SEBELUM MEMBACA INI, BACA DULU DERITA ISTRI KETIGA YA.
Setelah bercerai dengan istrinya yang pertama dan istri kedua meninggal dunia, Arya Sanjaya fokus bekerja dan membesarkan kedua buah hatinya. Ia tak lagi memikirkan tentang cinta, sebab ia juga masih mencintai mantan istrinya yang ia ceraikan.
Ditambah dengan kerumitan rumah tangga sang Papa yang rupanya tidak seindah yang ia bayangkan selama ini
Adakah seorang wanita atau gadis yang bisa membuat dirinya jatuh cinta kembali dan bisa menjadi Ibu sambung bagi anak-anaknya? Dan bisakah Arya menjadi penengah bagi kedua orang tuanya.
Ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivan witami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16 SUNGGUH RUMIT
“Sial! Kenapa mama sulit di hubungi! Kondisi Papa sedang tidak stabil kenapa justru pergi!” omel Arya dengan ponselnya sendiri.
“Semoga saja Kalina mau mengurus Papa,” gumam Arya melihat Kalina dengan perut buncitnya, setia di samping pak Abi yang masih belum sadarkan diri.
“Kalina,” panggil Arya. Kalina menoleh melihat Arya yang duduk di sofa bersama Kemala.
“Apa?” Kalina bangkit dari duduknya dan bergabung duduk di sofa.
Arya melihat Kalina dengan penuh arti, apa wanita didepannya ini benar-benar mencintai Papanya atau hanya karena harta, sehingga mau dijadikan yang kedua.
“Kamu mencintai papaku?” tanya Arya serius.
Kalina tertawa kecil lalu menghela nafas panjang sebelum menjawab.“Kamu pikir aku hanya mencintai harta papamu. Arya, aku tahu aset Papamu sudah di bagi-bagi dengan ke tiga anaknya. Kamu, Tara dan juga Tasya. Putriku ,Nasya tidak mendapatkan apapun. Tapi walaupun begitu Papamu sudah menyiapkan dana untuk sekolah adikmu sampai kuliah nanti. Bagiku itu sudah cukup. Papamu hanya memberiku rumah yang saat ini aku tinggali dengan adikmu.”
“Lantas, alasan apa kamu mau dengan papaku?”
“Aku mencintai papamu, aku tahu aku salah sudah mencintai suami orang lain. Tapi sebelas tahun pernikahan itu tidak mudah, Arya. Aku tahu pernikahanku hanya sebatas di atas selebar kertas dan hanya di bubui materai. kalau tidak ada rasa cinta, untuk apa aku bertahan selama itu dengan papamu. Aku mengorbankan semua demi bersama papamu. Ya, aku tahu aku salah sudah menjadi yang kedua di pernikahan papa dan mamamu. Tapi aku juga manusia biasa.”
“Ok, Mama juga sudah tahu hubungan kalian dan Mama memilih untuk tidak menemui Papa dulu. Aku hanya mau lihat, apa kamu masih mau sama Papa, saat papa terpuruk seperti ini. Oh iya, ada beberapa obat Papa yang tidak di cover asuransinya. Jadi itu kewajibanmu untuk melunasi sisanya, karena kamu juga istrinya.”
“Its, ok. No problems."
“Baiklah, Aku mau pulang. Sampai dimana kamu bisa bertahan dengan papaku.” Arya sengaja ingin tahu seberapa besar cinta Kalina pada papanya, apakah murni cinta atau hanya karena harta.
“Aku tidak sejahat yang ada dalam pikiranmu, Arya."
Arya bangkit di ikuti Kemala. Kemudian Arya melangkah keluar dari ruangan inap pak Abi. Kemala menyalami Ibu tiri sang suami dan berpamitan.
“Maaf, Bu. Saya permisi. Jaga kesehatan ibu."
Kalina tersenyum dan mengangguk kemudian Kemala berlari kecil mengejar suaminya.
“Mas! Tunggu!” seru Kemala.
Arya menoleh lalu merentangkan satu tangannya, Kemala tersenyum dan masuk kedalam rangkulan sang suami, keduanya berjalan menuju parkiran.
