Hai semua..kisah tentang penari dan pemain biola yang romantis.Wajib baca ok,ceritanya seru loh..
Devina Belia prayoga seorang gadis berusia 22 tahun dengan badan yang cukup tinggi,baik dan juga ramah..dia sangat menyukai tari..tapi karena sesuatu dia memendam hobinya
Altaf Huzain Santoso pria tampan dan cool dengan kulit putih dan tinggi dia seorang pemain biola yang sangat handal....
bagaimana kisah selanjutnya...ikuti terus kisahnya...
selamat membaca
keduanya bertemu tanpa sengaja saat ada acara pesta ulang tahun kerabat Altaf...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khalifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 KEMBALINYA SENYUM DEVINA
Rudi masih berfikir..apakah dia harus mengizinkan Devina untuk kembali menari atau tidak..
"Biar papa fikirkan dulu ya ma..."ujar Rudi sambil berlalu masuk kedalam rumah...
Erlita menghembuskan nafas kasar..
Rudi menghampiri Devina yang sedang berada didapur..
"Sedang apa Vin..."ujar Rudi..
"Ini pa...lagi menata belanjaan di lemari pendingin..."ujar Devina sambil bekerja..
"Tadi bagaimana belanjanya sama mama...Seru.."
"Ya..biasa saja kok pa...kenapa sih..tumben papa nanya-nanya..."ujar Devina sambil melihat kearah papanya..
"Kata mama tadi kamu bertemu sama tante Renita ya..."ujar Rudi..
"Ya pah...tapi tadi Vina tidak mengobrol sama tante Renita..Vina mengobrol sama putrinya.."
"Oh ya..."
"Ya pah...putrinya tante Renita lucu pa..centil...Vina senang sekali mengobrol dengannya..."ujar Devina sambil tersenyum..
"Demi kebahagiaan Devina..apa aku izinkan saja dia kembali ke hobinya..."ujar Rudi dalam hati..
"Ya sudah..papa kekamar dulu ya..."ujar Rudi dan Devina hanya mengangguk lalu meneruskan pekerjaannya..
Sesampainya dikamar,Rudi menemui istrinya yang sudah lebih dulu berada didalam kamar...
"Mm...ma..."ujar Rudi ragu-ragu
"Iya pa..."ujar Erlita yang sedang duduk disisi ranjang..
"Papa...izinin Devina untuk melatih tari...papa juga ingin senyum Devina kembali...ya walaupun sebenarnya papa kurang setuju dengan kembalinya Devina kedunia tari...tapi demi kebahagiaan dia...papa mengalah dan mengizinkannya untuk menari kembali.."ujar Rudi panjang lebar..
"Beneran pah..."ujar Erlita sambil memeluk tangan Rudi..
"Iya.."
"Terima kasih ya pa...ya sudah nanti mama bilang sama Devina..dia pasti senang..."ujar Erlita bersemangat..
Malam pun tiba...Erlita menyiapkan makan malam..
"Bik tolong panggilkan tuan sama non Vina ya bik..."ujar Erlita pada pembantunya..
Tak lama kemudian Devina datang lebih dulu baru disusul oleh sang papa..
"Masak apa untuk makan malam ma...baunya sedap sekali..."ujar Rudi sambil menarik kursi..
"Gak spesial-spesial banget kok pah...masak seperti biasanya saja. .."ujar Erlita..
Devina dan kedua orang tuanya mulai menyantap makanan mereka...disela-sela sedang makan..Erlita mencoba membuka pembicaraan..
"Vin...tadi mama lihat saat disupermarket kamu seneng sekali bermain sama putrinya tante Renita..kayaknya seru.."ujar Erlita..
"Ya mah...tadi Berlin cerita kalau dia pengen sekali bisa menari..."ujar Devina..
"Hhmm..gitu...Mm...Vin...tante Renita sedang cari guru tari untuk Berlin...dan mama ingat kalau kamu dulu suka sekali menari...kenapa kamu tidak mengajari Berlin saja..."ujar Erlita..
