NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Berondong Tampan

Terjebak Cinta Berondong Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: teteh lia

Naraya Pramaswari Dhanubrata, seorang CEO muda yang dikenal dingin dan perfeksionis, terbiasa hidup dalam kemewahan. Di usianya yang terbilang matang, ia tidak lagi benar-benar percaya pada cinta, apalagi hubungan rumit.

Segalanya berubah ketika ia bertemu Sagara, pemuda tampan berusia 24 tahun yang sederhana. Namun, penuh semangat hidup. Berbeda jauh dari dunia Naraya, Sagara menjalani berbagai pekerjaan demi bertahan hidup. Mulai dari montir, ojek online, hingga pekerja paruh waktu. Meski hidupnya keras, Sagara tetap hangat, tulus, dan pantang menyerah.

Pertemuan tak terduga mereka perlahan menyeret Naraya ke dalam dunia yang tak pernah ia bayangkan. Sagara yang gigih, tanpa sadar meruntuhkan dinding hati Naraya yang selama ini terkunci rapat.

Namun, perbedaan status, usia, dan prinsip hidup menjadi tantangan besar bagi keduanya. Belum lagi seseorang dari masa lalu Naraya yang kembali hadir.
Akankah cinta mereka mampu bertahan, atau justru menjadi luka yang tak terhindarkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Nara akhirnya.

Sagara terdiam sesaat sebelum kembali mengalihkan fokusnya ke jalan. "Saya hanya montir merangkap tukang ojek yang kebetulan lagi apes harus kehilangan penghasilan tambahan hari ini karena harus berpura-pura menjadi pacar orang kaya."

"Aku tidak sedang bercanda."

"Saya juga serius," balas Sagara cepat.

Nara menyipitkan matanya tipis. "Cara bicaramu berubah."

"Hah?"

"Kadang terdengar seperti orang biasa. Tapi beberapa saat kemudian ...." Nara menggantung ucapannya sambil terus memperhatikan pria di sampingnya. "Kau bicara seperti orang yang terbiasa berada di dunia bisnis."

Sagara terkekeh pelan. "Mungkin saya terlalu sering nonton drama."

"Tapi caramu menghadapi Samudra tadi?"

"Itu cuma kebetulan saja."

"Kebanyakan orang justru akan gugup saat berhadapan langsung dengan Samudra Dirgantara."

"Berarti saya sedang beruntung." Sagara terus saja menepis.

Nara tidak langsung percaya. Tatapannya turun pada tangan Sagara yang memegang setir tenang. Gerakannya terlalu terbiasa. Cara pria itu mengendalikan mobil juga tidak terlihat seperti seseorang yang baru pertama kali menyentuh kendaraan mahal. "Kau benar-benar cuma montir?" Ia mengulang kembali pertanyaan sebelumnya.

Senyum tipis di wajah Sagara perlahan memudar. "Nona mulai lagi."

"Karena aku penasaran."

"Saya rasa penasaran Nona sudah terlalu jauh."

"Lalu kenapa kau terus menghindar?"

Kali ini Sagara menoleh cepat. "Karena tidak semua orang suka kehidupannya diusik." Nada suaranya mulai berubah. Lebih dingin dan tajam.

Nara sedikit terdiam. Namun, bukannya berhenti, rasa penasarannya justru semakin besar. "Jika tidak ada yang disembunyikan, kenapa kau terlihat marah?"

"Saya nggak marah."

"Kau jelas kesal," balas Nara cepat.

Sagara menghembuskan napas kasar. Tangannya mencengkram setir sedikit lebih kuat sebelum akhirnya mobil melaju lebih cepat membelah jalanan malam kota.

Lampu-lampu jalan berkelebat cepat di balik kaca mobil itu. Nara refleks memegang sisi kursinya. "Hei, pelan sedikit."

Sagara tidak menggubris, pria itu justru semakin menekan pedal gas. Hanya dalam beberapa menit, mobil keluar dari jalan utama kota dan memasuki kawasan yang jauh lebih sederhana.

Gedung-gedung tinggi mulai menghilang. Berganti rumah-rumah kecil yang berdiri rapat di sepanjang gang. Nara memperhatikan sekitar dengan perasaan tidak tenang.

"Kita mau pergi ke mana?" tanyanya pelan. Rasa khawatir mulai menyusup. Meski Sagara tidak terlihat seperti orang jahat, tetap saja Nara belum sepenuhnya mengenal pemuda itu.

"Saya akan membawa Nona ke dunia saya agar Nona berhenti penasaran," jawab Sagara tanpa mengalihkan fokus dari jalan.

Nara mengernyit bingung. Namun, belum sempat ia melontarkan kalimat protes. Mobil lebih dulu berhenti pelan di sebuah rumah kontrakan kecil di ujung gang.

Sagara mematikan mesin mobil lalu bersandar sejenak pada kursinya. "Inilah dunia saya saat ini." Suaranya rendah, tidak terdengar marah. Namun, cukup dingin untuk membuat suasana di dalam mobil berubah tegang.

"Saya bekerja sebagai montir merangkap tukang ojek, kadang juga bekerja part time jika butuh tambahan uang," lanjutnya tenang. "Jadi sebaiknya Nona hentikan rasa penasaran itu."

Setelah mengucapkan kalimat cukup panjang, Sagara segera membuka sabuk pengamannya cepat lalu keluar dari mobil tanpa berkata apa-apa lagi.

Udara malam langsung terasa lebih dingin begitu ia berdiri di luar. Nara yang masih diam beberapa detik akhirnya ikut membuka pintu mobil. Tumit heelsnya menyentuh jalanan semen sempit di depan kontrakan itu. Matanya menyapu sekitar perlahan.

