NovelToon NovelToon
Terjebak Reverse Harem

Terjebak Reverse Harem

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Pernikahan rahasia / Trauma masa lalu / Bullying dan Balas Dendam / Romansa / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:260.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Azmi McFadden

Warning : Cerita ini hanya untuk pembaca dewasa

Pasca berakhirnya pertunangan dengan mantan kekasihnya yang kasar dan super toxic, Lila memutuskan untuk kembali ke Brisbane, kota tempat ia tumbuh bersama empat sahabat masa kecilnya yang dulu ia perlakukan sebagai kacung.

Henry, Jacob, Aiden dan Pierre. Mereka yang dulu Lila anggap sebagai anak buah, kini menjelma menjadi empat pria dewasa yang super tampan dan sangat mapan. Sementara Lila justru bertahan dengan sisa tabungannya dan honor sebagai novelis tidak terkenal yang sangat sedikit.

Setelah dipermalukan oleh Henry di acara reuni SMA, Lila justru mendapatkan kejutan demi kejutan tak terduga dari keempat sahabat masa kecilnya yang diam-diam mencintainya sejak lama.


Jika kamu suka cerita ini, jangan lupa like, coment dan follow ya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azmi McFadden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan

Lila menyentuh kepalanya yang masih terasa pusing. Mendengar pernyataan yang mengejutkan, Pierre tak bisa berkata apa-apa lagi selain diam dan mengemudikan mobilnya sampai ke rumahnya.

"Kita sudah sampai! Mau aku bantu turun?" Tanya Pierre menawarkan bantuannya.

Lila tak menjawab, ia membuka pintu mobil dengan sedikit kesulitan. Melihat itu, Pierre bergegas membantunya dengan memapah langkahnya yang sempoyongan.

"Kepalaku pusing sekali!" Lila bergumam.

"Apa kau baik-baik saja?" Dengan sigap Pierre memegang tangannya sebelum ia benar-benar jatuh.

"Hoeeekkk..."

Lila muntah tepat di baju Pierre. Ia mengeluarkan semua cairan yang ada di perutnya dan itu benar-benar membuat Pierre kewalahan.

"Ma-maafkan aku, Pierre! Aku-"

"Sudahlah, tidak apa-apa! Lebih baik sekarang kau masuk, ok?"

"Hoeeekkk..." Lila kembali muntah. Namun kali ini bukan ke baju yang Pierre kenakan. Melainkan ke atas lantai.

"Oh ya Tuhan! Berikan padaku kuncinya, biar aku yang buka!"

"Di dalam tasku, tolong!"

"Ok," Pierre mengambil kunci rumah di dalam tas Lila dan membukanya.

Setelah pintu rumah terbuka, Pierre membawa Lila masuk ke dalam rumah dan membantunya duduk di atas sofa.

"Duduklah! Aku akan ambilkan air minum!" Ujarnya sembari melangkah menuju dapur rumah.

Pierre menyadari bahwa kemejanya terkena muntah Lila dan tak mungkin ia tetap memakai baju ini. Pierre membuka kemejanya dan membiarkan tubuh bagian atasnya telanjang. Kemudian mengambil segelas air dan memberikannya pada Lila yang masih setengah sadar di atas sofa.

Namun, saat menghampirinya, Pierre terkejut bukan main melihat Lila tengah membuka pakaiannya dan meninggalkan tubuhnya dalam bra dan celana dalam hitam.

"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau buka baju?" Tanya Pierre sambil menahan malu melihat tingkah Lila yang mendadak vulgar seperti ini.

Lila menghampiri Pierre dengan tatapan mabuknya dan memeluk Pierre tanpa peringatan. Pierre terdiam, ia tak tahu situasi apa yang sedang dia hadapi saat ini.

"Pierre, apa aku cantik?" Ucapnya lembut sembari menatap mata Pierre.

"Kau sangat cantik!" Pierre memujinya dan pujiannya terdengar sangat jujur.

"Benarkah?" Tanya Lila yang merasa senang sekaligus bingung.

"Ya!"

"Begitu ya?" Lila mendaratkan ciuman ke bibir Pierre yang tak akan percaya dengan tindakan spontanitasnya.

Menyadari bahwa mereka sedang berciuman, Pierre langsung melepaskan ciumannya dan juga pelukan Lila yang bisa membuatnya hilang akal.

"Kau benar-benar mabuk! Kenapa kau buka bajumu?"

"Kenapa? Kau juga membuka bajumu! Pierre, ayo puaskan aku!"

Deg...deg...

Gemuruh besar mulai mengacaukan pikiran Pierre. Ia menatap mata Lila yang terlihat sangat menginginkannya. Ia tahu bahwa Lila sedang mabuk dan bisa saja ia tak sadar apa yang sedang ia lakukan. Namun, situasi ini, tak ada siapapun di rumah ini selain mereka berdua dan kondisi gairah yang mulai muncul ke permukaan. Sebagai seorang pria, Pierre tak bisa berbohong bahwa saat ini ia sangat bergairah.