“Mas, kok ngomongnya begitu sama bu Kalina? Kasihan, beliau lagi hamil.”
“Tidak apa-apa. Aku cuma mau tahu apa yang di inginkan kalina sebenarnya. Kita lihat, apa dia tulus mencintai si tua itu.”
“Mas... kok gitu lagi ngomongnya. Itu Papa kamu, Mas. Bu kalina hamil adiknya kamu, loh.”
Arya berhenti begitu juga Kemala, Arya melihat Kemala membuat Kemala salah tingkah, takut apa yang di ucapkan menyinggung perasaan Arya, sebab di usianya yang ke 40 tahun, ia akan mempunyai adik dari istri kedua papanya.
“Adik? Hm sepertinya aku ingin memberikan adik untuk si kembar.”
“Hah, kok malah ngomongin adik buat si kembar sih?"
“Kamu mau, kan?”
Kemala tersipu malu dan menundukkan wajahnya lalu mengangguk. Tiba-tiba ia tersentak dan melihat Arya. Ia teringat jika pernikahannya belum di resmikan secara negara
“Tapi resmikan dulu pernikahan kita, Mas.”
“Pasti, Besok Aku akan mengurus semuanya dan langsung jadi. Nanti malam kita bikin adik ya!” goda Arya lalu tertawa di ikuti Kemala Kemudian mereka berjalan kembali menuju parkiran.
Saat di perjalanan Kemala terdiam sambil melihat sang suami menyetir. ia ingin menyampaikan sesuatu tetapi ia takut memulainya. Arya sekilas melihat Kemala dan tersenyum lalu meriah tangannya seolah mengerti apa yang ada di pikiran sang istri.
“Kamu kenapa?”
“Tidak ada, Mas.”
“Laper ya! Kita singgah ke restoran dulu ya. sekalian Aku mau melihat karyawan di restoran.”
“Iya, terserah kamu saja.”
Arya menambah kecepatan mobilnya dan menuju salah satu restoran miliknya. Sesampainya di restoran mereka masuk dengan bergandengan tangan. Semua karyawannya melihat tidak percaya bos pujaan hati mereka sudah menggandeng seorang wanita baru.
Salah satu karyawan menyambut mereka dengan ramah.“ selamat datang dan selamat siang, Tuan.”
“Iya, terima kasih.” Arya masuk dan menuju salah satu meja tempat favoritnya dan diikuti salah satu pegawainya.
“Tuan, ingin pesan apa?”
“Seperti biasa saja, Sayang kamu mau apa?” tanya Arya pada Kemala.
“Samakan saja.”
“Baik. Mohon di tunggu. Oh iya, Tuan. Lantai atas ada Nona Bella dan suaminya.”
Arya sekilas melihat Kemala lalu melihat karyawannya, kemudian mengangguk.” Ya sudah, nanti antarkan makanannya di lantai atas.”
“Baik.”
Pegawai itu kembali ke belakang untuk mengambil pesanan Arya sedangkan Arya mengajak Kemala ke lantai atas untuk menemui Bella dan Alex. Arya berjalan menghampiri Alex dan Bella.
“Selamat siang, Reyhan.”
Reyhan sontak menoleh ke arah Arya dan begitu gembira melihat Arya kembali. “Papa... Eh Om Arya!” Reyhan mengurungkan niatnya untuk memeluk Arya. Arya tanpa kata langsung memeluk Reyhan, bagaimana ia juga merindukan anak tersebut.
Bella tersenyum begitu juga Alex. Mereka bersalaman seperti layaknya temen lama yang baru saja bertemu. Bella melihat Kemala pun senang akhirnya mantan suaminya sudah menemukan tambatan hati yang baru.
“Ini Kemala, Istriku!” ungkap Arya lalu mereka semua duduk kembali.
“Selamat ya, Mas. Semoga pernikahannya bahagia dan terakhir kalinya," ujar Bella sekilas melihat Alex . Alex tersenyum lalu merangkul Bella.
“Iya, terima kasih."
