Baru kali ini Devan terpesona oleh tubuh seksi seorang wanita, dan wanita itu adalah istrinya.
Ini juga pertama kalinya Devan bisa kalah dihadapan seorang wanita.
Devan yang terkenal dingin dan cuek entah mengapa bisa benar-benar terpukau saat melihat badan seksi Prima. Dia ingin memiliki Prima, namun ia juga tetap ingin setia pada gadis yang disukainya sejak 5 tahun yang lalu. Devan ingin memiliki 2 wanita itu, tidakkah Devan terlalu serakah?
Pernikahan paksa ini benar-benar menyiksa Prima!
...
Setelah terjebak oleh temannya sendiri, kini Reyhan harus mencari siapa wanita malam itu. Dia juga harus menyingkirkan wanita yang hendak memanfaatkannya, ia juga harus waspada karena temannya akan membalas dendam kepada Reyhan akibat kematian seorang wanita.
#My Second Novel#
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Marah
Berhari-hari Prima dimanjakan oleh Joo. Dibelikan makanan, baju, sepatu, pergi ke salon, dan itu semua dilakukan saat Devan tak ada. Sampai saat ini Prima masih marah pada Devan, saat dirumah Devan selalu minta maaf pada Prima tapi Prima masih cuek dan tidak mau melihat Devan. Saking marahnya Prima, Prima sampai tidur di kamar tamu. Devan kebingungan bagaimana cara mengatasi Prima saat marah.
///***///
Hari Jumat Sore
Di Kamar Tamu
"Prim.. Maafin aku lah, mau sampe kapan kayak gini?" tanya Devan
"bodo" kesal Prima
"maaf dong, kan aku.. aku.. aku.." bingung Devan
"aku aku aku apa? Sana keluar tidur sama cewek simpanan kamu" kesal Prima
"maaflah. Besok malam aku mungkin pulang malam, jangan nunggu aku ya" ucap Devan
"aku masih cukup waras buat nungguin kamu" kesal Prima
"maaf.." ucap Devan
Prima keluar untuk makan malam karena perutnya mulai keroncongan, tak lupa Prima membawa ponselnya.
///***///
Di Dapur
Prima memasak ayam penyet dengan sambel terasi, eh bukan lagunya happy asmara ya:). Tak lupa lalapan juga di atas meja. Saat hendak makan, tiba-tiba Joo VC. Prima mengangkatnya.
Prima : "apa sih Joo?
Joo : "lagi ngapain?"
Prima : "makan, jangan ganggu lah. Udah laper gue"
Joo : "yee, makan kagak ajak-ajak"
Prima : "ya sana makan sendiri dirumah lo lah"
Joo : "cie ngegas"
Prima : "udahlah, ada apaan?"
Joo : "besok jangan lupa"
Prima : "iya iyaaa....."
Joo : "gue jemput jam 4 sore ya. Jangan lupa mandi"
Prima : "iya iyaa..."
Joo : "lainnya serahin ke gue, oh iya lo udah belajar gimana caranya jalan pake high heels kan?"
Prima : "iya"
Joo : "hehehe, kalo belajar emang keahlian lo. Udah sana makan abis itu belajar gimana sikap wanita elegan ok"
Prima : "iya iya bawel"
Joo : "ok gue tutup, bye"
Prima : "ok bye"
Tanpa disadari Prima, Devan sejak tadi mendengarkan Prima yang berbincang dengan Joo.
Mereka mau kemana? - Batin Devan
Prima melanjutkan makannya, Devan menuruni tangga satu persatu. Saat tengah asik makan, Prima menerima telfon.
"anj*r, siapa sih nelfon waktu makan gini. Gak liat apa kalo gue makan" kesal Prima
LOL, orang nelfon mana bisa liat yang ditelfon. Prima melihat ponselnya tertera nama Aldo💖. Prima langsung mengangkatnya dengan senang hati.
Prima : "ha halo..."
Aldo : "hai Prim, lagi apa?"
Prima : "uhm makan kak"
Aldo : "oh aku ganggu ya, yaudah nanti..."
Prima : "nggak kok, nggak ganggu. Ada apa kak?"
Aldo : "mau tanya aja, pertandingn tinggal 1 bulan lagi. Jadinya gimana kamu ikut gak?"
Prima : "ikut kok kak, tapi masalah rekom kampus belum aku urus. Mungkin sekitar H-10 lah mulai urus data-data"
Aldo : "oh yaudah, aku masukin nama kamu dalam daftar ya. Yaudah dilanjut makannya. Pelan-pelan biar nggak keselek"
Prima : "hehe iya kak"
Aldo : "kan enak kalo kamu ikut. Jadi nanti aku ada temennya kalo urusin apa-apa disana"
Prima : "kan om Pram ada"
Aldo : "ya kan pasti ayah urusin anak-anak. Kita urus yang lainnya"
Prima : "ohh gitu"
Aldo : "ok, aku tutup dulu telfonnya. ok bye"
Prima : "bye kak..."
Leleh langsung hatiku kak kau telfon duluan - Batin Prima
Siapa si kampret satu itu. Ngomong sama gue aja kayak ngomong sama atasan bawahan, formal abis dan datar lagi. Giliran sama orang lain aja lembutnya kayak kapas - Batin Devan kesal
///***///
Sabtu Sore
Devan entah berada dimana sejak pagi, sementara Prima dirumah sejak pagi. Saat sore Joo datang menjemput Prima.
"Prima.." panggil Joo
"oee... Masuk aja" jawab Prima
"ok"
Prima menyelesaikan ganti bajunya, mengambil tas dan menemui Joo dibawah.
"ok siap" ucap Prima
"skuyyy..." ucap Joo
Joo mengajak Prima terlebih dahulu menuju sebuah mall, Joo membelikan Prima high heels baru dengan hak 5 cm. Tak terlalu tinggi karena Prima sudah tinggi.
"Joo kenapa beli lagi? Yang kemaren kan ada" ucap Prima
"jangan pakai yang itu, kan kemarin udah lo pakai latian. Kita mana tau kalo itu masih bagus. Kalo tiba-tiba di sana hak nya patah gimana? Mau ditaroh mana muka gue?" jelas Joo
"ealah Joo.. Joo..." ucap Prima pasrah
Memang Joo sangat perfectsionis jika menyangkut masalah penampilan. Joo juga membelikan Prima sebuah dompet berwarna gold yang tampak mewah dengan harga yang wah. Tak terasa sudah jam 17.30. Setelah selesai, Joo mengajak Prima menuju sebuah ruangan, disana terdapat beberapa pelayan yang sepertinya akan membantu Prima bersiap.
udah tau pacar adiknya Mala dekat dekat dang ngajak nonton