"Kenapa harus aku Mas yang kamu sakiti? apakah kamu tak ingat jika aku sudah banyak berkorban untukmu kenapa harus ada dia dalam pernikahan kita apa salahku sama kamu Mas."
Suara lantang wanita cantik bernama Paramitha Rusli membuat semua orang kini kembali menatap kearahnya terlebih lagi laki laki yang berstatus menjadi suaminya itu menatapnya dengan sinis.
"Jangan pernah kamu lupakan satu hal Mitha aku menikahimu hanya karena keterpaksaan dan juga karena permintaan orang tuaku,dan kamu tahu aku tak pernah mencintaimu walupun hanya seujung kuku wanita yang aku cintai hanya Lisa dan kamu tahu akan hal itu.."
Laki laki egois yang bernama Heru Sudjatmoko terdengar begitu pedih di telinga Mitha wanita yang sudah menemaninya namun kini dia harus di campakkan dan di cerai begitu saja.
Rasa sakit hati yang dia alami membuat Mitha berubah menjadi wanita yang sangat cantik dan juga berubah menjadi wanita sukses hal itu tentu saja membuat Heru menyesal di kemudian hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 16
""Aku melangkahkan kaki bersama dengan harapan. Dan aku menunggumu di dalam sepi, meskipun di temani dengan ketidakpastian...""""
Heru pun hanya menunduk mendengarkan apa yang di ucapkan oleh kedua orang tuanya. Heru juga tak berani melawan karena memang dia yang sangat bersalah...
"Maafkan Heru Ayah,, Bunda.."ucapnya dengan terbata bata..
Namun tatapan yang berbeda pun di tunjukan oleh Pak Bambang dan juga Bu Melda mereka tak pernah menyangka jika putra mereka ternyata memiliki hati yang sangat kejam terhadap wanita yang telah dengan tulus menerima dia apa adanya....
"Ayah... maafkan Heru yang belum bisa menjadi anak yang baik untuk..." ucapan Heru seketika di hentikan oleh tangan sang Ayah..
"Kamu memang gak akan pernah menjadi anak yang bisa di banggakan Heru. Awalnya Ayah mengira kamu akan bisa mencintai Mitha sebagaimana dia menerima kamu dan juga keluarga kita tapi nyatanya justru kamu menyia-nyiakan kebaikan dan ketulusan Mitha pada keluarga kita sebenarnya apa yang kamu inginkan dari kami Heru? Apa kamu mau kita semua hancur akibat kebodohan yang telah kamu lakukan pada Mitha? Bagaimana jika nanti dia akan menghancurkan perusahaan kita bagaimana?"tiba tiba saja Pak Bambang jatuh pingsan karena tak sanggup menghadapi pengkhianatan yang di lakukan oleh putranya sendiri....
"Ayah....." panggil Ibu Melda dan Heru secara bersamaan...
"Jangan kamu sentuh suamiku,dan jauhkan tangan kotorku darinya. Jika sampai terjadi apa apa dengan suamiku jangan harap kamu akan bisa mendapatkan kat maaf dariku..."Ibu Melda yang sedari tadi diam saja pun tak bisa lagi menahan tangisnya hatinya merasa sakit dan juga sesak melihat suami tersayangnya terkapar tak berdaya...
Ibu Melda pun tak berhentinya menangis dia masih sangat takut jika terjadi apa apa dengan sang suami... Sementara itu Heru hanya bisa menatap kearah kedua orang tuanya dengan tatapan nanar dan kini hanyalah ada sesal yang tak ada ujungnya...
Tubuhnya tiba tiba saja merosot dia merasakan kesedihan yang mendalam di dasar hatinya...
Sementara itu Ibu Melda pun membawa sang suami kerumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan.
Ibu Melda sangat kecewa terhadap apa yang di lakukan oleh Heru dan semenjak awal memang feeling-nya sudah sangat kuat bahwa Heru pasti akan membuat ulah apalagi mereka yang memaksa Heru untuk menikahi Mitha..
"Maafkan Bunda ya Mitha jika saja dulu Bunda dan Ayah tak memaksa Heru untuk menikahimu mungkin sekarang putraku tak akan menyakitimu seperti ini.. "Ibu Melda pun menggosok wajahnya dengan sangat kasar..
Sementara kondisi Pak Bambang masih belum sadarkan diri di perkirakan bahwa beliau mengalami serangan jantung ringan...
✨✨✨✨✨
Di tempat yang berbeda...
Tepat pukul delapan malam Mitha baru saja sampai di apartemen miliknya dan ketika dia sampai di lobby tiba tiba saja ada suara seseorang yang sangat familiar memanggilnya...
"Mitha..."panggil Dimas dengan suara yang cukup keras membuat Mitha langsung mencari sumber suara...
Dimas yang bergegas mendekati Mitha pun langsung tersenyum menatap wajah cantik wanita yang selalu membuat jantungnya merasa tak nyaman karena setiap kali mereka berdekatan jantungnya selalu saja berdetak seribu kali lebih cepat dari biasanya...
