NovelToon NovelToon
Godaan Hasrat Anak Tiri

Godaan Hasrat Anak Tiri

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Mafia / Playboy / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Tamat
Popularitas:99.7k
Nilai: 5
Nama Author: As Cempreng

Nita Athalia mencari dalang dibalik kecelakaan yang dialami ayahnya hingga membuat dia harus menyembunyikan ayahnya yang masih tak sadarkan diri selama satu satu tahun di dalam ruang ICU khusus yang dibuat pribadi di suatu tempat.

Dia pun harus mengambil langkah paling berbahaya, yang bisa sewaktu-waktu membuat nyawa sendiri melayang bila seseorang mengetahui niatnya. Namun, satu yang ingin dia cari tahu. Ayahnya itu adalah orang baik baginya, tetapi kenapa keselamatan ayah sudah diincar sejak lama, bahkan sebelum kecelakaan yang dialami ayah.

Gerak-gerik Nita dicurigai oleh putra dari suaminya. Ya, Rama Abimasa, pria yang dua tahun di atasnya itu mulai mengganggu, mengacaukan setiap usahanya lalu menggagalkannya.

"Sekarang kau pilih aku atau ayahku?" Begitulah pertanyaan Rama yang membuat hati Nita bergetar karena Nita harus mendapati kenyataan pahit.

Nita telah melenceng jauh dari rencana yang sudah di rencanakan sejak 5 tahun lalu bersama papanya. "Siapa yang aku pilih? Jelas!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon As Cempreng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 : MENGUNTIT

"Rama. "

Kenapa suaranya bergetar? Dia takut kepadaku? Kenapa, oh ... karena semalam? Bukannya semua perempuan menginginkanku, kenapa dia malah takut? Seharusnya senang. Aku balik tidak, ya? Tidak, tidak boleh. Nanti dia tambah takut. (Rama)

Rama tak menoleh dan memilih menatap taman rumah yang dipenuhi sorot lampu kuning. Tangan kekar merem4s pagar besi yang dingin, di dini hari dengan malam tanpa angin. Seperti hati Rama yang sama terasa senyap dan tak tahu apa alasannya.

"Rama, aku akan mencoba melupakan hal semalam." Nita menghembuskan napas lega karena berhasil mengalahkan takutnya.

Butuh energi besar untuk memberanikan diri bertemu Rama. Sebelumnya, Nita meminum obat kecemasan dengan sedikit menyalahi aturan minum. Setelahnya dia menjadi sedikit tenang, barulah Nita mendatangi tempat kesukaan Rama di malam hari.

*Meminum obat diluar aturan dokter (Jangan ditiru)

Apa dia mencoba berdamai? Seharusnya aku yang duluan mendatanginya dan meminta maaf. Tapi syukur deh, dia tahu diri. ( Rama)

"Tapi, Rama, saya merasa tidak nyaman setiap melihat kamu." Nita dengan penuh ketulusan dan sedikit rasa bersalah. Lebih baik dia jujur dengan Rama, dan berharap putra Sergey itu mau mengerti. Kalau sampai tidak mau, yang penting dia sudah berusaha.

Apakah aku harus menjaga jarak, supaya dia tetap nyaman? Oke, kalau begitu aku harus belajar mulai menghindarinya. (Rama)

"Bisakah kamu mengundurkan diri dari kantor dan saya akan berusaha menghindarimu pada saat di rumah."

Nita terdiam begitu mendapati tangan Rama mencengkeram pagar besi. Bahu pria itu langsung terangkat sedikit dan menegang, membuat Nita jadi menahan napas dan menggigit bibir bawah.

Aku harus berbicara apa, agar dia tak salah paham bahwa tubuhku sangat tidak nyaman tiap kali melihatnya. (Nita)

Alis Rama berkerut dengan sangat dalam dan dadanya sesak seperti dijatuhi batu beton. Rama menarik napas dalam-dalam, dia kira Nita tak seburuk dugaannya saat awal-awal. Dia bingung dan terlena oleh pesona keanggunan Nita. Ternyata....