Kemala tersenyum tipis mencuri pandang Bella. Ia masih bertanya apakah Bella di depannya ini adalah mantan istri sang suami atau bagaimana? Bukankah istrinya sudah meninggal.
“Oh iya, dalam rangka apa ke Surabaya?” tanya Arya.
“Ini, em ... kami sedang meninjau pembangunan kos-kosan baru milik Bella,” balas Alex.
“Wow, keren! Selamat ya!” ucap Arya melihat Bella yang semakin cantik dan bersahaja dalam berpenampilan.
“Terima kasih, Mas. Oh iya, Kalian menikah kenapa tidak mengundang kami.”
Arya melihat Kemala begitu sebaliknya.“Pernikahan kami tidak di rencanakan dan terjadi begitu saja. Pertemuan kami juga begitu singkat lalu memutuskan untuk menikah.”
“Owh! Bagus lebih cepat lebih baik.” Bella tidak ingin tahu bagaimana mereka bertemu dan sampai menikah. Biarkan lah itu urusan Arya dan sang istri. Ia cukup mendoakan saja.
“Maaf, Saya boleh bertanya sesuatu?” sela Kemala yang penasaran dengan Bella.
“Boleh, Silahkan kemala.” Bella memegang tangan Kemala sekilas.
“Maaf sebelumnya, Apa Mbak Bella ini, mantan istri Mas Arya, bukankah Istri Mas Arya sudah meninggal?”
Alex dan Bella tertawa kecil lalu Alex menepuk pundak Arya. Sepertinya memang benar mereka bertemu dan langsung menikah dan Arya belum menceritakan masa lalunya.
“Kau jangan mengulangi kesalahan yang sama, Bung!” ujar Alex
“Biar suami kamu saja yang bercerita,” jawab Bella. Kemala melihat suaminya, agar menceritakan segalanya.
"Bella, ini istri pertamaku. kalau Mama dari si kembar istri kedua, kamu istriku yang Ketiga dan Reyhan anak Bella bersama Alex. Mereka dulu berpisah dan setelah aku dan Bella berpisah, mereka rujuk lagi. Kalau anak perempuan itu, itu anak Alex dari istri pertamanya.”
“Sungguh rumit kisah cintamu, Mas. Kamu kok hobby banget kawin?” bisik Kemala diakhir kalimatnya. Ia menggeleng kepalanya heran, sementara Alex dan Bella tertawa melihat ekspresi Kemala. kini terjawab sudah siapa yang selalu disebut Arya saat bercinta dengannya, hatinya cemburu, karena Bella begitu cantik sedangkan ia biasa saja.
“Janji kamu yang terakhir."
“Iya kali, sudah tua masih mau yang lain," gerutu Kemala.
haaaa
biat sm2 menyesal tk kedepanya
abi beserta abang dan adiknya juna dan putra. sms2 tukang selingkuh. mereka mengarasnamakan agama agar bisa berpoligami. padahal itu hanya untk menutupi nafsu syahwat mereka yg tdkbterkendali. aku memenagvtdk membenaekan sikap angkuh utari. tapi kalau sj abi bertndk tegas pada utari. pasti utari akan berubah. ya paling tdk kalau sdh gak bisa dikasih tahu kepas sj. dan dia menikah lagi. itu baru benar. inibtdk sdh 11 tahun utari merasa di bodohi. kalau keadaanya dibalik gmna. semua istri dari keluarga sanjaya. seperti itu selingkuh apa. para suaminya akan menrima dengan lapang dada. saya rasa tdk. emang utari dan wilina gak akan berubah. wilona lagi kalau sdh kena dia baru jyahok loe
aku tahu utari istrnya abibitu jahat. tapi gak sepertj itu juga x. kalau istrinya gak bisa di bilangi lagi. atau gak mau dipakai lagi ya ceraikan sj. jadi sakit hati utari hanya sebentar sj. dia gak seperti di khianatai. coba keadaanya dibalik. iatri dari keluarga sanjanya yg seperti itu. apa mereka menerima setelah tahu keadaanya. tentu tdk. mereka hanya menyalahkan org lain demi membenarkan keadaan mereka.