NovelToon NovelToon
Sistem Supir Angkot

Sistem Supir Angkot

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Di sudut kota Bogor yang basah oleh hujan, Farrel (22 tahun) hanyalah seorang supir angkot jurusan Baranangsiang–Bubulak yang hidupnya di ujung tanduk.

Setiap hari ia harus menahan lapar, dicaci maki oleh kernet lain, difitnah mencuri uang setoran oleh mandor pangkalan, dan puncaknya: diputuskan oleh kekasihnya karena tidak mampu membelikan kuota internet. Modal hidupnya setiap hari setelah setoran hanyalah sebungkus nasi rames karet dua dan sebatang rokok eceran.

Namun, sebuah insiden pengeroyokan oleh oknum ormas di Terminal Baranangsiang mengubah takdirnya. Saat sekarat, sebuah suara mekanis bergema di otaknya: [Sistem Afeksi Kekayaan Berhasil Diaktifkan].
Sistem ini memberikan Farrel saldo tak terbatas, namun dengan syarat gila: uang tersebut hanya bisa digunakan untuk membiayai atau membelikan barang untuk wanita yang memiliki potensi afeksi (rasa suka) terhadapnya. Setiap kali persentase Favorability (tingkat kesukaan) wanita tersebut naik, saldo pribadi Farrel akan berlipat g

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode: 16

Suasana di area parkir Besmen (B2) apartemen itu sangat sunyi, berbanding terbalik dengan pembantaian berdarah yang baru saja terjadi di lobi utama.

Bau asap knalpot yang pekat dan hawa lembap khas ruangan bawah tanah menyelimuti deretan mobil yang terparkir.

Di sudut area parkir yang remang-remang, sebuah mobil Alphard hitam bermesin menyala tampak dikepung oleh dua mobil jip berseragam sipil.

Enam orang pria kekar berpakaian hitam sisa pasukan bayaran Jenderal Hermawan yang bertugas di jalur logistik sedang memaksa seorang wanita masuk ke dalam pintu geser Alphard.

"Lepasin saya! Kalian tahu siapa saya, hah?! Pihak keamanan Mandala Group gak akan tinggal diam!"

Suara itu terdengar melengking, tegas, namun menyiratkan kepanikan yang ditahan. Wanita itu adalah Clarissa Alexandra.

Di bawah pencahayaan lampu neon yang temaram, kecantikannya justru semakin memancar. Wajahnya memiliki garis tegas khas wanita karier kelas atas dengan riasan tipis yang elegan.

Kulitnya putih bersih seperti porselen, dan ia mengenakan setelan blazer kerja sewarna karamel yang memeluk ketat tubuh sintalnya. Rambut cokelat gelapnya yang disanggul rapi kini agak berantakan, memperlihatkan leher jenjangnya yang seksi.

"Halah, bacot lu, Nona Besar! Mandala Group gak ada gunanya di hadapan Jenderal Hermawan!

Masuk!"

bentak salah satu penculik bertubuh kekar, mencengkeram lengan Clarissa hingga blazer mahalnya kusut.

Plak!

Clarissa dengan berani menampar wajah pria itu.

"Jangan sentuh saya dengan tangan kotor kalian!"

"Kurang ajar! Lu mau main kasar, ya?!" Pria itu naik pitam, mengangkat tangannya bersiap untuk memukul wajah cantik Clarissa.

"Tangan lu maju satu senti lagi, kepala lu bakal pindah ke selokan."

Sebuah suara dingin, berat, dan penuh tekanan absolut mendadak menggema dari balik pilar beton nomor 45.

Suara itu begitu pekat hingga mampu menghentikan gerakan tangan sang penculik di udara.

Enam orang pria hitam itu langsung berbalik arah, menghunuskan pisau komando dan sebagian meraba pinggang mereka untuk mengambil pistol.

Dari balik bayangan pilar, Farrel melangkah keluar dengan santai.

Penampilannya saat ini benar-benar mengerikan bagi siapa pun yang melihatnya. Kemeja putihnya sudah berubah warna menjadi merah tua karena basah oleh darah segar seratus lebih preman di lobi atas.

Jas hitamnya disampirkan di bahu kiri, sementara tangan kanannya memegang sebatang rokok yang asapnya mengepul tipis.

Clarissa menatap pria yang baru muncul itu dengan mata membelalak. Pria itu tampak sangat tampan dengan rahang kokoh dan tatapan mata yang sedingin badai, namun tubuhnya yang berlumuran darah membuatnya tampak seperti malaikat maut yang baru keluar dari neraka.