"Hei Mas Dimas? Kok di sini?"tanya Mitha refleks bahkan Mitha lupa bahwa keduanya tinggal di unit yang bersebelahan di lantai 12...
Dimas pun tersenyum setelah mendengar pertanyaan Mitha hal itu tentu saja membuat Mitha merasa malu...
"Hei apa kamu lupa bahwa kita tinggal di unit yang bersebelahan? Wah wah bahaya ni kalau belum dua puluh empat jam saja sudah lupa.."jawab Dimas sembari menggelengkan kepalanya..
Mitha pun langsung tersenyum bahkan dia tak bisa menahan tawanya sendiri bagaimana tidak Mitha melupakan bahwa Dimas adalah tetangganya sendiri.
"Sorry aku lupa,mungkin karena aku terlalu lelah hari ini.."Mitha pun berkilah untuk menutupi rasa malu yang dia miliki...
Pada akhirnya Mitha dan Dimas pun naik ke lantai 12 secara bersama dan keduanya pun nampak sangat dekat bahkan sesekali Dimas juga mencuri pandang terhadap Mitha...
Dalam hati Mitha juga merasa sangat senang karena bisa bertemu dan mengenal sosok laki laki baik seperti Dimas,bahkan sesekali dia pun mencuri pandang kearah Dimas.
Namun hati Mitha masih merasakan gundah yang tak terelakan lagi pasalnya dia telah menaruh hati terlalu dalam pada Heru tapi yang dia dapatkan hanya rasa sakit yang menusuk hingga kerongga jantungnya....
"Hei kita sudah sampai di lantai 12,apa kamu masih ingin di dalam sana?"tanya Dimas membuat Mitha langsung menatapnya dengan tatapan yang berbeda...
"Iya Mas maaf aku sedang memikirkan sesuatu.."Mitha pun langsung keluar dari dalam lift dan mengekor pada Dimas menuju unit miliknya...
Beberapa hari kemudian Pak Anas telah mengurus perceraian dirinya dengan Heru dan setelah urusan perceraiannya selesai dia ingin kembali ke Singapura untuk menetap di sana.
"Terima kasih Pak atas bantuannya saya sangat senang karena setalah ini saya akan segera kembali ke Singapura.." Mitha pun tersenyum dengan sangat manis dia merasakan sesuatu yang sangat sulit untuk di artikan...
Setelah selesai berbincang dengan Pak Anas,kini Mitha pun langsung merebahkan tubuhnya di atas pembaringan Mitha pun tersenyum sembari menatap langit langit kamarnya dia lega karena pada akhirnya dia bisa membedakan diri dari pernikahan toksik yang dia hadapi.
"Akhirnya aku bisa bebas juga tapi bagaimana dengan Ayah dan Bunda apa reaksi mereka jika mereka tahu aku dan Mas Heru telah berpisah?"Mitha pun kini berada di dalam dilema..
Sejenak Mitha pun menghapus mukanya dengan kasar, satu sisi dia sangat bahagia karena bisa berpisah dari Heru namun di sisi lain Mitha merasa kasihan pada dua orang yang sudah dia anggap sebagai pengganti kedua orang tuanya..
"Sudahlah lagipula pasti Mas Heru sudah menjelaskan semuanya yang terpenting sekarang adalah aku harus bisa menjauh dari mereka dan memulai kehidupan aku yang baru. Ya Allah bantulah aku untuk bisa memulai semuanya." Mitha pun telah menekadkan hatinya untuk tak lemah sebab Mitha tahu kehidupannya masih amatlah panjang.
Setalah itu Mitha pun memutuskan untuk mandi dan memasak untuk makan malam.
Mitha adalah wanita yang sempurna bahkan semuanya dia bisa melakukannya sendiri dan bo*ohnya laki laki yang telah menyia-nyiakan kebaikannya...
Mitha pun membuat menu yang simpel saja dia hanya memasak nasi dan juga merebus beberapa jenis sayuran dan untuk lauknya dia hanya memasak telur ceplok setengah matang.
Setalah selesai memasak Mitha pun langsung menikmati makan malamnya sebenarnya Mitha sangat malas untuk makan namun hari ini dia terlalu lelah sehingga dia membutuhkan asupan nutrisi yang baik sehingga Mitha hanya makan sayuran dan buah buahan....
Sementara itu kondisi Pak Bambang sepertinya tak baik baik saja kini Pak Bambang puji mengalami stroke dan hal itu tentu saja membuat pukulan yang berat untuk Ibu Melda.
Ibu Melda pun tak kuasa menahan air matanya dia tahu bahwa saat ini suaminya harus berjuang untuk sembuh terlebih lagi pikiran Ibu Melda juga sedang kacau sehingga hanya air matanya yang bisa menjawab segala rasa yang ada di dalam hatinya saat ini....
""Maaf ya author baru sempat up lagi soalnya lagi ada kesibukan di real.. Semoga part selanjutnya akan segera menyusul ya dan terima kasih untuk yang sudah support...""
mohon maaf lahir bathin 🙏😘
👏👏👏👏👏
💖💖💖💖💖