Eko Davka terjebak tuduhan memalukan, di tuduh mandul oleh Selvia, istri sahnya sendiri, yang membuat harga dirinya tercoreng. Untuk membuktikan semua omongan itu salah, dia punya satu jalan, memiliki keturunan.
Pilihannya jatuh pada Nayyara, gadis muda yang dia beli seharga 300 juta rupiah dari pemilik klub malam, tempat gadis itu bekerja. Davka mengajukan perjanjian, menikah secara kontrak, Nayyara akan memberinya keturunan, lalu semuanya selesai.
Namun Nayyara menolak diperlakukan sebagai mesin pembuat anak. dia ingin bebas—asal bisa mengembalikan uang yang telah dikeluarkan Davka. Tapi bagaimana? Uang sebanyak itu mustahil dia miliki. Terjepit ketakutan dan keterbatasan, Nayyara akhirnya menyerah dan menerima takdirnya, menjadi istri kedua pria dingin berkuasa itu.
Akankah pernikahan yang dimulai dari paksaan dan perjanjian hanya berakhir saat kontrak selesai? Atau benih-benih cinta justru tumbuh di antara ikatan Davka dan Nayyara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. keputusan orang tua Davka II
Setelah kemarin bicara dengan Davka siang ini Bu Linda sengaja mengunjungi rumah anak dan menantunya, kebetulan memang jika siang Davka masih berada di kantornya. Sambutan Selviana tentu saja seperti biasa, tak pernah bersikap ramah pada ibu mertua nya. Sebenarnya sejak lama itu terjadi bahkan sejak awal dia menikah dengan Davka dan menjadi istri dari anaknya, menantunya itu tak pernah bersikap sopan layaknya menantu pada ibu mertua, hanya saja Bu Linda masih berusaha maklum, dia tak pernah menceritakan pada Davka bagaimana kelakuan tak sopan menantunya itu.
"Sudah hampir dua bulan yang lalu aku ingin membahas ini denganmu empat mata" Selviana terlihat kesal lalu menatap ibu mertua nya. "Bagaimana hasilnya sudah ada kemajuan tidak? kamu sudah isi belum?"
"Belum tahu mom, aku masih belum Periksa lagi"
"Segera saja ke dokter obgyn lagi siapa tahu ada kabar baik" Selviana menghela nafas nya, Sudah sekitar dua bulan lalu dia memang menjauhi mertua nya, dia dan Davka juga sudah berusaha keras memberikan cucu untuk kedua orang tua.
"Tiga bulan lagi jika masih tak ada kabar baik aku akan mencarikan calon istri untuk anak ku" Bu Linda terpaksa mengatakan itu meskipun wajah Selvia langsung berubah kesal.
"Mom jangan kan Tiga bulan, jika aku bisa hamil minggu depan aku pasti sangat bahagia" Sergah wanita keturunan Amerika itu.
"Jadi kamu harus buktikan jika dalam dua bulan kamu bisa hamil aku akan membatalkan rencanaku mencarikan istri lagi buat Davka"
"Mommy cukup!?" Bibir Selvia terlipat kesal menatap tajam sang mertua. "Apa kami salah jika sebagai orang tua menginginkan anak nya bahagia, kami tak meminta hal yang berat padamu, kami hanya ingin seorang cucu itu saja, kamu tahu kan Davka itu satu satu nya harapan kami, Irene masih SMU dan Davka anak sulung, kalo hingga saat ini kamu belum bisa memberikan dia anak lalu darimana keturunan keluarga Tedja nanti " Bu Linda mengeluh dan dia masih berusaha meminta pengertian menantunya ini.
Dua wanita beda usia itu duduk di ruang tamu dan berbicara serius, saat Bu Linda mendatangi rumah anak lelaki nya tentu nya saat dia memastikan Davka sudah pergi ke kantornya jadi dia bisa mengobrol berdua saja dengan Selvia.
"Mom Aku dan mas Dav, juga sudah berusaha, bukan hanya pasrah dengan semua ini, kenapa mommy selalu cenderung menyalahkan aku? Bukankah mom juga tahu masa laluku jika aku pernah hamil dan melahirkan itu" Selvia bertanya tajam
"Lalu kamu mau bilang ini salahnya anak ku begitu? Apa kamu menuduh anakku yang sebenarnya tak bisa punya anak dan mandul" Bu Linda jadi emosi dan berdiri dari duduk nya di sofa.
"Entahlah, mommy pikir saja sendiri, suamiku itu belum pernah menghamili wanita manapun, bisa jadi malah dia yang bermasalah"
"Kamu ya, lancang sekali mulutmu itu!?" Bu Linda berusaha menahan emosinya, menantunya satu ini memang sangat menyebalkan tak ada -sopan santun nya- pada orang tua. Apa mentang mentang dia memiliki darah barat, lalu kelakuan nya juga seenaknya begitu.
