NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira

Status: tamat
Genre:Romansa / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:335.8k
Nilai: 5
Nama Author: Vita Zhao

Elmira Revalina Putri. Dia merasa sangat bahagia karena bisa menikah dengan laki-laki yang sangat dia cintai. Meskipun laki-laki tersebut tidak pernah mencintai dirinya, dan hanya mencintai wanita pilihannya.

Edgar Emilliano Addison. Demi kedua orang tuanya, ia terpaksa harus menikahi gadis yang sama sekali tidak ia cintai. Dalam pernikahan itu, Edgar memperlakukan Elmira dengan sangat buruk. Elmira selalu sabar dalam menghadapi sikap Edgar.

Akan tetapi, ada kalanya hati Elmira merasa lelah dengan sikap Edgar yang terlalu semena-mena terhadapnya, dan tidak pernah menganggap dirinya ada.

Akankah Elmira bertahan dengan sikap Edgar? Atau memilih berpisah dengan laki-laki yang sangat ia cintai itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vita Zhao, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Merasa Kehilangan.

Happy Reading🥰

Edgar pulang ke rumah saat larut malam. Ia merasa heran karena lampu di dalam rumah masih menyala, apalagi pintu rumah yang tidak terkunci. Edgar memasuki rumah dengan perasaan tak menentu, ingin rasanya memarahi Elmira karena tidak becus menjaga rumah.

Mengingat nama Elmira, Edgar baru menyadari satu hal. Biasanya setiap kali dia pulang kerja istrinya itu akan menyambut dirinya selarut apapun Elmira pasti akan tetap menunggunya. Terkadang Elmira sampai tertidur di ruang tengah hanya demi menunggu kepulangannya.

Akan tetapi sekarang tidak ada Elmira yang menyambut kepulangannya. Edgar merasa ada yang kurang, ia dengan cepat menaiki anak tangga, dan mencari keberadaan Elmira di kamarnya. Sebab kemarin malam ia sempat menyuruh Elmira untuk pindah ke kamarnya. Tapi ... Edgar tidak menemukan Elmira di sana.

Edgar Mencari Elmira ke kamar sebelah yang awalnya di tempati oleh Elmira. Namun hasilnya nihil, Elmira juga tidak ada di sana. "Kemana dia? Tidak mungkin selarut ini dia belum pulang juga 'kan!" gumam Edgar sambil terus mencari keberadaan Elmira. Ia berjalan ke arah lemari dan membukanya.

Edgar membulatkan kedua matanya dengan sempurna. Ia tercengang saat melihat isi lemari itu yang ternyata kosong. Apa jangan-jangan Elmira pergi dari rumah? Ah rasanya tidak mungkin, karena yang Edgar tahu istrinya itu tidak akan pernah pergi dari rumah dengan alasan mencintai dirinya, dan juga takut keluarga Winata kecewa terhadap tingkah lakunya yang suka pergi dari rumah suami.

Edgar merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Ia tidak ingin berspekulasi sendiri sebelum memastikan bahwa Elmira benar-benar pergi dari rumah. Edgar berlari menuruni anak tangga, ia melangkahkan kakinya ke arah dapur. Siapa tahu Elmira ada di sana, dan sedang memasak untuk dirinya.

"Elmira! Elmira!" teriak Edgar memanggil nama sang istri. Namun hingga beberapa kali panggilan itu terucap tidak ada jawaban dari Elmira. Di dalam ruang dapur pun juga tidak ada Elmira di sana. Sungguh Edgar menjadi resah, hatinya tiba-tiba sakit mengetahui fakta kepergian Elmira.

"Kemana dia pergi! Jika papa dan mama tahu bahwa Elmira pergi dari rumah, pasti mereka akan memarahiku. Itu tidak boleh terjadi!" ucap Edgar mondar-mandir di ruang tengah. Ia sudah mencari Elmira ke setiap sudut ruangan yang ada di rumah itu.

"Untuk apa juga aku mengkhawatirkan dia, lebih baik aku tidur saja. Besok pasti dia juga pulang lagi ke sini." Edgar memasuki kamar, dan langsung merebahkan dirinya di atas ranjang king size untuk beristirahat.

Edgar tidak bisa memejamkan mata karena terus memikirkan Elmira. "Sial! Kenapa aku terus memikirkannya!" Edgar membalikkan tumbuhnya ke kiri dan ke kanan. Bayangan Elmira yang menangis di restoran terus terbayang di dalam benaknya.

Edgar mengambil ponselnya yang terletak di atas nakas. Ia akan menghubungi Elmira dan menanyakan keberadaannya, namun sialnya Edgar tidak mempunyai kontak Elmira. Sebab ia sudah menghapus kontak Elmira di ponselnya. Karena merasa terganggu dengan pesan yang dikirimkan oleh Elmira saat berada di luar rumah.

Elmira selalu menanyakan kabar Edgar apakah sudah makan atau belum. Edgar merasa sikap Elmira terlalu kekanak-kanakan sebagai istri yang selalu menanyakan kabar suaminya lewat telpon.

"Sial! Kontaknya malah ke hapus lagi." Edgar mengacak-acak rambutnya frustasi. Ia kembali merebahkan diri di atas ranjang. Memaksakan dirinya untuk memejamkan mata, dan berharap segera terlelap.

...----------------...

Di Apartemen Elmira.

Hal yang sama juga di rasakan oleh Elmira. Sedari tadi ia terus memikirkan sang suami. Rasanya begitu berat pisah rumah dengan suami sendiri. Namun Elmira sudah tidak tahan dengan sikap Edgar yang terlalu semena-mena.

