NovelToon NovelToon
Penyesalan Berdarah Sang Mantan Suami

Penyesalan Berdarah Sang Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:21k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Setelah lima tahun menjadi pelayan tak bergaji bagi suami dan keluarga mertuanya, Rania pergi membawa luka dan kembali sebagai badai yang akan menghancurkan kerajaan mereka."

Selamat membaca...jangan lupa dukung authir yaa...terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Singa Betina di Balik Layar

Kilau lampu kristal di dalam butik barang mewah di kawasan Plaza Indonesia tampak memantulkan bayangan Tyas Wijaya yang sedang berdiri di depan cermin besar. Ia mengenakan gaun sutra pendek keluaran terbaru, dengan tas tangan berbahan kulit buaya berwarna merah menyala yang melingkar di lengannya. Harganya? Setara dengan biaya kuliahnya selama dua tahun penuh.

​"Bagaimana, Bu? Bagus tidak?" Tyas berputar pelan, memamerkan penampilannya kepada Ibu Ratna yang duduk di sofa beludru butik sembari mencicipi secangkir teh premium yang disuguhkan oleh pelayan.

​"Luar biasa cantik, Tyas! Kamu bener-bener terlihat seperti nyonya besar konglomerat," puji Ibu Ratna dengan mata yang berbinar-binar penuh kebanggaan.

"Ini baru adil. Setelah apa yang dilakukan Rania kepada keluarga kita, sudah saatnya kita kembali ke tempat yang semestinya. Biar Rania tahu, tanpa dia pun, kita bisa jauh lebih kaya!"

​Tyas tersenyum sinis, mengeluarkan kartu kredit hitam (black card) milik perusahaan Baskoro Group yang diberikan khusus oleh Tuan Baskoro sebagai hadiah atas keberhasilannya membawa cetak biru enkripsi lama dan sertifikat tanah Cikarang.

​"Tolong bungkus semua pakaian yang saya coba tadi. Kirimkan langsung ke alamat apartemen baru saya di Menteng," ucap Tyas kepada kepala pelayan butik dengan nada suara yang sengaja dibuat angkuh dan memerintah.

​"Baik, Nona Wijaya. Segera kami proses," jawab pelayan itu dengan membungkuk hormat. Perlakuan istimewa seperti inilah yang sudah berbulan-bulan dirindukan oleh Tyas. Rasa superioritas ini membuatnya merasa seolah-olah dunia berada di bawah kendali jemarinya.

​Setelah selesai berbelanja, Tyas tidak lupa mengambil foto tas barunya dengan latar belakang kemudi mobil sedan mewah yang juga difasilitasi oleh Baskoro, kemudian mengunggahnya ke akun media sosialnya dengan caption bernada sindiran: "Kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Ketika pintu lama ditutup dengan kejam, Tuhan membuka istana baru yang jauh lebih megah. Bye janda sombong."

​Tyas merasa posisinya sudah sangat aman. Baginya, Tuan Baskoro adalah pelindung yang tak terkalahkan. Namun, gadis muda yang minim pengalaman hidup itu tidak pernah tahu, bahwa di dunia bisnis tingkat atas, seorang pria yang berselingkuh menggunakan uang perusahaan sebenarnya sedang menggali kuburannya sendiri.

​Di saat yang bersamaan, di sebuah restoran Jepang privat yang terletak di lantai teratas sebuah gedung pencakar langit di kawasan Sudirman.

​Suasana di dalam ruangan tatami itu sangat sunyi, hanya terdengar suara gemercik air dari pancuran bambu kecil di sudut ruangan. Rania duduk dengan posisi tegak dan anggun, mengenakan kemeja putih polos dengan rambut yang disanggul rapi. Di depannya, duduk seorang wanita paruh baya berusia sekitar awal lima puluh tahun.

​Wanita itu bernama Nyonya Diana Baskoro. Penampilannya sangat bersahaja, tanpa riasan wajah yang berlebihan, namun aura wibawa yang memancar dari dirinya begitu kuat hingga mampu membuat siapa pun segan. Diana bukan sekadar istri sah yang duduk manis di rumah; dia adalah putri tunggal dari pendiri asli konglomerasi Baskoro Group. Secara hukum korporasi, Diana memegang tujuh puluh persen saham kepemilikan mutlak atas seluruh aset keluarga Baskoro.

