NovelToon NovelToon
Aku Ada Untukmu

Aku Ada Untukmu

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Masuk ke dalam novel / Cinta Murni / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:374.1k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Sudah berkali-kali dia membaca novel itu, dan selalu saja menangis dan tidak terima pemeran utama prianya mati di akhir cerita.

"Novel macam apa ini, aku tidak terima..huaaa!" Yoana menangis sejadi-jadinya setiap kali selesai membaca novel tersebut, seakan pemeran utama pria yang mati dalam novel itu adalah suaminya.

Yoana gadis berusia 22 tahun, seorang mahasiswi yang baru saja lulus dari Universitas, penggila novel 'Aku Ada Untukmu'.

Novel romantis yang dimana plotnya menceritakan pemeran pria utama yang cacat dikhianati oleh pemeran utama wanitanya, dan berakhir dengan tragis, pemeran utama wanitanya membunuh pemeran utama pria bersama kekasihnya, karena ingin mengusai harta si pemeran utama pria.

Yoana si gadis polos dan belum pernah berpacaran, tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba dirinya masuk kedalam novel 'Aku Ada Untukmu'.

Ada apa ini? Apa yang terjadi? apakah ini yang dinamakan melintasi waktu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Lebih keras lagi kalau menegur...

Lili mengetuk pintu ruang baca Alexander, setelah itu perlahan membuka pintu tersebut, dan kemudian masuk kedalam membawa nampan berisi camilan yang tadi akan diberikan Lili kepada Yoana.

Yoana yang tadinya akan berjalan ke rak buku untuk mengambil sebuah buku, mendadak berhenti melihat Lili masuk kedalam ruang baca Alexander tersebut.

Perlahan Yoana melangkah mendekat kearah Alexander duduk, perasaannya mulai waspada, dia takut Alexander akan tergerak dengan perhatian Lili.

"Tuan, saya membawakan camilan sore untuk anda nikmati sembari membaca buku!" sahut Lili dengan senyuman ramahnya, membawa nampan yang dipegangnya menuju meja didekat Alexander.

Alexander menurunkan buku yang sedang dibacanya, dan memandang nampan yang berisi camilan yang dibawa Lili.

Yoana mematung ditempatnya, menunggu apa tanggapan Alexander dengan perhatian Lili yang membawakan camilan untuk dirinya.

Lili meletakkan nampan tersebut ke atas meja, dengan sopan dan hati-hati Lili menuangkan teh ke dalam cangkir teh.

"Kalau anda ingin teh yang manis, anda bisa menaruh gula sesuai selera anda, saya sendiri yang membuat tehnya, semoga anda menyukai teh buatan saya Tuan!" ucap Lili dengan suara yang lembut dan ramah dibarengi tubuh yang membungkuk sedikit dengan sopan.

Yoana memejamkan matanya sejenak menahan gemuruh dadanya yang begitu takut, melirik Alexander yang sepertinya mulai tergugah dengan perhatian Lili.

Kalau Alexander meraih cangkir teh itu, dan mencicipinya didepan Lili sekarang juga, tidak ada kesempatan bagi Yoana untuk melarang Alexander agar jangan meminum teh tersebut, identitasnya akan ketahuan jika Yoana terang-terangan melarang Alexander jangan meminum teh itu.

Tangan Yoana terkepal dengan erat, setelah ini dia akan bekerja keras untuk menyelidiki kira-kira racun apa yang diberikan Lili kedalam teh Alexander.

Dan, akan mencari secepatnya penawar racun yang diberikan Lili tersebut.

Lili kelihatannya belum ingin beranjak dari ruang baca Alexander, dia berdiri menunggu Alexander mencicipi teh hasil buatannya.

"Tidak perlu!" sahut Alexander datar.

Yoana dan Lili mematung di tempat mereka berdiri, tidak mengerti apa yang dimaksud Alexander.

A..apakah kesayanganku akan meminumnya nanti? pikir Yoana waspada, perasaannya gelisah, ternyata Alexander benar-benar tergerak dengan perhatian Lili.

"Oh, baik Tuan, silahkan dinikmati tehnya selagi hangat, kalau anda menyukai teh buatan saya, besok saya akan menyeduhnya lagi untuk Tuan nikmati di sore hari!" sahut Lili tersenyum senang.

Oh, tidak! bisik hati Yoana semakin kuat mengepal tangannya.

"Tidak perlu, bawa kembali!" sahut Alexander datar, lalu kembali lanjut membaca buku yang dipegangnya.

A..apa?! Yoana merasa pendengarannya bermasalah, ternyata dugaannya salah.

Alexander menolak teh buatan Lili, tanpa sadar, spontan sudut bibir Yoana menyunggingkan senyuman senang.