Licik juga! Manipulatif! Menjadikan kesalahanku untuk mendepakku dari kantor! (Rama)

"Maaf, Ibu tiri." Rama dengan suara angkuh. "Apa hakmu melarangku? Papah adalah mayoritas pemilik saham NASA. Jika kau meminta demikian. Silakan terus bermimpi! Karena aku takkan mau diatur oleh kamu yang bagiku hanya orang luar!

Semalam itu kesalahanmu sendiri karena kau tidak mengunci kamarmu. Jadi, silakan tenggelam dalam dunia anda sendiri! Ketidaknyamanan anda bukan tanggung jawab saya, kan, Ibu Tiri?"

Nita berkedip beberapa kali seakan mencoba mencerna kalimat tiap kalimat Rama. Dia menjadi merasa serba salah. Jikapun pintu kamar tidak terkunci, jelas salah Rama yang memasuki kamarnya. Atau salah Sergey yang tidak mengunci kamarnya.

Rama berbalik dengan tertawa geli. Dia menyipitkan mata pada saat tangan mungil itu terkepal. "Sudah kuduga ini hanya akal-akalanmu. Pintar sekali anda ibu tiri. Sayangnya, aku jauh lebih pintar!"

Kedua tangan Nita terkepal dan melihat kepergian Rama. Nita kembali ke kamarnya sendiri. Jam satu malam, Sergey pun masih belum pulang. Nita mengalungkan tas dan memesan taksi dengan menyalahkan diri sendiri karena terjebak di rumah ini yang membuat hatinya lelah.

Dari Balkon kamar, Rama yang membuka kaleng bir, lalu mengulurkan kaleng dan menempelkan dibibirnya. Sedikit cairan dingin itu membasahi kedalam mulut, dikecapnya rasa pahit dan dikunyah. Mata biru tidak beralih dari taksi, yang berhenti di depan rumah.

Dia menenggak lebih banyak cairan dingin untuk melegakan panas di tenggorokannya. Itu ulah Nita yang membuat tenggorokannya panas. Dia tidak terima dengan setiap kalimat yang keluar dari bibir semerah kelopak mawar.

Bibir ranum yang pedas. Bibir merah yang menggoda. Bibir seksi itu membuatnya, membenci Nita, karena jadi menginginkannya.

Rama menjadi benci pada yang manis-manis karena mengingatkannya pada ciuaman si4lan itu. Mengapa juga setiap teringat ciuman itu, dia jadi terbayang gadis cupu toko kue. Otaknya seperti mau meledak, kaleng bir direm4snya hingga bunyi ringsek sedikit menghiburnya.

Tampak sopir taksi turun dan mendekat ke gerbang. Dia memperhatikan gerak-gerik sopir yang memegang telepon, bisa jadi orang itu memiliki niat jahat dan pura-pura telepon.

Matanya menyipit begitu menangkap sosok mungil baru keluar, dari lantai bawah di sambil menelpon. Begitu Nita keluar dari gerbang dan memasuki taksi, sontak Rama menaruh asal kaleng bir di atas meja bundar. Dia melompat, lalu memakai jaket tanpa dikancingkan dan melirik kaleng bir itu mengelinding dengan aliran cairan bir menumpahi karpet.

Memakai sneaker asal, Rama berlari, setelah meraih kunci motor. Dia akan menangkap akal bulus wanita itu, jangan-jangan wanita itu mau menemui selingkuhannya. Jadi, Rama ingin memotret lalu menendang wanita itu keluar dari perusahaan papanya. Helm dipakai dan motor Ducatti merah kesayangan meluncur ke gerbang.

"Cepat-cepat buka! Tadi ke arah mana ibu tiri?" tanya Rama pada security dengan tidak sabar. Dia Mengarahkan motor ke kiri dengan kecepatan tinggi setelah security memberi tahu. Rama melihat mobil Nita dari jarak beberapa ratus meter, tetapi mendadak ada mobil baru keluar dari persimpangan lalu menghalanginya hingga dia menurunkan kecepatan. Setelah diamati, mobil itu milik Patrick yang juga mengikuti mobil mama tiri.

