NovelToon NovelToon
Raja Ruang & Waktu Di Akademi Para Iblis

Raja Ruang & Waktu Di Akademi Para Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Terlahir kembali di dunia yang dipenuhi Iblis dan Malaikat Jatuh bukanlah rencana Saiba Ren. Sebagai mantan Raja Dewa yang pernah mengguncang Alam Ilahi, ia kini harus memulai segalanya dari nol di Akademi Kuoh dengan identitas baru.
​Namun, Ren tidak datang sendirian. Di balik penutup matanya yang misterius, tersimpan kekuatan Six Eyes yang mampu menembus struktur semesta, dan di dalam jiwanya, istri-istri tercintanya masih tertidur dalam dimensi rahasia yang menunggu untuk dibangkitkan. Di dunia di mana Sacred Gear dan garis keturunan adalah segalanya, Ren hadir sebagai anomali yang tidak bisa diukur oleh logika sistem mana pun.
​Saat faksi-faksi besar mulai mengincar kekuatannya, Ren hanya memiliki satu prinsip: "Dunia ini boleh punya aturannya sendiri, tapi akulah yang menentukan kapan aturan itu berlaku bagiku." Bisakah ia membangun kembali kejayaannya sambil menjaga kedamaian haremnya yang perlahan terbangun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16.Awal Perselisihan

Gudang olahraga yang tadinya pengap dan dipenuhi debu kini terasa seperti aula istana yang agung. Kehadiran Bibi Dong mengubah segalanya; molekul udara di sekitar wanita itu seolah-olah membeku, tunduk pada otoritas mutlak yang ia pancarkan. Ia berdiri di samping Ren, jemarinya masih bertautan erat dengan tangan suaminya, seolah sedang menyerap sisa-sisa kehangatan dari dunia yang baru saja ia pijak.

"Energi di dunia ini... sangat kotor," bisik Bibi Dong, suaranya jernih namun mengandung nada jijik yang halus. Mata indahnya menyapu ruangan, menembus dinding gudang dan melihat aliran sihir yang bergejolak di luar. "Ada bau bangkai dan kemarahan yang tertahan di mana-mana."

Ren terkekeh pelan, menarik tangan istrinya dan mencium punggung tangannya dengan lembut. "Itu hanya sambutan dari para penguasa lokal, Sayang. Mereka sedikit... gelisah dengan kedatanganmu."

[SISTEM: Peringatan! Penghalang ruang terdeteksi sedang dipaksa buka dari luar. Koordinat: Pintu Utama Gudang.]

[SISTEM: Identifikasi tanda energi—Rias Gremory, Sona Sitri, Akeno Himejima, dan Tsubaki Shinra. Status: Siaga Tempur Tingkat Tinggi.]

BRAK!

Pintu gudang olahraga yang terbuat dari besi berat itu terbuka dengan dentuman keras, terlempar dari engselnya akibat dorongan energi destruktif. Cahaya matahari siang menyerbu masuk, menciptakan siluet empat wanita yang berdiri di ambang pintu. Rias Gremory memimpin di depan, lingkaran sihir merah darah berputar di telapak tangannya, sementara Sona Sitri sudah menyiapkan segel air yang membekukan udara di sekelilingnya.

Namun, langkah mereka terhenti seketika.

Niat bertarung yang tadinya meluap-luap dari pihak Iblis mendadak padam, digantikan oleh rasa sesak yang luar biasa di dada mereka. Di tengah gudang yang remang-remang, mereka melihat Saiba Ren—yang kini tidak lagi memakai kacamata hitamnya—berdiri berdampingan dengan seorang wanita yang kecantikannya melampaui segala definisi manusia maupun iblis.

Gaun ungu kemerahan Bibi Dong berkibar pelan meski tidak ada angin. Mahkota kecil di kepalanya memancarkan pendaran cahaya yang membuat aura kemerahan milik Rias tampak pucat dan tidak berarti.

"Saiba... Ren..." suara Rias tercekat. Ia mencoba mengangkat tangannya, namun lengannya terasa seberat timah. "Siapa... siapa wanita ini?"

Akeno, yang biasanya selalu tenang dengan senyum misteriusnya, kini terlihat pucat pasi. Ia bisa merasakan bahwa wanita di depan Ren bukan sekadar pengguna sihir atau pemilik Sacred Gear. Kekuatan yang terpancar dari Bibi Dong adalah jenis kekuatan kedaulatan—sesuatu yang hanya dimiliki oleh para pemimpin tertinggi di Underworld atau Surga.

Bibi Dong melepaskan tautan tangannya dari Ren dan melangkah maju satu langkah. Setiap ketukan sepatunya di lantai beton gudang terdengar seperti lonceng kematian yang anggun. Ia menatap Rias dan Sona dengan tatapan dingin, seolah sedang melihat serangga yang tidak sengaja masuk ke dalam kamarnya.