Bagus! bisik hati Yoana puas.

Lili membeku ditempatnya, tidak bergerak sedikitpun mendengar apa yang dikatakan oleh Alexander.

Tadi dia sudah begitu senang, mengira Alexander akan mencicipi teh buatannya.

"Lain kali jangan lancang mengerjakan sesuatu yang bukan urusanmu, aku mempunyai asisten pribadi, dia yang akan melakukan semua yang ku butuhkan, tugasmu di dapur, pergi bawa semua itu!" sahut Alexander datar dengan raut wajah yang dingin.

"Ba..baik Tuan, ma..maaf kalau saya sudah lancang!" sahut Lili dengan cepat membungkuk sopan, nada suaranya terdengar begitu pilu merasa sedih karena hasil kerjanya untuk melayani Alexander tidak di hargai.

Yoana diam-diam tersenyum melihat drama Lili yang terlihat menyedihkan, seakan dia begitu sangat kasihan sekali.

"Bagus kalau sudah tahu salah, pergilah! bawa semua itu!" sahut Alexander datar tanpa menoleh dari buku yang dibacanya.

Lutut Lili gemetar mendengar nada suara Alexander yang datar, sepertinya dia tidak ada harapan untuk menarik sempati Alexander, dia kira tadi Alexander tergugah dengan perhatiannya.

Ternyata tidak sama sekali, sialan! bisik hati Lili mengepal tangannya dengan erat.

"Masih belum pergi?!" tanya Alexander dengan tekanan nada yang tajam, tanpa sedikitpun menoleh dari buku yang dia pegang.

"I..iya Tuan, saya pergi, permisi!" Lili meraih nampan dari atas meja, lalu membungkukkan tubuhnya sedikit dengan sopan sebelum keluar dari ruang baca tersebut.

Perlahan pintu ditutup Lili.

Tinggallah Alexander dan Yoana didalam ruang baca, suasana terasa sunyi dan sedikit canggung.

Perlahan Alexander menurunkan buku yang tengah dibacanya, lalu memandang Yoana yang masih berdiri ditempatnya.

"Kalau merasa tidak suka, kenapa kau tidak menegurnya tadi?" tanya Alexander menatap wajah Yoana yang masih termangu ditempatnya.

Yoana spontan menoleh memandang Alexander, tatapan mata mereka bertemu, Yoana tidak menyangka kalau Alexander tahu, bahwa dia tidak menyukai sikap Lili tadi.

"Sa..saya sudah menegurnya saat bertemu di Koridor tadi, tapi sepertinya dia memang ingin membantu untuk menyajikan camilan untuk anda Tuan!" kata Yoana menjelaskan.

"Lain kali lebih keras lagi untuk menegur siapapun yang mencoba lancang mengambil alih pekerjaan mu!" sahut Alexander menasehati Yoana.

"Baik Tuan, akan saya coba!"

"Bagus, sekarang aku ingin kau buatkan kopi seperti yang kau buat sewaktu di kantor tadi!"

Wajah Yoana berbinar mendengar perkataan Alexander tersebut, dengan cepat Yoana menganggukkan kepalanya begitu senang.

"Baik Tuan!"

Dengan langkah cepat Yoana menuju pintu, dan pergi membuat kopi untuk Alexander.

Bersambung.....

1
Rita Juwita
selalu luar biasa thor..
/Good//Good/
Amalia Khaer
ini beneran GK ad lnjutannya 😭😭😭💔💔
Amalia Khaer
suittt suitttt cie cieeee
Amalia Khaer
benarkah?? beneran sakit dong 😭😭
Amalia Khaer
plisssss tamatin dong novelnya 😭GK k egantung ceritanya
Amalia Khaer
apasihhh 😭😭😭😭😭😭
Amalia Khaer
pengen nangis , TPI di kanan kiri ku ada tmn kantor 😭😭😭😭sakit bngett 💔💔
Amalia Khaer
sakit bnget sihhh 😭😭😭😭😭💔💔💔baper bngett 😭😭
Amalia Khaer
jdi gregetan sndiri 😂
tdi takut banget untk memulai krna ceritanya TDK smpai Tamat. TPI krna liat Babnya baxk, jdi gas lah bacanya. dri pada kepikiran truss
Imas Masripah
ini adalah yg kedua kali sy baca cerita ini tp g bosen, sempet hilang di subscribe karena hpnya di seting ulang dan sekarang ketemu lagi
Tri Ibu'e Sivvana
Luar biasa
Meliana Siregar
Gak terduga cerita ini....seru banget!!!
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘okkk
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘okkk
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘okkk
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘okkk
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!