NovelToon NovelToon
After Marriage

After Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:48.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mayangsu

Anha diceraikan tepat di malam pertamanya ketika suaminya mendapati dirinya yang sudah tidak perawan lagi.

Anha tidak pernah menyangka jika pergaulan bebasnya di masa lalu akan menjadi bumerang untuknya di masa depan.

Setelah bercerai, Anha mencoba untuk memulai hidup baru dan menemukan cinta yang baru. Tetapi apakah lelaki kali ini bisa menerimanya seutuhnya atau jangan-jangan Anha akan ditinggalkan untuk yang kedua kalinya?

***
Contact Person:
Instagram: Mayangsu_
Email: Mayangsusilowatims@gmail.com

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayangsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Peduli

"Sendirian?"

Suara barito barusan menyadarkanku dari lamunanku. Aku otomatis menatap lelaki yang saat ini sedang berdiri di depanku dengan senyum mengembang di bibirnya. Lelaki itu adalah Adi. Dengan ramah aku membalas senyumnya. Setidaknya aku tidak terlalu menyedihkan karena sekarang aku memiliki teman ngobrol sebelum pulang ke rumah.

Adi meneliti penampilanku dari ujung kaki sampai atas tubuhku membuatku tersipu.

"Hari ini kamu cantik. An"

Aku tersenyum mendengar pujiannya. Dia mengulurkan sebuket bunga mawar merah kepadaku. Mawar yang begitu indah dan cantik.

Tanganku terulur menerima buket bunga tersebut. Kemudian aku menghirup aroma wangi dari mawar itu. Ini indah.

"Makasih."

Adi mengangguk dan tersenyum.

"Apa kabar?"

"Baik," balasku. Kemudian Adi terdiam sejenak. Begitulan percakapan akward antara kami berdua. Mungkin dia canggung dan tidak tahu hendak berkata apa lagi. Sejak kami berdua ketahuan Mama kala malam itu, aku tidak pernah lagi menghubungi Adi. Aku menjauhinya sebisa mungkin. Dan tentunya setelah malam itu, hubungan kami berdua selesai.

"An..." kata Adi pelan, kemudian dia menatapku lamat-lamat. Ada rasa sedih yang terselip di tatapan matanya.

"Ya?"

"Sayang banget, ya, An, kita udah putus. Padahal aku pengin ngenalin kamu ke orang tuaku, An."

Aku hanya mampu terdiam mendengar perkataan tersebut. Mataku melirik ke arah belakang tubuh Adi dan menangkap seorang wanita paruh baya beserta pasangannya yang berada tak jauh dari tempat kami berdiri, pasangan suami istri tersebut beberapa kali melirik ke arah kami, bisa kusimpulkan pasti mereka adalah kedua orang tua Adi.

"Nggak papa, Di. Kamu pasti nanti dapet pasangan yang lebih baik daripada aku, kok," kataku menghibur hatinya. Aku tidak tahu dia menaruh harapan setinggi itu kepadaku.

"Tap-"

"Kita masih bisa temenan sampai kapanpun, kok, Di."

Adi mengembuskan napas berat. Hening beberapa saat di antara kami.

"Boleh peluk?" tanyanya meminta persetujuanku. Aku tersenyum, kemudian mengangguk. Aku yang pertama kali memeluk Adi. Mungkin ini akan menjadi pelukan perpisahan antara kami berdua. Kami kenal baik-baik, maka kami pun harus putus dengan cara baik pula.

"Maafin aku atas waktu itu, An. Aku nyesel. Aku juga malu sama Mama kamu karena udah kayak gitu ke kamu," bisik Adi pelan tepat di telingaku.

"That's Ok."

Aku mengusap bahunya pelan. Setelah itu Adi berpamitan untuk pulang. Aku mengangguk. Satu per satu orang-orang pulang meninggalkan gedung ini, beberapa diantaranya memilih menetap sejenak untuk berfoto bersama keluarga mereka masing-masing. Aku berjalan pelan keluar dari gedung ini. Aku ingin pulang.

Tiba-tiba langkahku terhenti ketika baru saja menuruni anak tangga gedung ini, mataku membulat menangkap seseorang yang berlari menghampiriku dengan napas tersengal.