​"Jadi... kamu adalah mantan istri Rendra Wijaya?" Diana membuka suara setelah menyesap teh hijau hangatnya. Suaranya rendah, tapi memiliki penekanan yang tegas.

​"Benar, Nyonya Diana," jawab Rania dengan tatapan mata yang jernih dan penuh rasa hormat, tanpa sedikit pun rasa takut.

"Terima kasih karena Anda bersedia meluangkan waktu untuk menemui saya secara privat."

​Diana meletakkan cangkirnya, menatap Rania dengan senyuman tipis yang sarat akan pengalaman hidup. "Aku tidak biasanya menerima ajakan pertemuan dari pengusaha muda yang perusahaannya sedang diguncang badai siber. Tapi, dokumen yang dikirimkan oleh Elang Danuarta ke meja kerjaku pagi ini... benar-benar menarik perhatianku."

​Rania mengangguk pelan. Ia mengeluarkan sebuah tablet dari tasnya dan menggesernya ke hadapan Diana. Dokumen di dalam tablet itu bukan lagi soal sistem IT yang eror, melainkan laporan forensik keuangan yang sangat rahasia.

​"Nyonya Diana, saya tahu suami Anda, Tuan Baskoro, sedang berusaha menjatuhkan Arania International menggunakan tanah di Cikarang. Namun, yang mungkin belum Anda ketahui adalah... suami Anda membeli tanah itu secara ilegal dengan mengeluarkan dana tunai sebesar seratus lima puluh miliar dari rekening dana abadi yayasan milik keluarga Anda," jelas Rania dengan nada tenang tapi mematikan.

​Mata Diana langsung berkilat tajam. "Dana abadi? Dana yang dialokasikan untuk pembangunan rumah sakit kanker anak atas nama almarhum ayahku?"

​"Benar. Transaksi itu dilakukan kemarin pagi, difasilitasi oleh asisten pribadi barunya... Tyas Wijaya, adik mantan suami saya," lanjut Rania, menjatuhkan bom informasi pertama.

"Bukan hanya itu, Tuan Baskoro juga menerbitkan kartu kredit korporat tanpa persetujuan dewan komisaris—yang mana mayoritas adalah orang-orang dari pihak keluarga Anda—dan menyerahkannya kepada Tyas untuk keperluan pribadi seperti menyewa apartemen mewah di Menteng dan belanja barang-barang mewah."

​Rania berhenti sejenak, membiarkan informasi itu meresap ke dalam benak sang nyonya besar.

​"Tuan Baskoro mengira dia bisa menggunakan Tyas untuk menghancurkan saya dan Elang. Tapi kenyatannya, suami Anda sedang melakukan penggelapan dana keluarga Anda sendiri demi menyenangkan seorang wanita muda yang haus harta," ucap Rania dengan tatapan mendingin.

​Diana tidak menggebrak meja dengan kasar, namun tangannya mencengkeram tepi meja kayu jati itu hingga buku-buku jarinya memutih. Napasnya menjadi sedikit lebih berat. Sebagai seorang wanita yang membangun dinasti bisnis bersama ayahnya, pengkhianatan finansial bercampur perselingkuhan adalah penghinaan tertinggi yang tidak akan pernah ia toleransi.

​"Rubah tua itu..." gumam Diana, suaranya bergetar menahan amarah yang meledak-ledak di dalam dadanya. "Dia pikir setelah aku memberinya posisi sebagai direktur utama, dia bisa bertingkah seperti raja dan membiarkan wanita peliharaan murahannya menyentuh uang peninggalan ayahku?!"

​Diana menatap Rania lurus-lurus. "Rania, apa maumu? Kamu tidak mungkin datang ke sini hanya untuk menjadi informan kebaikan hatiku."

​Rania menyunggingkan senyuman tipis yang sangat menawan tapi berbahaya. "Saya ingin menawarkan kerja sama, Nyonya Diana. Dalam waktu dua puluh empat jam ke depan, tim IT saya akan memulihkan seluruh sistem Arania International dan kami akan merilis bukti bahwa serangan siber kemarin berasal dari alamat IP kantor pusat Baskoro Group."

​Rania mencondongkan tubuhnya ke depan. "Saat rilis itu keluar, saham Baskoro Group pasti akan terguncang. Saya ingin Anda menggunakan momen itu untuk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Gunakan hak suara tujuh puluh persen Anda untuk mencopot Tuan Baskoro dari jabatan Direktur Utama atas tuduhan penggelapan dana yayasan."