"Jadi, inilah 'Iblis' yang kau ceritakan, Ren?" tanya Bibi Dong tanpa menoleh. "Kualitas mereka jauh di bawah ekspektasiku. Terlalu emosional, terlalu lemah, dan sangat tidak sopan dalam bertamu."

Sona Sitri mencoba menstabilkan napasnya. "Kami... kami mendeteksi ledakan energi yang mengancam stabilitas sekolah. Sebagai penguasa wilayah ini, kami berhak menanyakan identitas Anda."

Bibi Dong menyipitkan matanya. Tekanan gravitasi di dalam gudang tiba-tiba meningkat sepuluh kali lipat. Sona dan Tsubaki terpaksa berlutut satu kaki, sementara Rias dan Akeno berusaha keras untuk tetap berdiri dengan kaki yang bergetar hebat.

"Berhak?" Bibi Dong mengulangi kata itu dengan nada yang sangat rendah. "Kalian bicara tentang hak di hadapan penguasa Kekaisaran Roh? Di duniaku, mereka yang berbicara tentang hak tanpa memiliki kekuatan yang setara hanya akan berakhir menjadi debu di bawah tahtaku."

"Dong'er, cukup," Ren memegang bahu istrinya dengan lembut. "Ingat kesepakatan kita. Kita di sini untuk hidup tenang, bukan untuk memusnahkan populasi lokal di hari pertama."

Mendengar suara Ren, tekanan yang menyesakkan itu menghilang seketika. Rias terengah-engah, memegangi dadanya yang sakit. Ia menatap Ren dengan pandangan yang penuh dengan ketakutan dan rasa tidak percaya.

"Ren... kau bilang seseorang yang penting akan bangkit... tapi ini..." Rias mencoba mengatur suaranya. "Dia bukan manusia, bukan?"

Ren tersenyum tipis, merangkul pinggang Bibi Dong dengan posesif. "Izinkan aku memperkenalkan kalian dengan benar. Ini adalah Bibi Dong, istriku. Dan seperti yang bisa kalian rasakan, dia bukan tipe wanita yang suka dengan interogasi yang berisik."

Bibi Dong melirik Ren, kemarahan di matanya seketika mencair menjadi kelembutan yang hanya ditujukan untuk suaminya. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Ren, mengabaikan empat Iblis yang masih gemetar di depan pintu.

[SISTEM: Hubungan terjalin—Bibi Dong dengan Faksi Gremory & Sitri. Status: Dominasi Mutlak.]

[SISTEM: Quest Utama Diperbarui—Kehidupan Ganda. Tujuan: Berikan identitas samaran untuk Bibi Dong di Akademi Kuoh. Hadiah: 2.000 Poin Prestasi.]

"Rias, Sona," Ren menatap kedua ketua tersebut dengan tatapan yang kini sangat serius. "Anggap saja ini sebagai peringatan terakhir. Bibi Dong akan bersamaku di sekolah ini mulai sekarang. Jangan ada pertanyaan, jangan ada pengawasan rahasia, dan jangan pernah mencoba untuk memprovokasinya. Jika kalian bisa melakukan itu, aku akan tetap menjadi teman sekelas kalian yang baik."

Sona Sitri mendongak, menatap Ren dengan tatapan yang sangat kompleks. Ia menyadari bahwa keseimbangan kekuatan di Kota Kuoh telah hancur total dalam hitungan detik. "Kami... kami mengerti. Tapi bagaimana dengan pihak OSIS pusat dan para Maou? Mereka akan merasakan keberadaannya."

"Itu urusanku," jawab Ren pendek. "Katakan saja pada kakak-kakak kalian yang ambisius itu bahwa ada tamu agung yang sedang berlibur. Jika mereka bijaksana, mereka tidak akan mencoba mengetuk pintuku."

Ren kemudian menatap Bibi Dong. "Ayo, Sayang. Kurasa gudang ini terlalu berdebu untukmu. Aku akan menunjukkan asrama kita—tempat yang sedikit lebih layak daripada istana yang kau tinggalkan, meski sedikit lebih sempit."

Bibi Dong tersenyum manis, sebuah pemandangan yang membuat jantung Issei (yang sedari tadi bersembunyi di balik semak-semak di luar) nyaris berhenti berdetak karena kecantikan yang mematikan itu. "Selama aku bersamamu, tempat mana pun adalah istana bagiku, Ren."

Keduanya berjalan melewati Rias dan yang lainnya tanpa menoleh lagi. Keheningan yang panjang menyelimuti gudang olahraga itu setelah kepergian mereka. Rias Gremory perlahan merosot ke lantai, menatap telapak tangannya yang masih gemetar.

"Dunia ini... benar-benar akan berubah," bisik Rias lemah.

1
Chandra
lanjut lagi lebih banyak lagi
Chandra
lanjut mana sih
Chandra
lanjut mana
Chandra
lanjut lagi
Chandra
mana lanjutnya
Chandra
lanjut lagi seru ini
Chandra
lanjut lagi
Chandra
lanjut
Chandra
mana lanjutnya 😭
Chandra
mana lanjutnya
Chandra
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!