Lila mengalungkan kedua lengannya ke leher Pierre dan membuat wajahnya semakin dekat, sangat dekat hingga mata mereka bertemu dan saling menatap.

"Kau juga, kenapa membuka bajumu? Hmm?" Bisiknya lembut.

Pierre mulai tak bisa menahannya, ia langsung mencium Lila dan melumatkan bibirnya. Perbedaan tinggi badan yang mencolok membuat Pierre terpaksa membungkuk agar ciuman ini bisa lebih mudah.

Ciuman itu berlangsung intens dan tak hanya sebatas ciuman. Bibir Pierre mulai menjelajahi leher hingga pundak Lila, membuat nafsu mereka semakin melayang tinggi di udara.

"Ugh..." Lila menggerang. Tanpa sadar tangan kanannya meremas selangkangan Pierre dan membuat pria ini sangat terkejut.

Pierre sadar bahwa ia mulai ereksi dan yang membuatnya lebih sadar lagi adalah ia harus menghentikan semua ini sebelum mereka benar-benar melakukannya.

"Lila, sebaiknya kita berhenti, ok?"

"Kenapa? Kau tertarik padaku, Pierre?"

"Bukan begitu! Kau temanku! Aku tidak bisa melakukannya denganmu." Pierre memaksa Lila untuk melepaskan pelukannya.

"Begitu ya?" Lila terdiam dengan raut wajah yang sulit untuk Pierre pahami. Namun, rasanya ia pernah berada di situasi yang mirip dengan ini sebelumnya.

Suasana menjadi hening, entah mengapa Pierre merasa bersalah karena sudah menolak Lila. Mungkin harga dirinya sebagai seorang wanita terluka. Namun, Pierre hanya tidak bisa berhubungan sex dengan sahabatnya sendiri.

"Lila, maafkan aku! Aku benar-benar-"

Lila terduduk di atas sofa dengan mata yang nyaris terpejam. Pierre masih merasa jantungnya berdetak dengan sangat cepat. Namun ia lega karena tampaknya momen-momen menegangkan itu sudah berakhir.

Pierre duduk di samping sofa dan membantu Lila untuk berbaring agar ia bisa beristirahat. Pierre melihat selimut terlipat di atas sofa dan menyelimutinya ke tubuh Lila.

"Tidurlah!" Ucapnya lembut. Lila menarik tangan Pierre dan menggenggamnya erat.

"Pierre, jangan pergi! Di sini saja, temani aku!" Pintanya.

Pierre tercenung, ia melihat air mata mengalir dari mata Lila. Ia tak tahu mengapa, namun ia bisa merasakan kesedihan dari suaranya.

"Apa kau baik-baik saja? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Pierre membelai lembut kepalanya, mencoba memberikan rasa nyaman padanya.

"Tidak, tidak apa-apa! Aku hanya ingin kau di sini!" Ucap Lila dengan tangan yang terus berpegangan pada Pierre

Deg...deg...deg...

Jantung Pierre berdegup kencang, ia merasakan gairah itu muncul lagi di tengah situasi seperti ini. Genggaman tangan Lila terasa lembut dan hangat. Membuat Pierre nyaris lupa bahwa wanita ini adalah anak perempuan yang dulu tak pernah bisa ia kalahkan dalam adu fisik dan juga olahraga.

"Baiklah, aku tidak akan pergi! Kau bisa tenang?"

"Janji?" Lila menunjukan jari kelingkingnya sebagai tanda perjanjian. Pierre tersenyum, dulu mereka sering melakukannya saat saling membantu menyembunyikan masalah dari orangtua mereka masing-masing. Janji jari kelingking, Pierre tak menyangka bahwa Lila masih mau melakukannya.

"Janji!" Ucapnya sembari menempelkan jari kelingkingnya ke kelingking Lila.

Lila tersenyum lembut dan senyumannya mendorong gejolak aneh dalam diri Pierre. Matanya tak sengaja menangkap belahan dada Lila yang sangat indah dan menggoda setiap mata pria. Namun sekali lagi, Pierre tetap pada prinsipnya bahwa ia tak akan berhubungan sex dengan temannya.

Lila merentangkan kedua tangannya, seolah mengundang Pierre untuk masuk ke dalam dekapannya. Perlahan, tubuh Pierre bergerak dan menyatu dalam dekapan Lila.

Pierre menciumnya, nafasnya memburu dan detak jantung yang semakin bertambah cepat. Ia tahu bahwa ia tak boleh melakukan ini. Ia merasa seperti orang yang munafik karena sebelumnya dia yang dengan tegas meminta Aiden untuk tidak menyentuh Lucia.

"Apa aku boleh seperti ini? Apa kami boleh melakukannya?" Batinnya. Ia tak bisa membedakan apa yang harus ia lakukan dan apa yang tidak.