【 Ting! Target Wanita Kedua Terkunci: Clarissa Alexandra. 】

【 Analisis Status: Terkejut, takut, namun merasakan ketertarikan visual karena hormon maskulin Pengguna berada di level maksimal. 】

【 Tingkat Kesukaan (Favorability) Awal: 10% (Tertarik dengan penampilan dan aura dominan Anda). 】

Farrel melirik sekilas notifikasi biru di benaknya, lalu kembali menatap enam preman di hadapannya.

"Siapa lu, anjing?! Jangan ikut campur urusan Jenderal!" bentak salah satu penculik yang memegang pistol.

Farrel tidak membuang kata. Stat kecepatannya yang berada di angka 23 langsung diaktifkan bersamaan dengan Seni Bela Diri Militer Mematikan.

Wuss!

Dalam waktu kurang dari satu persepuluh detik, sosok Farrel menghilang dari posisi berdirinya.

Pria pemegang pistol bahkan belum sempat mengedipkan mata ketika sebuah bayangan merah-putih sudah berada di depan wajahnya.

Brak! Brak!

Farrel menghantamkan telapak tangannya ke bawah dagu pria itu dengan kekuatan stat 25. Suara patahan tulang leher terdengar sangat renyah.

Pria itu terlempar ke atas, menghantam langit-langit beton parkiran sebelum akhirnya jatuh berdentum ke lantai, tewas seketika dengan mata melotot.

"Mati lu!"

Dua orang penculik lainnya menerjang dari samping, mengayunkan pisau komando mereka ke arah rusuk Farrel.

Farrel memutar tubuhnya dengan anggun, menghindari dua tusukan itu dengan gerakan yang sangat tipis.

Tangan kanannya bergerak secepat kilat, mencengkeram pergelangan tangan kedua penyerang itu, lalu membenturkan kepala mereka satu sama lain dengan kekuatan penuh.

Duar!!!

Batok kepala kedua pria itu pecah berantakan seperti semangka yang jatuh dari lantai tingkat sepuluh. Darah dan cairan otak menyembur, membasahi bodi mobil Alphard hitam di dekat mereka.

Hanya dalam waktu lima detik, tiga dari enam preman elit Jenderal Hermawan telah berubah menjadi mayat yang mengenaskan.

Tiga orang yang tersisa langsung menjatuhkan senjata mereka, lutut mereka lemas hingga bersujud di atas lantai beton, gemetar hebat karena ketakutan yang belum pernah mereka rasakan seumur hidup.

"A-Ampun, Bos... Ampun..."

Farrel mengabaikan mereka. Ia berjalan mendekati pintu Alphard, menatap Clarissa yang kini menyandarkan tubuhnya di jok mobil dengan napas tersengal-sengal.

Jantung Clarissa berdegup begitu kencang hingga dadanya yang indah naik-turun dengan sangat cepat di balik blazernya.

Antara rasa takut yang amat sangat melihat pembantaian di depan matanya, dan rasa kagum yang luar biasa pada kekuatan pria misterius ini, perasaan Clarissa campur aduk menjadi satu.

Farrel mengulurkan tangannya yang sedikit bernoda darah ke hadapan Clarissa. Sebuah senyuman tipis yang sangat menawan namun dominan terukir di wajah tampannya.

"Nona Clarissa Alexandra... area parkir ini sudah gak aman buat wanita secantik kamu."

"Ikut saya naik ke atas," kata Farrel, suaranya terdengar begitu seksi dan penuh otoritas yang tidak bisa ditolak.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai hendra beserta keluarganya bikin hendra menyesal mencari masalah dengan mcnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai para penguasa itu bikin mcnya ambil alih
eza
apakah ini terinspirasi dari kisahnyata, ehem😙😙
Tri Wahyuni: ya bisa di bilang bgtu.hehe
total 1 replies
eza
100 buat author
Tri Wahyuni: kalau suka sama ceritanya jangan lupa Giftnya ya kak
total 1 replies
eza
buset iklan
Achmad Zaki
terlalu lebay
Aisyah Suyuti
menarik
Fajar Fathur rizky
cepat bantai juga keluarga musuhnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai musuhnya dan keluarganya dengan cara paling kejam
Herman Tere
lanjuut
Herman Tere
ceritanya menarik walaupun agak berlebihan, tapi ini hiburan
Fajar Fathur rizky
cepat bantai lima puluh Preman itu bawa tubuh mereka ke musuhnya bikin musuhnya ketakutan memohon ampunan jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli
Fajar Fathur rizky
cepat bantai musuhnya dengan cara paling kejam
Fajar Fathur rizky
cepat bantai orang itu beserta keluarganya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!