Tapi banyak juga wanita yang seperti si Selviana itu, namun bisa berprilaku sopan pada yang lebih tua, Bu Linda jadi makin kesal lagi pada anak nya kenapa bisa menikahi wanita tak sopan seperti ini. "Baiklah jika begitu aku akan membuktikan padamu jika anakku itu lelaki normal dan tak ada keturunan mandul di keluarga kami, kamu lihat saja aku akan mencarikan Davka istri lagi dan pasti dia bisa memberikan aku cucu yang banyak"
"Apa maksud mommy?"
"Aku takkan menunda lagi untuk menjodohkan Davka dengan gadis lain dan kamu jangan menolaknya lagi, jika istri muda dari anakku nanti ternyata bisa hamil bersiaplah untuk mengaku kalah dan bercerai dari anakku, apa kamu paham, Sel?"
"Apa??" Bu Linda langsung berbalik pergi tanpa pamit tak menggubris ekspresi wajah Selvia yang akan mengamuk, dia segera menyambar tas prada mahalnya di sofa, dia malas berpamitan dengan menantu tak sopan seperti itu.
Blam....
Sesaat setelah pintu depan ruang tamu tertutup dengan keras dan rapat, Selviana langsung berteriak emosi melemparkan bantal sofa ke arah pintu berharap lemparan itu mengenai wajah tua ibu mertuanya. "Sialan!! wanita tua brengsek!!"
Brak!!!!!
"Argh semoga saja dia cepat mati!!" Selvia mengacak-acak rambut nya dengan wajah merah dan menahan emosi, selalu saja jika bertemu ibu mertua nya mood akan hancur seperti ini, kenapa sih Davka itu bisa punya ibu menyebalkan seperti itu.
Hati Selviana rasanya seperti pecahan beling, hancur berantakan, dia meremas dadanya dengan air mata mengaliri mata lentiknya, dia membanting lagi pajangan kristal di meja ruang tamu rumah nya.
Sudah lebih dari satu jam dia mengamuk melempar benda apapun dan membuat ruang tamu rumah ini bagaikan di terjang badai.
Dasar wanita tua sialan! Aku sudah bersabar begitu lama jadi menantunya, tapi sepertinya dia sengaja membuatku dan Mas Davka bercerai. Lihat saja, anak lelaki kesayanganmu itu takkan pernah pergi dariku dan takkan pernah berani menceraikanku!" Selviana bersungut-sungut kesal dan menyambar tas Chanel nya di meja makan, berjalan menuju pintu lalu memakai high heels hitam, baiklah kali ini dia butuh hiburan untuk menenangkan otak nya yang kusut dan mendidih.
****
Forest cafe, Kemang Jakarta**
Selvia langsung kabur setelah mengamuk tadi, dia tengah duduk di sofa merah dalam cafe yang siang ini nampak ramai, dia kesal dan hampir mencekik siapa saja yang mau menyodorkan lehernya.
"Jadi wanita tua itu ngancam loe, dia mau menjodohkan suami loe dengan wanita lain, argh dasar wanita tua jelek, sudah mau mati saja belagu" Selly yang emosi meremas serbet dimeja, dan ketiga perempuan yang saling bersahabat itu tengah duduk bersama dalam cafe.
"Iya benar, argh aku kesal luar biasa, mentang mentang dia kaya raya banyak uang lalu seenaknya saja menjodohkan anaknya lagi, apa dia pikir aku sudi di madu, apalagi jadi istri tua dari anaknya, enak saja"
"Ya ampun Selviana, jangan sampai deh kalo loe jadi istri tua. Di mana harga dirimu kalau sampai dimadu sama Davka? loe bisa kalah saing lho kalau menantu baru mereka cantik dan bisa langsung hamil jadi pewaris keluarga Tedja," Canda temannya yang bernama Selly sambil menyedot jus jeruknya.
"Lalu apa rencana loe Sel?"
"Gak tau, aku akan berusaha lebih keras lagi mungkin aku akan konsultasi ke dokter obgyn lagi dan minta Davka ikutan melakukan tes lagi ke dokter"
"Ckck ya ampun, loe bodoh sekali sih, kalau ke dokter lagi takkan ada gunanya, hasilnya pasti tetap sama loe akan di nyatakan sehat dan wanita subur, kenapa ya aku jadi sangsi pada suami loe itu jangan-jangan dia penyebabnya? Sepertinya sebenarnya Davka yang mandul?" Dira teman nya yang lain cekikikan saat Selly menuduh Davka biang keladinya.
"Hahaha Davka sebenarnya mandul, Masa sih?" Selly tertawa geli.
"Ya kales mungkin aja kan? Suami loe itu hanya terlihat gagah dan tampan di luar saja, tapi sebenarnya benihnya payah, hahaha" Kedua temannya tertawa keras meledek Selviana dengan puas.
"Yak kalian berdua!!" Perempuan dengan rambut pendek sebahu itu angkat bahu masih tertawa mengejek Selviana.
"Lalu aku mesti gimana dong? Kalian bantu dong jangan malah mengejek mulu" Dia memelas pada dua teman nya.
"Aku ada ide agar rasa penasaran loe terjawab dan harga diri loe aman" Selly membisiki teman nya dengan waspada. Apa ide yang akan di katakan Selly nanti nya?
****