"Ya, ampun. Mama telat banget, ya? Acaranya udah selesai? Maaf, ya, Mama telat," kata Mama sambil memegangi dadanya dan mencoba menetralkan napasnya yang terengah-engah. Mama mengusap pelipisnya yang dibanjiri keringat sebesar biji jagung, kemudian Mama membetulkan kacamatanya.

"Ma-Mama," kataku terbata. Tubuhku masih kaku mematung tidak percaya jika orang yang saat ini sedang berdiri di depanku adalah Mamaku sendiri. Pasti aku sedang mimpi, kan?

Apa aku tidak salah lihat?

Mama tersenyum, kemudian menangkup wajahku dengan kedua tanganya. Bahkan rasanya aku dapat merasakan kehangatan mengalir dari telapak tangannya yang menyentuh pipiku saat ini.

"Anak Mama bener-bener cantik. Mirip kayak Mama," puji Mama dengan mata berbinar, tetapi aku masih saja terdiam-mungkin karena aku masih syok. Benarkah ini adalah Mama? tanyaku dalam batin untuk kedua kalinya. Mataku memanas, rasanya ingin aku menangis saat ini juga.

Mama peduli denganku.

"Mama."

Aku memeluk tubuh Mama erat, tangisku pecah di pelukan Mama. Rasanya sudah berapa lama sejak kecil aku tidak memeluk Mama. Aku tidak peduli dengan orang-orang yang masih di gedung dan mungkin sedang melihatku dari kejauhan.

"Loh, kok, nangis. Jangan nangis, Sayang. Nanti maskara kamu luntur," kata Mama mencoba untuk menghiburku.

Ini bukan mimpi. Mama peduli denganku, Mama menyayangiku. Dia mau meluangkan waktu untuk melihatku di wisuda--meskipun Mama datang terlambat.

***

"Kita nggak pulang ke rumah dulu, Ma?" tanyaku ketika melihat Mama yang menyuruh supir taksi untuk berjalan terus ke depan melewati jalan yang seharusnya menuju rumah kami. Aku agak mendongak untuk melihat Mama yang hanya tersenyum sebagai jawaban atas pertanyaanku.

Memang sejak pulang dari acara wisuda aku selalu bergelayut manja di lengan Mama. Mengabaikan Pak supir yang menahan senyuman ketika melihatku yang manja kepada Mama dari kaca spion tengah. Mungkin Pak supir tersebut beranggapan bahwa aku terlihat kekanakan sekali. Ah, Peduli amat tentang penilaian orang lain, apa salahnya jika orang dewasa mengungkapkan bahasa kasih sayang kepada orang tua mereka?

"Mama lagi pengin jalan-jalan sama kamu seharian. Kita, kan, nggak pernah keluar bareng selama ini."

Aku tersenyum mendengarnya. Ini benar-benar hadiah kelulusan yang terbaik dari Tuhan. Kami tiba di salah satu mal yang letaknya di pusat kota.

Mama menyuruhku memilih baju apa saja yang aku suka dan menyuruhku segera ganti baju karena aku masih mengenakan kebaya sejak pulang dari acara wisuda tadi.

"An, ini kayaknya bagus, deh. Kita beli aja, ya, yang ini. Kamu couple-an sama Mama, ya?"

Aku melihat Mama yang antusias memilih baju polos berwarna putih dengan gambar hati merah besar di tengahnya. Aku pasrah dan mengiyakannya saja keinginan Mama. Walaupun itu agak childish, sih. Hehe. Mama memutuskan membeli dua baju sama persis itu dan melakukan pembayaran.

Aku tertawa ketika melihat Mama keluar dari bilik kamar mandi dan sudah mengenakan baju yang sama persis seperti yang sedang kukenakan saat ini.

Bagaimana tidak aku tertawa. Baju couple biasanya di gunakan untuk pasangan kekasih yang sedang dimabuk cinta, tetapi kali ini yang memekai adalah pasangan anak dan ibu.

Setelah itu Mama mengajakku membeli sepatu. Dan tentu saja semuanya GRATIS! Karena Mama yang membayari ini semua. Aku membeli dua flat shoes berwarna krem dan satu sneakers untuk hang out.

