tabib itu mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan rekannya.
"Kamu benar, beritahu saja kalau begitu!"
"Baiklah, aku pergi dulu!"
Dan seperti itulah yang terjadi. Rekan tabib istana yang memeriksa Selir Song atau Song Wanqing, pergi ke istana kekaisaran untuk memberi kabar itu pada Kasim Chen. Mungkin dua tiga hari, bahkan Selir Song tidak boleh keluar dari istana Hehua.
"Seperti itulah Kasim Chen. Kondisinya cukup serius!" jelas rekan tabib istana itu.
"Baiklah, aku akan beritahu raja. Dan memberi kabar keluarga Song. Kamu bisa pergi!"
Rekan tabib itu pergi. Kasim Chen pun melapor pada Kasim Wang. Setelah itu memberi kabar pada keluarga Song.
Hingga akhirnya sore hari yang sangat dinanti oleh Song Wanqing. Yang datang bukan rombongan kaisar. Tapi rombongan keluarga Song. Ibu dan adik ipar Song Wanqing.
"Ibu, kenapa ibu datang. Aku sedang menunggu kaisar!"
"Putriku, kamu sedang sakit. Demam dan flu nanti malam kamu bahkan akan demam sangat tinggi. Kasim Chen yang memberitahu ibu. Mana bisa kamu ketemu kaisar, bahkan dua sampai tiga hari ini, kamu dilarang keluar istana Hehua. Jangan sampai menulari selir lain dan kaisar!"
Song Wanqing langsung tertegun.
"Hah, penyakit ini menular?" tanya Song Wanqing tak menduga.
"Flu itu tentu saja menular. Lagipula apa yang kamu makan? kenapa bisa sampai seperti ini?" omel Ibunya Song Wanqing.
***
Bersambung...
Kalau Bai Ningyuan mah santuy, untuk apa cari perhatian kaisar lagi..
Toh cinta nya saat ini udah mati..
Yg ada di hati nya hanya balas dendam atas keluarga nya yg telah mati & gak dihargai.. 🤭