NovelToon NovelToon
Kirei

Kirei

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Transmigrasi / Balas dendam pengganti
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Salma.Z

Enam bulan setelah Kirei Zhaklyn—perempuan tangguh di balik kesuksesan industri teknologi—tewas tragis dalam kecelakaan akibat sabotase keji, hidup Vaxerion Mahendra ikut hancur. Konglomerat otomotif itu memilih mundur dari dunia bisnis, hidup seperti cangkang kosong yang didera kedukaan mendalam.
Namun, di sebuah malam gala internasional, pintu aula terbuka. Di sana muncul sepasang manusia: Andi Clark, miliarder pemegang kendali perbankan global asal Swiss, menggandeng seorang wanita yang memiliki wajah, sorot mata, dan senyuman yang seratus persen persis dengan almarhumah Kirei.
Dia adalah Kirei Alexandra. Datang dari Eropa dengan pembawaan ketus, jutek, dan dingin, dia langsung menepis kasar pelukan Vaxerion: "Jaga jarak Anda, Tuan Mahendra. Saya bukan barang peninggalan masa lalu Anda."
Apakah wanita jutek ini adalah Kirei yang bangkit dari kubur untuk membalas dendam, atau ada rahasia adopsi yang sengaja dikubur sejak bayi? Di tengah adu kekayaan tingkat tinggi dan gesekan harga diri melawan Andi Clark, takdir baru yang jauh lebih berbahaya siap menggoncang Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma.Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Bayangan Masa Lalu dan Siasat yang Tersusun

Suara derit pintu kaca yang dipaksa menutup kembali bergema di dalam restoran kaca, namun kali ini suasananya jauh lebih mencekam. Vaxerion melangkah maju satu langkah lagi dengan ritme yang lambat namun menekan. Postur tubuhnya yang tegap setinggi seratus delapan puluh lima senti itu seolah menyerap seluruh sisa cahaya lilin di ruangan, membuat Reza terpaksa mundur selangkah demi selangkah hingga punggungnya membentur kusen pintu kaca. Cengkeraman aura dominan dari pria dewasa yang matang itu begitu kuat, membungkam habis sisa-sisa keberanian yang tadinya menyala di mata kuyu Reza.

"Keluar dari sini, Tuan Dirgantara, sebelum aku meminta tim keamanan Mahendra Motors menyeretmu seperti onggokan sampah di depan umum," desis Vaxerion. Suaranya sangat tenang, berwibawa, namun nada dinginnya sanggup membuat bulu kuduk siapa pun meremang.

Reza mengepalkan tangannya dengan frustrasi, napasnya memburu menahan gejolak harga diri yang diinjak-injak. Dia menatap Vaxerion dengan kilat mata penuh kebencian, lalu beralih menatap Kirei yang berdiri mematung di balik punggung tegap sang raja otomotif. Wajah Reza yang biasanya tampan dengan garis wajah lembut khas pejabat kementerian kini tampak mengeras menahan malu yang teramat sangat. "Kirei... kamu benar-benar bersembunyi di balik kekuasaan pria ini sekarang? Kamu melupakan semua kenangan manis dan janji-janji kita dulu saat SMA?!"

Kirei melangkah maju dari balik punggung Vaxerion, lalu berdiri sejajar di sebelah pria itu tanpa ada keraguan sedikit pun. Mata jernih Kirei yang secantik kristal es menatap Reza dengan pandangan datar yang mematikan, mengikis habis semua sisa sentimen masa lalu.

"Kenangan kita sudah lama mati dan membusuk di atas tanah berlumpur lima tahun lalu, Reza," suara Kirei mengalun lambat, dingin, namun bergaung penuh penegasan mutlak. "Saat ibumu membuang uang ke tanah becek itu, kamu memilih diam dan bersembunyi di balik ketiaknya. Menyingkir dari hidupku sekarang, atau aku akan memastikan tim legal Zhaklyn Mobile menambahkan pasal pemerasan dan perbuatan tidak menyenangkan pada berkas tuntutan ibumu besok pagi."

Mendengar pembalasan yang begitu dingin dan tanpa celah negosiasi dari Kirei, Reza akhirnya mundur perlahan. Wajahnya yang kuyu berubah pucat pasi, menyadari bahwa gadis yang dulu bisa dia susupkan kotak bekal dengan mudah kini telah berubah menjadi ratu yang memegang hukumnya sendiri. Tanpa bisa berkata-kata lagi, Reza berbalik dan melangkah pergi membelah kegelapan taman dengan sisa harga diri yang hancur lebur.

Vaxerion menghela napas panjang, merapikan lengan kemeja hitam kasualnya yang sedikit kusut akibat gerakan mendadak tadi. Dia memutar tubuh tegapnya sepenuhnya menghadap Kirei. Dalam sekejap mata, rahang tegasnya yang kokoh kembali melunak, dan tatapan elangnya berubah menjadi begitu teduh, dalam, dan romantis.

