NovelToon NovelToon
Sugar Daddy & Sukma

Sugar Daddy & Sukma

Status: tamat
Genre:Poligami / Nikah Kontrak / CEO / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: juleha2606

Sukmawati, si gadis cantik dan pinter. Seorang anak petani biasa yang mempunyai mimpi menjadi seorang perawat. Namun ketika baru beberapa semester, sang ayah meninggal sehingga kuliahnya terbengkalai.

Dan bukan cuma kuliahnya saja yang tertunda. Tetapi kehidupannya juga semakin susah, ia dan kedua adiknya harus menelan pil pahit, sang ibu juga menyusul sang ayah.

Sukma berusaha keras untuk melanjutkan hidup bersama adik-adiknya. Sehingga suatu saat bertemu dengan pria yang usianya sekitar 38 tahun, Alfandi, seorang pria kaya raya namun memiliki anak dan istri! ikuti kisah kelanjutannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juleha2606, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berwibawa

Entah kenapa dia nggak berani untuk menatap wajah pria itu. Alfandi terlalu segan untuk dipandang wajahnya yang berwibawa, dan juga tampan rasanya risih untuk melihat pria itu.

"Emang makanan itu, nggak dimakan tadi siang?" tanya Alfandi sambil anteng melajukan mobilnya.

Kedua gadis itu saling pandang pria ini kok tahu? kalau itu jatah makan siang.

"Kalian pasti bingung kan? kenapa saya tahu itu jatah makan siang?" tanya Alfandi sambil melirik sekilas ke arah mereka.

"Iya, Tuan. Aku bingung dan penasaran kok bisa tahu kalau ini jatah makan siang? kenapa nggak mengira untuk makan malam gitu," tanyanya Mimy yang bawel tersebut.

Sejenak yang terdengar hanya suara mesin saja. Menghiasi di dalam mobil tersebut.

Sebenarnya Sukma juga bawel, cuman kalau depan lelaki ini seolah dia nggak bisa berkutik. atau mungkin emang belum kenal saja jadinya Sukma lebih pendiam.

"Saya tahu lah, orang ... itu makanan yang saya kirim kok." Alfandi tersenyum manis

"Anda yang kirim? sudah kami makan dan yang tinggal satu ini, aduh ... mana saya nggak bisa bayar lagi, Pak." Kata Sukma sambil menggaruk tengkuknya, kaget dan bingung untuk membayarnya makanan yang sudah di makan.

Alfandi tersenyum sambil melirik ke arah kaca spion yang ada di tengah-tengah, dan melihat pada sosok Sukma yang tampak kebingungan.

"Siapa yang meminta kembali? apalagi untuk meminta bayarannya, nggak kok. Saya senang kalian memakannya, cuma yang saya tanyakan. Itu untuk siapa? kenapa nggak dimakan? habiskan saja gitu?" cecar Alfandi sambil fokus nyetir.

"Em ... Itu untuk kedua adik-adiknya, Tuan. Dia di rumah punya dua adik yang yatim piatu lho." Jawab Mimy.

"Hus ... Mimy, bilang-bilang! buat apa sih? malu tahu," suara Sukma pelan, mendelikkan matanya dengan sempurna ke arah Mimy, sahabatnya itu.

"Nggak apa-apa orang itu kenyataannya kok," elak Mimy.

Alfandi terkesiap. "Jadi kamu dan kedua adikmu tidak punya orang tua? maksudku orang tuamu sudah meninggal?"

Sukma mengangguk dan langsung berwajah sedih, teringat pada kedua orang tuanya.

"Terus, kalian tinggal sama siapa?" tanya kembali Alfandi.

"Kemarin sih katanya tinggal sama bibinya, Tuan. Dan baru hari ini ya? mereka pindah ke kontrakan dekat saya!" jawab Mimy lebih dulu menjawab pertanyaan yang ditujukan pada Sukma, sambil melirik ke arah Sukma.

Sukma hanya mengangguk, membenarkan jawaban dari Mimy tentang dirinya itu.

"Sorry! kalau saya dah bikin kamu sedih," ucap Alfandi sambil lagi-lagi melirik ke arah Sukma dari kaca spionnya.

"Nggak kenapa-napa. Pak? eh Tuan." Sukma mengangguk tanpa melihat ke arah Alfandi.

"Ooh ya. Eh jangan panggil aku, Tuan. Nggak enak lah," protes Alfandi

"Ya ... tidak apalah, Tuan, kan emang seharusnya Anda kan ... bagaimanapun anda itu co kami," sahut Mimy.

Tidak terasa masa perjalanan yang memang tidak terlalu jauh dan cuma memakan waktu berapa puluh menit, akhirnya mobil mewah ini berhenti tepat di depan kontrakan Mimy dan Sukma.

"Oo ... kalian tinggal di sini?" tanya Alfandi sambil melihat-lihat ke arah kontrakan tersebut yang tampak kecil-kecil.

"Iya, Tuan. Kami berdua tinggal di sini," jawab Mimy sembari membuka pintu mobil lantas turun.

"Boleh aku ikut ke sana?" Alfandi kembali bertanya sambil menurunkan kakinya menapaki jalan.

"Ooh tentu, Tuan ... silakan Anda ikut kami ke kontrakan yang seadanya itu," ungkap Mimy.

"Tenang, saya nggak akan masuk kok Saya cukup duduk di teras saja," ucap Alfandi penuh wibawa.

Sukma mengangguk, kemudian mereka bertiga berjalan ke arah kontrakan Sukma, dan Alfandi pendiri di terasnya kontrakan Sukma.