​"Lalu bagaimana dengan lahan di Cikarang?" tanya Diana dengan mata menyipit.

​"Lahan itu akan dialihkan kembali kepada negara karena transaksinya menggunakan dana gelap, dan Arania International akan membelinya secara resmi dari pengadilan dengan harga pasar yang sah. Anda akan mendapatkan kembali dana abadi yayasan Anda secara utuh, reputasi keluarga Anda terselamatkan, dan Anda... akan menyingkirkan parasit di dalam hidup Anda," jawab Rania dengan skenario pembalasan yang sangat rapi dan tanpa celah.

​Diana menatap Rania selama beberapa saat, menilai keberanian dan kecerdasan wanita muda di depannya. Akhirnya, Diana menarik napas panjang dan menyandarkan tubuhnya, sebuah senyuman penuh kemenangan terukir di wajah matangnya.

​"Kesepakatan yang sangat menguntungkan, Rania," ucap Diana sembari mengulurkan tangannya.

"Aku suka caramu bekerja. Tenang, rapi, dan mematikan. Besok siang, aku sendiri yang akan turun tangan untuk membersihkan selokan di dalam rumah tanggaku. Dan untuk wanita muda bernama Tyas itu... aku akan memastikan dia menerima sanksi sosial yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya."

​Rania menyambut uluran tangan Diana dengan mantap. "Terima kasih, Nyonya Diana. Mari kita berikan mereka panggung pertunjukan yang meriah."

​Malam harinya, di dalam sel penjara yang dingin, Rendra Wijaya duduk termenung di sudut ruangan sembari memegang selembar kertas surat yang dikirimkan oleh ibunya tempo hari. Surat yang berisi kabar bahwa Tyas sekarang sudah menjadi asisten kesayangan konglomerat Baskoro dan hidup mewah lagi.

​Rendra tersenyum tipis dalam kegelapan sel, ada rasa bangga dan harapan yang kembali membuncah di hatinya. "Rania... kamu pikir kamu sudah menang? Sebentar lagi keluargaku akan menyeretmu jatuh, dan aku akan keluar dari tempat busuk ini sebagai pemenang," pikir Rendra dengan keangkuhan yang kembali meracuni jiwanya.

​Pria pecundang itu sama sekali tidak tahu, bahwa surat kuasa yang dia tandatangani dengan penuh dendam itu justru menjadi tali gantungan yang siap menjerat leher adik dan ibunya sendiri dalam hitungan jam. Dan kali ini, darah penyesalan yang akan mengalir dari keluarga mereka akan jauh lebih pekat dan menyakitkan.

1
Himna Mohamad
kereeeen 👍👍👍👍👍
Himna Mohamad
👍👍👍👍👍
Anonim
Yah begitu..... BUAT MEREKA MENDERITA
aku
kan bener lagi kata tetanggaku, tidak ada yg lebih mengerikan selain tidak ada uang adalah wanita yg bls dendam krn skt hati 😌😌
aku
lagian lu udh dikasih kesempatan bukannya lnjut hdp lbh baik malah cari mati. hedehh gk pinter 😁
Dwi Setyaningrum
wah wah penyesalannya hanya Krn terpuruk wkt itu setelah ekonominya mulai membaik berbuat ulah lagi..hadehhh..
Dwi Setyaningrum: minta dirujak thor..🤭😂
total 2 replies
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤ •§͜¢•🦢🍒
tanpa rania kamu bukan apa" rendra🤭
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤ •§͜¢•🦢🍒
ternyata gisela itu anak buah perusahaan lain
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤ •§͜¢•🦢🍒
iya tinggalin aja wes Rendra
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤ •§͜¢•🦢🍒
suami jahat Rendra
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
hukuman rania belum sbrpa ini
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
korupsi demi apa ini baskoro
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
wah nyonya datang
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
tiket exclusive😄😄😄😄
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
ini sih cari mati dia🤣🤣🤣
pst dapat cap pelakor😄🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
badainya terlalu dasyat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
seorang ibu bisa ngomong kasar begini
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
kena jebakan balik kah
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
menghamliri kalian past
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
enam bulan ga bisa bikin kamu tobat tyas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!