"Gak lah ma...Vina gak berminat lagi untuk menari..."ujar Devina..
"Sayang...dari pada kamu dirumah saja...lebih baik kamu ada kegiatan...biar kamu bisa sedikit melupakan masalah kamu..."ujar Erlita..
"Tapi ma.."ujar Devina..
"Vin...mama tau kamu sangat suka sekali dengan dunia tari...kenapa kamu gak salurkan bakat kamu untuk orang lain...se enggaknya..kamu bisa bangga saat melihat orang lain yang kamu ajari bisa lebih dari kamu..."ujar Erlita masih mencoba membujuk Devina..
"Apa mama mulai bosan..kalau Devina dirumah terus.."ujar Devina sedih..
"Bukan seperti itu sayang...Mama ingin Devina seperti dulu lagi...yang ceria,semangat...cerewet..."
Devina terdiam..
"Ya Vin...kalau papa gak salah ingat...kamu kan dulu pernah juara lomba tari...tapi papa datang terus larang-larang kamu untuk menari....papa minta maaf ya....sekarang papa izinin kamu untuk menari lagi..demi kebahagiaan kamu..papa beri izin..."ujar Rudi..
Devina melihat kedua orang tuanya,sepertinya kedua orang tua Devina tidak ingin anaknya terus terpuruk...
"Baiklah ma...Vina mau ngajarin Berlin menari..."ujar Devina..
Kedua orang tua Devina sangat bahagia dengan keputusan Devina..
Selesai makan malam...Erlita menelfon Renita untuk memberi tahukan kalau Devina mau untuk mengajari Berlina menari..Renita sangat senang..karena dia Tau kalau Berlin sangat senang dekat dekat dengan Devina...
"Ya bu...besok Devina suruh kemari...kerumah saya..biar bisa langsung mengajari Berlina..."ujar Renita sebelum menutup telfonnya..
Keesokan harinya Devina datang kerumah Renita..Renita sangat senang dengan kedatangan Devina..
Renita menjelaskan kapan Devina bisa mengajar dan hari apa saja...Devina mendengarkan dengan baik...Saat Devina dan Renita sedang mengobrol diruang tamu..Altaf datang dan menoleh sekilas kearah Devina...
"Al...kenalin ini Devina...guru les tari untuk Berlin.."ujar Renita..
Altaf melihat kearah Devina dengan cuek...dan sedikit mengangguk..Devina juga tidak menyunggingkan senyum sedikitpun....dan Sedikit mengangguk juga..
Renita yang melihat keduanya jadi bingung...karena sifat mereka seperti mirip..sama-sama cuek..
Altaf kembali masuk kedalam kamarnya..
"Vin...ayo tante antar kamu ketempat kamu untuk mengajari Berlin menari nanti..."ujar Renita sambil membawa Devina kehalaman belakang yang cukup luas dan Asri...
"Nanti kalau kamu sudah datang..langsung saja kesini..."ujar Renita menjelaskan..
"Tempatnya adem ya tante...Vina suka.."ujar Devina..
"Terima kasih..."ujar Renita..
Devina melihat kesekeliling sekitar halaman...Devina sedikit tertarik dengan bangunan yang lebih kecil dan terpisah dari bangunan utama..
"Tante itu rumah siapa.."Devina bertanya tentang bangunan tadi..
"Oohh..itu...itu bukan rumah siapa-siapa..itu mansion Altaf...tempat Altaf meletakkan biola dan berlatih biolanya...jangan pernah kesana ya...takutnya nanti Altaf marah....dia sangat menjaga privasinya..."ujar Renita
Devina hanya mengangguk walaupun sebenarnya Devina sangat penasaran dengan isi didalam mansion tersebut...
"Vin...kamu bisa memulai melatih Berlin mulai besok ya..."
"baik tante.."
Setelah selesai..Devina langsung pamit pulang..