Saat tangannya membuka bra yang Lila kenakan, ia tahu bahwa ia tak bisa menolak jebakan yang sangat manis ini.

"Agh..." Lila mendesah kuat saat ia merasakan mulut Pierre mulai bermain dengan payudaranya.

Pierre terengah-engah, ia tak bisa menghentikannya lagi. Ia sangat ingin melakukannya dan ia tak peduli meskipun ia harus menjadi orang yang munafik.

Pierre membuka celananya dan menunjukkan bagian intimnya yang mulai menegang. Ia menarik tangan Lila dan memintanya untuk melakukan sesuatu pada benda yang mulai mengeras itu.

"Lakukan sesuatu pada ini!"

"Kau ingin aku melakukan apa?" Lila tersenyum menggoda. Ia bertingkah seolah ia tak tahu apa yang harus dilakukan ia lakukan.

"Kau bisa melakukan apapun yang kau mau padaku! Bukankah dulu kau selalu seperti itu?"

Lila tersenyum, ia tak bisa menolak permintaan Pierre. Namun, ia masih merasa sedikit terluka karena beberapa saat yang lalu Pierre menolaknya.

"Baiklah, tapi sebelum aku melakukannya! Kau dulu yang harus melakukan sesuatu padaku. Pierre, puaskan aku!"

Pierre merasa seperti mendengar perintah Lils seperti yang terjadi di masa lalu. Di mana mereka sering bermain sebagai budak dan sang tuan. Dulu, Pierre dengan sukarela bermain peran sebagai budak yang selalu melakukan semua yang Lila minta, bukan karena ia merasa takut atau benci padanya. Melainkan karena kekaguman yang aneh.

"Baik, Yang Mulia!"

Pierre melepaskan celana dalam Lila dan merentangkan kedua kakinya. Seperti seorang budak yang baik, Pierre melakukan apa yang diperintahkan padanya.

"Aaagh..." Lila menjerit saat merasakan lidah Pierre bermain-main di dalam tubuhnya. Ia menggeliat, merasakan dorongan aneh yang membuatnya tanpa sadar menggoyangkan tubuhnya.

Lila menarik rambut Pierre dan memaksanya untuk melakukan lebih. Ia menikmatinya, sangat menikmatinya hingga ia ingin Pierre terus melakukannya.

"Uh...oh...tolong jangan berhenti! Lakukan lagi! Jangan berhenti!" Tangan Lila tanpa sadar menarik rambut Pierre dan memaksanya untuk melakukan lebih.

Tubuh Pierre menegang, semakin diberi perintah dan dipaksa, ia semakin bersemangat untuk melakukannya. Di masa sekarang pun tampaknya Pierre masih menikmati permainan sebagai budak Lila meskipun dengan cara yang sedikit berbeda.

"Aaagh..." Lila berteriak saat cairan hangat keluar dari bagian intimnya dan menyembur tepat ke wajah Pierre.

Beberapa detik kemudian, Lila mengangkat kepalanya dan menatap Pierre dengan dingin.

"Berikan padaku!"

***

1
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
sangat suka,bikin mewek
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
sakit banget aiden meninggal... pingin banget aiden tetep hidup...
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU
mewek parah...
Restu
.🤭😊😊😊
Restu
good
Restu
terimakasih thour
Restu
sakit thour😭😭😭
Restu
author jangan kejam.
Restu
😭😭😭😭
Ko
Kau tau thor.. Kau lah author yg plg jahat dari semua author yg novelnya pernah aku baca. Dari bab 1 sehingga tamat kau buat aku menangis. Bukan menangis biasa2 tapi menangis hingga mataku bengkak & aku flu. Teganya kau thor..kau buat aku menjiwai watak lila, aiden, henry, pierre & jacob spt mereka itu diriku sendiri. Aku bisa merasai sakit, bahagia, derita, sengsara, kerinduan, ghairah & cintanya mrk..aku berharap novel ini akan panjang lg atau setidaknya ada season 2 tapi...ia tdk akan mungkin ada kan thor??? Apakah tdk keterlaluan thor bila aku masih mengiginkan kebahagiaan utk mrk berenam setelah kematian aiden? Aghh! Aku rindu kisah mrk thor...😭😭😭😭😭😭
HARI PUTRI SASANTI RAHAYU: sama aku jg ngrasa gitu .. aku jg nangis2 wkwkwk
total 3 replies
Etik Fidiati
😭😭😭😭😭
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Santi Kurniawati
😭😭😭😭😭😭
Santi Kurniawati
semangat lila
Santi Kurniawati
😭😭😭😭😭
Santi Kurniawati
😭😭😭
Santi Kurniawati
😍😍😍
Linda Othman
finaly the end. hidup bersama akhirnya 😊
Linda Othman
ala mati ke??!! tidakkk
Linda Othman
Deep...
Linda Othman
knp bila pov Lila lebih sedih...terus kuat Lila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!