"Yang ini kontrakannya Sukma, dan sebelahnya itu kontrakan aku, Tuan."

Alfandi mengangguk, lalu menggerakkan kedua netra nya pada kursi yang berada di teras. Lalu dia Mendudukkan dirinya di salah satu kursi itu.

"Kalau begitu saya mau ke kontrakan dulu ya?" pamit Mimy.

"Jangan dulu pulang dong ... temenin? nggak enak." Pinta Sukma pada Mimy dengan suara yang pelan.

"Sebentar mau mandi dulu, gak enak lengket. Bau nanti gue kemari lagi," bales Mimy dengan suara yang tidak kalah pelannya.

"Baiklah jangan lama-lama ya?" pinta Sukma.

Sementara Alfandi hanya diam dan Mendengar pembicaraan mereka berdua, Setelah Mimy meninggal mereka berdua, Sukma juga Mendudukkan dirinya di kursi satunya.

"Kenapa kamu nggak masuk? masuk saja, saya nggak apa-apa di sini sendiri. Mungkin kamu mau mandi dulu," ucap Alfandi seraya melirik ke arah Sukma.

"Tidak apa-apa, ditinggal dulu?" tanya Sukma, yang sebenarnya dia merasa risih. Takut dilihat orang, baru saja masuk kontrakan sudah bawa laki-laki biarpun nggak masuk ke dalam sih.

"Kakak-Kakak? Sudah pulang?" suara Jihan dari dalam menyeruak mendekati kakaknya.

"Iya, baru saja pulang," sahutnya Sukma sambil menarik tangannya yang dicium punggungnya oleh Jihan.

Lalu Jihan meraih tangan Alfandi untuk bersalaman, mencium punggung tangannya penuh hormat.

Alfandi tersenyum pada Jihan yang tampak sopan, pada kakak juga dirinya yang baru dia kenal.

"Marwan mana? apa sudah tidur?" tanya Sukma teringat pada adiknya yang satu lagi yaitu Marwan.

"Belum! Belum tidur, cuman baringan doang di dalam," kata Jihan dan tidak lama kemudian Marwan pun keluar.

"Eeh kakak? dah pulang, kok nggak masuk," ucap Marwan sembari menunjuk pintu.

"Iya, baru saja pulang. Nanti bentar lagi Kakak masuk," balasnya Sukma.

Marwan mencium tangan kakaknya dan juga Alfandi bergantian.

Alfandi mengusap pucuk kepala Marwan dengan hati yang mencelos melihat anak itu.

"Ini kedua adikmu?" tanya Affandi menoleh pada Sukma.

Sukma mengangguk. "Iya. Mereka berdua adalah adik-adik ku, yang ini bernama Jihan dan dia Marwan, Jihan kelas 2 dan marwan kelas 1 SMP, tadinya. Sekarang nggak sekolah lagi," ungkapnya Sukma sambil melirik pada kedua adiknya itu.

"Ooh ... begitu, kasihan sekali," gumamnya Alfandi seraya mengangguk, menatap ketiganya.

"Oo iya, Kakak punya makanan nih, makan berdua ya?" Sukma menyerahkan kantong paket makanan sisa dia makan siang tadi.

Keduanya menyambut dengan senang hati, kebetulan sekali mereka belum makan malam. Lalu membawanya ke dalam untuk dimakan berdua.

"Jadi kamu juga belum makan malam?" tanya Alfandi lirih menatap ke arah Sukma yang berwajah cantik dan sendu. Membuat yang melihatnya akan merasa teduh.

Lagi-lagi Sukma mengangguk seraya berkata. "Belum! tapi saya masih kenyang kok," jawabnya.

Alfandi menghela nafas panjang sambil melihat-lihat suasana sekitar, yang tampak sepi itu.

Lalu Alfandi mengambil ponselnya dan memesan go food yang akan di antar ke alamat yang sedang dia duduki saat ini.

Hening!

"Ehem. Sebentar lagi akan ada paket makanan ke sini, terima dan makanlah? ucap Alfandi lirih.

"Buat kami?" tanya Sukma sambil melirik sekilas, lalu dia kembali menundukkan kepalanya ke lantai ....

.

...Bersambung!...

1
komalia komalia
mantap sukma kamu hebat tegas jangan mau di tindas
komalia komalia
sekeras apa pun kamu mau ngatut anak anak mu vaula anak anak.mu engga bakal ada yang ngikutin aturan kamu,dan siapa kami seorang ibu yang engga perduli sama anak dan suami
komalia komalia
wah kalaj berkawan sama sukma enak
komalia komalia
ternyata ngelamn
komalia komalia
sok kecantikan.loh vaula
komalia komalia
biar dingin kaya kulkas tapi aku salut sama kamu za
komalia komalia
harus nya jelasin thor si firza bisa tau si exel ada di pila
komalia komalia
Untung ada firza
komalia komalia
waduh semiga aja zihan engga kenapa napa
komalia komalia
Untung ada fikri
komalia komalia
anak nya si vaula yang hasil dari pacar nya kemana ya,dan apa kah engga jadi nikah sama si yudi
komalia komalia
wah si al bohong pula
komalia komalia
untung pandi masih sadar
komalia komalia
waah kira kira alfandi tergoda engga ya
komalia komalia
banyak yang Engga ngerti tulisan nya
komalia komalia
tega kamu za
komalia komalia
kaya nya cemburu firza
komalia komalia
wah gimnaa denga vaula dan mau baca kanjutan nya semoga firza nikah sama jihan tapi booeh engga ya
komalia komalia
waah ikut tegang
komalia komalia
apa pun anak nya sukurin nati terlalu berharap malah kecewa kamu al
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!