Elmira melihat ponselnya yang sejak tadi dia genggam, berharap akan ada panggilan atau pesan dari Edgar yang akan menanyakan keberadaannya. Namun hingga detik ini ponselnya tetap setia dengan layarnya yang hitam.

"Huft! Apa kamu bahagia atas kepergianku, Edgar! Mungkin kamu akan senang bisa terus berduaan dengan kekasih mu itu tanpa ada gangguan dariku." Elmira menghembuskan nafas kasar, mengingat nasib rumah tangganya yang berada di ujung tanduk. Mungkin sudah tidak ada harapan lagi untuk mereka bersatu. Sebab di hati Edgar hanya bertuliskan nama Alexa.

Elmira akan mengalah dengan hubungannya, ia akan bercerai dengan Edgar supaya Edgar bisa menikahi wanita pilihannya. Mana mungkin dirinya bisa menjadi penghalang dari hubungan mereka yang saling mencintai satu sama lain.

Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Namun mata Elmira enggan untuk terpejam. "Kenapa rasanya sulit sekali melupakan kamu dari dalam hidupku, Edgar!" ucap Elmira dengan sendu.

Drttt ... Drttt ...

Ponsel Elmira bergetar menandakan ada pesan masuk. Dengan cepat Elmira mengambil ponselnya yang terletak di atas bantal. Seulas senyum terbit di bibirnya, ia menyangka pesan itu datangnya dari Edgar. Namun saat membuka pesan itu senyumannya mendadak musnah.

"Aku kira itu kamu, Edgar. Ternyata kamu sama sekali tidak mencari ku." Elmira tersenyum kecut mengingat Edgar yang sangat tak perduli dengan keberadaannya.

Senyum Elmira kembali terbit saat membaca pesan dari nomor yang baru ia dapatkan tadi siang saat berada di salon kecantikan.

"Hai, Nona Cantik! Maaf mengganggu malam-malam begini. Aku hanya ingin menanyakan kabar kamu, apakah kamu baik-baik saja?"

"Aku baik-baik saja, Evan. Kenapa harus mengirimiku pesan selarut ini? Apa kamu tidak tidur?" Elmira membalas pesan yang ternyata dari Evan.

"Aku tidak bisa tidur karena terus memikirkan mu. Bahkan mama selalu menanyakan keadaan kamu. Dia sangat mengkhawatirkan kamu, Cantik."

"Its ok, i'm fine. Salam sama mama kamu, makasih sudah mengkhawatirkan keadaanmu. Tapi, aku mohon jangan mencemaskan ku kalian tidak pantas turut bersedih atas masalah rumah tangga ku. Aku merasa malu dengan keadaan rumah tangga ku yang sangat berantakan."

"Tidak apa-apa, El. Jika kamu butuh teman curhat aku siap menjadi pendengar yang baik untuk kamu. Jika kamu merasa sungkan sama aku, ada mama yang akan menjadi teman curhat, kamu."

"Terimakasih atas kebaikan kalian. Tapi aku tidak bisa menceritakan masalah rumah tangga ku kepada orang lain. Aku sangat menyesal sudah mempertontonkan masalah aku dan suami aku di depan kalian. Tidak sepantasnya seorang istri menceritakan aib suaminya di depan orang lain. Aku mohon tolong lupakan kejadian di restoran tadi, jangan mengungkit masalah itu lagi. Aku benar-benar minta maaf."

"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan, aku tidak akan mengungkit masalah itu lagi. Tolong jaga diri kamu baik-baik, meskipun keadaan rumah tangga mu tidak baik-baik saja."

Setelah berbalas pesan dengan Evan, Elmira langsung merebahkan diri di atas ranjang untuk beristirahat. Berbalas pesan dengan Evan membuat suasana hatinya sedikit membaik.

Sedangkan di seberang sana, Evan tampang me-de-sah kasar. Ia tidak sabar ingin merebut Elmira dari suaminya. Wanita sebaik Elmira tidak pantas memberikan cintanya untuk laki-laki brengsek seperti Edgar.

...----------------...

Jangan lupa kirim Vote dan gifnya untuk hari senin ini 😘😘.

Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar.

1
Ran Aulia
terima kasih kak, ceritanya bagus 👍👍👍
Nok Denok
mampir baca,,tp kayaknya kebanyakan POV othor,,
Niken Hapsari
nanti klo emosi di pukul lagi tuh bini
Niken Hapsari
jgn mau balik
jane m pandelaki
Elmira jangan mau , rugi, , iiii tinggalin aja edgarnya.
jane m pandelaki
Ayo Emma ganti aja si Edgar yang galak sama Evan.He he.
Fay
mampir baca
Rin Manuk
sangat tertarik
Rin Manuk
sangat bagus
Rin Manuk
ceritanya bagus
Rin Manuk
bagus.
Enung Samsiah
tom &jeri kompak dulu lah napa demi utun, wkwkwk
Enung Samsiah
d rumah pda nunggu eehhh,,, pasutri bucin mlh main tusuktusukan d mobil,,, saking nggk kuat nahaannn hadeeh,,, wkwkwk
Enung Samsiah
aduh tor gontaganti nama (tanam-tanaman skrg renang-renangan)
Enung Samsiah
cara jitu menyelesaikan masalah ( jleb bercinta)
Enung Samsiah
waduuuhhh,,ada gempa pagi nih smpi getaran ke 2
Enung Samsiah
Elmura bodoh +lemah, masa di katain jalang diam aja tampar ke' tuh siegar
Ririn Nursisminingsih
syukurin edgar
Ririn Nursisminingsih
ceo kok bodoh bangett☹️☹️
Lilis Fiska
elmira mending edgar di cuekin aj biar taw rasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!