"Maaf, makan malam tenang kita harus terganggu oleh gangguan tidak penting," kata Vaxerion lembut. Jemari hangatnya bergerak merangkul pundak Kirei dengan sangat protektif, menyalurkan rasa aman yang nyata, lalu menuntun Kirei kembali ke kursi mereka.

Kirei menggeleng pelan, rasa terharu yang pekat kembali menghampiri dadanya hingga tenggorokannya terasa canggung untuk sekadar berucap. "Nggak apa-apa, Vaxerion. Terima kasih karena selalu berdiri paling depan untuk menjagaku."

Vaxerion tersenyum sangat tampan—sebuah senyuman yang menonjolkan garis wajah matangnya, sanggup meluluhkan seluruh sisa ketegangan di hati Kirei. Mereka menyelesaikan makan malam itu dengan obrolan yang hangat di bawah pendar cahaya lilin vanila yang mulai mengecil. Di tengah malam Jakarta sisa hujan yang biasanya terasa kejam dan asing, Kirei mendadak menyadari bahwa dia telah menemukan pelindung sejatinya.

------------

Keesokan paginya, suasana di lobi hotel bintang lima di kawasan Jakarta Pusat tampak sangat sibuk dan dipadati oleh kaum elit ibu kota. Sebuah acara konferensi pers gabungan antara industri teknologi internasional dan peragaan busana kelas atas sedang berlangsung. Di sudut ruangan VIP yang privat dan kedap suara, berdiri seorang wanita cantik bergaun desainer sutra berwarna kelabu dengan potongan yang sangat berkelas.

Wanita itu adalah Bianca, mantan kekasih Vaxerion semasa kuliah di London yang baru saja mendarat dari Paris. Bianca memiliki garis wajah yang tajam, hidung bangir yang angkuh, dan aura kekayaan lama (old money) tulen yang sangat kental melingkari tubuhnya. Jemarinya yang lentik dengan kuku berpewarna merah pekat sedang memutar-mutar layar ponsel pintarnya, menampilkan artikel berita utama tentang kedekatan Vaxerion dan Kirei di lobi Vancort Tower kemarin pagi.

"Jadi, gadis pinggiran rel kereta itu yang sekarang berlagak jadi ratu di sebelah Vaxerion?" desis Bianca, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman sinis yang penuh rasa iri yang pekat. Matanya yang tajam menatap foto Kirei dengan tatapan merendahkan.

Pintu ruangan VIP terbuka dengan ketukan teratur, dan sosok asisten pribadinya melangkah masuk dengan kepala tertunduk sopan. "Nona Bianca, perwakilan dari keluarga Dirgantara sudah menunggu di ruang pertemuan bawah. Nyonya Mirna Elviana bersedia menyerahkan seluruh dokumen riwayat masa lalu Kirei Zhaklyn sebelum dia kaya, asalkan kita mau menggunakan jaringan finansial luar negeri untuk membantu memulihkan rekening bank mereka yang dibekukan kejaksaan."

Bianca mematikan layar ponselnya dengan satu ketukan pelan, lalu bangkit berdiri dari sofa beludru. Keanggunan fisiknya yang menawan memancarkan pesona wanita elit yang sangat manipulatif, namun menyimpan racun di balik senyumannya.

"Bagus. Beritahu Mirna, aku akan mengurus masalah kejaksaan suaminya lewat jalur konsorsiumku," ujar Bianca, suaranya mengalun sangat tenang namun sarat akan rencana busuk yang matang. "Vaxerion Mahendra adalah milikku sejak kami di London, dan aku tidak akan membiarkan seonggok perusahaan ponsel pintar buatan lokal merusak tatanan masa depanku. Mari kita susun skandal moral yang tidak akan pernah bisa dihapus oleh sistem keamanan komputer Zhaklyn Mobile."

 Bersambung...

1
Wawan
Salam kenal Kirey 💪✍️
T28J
keren kakak👍
Salma.Z: Terima kasih
total 1 replies
Tisa
Penulis menulis dengan sangat keren, alur ceritanya menarik. Tetap semangat!!!
Ika Yani
lanjut kak
Naura
Saya sebagai pembaca terlalu terbawa suasana Kirei dan Vaxerion.
udin sini
Lanjut kaka
Reni
Sangat bagus dan keren
Nayla
Cemburu itu mengerikan..😃 Lanjut thor
Rara Lani
Menarik!!
Tisa
Next! Semangat!! sukses ya!
Iki Riat
Pria yang sedang jatuh cinta pada satu wanita.
Ika Yani
Menarik
udin sini
Keren. Di tunggu kelanjutannya...
Cantika
😍 lanjut thor.. Semangat
Salma.Z: Iya. Terimakasih👍
total 1 replies
Cantika
Ayo UP segera
Sari
Nunggu bab 3 🤭
Salma.Z: di tunggu besok kak
total 1 replies
Hana Unil
next
Andy Rajasa
Bagus..lanjutkan!
Salma.Z: Ya.. siap
total 1 replies
Siti
Lanjut..
Salma.Z: Siap...
total 1 replies
Siti
Keren, ceritanya menarik. Semoga karyanya di baca semua orang..semangat!!!
Salma.Z: Aamiin. Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!