Namaku Sri Bulan, aku tinggal di Kota B bersama Umi & Abi ku. Saat ini aku berusia 20 tahun..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAY QUEEN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
1 Bulan kemudian.
Setelah Bulan mengetahui semua yang dilakukan Bintang untuknya, akhirnya dia bisa membuka hatinya sedikit demi sedikit untuk Bintang. Bulan merasa Bintang tidaklah seburuk yang dia pikiran, walaupun memiliki sikap yang dingin dan cuek.
" Assalamu'alaikum Ma.. "
" Waalaikumsalam.. eh Bulan kamu kesini sama siapa? " tanya Mama
" Bulan sama Kak Bintang Ma.. " ucap Bulan tersenyum.
" Yaudah kalo gitu kamu udah makan belum? kalo belum biar mama masakin " ucap Mama semangat.
" Gak usah repot-repot Ma, nanti Bulan makan dirumah aja.. " tolak Bulan halus.
" No, no, no.. masa Mama biarin menantu Mama pulang sama perut kosong, yaudah kamu tunggu disini ya biar Mama masakin bentar.. " ucap Mama lalu pergi.
Saat Bulan ingin membantu Mama kedapur, dia langsung ditahan oleh Bintang.
" Mau kemana lo? "
" Aku mau bantuin Mama masak Kak, kenapa emang? " tanya Bulan balik.
" Bisa tolongin gua juga? "
" Tolong apa? "
" Nanti gua panggil, kalo udah gua panggil langsung ke kamar gua "
" O-ohh.. oke, kamar Kakak dimana? "
" Lantai 2 sebelah kanan "
" Hmm, nanti aku kesana.. " ucap Bulan lalu pergi menyusul mertuanya ke dapur.
...----------------...
Di dapur.
" Ma.. boleh Bulan bantuin nggak? "
" Kamu yakin? apa kamu nggak capek abis pulang ngampus? "
" Nggak papa Ma, Bulan bantuin ya.. "
" Yaudah, tapi kalo capek istirahat aja ya.. "
" Iya Ma.. "
Dua perempuan berbeda usia itu sibuk memasak berbagai macam makanan. Setelah beberapa menit akhirnya masakan mereka siap untuk disajikan.
" Alhamdulillah selesai juga.. " ucap Mama.
" Mama jago masak ya.. belum juga Bulan cobain, tapi baunya udah bikin ngiler " puji Bulan.
" Itu juga berkat kamu kok, kamu sejak kapan bisa masak? " tanya Mama.
" Sejak SMP kelas 1 Ma, Umi terus ngajarin Bulan masak, nyuci baju, nyetrika, pokoknya semua pekerjaan rumah diajarin Umi.. " ucap Bulan tertawa.
" Hmmmm... jadi Mama nggak salah pilih menntukan " ucap Mama lalu mereka berdua tertawa.
Saat sedang asik mengobrol tiba-tiba notif ponsel Bulan berbunyi.
Ting!
[ Ke kamar gua sekarang ]
" Ma, Kak Bintang nyuruh Bulan ke kamarnya.. Bulan keatas dulu ya.. "
" Emang kamu tau kamar Bintang dimana? " tanya Mama.
" Tau Ma, tadi udah dikasih tau sama Kak Bintang "
" Ouhh yaudah, abis itu kalian kebawah buat makan ya.. Mama mau nungguin Papa dulu.. "
" Baik Ma " ucap Bulan lalu pergi ke kamar Bintang.
Saat sudah sampai di depan kamar Bintang, Bulan berusaha berfikir positif, tidak mungkinkan tunangannya itu berbuat yang aneh-aneh. Saat Bulan ingin mengetok pintu, tiba-tiba Bintang udah membukanya duluan.
" Astaghfirullah, astaghfirullahalazim.. Kaget aku!! " ucap Bulan memukul daddanya pelan.
" Lo emang hobi kaget ya? "
" Lagian Kakak kenapa tiba-tiba langsung buka pintu sih.. "
" Gua mau nyusul lo kebawah, karna lo lama banget "
" Yaudah Kakak mau minta tolong apa? "
" Keringin rambut gua! "
" Hah?! kenapa nggak Kakak sendiri aja kalo cuman ngeringin rambut? " tanya Bulan.
" Lo nggak liat tangan gua abis keseleo? " ucap Bintang dingin.
" Makanya jangan jadi anak geng motor, gitukan jadinya! siapa yang rugi? Kakak sendiri jugakan! " ucap Bulan mengomel.
" Udah nggak usah ngomel segala, lagian lo kan calon istri gua, yaudah belajar sekalian " ucap Bintang.
" Hah?! " Bulan terkejut saat mendengar ucapan Bintang, itu adalah kali pertama Bintang mengucapkannya.
" Hah hoh hah hoh, udah buruan " ucap Bintang lalu kembali masuk ke kamarnya, lalu diikuti oleh Bulan.
" Mana handuknya Kak? " tanya Bulan saat mereka sudah didalam.
" Nggak usah pake handuk, lama! pake ini aja " ucap Bintang menyodorkan hair dryer.
" Kakak sering make ini? " tanya Bulan menatap Bintang. Semenjak kejadian itu Bulan tidak lagi menunduk jika berbicara dengan Bintang, tetapi hanya untuk Bintang, tidak untuk yang lain. Karna Bintang adalah tunangan nya.
" Iya, emang kenapa? "
" Hadehh.. ini tuh nggak bagus kalo terlalu sering dipake Kak, sini mana handuknya "
" Pake itu aja, kalo pake handuk lama! " tolak Bintang.
" Nggak, handuk aja.. dimana handuk Kakak? " tanya Bulan lagi.
" Di lemari " ucap Bintang pasrah.
Setelah Bulan mengambil handuk, dia menyuruh Bintang untuk duduk di kursi dan menghadap ke lemari. Karna lemari itu memiliki kaca jadi Bintang bisa melihat wajah cantik Bulan.
Bintang terus menatap semua inci wajah Bulan tanpa ada yang terlewatkan.
" Cantik! " ucap Bintang pelan, namun samar-samar terdengar oleh Bulan.
" Hah apa Kak? "
" Nggak! "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haii semuanya.. author baru bikin ig nih namanya : Queenmay_4 bantu follow yahh... 😊💙
Jangan lupa di like, komen, subscribe dan vote sebanyak-banyaknya yaa... byeeee💙💙
Ternyata terlalu peduli dan suka ikut campur hal orang juga gak bagus ya, yg kenak nya kita sendiri, Pengajaran utk si Bulan, Suka nolongin orang tapi harusnya ngajak siapa2 gitu jadi temen, jangan sendiri2,Noh gini kan jadi nya..