"Mama serius mau ambil itu?" tanyaku terheran-heran ketika Mama mengambil high hels dengan hels setinggi sepuluh senti. Mama tidak menggubris perkataanku dan sibuk mengancingkan tali di belakang hels tersebut. Aku memijit keningku, ternyata Mama lebih gaul daripada diriku ini.

"Gimana? Cantik nggak?" tanya Mama setelah mengenakan high hels setinggi sepuluh senti itu. Aku meringis melihatnya. Bagaimana jika nanti Mama encok?

Dengan refleks aku menangkap tubuh Mama yang terhuyung ke depan ketika mencoba berjalan dengan menggunakan high hels tersebut. Kami berdua tertawa dan akhirnya Mama memutuskan untuk membeli flat shoes saja.

Hampir empat jam lamanya kami memutari mal ini, rasanya aku sudah puas berbelanja ini itu, membeli banyak baju dan tas, serta sepatu. Kami juga meluangkan waktu untuk menonton film di bioskop bersama. Dan tentunya Mama yang membiayai ini semua!

Senyum lebarku tidak pernah luntur dari tadi, hari ini benar-benar hari terbaik dalam hidupku. Terima kasih, Tuhan!

"Ini, kan, Anha Days." Begitulah kata Mama.

Kali ini sebelum pulang ke rumah Mama mengajakku untuk mengisi perut kami di salah satu restoran mal sini.

Aku yang memilih tempat duduk, sedangkan Mama yang memesankan makanan.

Dari kejauhan aku mengamati Mama, sosok anggun dan lembut yang selama ini jarang kuperhatikan karena renggangnya jarak antara kami berdua.

Aku mengamati rambut hitam Mama yang selalu diikat rapi dan tampak beberapa helai rambutnya yang berwarna putih terlihat namun ia timpa dengan cat rambut berwarna hitam sehingga hanya ujung kepalanya yang terlihat ubannya samar.

1
⚞ል☈⚟ MymooN
maaf thor jd bingung nih. yg diceraikan dimalam pertama saya udah rapi baca. jd yg ini harusnya dibaca duluan ya ?
Cobain 77
Kecewa
Cobain 77
Buruk
Jannah Cantik
novel yg dulu selalu ak tunggu kelanjutannya sampe ak gak bisa tenang
🔵🐌Ay Yana2
piye kabre tor ,izin baca lagi ,,dulu baca masih d tahun 2020 akhir kayanya
RithaMartinE
luar biasa
Nursamsi Mci
udah ngulang baca yg ke 3x nya,wlu ceritanya ber alur lambat,tp ttp setia baca ulang,krn benar2 ngena dan trasa nyata.lebih2 saat Anha di selingkuhi,ya Allah kerasa sakit nya smpe kayak tersayat hati ku😭
Ms. Belle
lanjutan dari bab ini mana lagi ya?
dulu pernah baca sampe udh punya anak Anha nya.. hehe

pengen baca lagi nihh, ada yg tau gak lanjutan nya dmn?
Mayangsu: hai kak. Lanjutannya judulnya: Diceraikan di Malam Pertama ya. Ada di akunku. Pencet aja profilku ini
total 1 replies
Adriana
9
Mayangsu
danmu danmu
Endah Dwika
udah jodohkan aja Anha dan hamkan thooorr
Endah Dwika
buat anha hidup bahagia nantinya toor dan buat ikram menyesal seumur hidup nya
Endah Dwika
kok aku deg degan ya baca bab2 ini jangan2 ikram memang selingkuh kasihan ana
Auristela Allisya
aku g' tau cara nya cari novel "dinikahi berondong kaya"
udah coba ta' ketik sana sini ko' g' bisa2.
author ayolah bantu aku yg hampir putus asa ini
Titin
jujur thor kdg suka bingung sama nih titik2 ****** apaan yak
Titin
kebyanyak emg laki2 kayak pemikiran si ikram ini banyak loh.. membandingan dirinnya yg suci. harus dpt yg lebih pulak..
Titin
Saharusnya kamu jujur anha.. jika ikram memang mencintai kamu dia pasti akan menerima kamu apada nya.
Titin
sy suka novel nya thor...
Ayu Ap
ijin promo ya thor

jangan lupa mampir juga di ISTRI BAYARAN.
trims
Zerazat
kok baca Anha kencan sama Sean,aq kok nggak suka banget ya nggak sreg sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!