Gang kecil, lampu temaram, beberapa motor terparkir seadanya di depan rumah-rumah petak. Sangat jauh dari tempat-tempat yang biasa ia datangi.

Sagara yang menyadari Nara ikut turun langsung menoleh. Ia lalu menyerahkan kembali kunci mobil itu pada Nara.

"Tugas saya membantu Nona sudah selesai," ucapnya sedikit ketus. "Selanjutnya, tolong Nona sampaikan pada Mbak tiwi untuk mengantarkan motor saya ke sini."

Nara menerima kunci itu tanpa berkata apa-apa.

"Dan jangan lupa membayar ongkos ojek saya tadi," lanjut Sagara datar. "Hanya ongkos ojek sesuai aplikasi. Tidak lebih." tekan Sagara.

Nada bicaranya jelas berubah dingin. Seolah ia benar-benar ingin menjaga jarak. Namun, sebelum Nara sempat menjawab. Suara pintu rumah sebelah tiba-tiba terdengar terbuka.

Seorang ibu paruh baya keluar sambil membawa baskom cucian. Begitu melihat Sagara berdiri bersama seorang wanita cantik berpakaian elegan di depan kontrakan kecil itu, matanya langsung membulat.

"Lho, Ga?" serunya kaget. "Tumben bawa cewe."

Sagara langsung menoleh cepat. "Ibu Sari ...."

Tatapan ibu itu kini berpindah penuh rasa penasaran pada Nara yang berdiri anggun di samping mobil mewah. Wajahnya langsung sumringah. "Ya ampun ...." Ia mendekat beberapa langkah sambil tersenyum lebar. "Pacarnya, ya?"

Nara spontan menoleh pada Sagara. Sementara Sagara langsung memijat pelipisnya pelan.

"Bukan, Bu ...."

"Pantesan aja selama ini ditanya punya pacar apa nggak selalu ngeles," potong Bu Sari heboh sendiri. "Ternyata pacarnya cantik begini."

Nara hampir tertawa melihat ekspresi Sagara yang tampak semakin tidak nyaman.

"Bukan seperti itu, Bu," ujar Sagara cepat. Namun, Bu Sari sama sekali tidak mendengarkan.

"Kalau begini sih, Si Dina anaknya Bu Mira juga lewat," ucap Bu Sari lagi. "Masuk dulu sini, Neng," ajaknya ramah.

"Bu ...." Sagara mulai kehilangan kesabaran.

"Apaan sih malu-malu." Bu Sari malah menyenggol lengan Sagara pelan. "Sekali-sekali bawa pacar ya dikenalin. Biar Si Mira nggak jodohin kamu sama anaknya lagi."

Kalimat itu langsung membuat senyum tipis di wajah Nara memudar. Tatapannya yang semula santai berubah datar. Entah kenapa, ada rasa tidak nyaman saat mendengar Sagara ternyata sering dijodoh-jodohkan dengan wanita lain.

Sementara Sagara tampak semakin pusing sendiri.

"Bu, saya sama dia bukan ...."

"Ah iya iya, Ibu ngerti." Bu Sari mengangguk cepat dengan ekspresi penuh arti. "Masih malu ya?"

Nara hampir mendengus pelan.

Malu?

Pria di sebelahnya ini bahkan sejak tadi mati-matian menyangkal dirinya. Namun, sebelum Sagara sempat meluruskan keadaan, suara langkah kaki mendadak terdengar dari ujung gang.

"WOI GAA!"

Suara nyaring itu membuat ketiganya spontan menoleh.

Andi muncul sambil membawa plastik kopi sachet di tangannya. Namun, langkahnya terhenti begitu melihat mobil mewah yang terparkir di depan rumah kontrakan dan seorang wanita cantik yang ia kenali berdiri di dekat Sagara.

Mata Andi membulat sempurna. "ANJIR ...."

Melihat kedatangan Andi di sela kesalahpahaman yang belum sempat ia luruskan, Sagara hanya bisa menghela napas kasar sambil menepuk dahinya sendiri. "Mati aku," gumamnya pelan.

***Bersambung****

1
Hairil Anwar
mantap
Resa05
akhirnya rajin update thor
Kipas muter 8022
terima aje, lumayan
Kipas muter 8022
daripada dibalikin. mending kirim ke gw aja/Facepalm/
Kipas muter 8022
harus'y kirim ke rumah gw
Kipas muter 8022
masalahnya udah jatuh cinta🤣
Bu Dewi
up lagi donk kak😍😍
Teteh Lia: Siap, kak. 🙏
total 1 replies
Aquarius97 🕊️
kalo ini mah montir kece nona 🤭
Sarung bantal90
Nyogok pake motor. 😄
Aquarius97 🕊️
calonnya Sagara tuh bang 🤭
Sarung bantal90
panggilin dokter cinta aja🤣
Sarung bantal90
emosi mulu nenk. lagi pms
Aquarius97 🕊️
sesuai Ama ekspektasi aku sih 🤭
Aquarius97 🕊️
aku langsung kebayang visual seokjin BTS 🤭
Aquarius97 🕊️
kadang emang gitu, ada serigala berbulu domba ...
sitanggang
2 chapter donk... nanggung klw 1 saja
Teteh Lia: Siap, kak. 🙏
total 1 replies
SaturdayNight🌠
pasti yang sabotase, kerna kebongkar
SaturdayNight🌠
koreksi; terdiam
SaturdayNight🌠
lagian lu terlalu ikut campur dan mudah diperdaya
SaturdayNight🌠
disamperin seok jong un, untung lom berangkat, bisa ribut kalo ketemu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!