Seri ketiga dari kisah Cinta Tak Perna Salah Mengisahkan seorang guru relawan yang memilih hidup jauh dari orangtuanya. karena kecintaannya terhadap anak - anak. Maria Theresia namanya gadis Kalimantan ber darah campur China . Dan dia di cintai oleh laki - laki asli papua bernama Roy Denis.
Apakah kisah cinta mereka bisa abadi selamanya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjuangan
Ada penerimaan pegawai negeri di pemerintahan Yahukimo, Roy yang tahu latar belakang pendidikan istrinya menyarankannya untuk ikut seleksi tersebut. Pada awalnya, Maria Theresia Johan, tidak mau. Karena dia tidak mau terikat dengan waktu kerja. Namun atas pengertian suaminya Roy Denis Sam. Dia pun menyetujuinya.
Semua berkas Mia istrinya sudah di urus oleh Roy. Dan Roy jugalah yang mendaftarkan istrinya. Kebetulan kategori bidang profesi yang mau dia tes ada. Mia biar hanya sebagai pekerja yayasan namun dia memiliki akta untuk mengajar.
Kondisi kehamilan istrinya sangat baik. Hanya sekarang perutnya sudah membesar. Penjagaan dari suami dan papa mertuanya sangat ketat, membuat saudara tirinya Roy tidak bisa menganggu atau mau mencelakai dia karena sifat irinya.
Dan kehamilan Mia ini sangat berbeda, dia sangat manja sekali sama papa mertuanya. Awal - awal kehamilannya, apa yang dibeli oleh papa mertuanya di makan. Jadi setiap jam makan, papa selalu membawa makanan apa saja buat anak mantunya. Biar sibuk bagaimana dia bisa ijin sepuluh menit membeli makanan buat Mia.
"Ngak minta papa beli makan lagi?"
"Ngak kaka aja. Kasihan papa."
"Iya kaka yang beli makan, sayang harus makan habis kalau tidak kaka yang makan kamu."
"Iiiiiihh maunya."
"Boleh kan."
"Tentu bolehlah sayang. Kan bisa membantu untuk lahiran."
Roy keluar bersama Mia istrinya mencari makan di sekitar kota. Setelah mendapat apa yang mau dia makan, dibungkus dan dibawa pulang. Sampai di rumah lalapan ikan mujair di lahap habis seekor besar oleh Mia sendiri. Roy hanya tersenyum melihat istrinya.
"Ade makan buat dua orang ya sayang??"
"Iya, kaka tahu."
"Mama telepon katanya kalau mau melahirkan di Jayapura, sekarang sudah bisa ke Jayapura."
"Terus kaka bilang apa sama mama??"
"Selesai adek tes pegawai dulu."
"Kaka ikut ade di Jayapura."
"Kaka antar, balik lagi ke sini, karena ada urusan pekerjaan, selesai kaka ijin sampai kamu lahiran. Papa juga mau temani kamu."
"Asik dong."
"Sepertinya mami dan papi juga akan datang ke Jayapura??"
"Kaka tahu dari mana??"
"Setiap hari kaka telepon mami dan papi biar hanya sekedar menanyakan kabar. Katanya kamu di grup juga malas balas chat keluarga." Mia hanya tertawa. Roy langsung menyubit hidungnya.
"Adek lelah, semenjak bawa anak kamu di perut ini." Roy langsung mengendong istrinya.
"Lelah kan??!!!!"
Roy membawa istrinya Mia ke kamar, dan hendak menjalankan aksinya meminta jatah sebagai seorang suami.
"Sayang, kaka mau."
"Boleh sayang."
"Adek, papi ijin menjenguk ade ya."
Tidak lama, aksi penyatuan pun terjadi. Mia sangat bahagia sekali, karena Roy suaminya sangat seksi jika sudah melakukan hubungan badan ini. Gerakannya ditambah dengan bunyi tubuh yang menyatu membuat Mia sampai pada klimaks kenikmatan. Roy membisikkannya untuk menahan, namun tidak bisa. Akhirnya kembali lagi Roy melakukan stimulasi dan pada akhirnya mereka bersama - sama mencapai puncak kenikmatan bersama. Roy memeluk dan menciumnya.
"Terima kasih sayangku."
Mia sudah mengikuti tes pegawai negeri. Karena tes sistem online, maka nilainya akan terlihat jelas di layar, banyak pendatang yang datang, namun nilai mereka masi kalah jauh dengan seorang Maria Theresia Johan, S.Si, M.Si. Sampai akhir tes nilai Mia tetap di urutan pertama. yang bisa di lihat langsung oleh semua orang. Tidak ada kecurangan dalam hal ini. Selesai tes saat itu juga pengumuman nilai teratas dibaca.