Nita yang akan ke rumah Paman Pedro, lalu menyuruh sopir berbelok kanan. Dia merubah tujuan, setelah supir memberitahu sepertinya diikuti sebuah mobil. Sesampai di depan rumahnya sendiri, Nita meraih sesuatu dari dalam tas dan menekan tombol gerbang. Gerbang terbuka, dia masuk ke dalam dan menekan tombol lagi. Setelah gerbang tertutup dia mengintip, tampak sebuah mobil tua, berhenti sesaat di depan. Benar, Nita diikuti, tetapi tidak tahu siapa yang mengikuti.

Rama berhenti di kejauhan menunggu mobil pribadi milik Patrick jalan kembali. Motor merah itu melaju, lalu dimatikan setelah menepi di bawah pohon cermei. Dia melirik rumah dua lantai di seberang, sepertinya tadi taksi berhenti di sini.

"Rumah siapa ini? HAHAHA Rumah selingkuhan Nita. Brilian, Rama! Apa aku perlu masuk ke dalam?" Rama berjalan mengitari rumah itu di depan, lalu ke samping.

Seorang maling yang mencari buruan, langsung berbinar matanya dan menepuk bahu sang rekan untuk melirik motor mewah yang terpakir di tempat sepi. Bolak-balik, oknum maling mengenali situasi. Seorang rekan turun dari motor dengan alat kerjanya. Sementara yang lain mengitari bolak-balik di dekat sana.

1
Upriyanti II
kak ergi itukan om sergey
Upriyanti II
apa jangan2 kak Rama Bpk kandungnya musa
༺⬙⃟⛅ada badaknyaℛᵉˣ
makasih
Wati Sulastri
makin seru ceritanya
Wati Sulastri
ceritanya bikin tambah penasaran
UQies (IG: bulqies_uqies)
Aku suka cara kakak menggambarkan keadaan di dalam novel, ceritanya juga menarik. 😍
Jantung Taman
Thor udah ga tahan nih pengen baca bab baru hihi
Fachri
lanjut thoooorr..... jadi kasian sama sergey pdhal yg awal'y skedar membantu menutupi aib nitha meski menyangkut perusahaan'y juga dan seiring waktu ketulusan hati'y semakin kuat menjadi cinta. masukan buat thor banyak yg perlu drevisi ni kata2'y bnyak yg typo bhkan penempatan kalimat'y klo bsa jka percakapan msih dr 1peran jng dpotong/dpisah paragraf'y biar baca'y gak blunder jg... lebih rapi lagi ajh menentukan paragraf'y.
As Cempreng tikttok @adeas50: Makasih masukannya kak Fachri
total 1 replies
Penghargaan Pink
semangat thor,ceritanya bagus,..crazy up dong😄👍💪
Respati Wijaya
Thor, aku gamau jadi arwah penasaran karena nungguin thor lanjut hiks
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
thor, kita putus kalau lanjutannya lama
JellyCuddles
Saya suka kalau alur dan ceritanya jelas kayak gini nih! Semangka! Semangat kakaaaak~
SecretFruity
Lanjut atau aku gabisa tidur nih thor?! Haha.. pokoknya semangat kakak author
Isma Ismawati
Seru kak, semangat🥰💪
Eni pua
satu mawar untuk kaka🥰
As Cempreng tikttok @adeas50: makasih kak Eni
total 1 replies
rowiethelabel
Hari ini aku badmood banget padahal, tapi setelah baca cerita ini jadi goodmood! Tidur pun tenang, Thor!
yanktie ino
terima kasih promonya
eyank mampir kasih setangkai mawar
Jantung Taman
Selamat! Karya kk masuk rak buku akuuuu haha bakal aku tunggu terus nih kelanjutannya
Widya Pertiwi
lanjut thor... smg author sll d berikan kesehatan... biar cepet bikin lanjutan nga lg.. udh baper tanggung nih
Zizi Suartini
Aku pengen deh jadi pemeran utamanya, seru kali ya! Thor! Aku mau masuk ke ceritamu bisa enggak?!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!