Informasi yang di terima bahwa mungkin satu atau dua bulan lagi baru pengumuman resmi dibacakan. Dalam satu ketetapan pemerintah daerah, berdasarkan surat dari kementrian.
Mia sudah diantar suaminya ke Jayapura. Karena anak pertama, Roy tidak mau ambil resiko. Makanya dia langsung membawa istrinya ke Jayapura. Setelah mengurus semua kebutuhan istrinya di Jayapura. Roy langsung kembali ke ke tempat dia berdinas. Hanya sebentar karena istrinya mau melahirkan.
Roy hanya berpisah dengan Mia istrinya empat hari. Setelah urusannya selesai. Roy kembali lagi ke Jayapura. Karena Mia sudah merasa mules - mules dan kontraksi kecil - kecilan.
Dalam perjalanan ke Jayapura, Roy tidak sengaja bertemu dengan mantan pacarnya yang sama - sama lulusan sekolah tinggi ilmu pemerintahan.
"Roy.... Ke Jayapura?"
"Hai ....Ai. Iya, cuti mau temani istri melahirkan."
"Istri??? Kamu sudah menikah."
"Iya. Kamu ada urusan dinas??"
"Iya. Sekalian lihat mama dan papa di trans."
"Oke good luck."
Bayi mungil lahir dengan normal. Ukuran Mia yang imut melahirkan bayi dengan ukuran tiga koma lima kilogram secara normal sangat luar biasa. Maminya Mia dan papai juga Adriel yang dokter datang ke Jayapura untuk menemani Mia melahirkan. Mama Sisca menyiapkan hotel. Namun mereka memilih tinggal di rumah mama Sisca.
Bayi laki - laki itu lahir dengan sehat. Dan pemberian nama anaknya Mia dan Roy diberikkan kepada opa dan omanya.
"Kalau saya hanya memberi marga saya saja." papa Nico berkelakar. Sedangkan mama Sisca menyerahkan kepada mami dan papi Mia untuk memberi nama. Jared Hans Sem adalah nama anaknya Mia dab Roy
Mami dan papi di Jayapura sebulan lebih. Sedangkan Roy pulang pergi. Roy belum berani membawa istri dan anaknya balik ke tempat tugas mereka karena situasi sedang memanas akibat penerimaan pegawai baru. Mereka menginginkan anak - anak daerah juga ada nama dalam kelulusan menjadi pegawai negeri. Padahal hasil tes belum juga keluar.
Semua muspida di kumpulkan oleh Bupati, membahas hasil tes yang di bawa oleh kepala kepegawaian. Dan dari hasil rapat itu. Mereka menjawab sebagaian tuntutan dari pendemo. Berdasarkan hasil tes yang bisa di toleransi.
Selama mami dan papi di Jayapura tentu mama Sisca dan keluarganya selalu mengantar mama pergi ke tempat wisata yang ada di kota ini. Ke perbatasan misalnya. Mami membeli banyak ole - ole di perbatasan, semua barang - barang dari Papua Nugini. Papi dan mami sebenarnya mau ke papua pegunungan, namun karena situasi Roy tidak mengijinkan. Sedangkan anak dan istrinya saja belum dia ijinkan.
Hampir tiga bulan lebih Mia di Jayapura, karena sudah waktu dia akan menyiapkan berkas kelulusannya, akhirnya Roy membawa istri dan anaknya juga mama Sisca ke pegunungan
Omanya Jared Hans Sem ikut, karena masih membantu Mia mengurus baby Hans. Karena pasti papi dan maminya akan sibuk.
"Itu pendatang siapa yang ada mendaftar??"
"Ibu Mia lulus murni pak, hasilnya tidak bisa di rekayasa. Lagian itu istri dari Roy Denis Sam, anak menantunya Nico Sem, anak adat disini."
Roy memeluk istrinya. Jika sampai dia terluka, maka dia akan mengajukan permohonan pindah dan menghapus nama marga besar di belakang namanya dan anaknya Jared Hans.
Mendengar situasi sedikit memanas. Nico datang ke tempat daftar ulang untuk melindungi menantu dan anaknya.
"Mia, kamu baik - baik saja."
"Baik pa." Papa mendekati kelompok pendemo dan langsung mengenalkan Mia dan Roy. Dia bahkan mengancam mereka, agar tidak menyentuh keluarganya yaitu anak dan menantunya. Pemimpin demo mengangguk. Demo ini adalah demo damai, namun bisa saja anarkis. Untuk itu Roy, selesai istrinya melapor langsung membawanya pulang. Waktu mobil mereka keluar pagar kantor, Roy dan Mia mendengar sangat jelas. Kalimat Jangan ganggu mereka, itu anak adat juga.