NovelToon NovelToon
Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Status: tamat
Genre:Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aylis

Kehidupan mewah dan sempurna yang selalu membuat semua orang iri pada gadis cantik bernama lengkap Ainsley Setya Belen namun itu semua bagaikan cangkang emas tak berisi saat kesempurnaan yang di lihat hanya menyimpan air mata di balik nya.

"Sean, cukup...
Sakit..." tangis nya memohon pada pria yang sedang menghukum nya.

"Sudah ku katakan, bukan? Aku tak suka di langgar! Kau tak mematuhi ku dan harus di hukum!" jawab Sean dengan amarah pada gadis nya.

Pria dengan nama lengkap Sean Justin Xavier yang merupakan pewaris dari perusahaan ternama namun menyimpan sisi gelap yang tak semua tau.

Memberi seluruh cinta dan hati nya pada pria yang juga mencintai nya namun memiliki sifat posesif yang di luar batas membuat nya bagaikan berjalan diatas es yang tipis.

Saat gadis itu berhati-hati dalam langkah nya tanpa sengaja ia menarik benang lain yang membuat hidup nya menjadi lebih menyakitkan.

Menarik perhatian pria Mafia berdarah dingin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aylis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Poor Girl

Hening....

Tak ada satupun suara di apart mewah itu lagi, saat gadis itu sudah semakin kehilangan kesadaran. Tangan nya terus saja mengeluarkan cairan merah kental yang tiada henti.

Rasa sakit nya hambar, gadis itu tak mampu lagi membedakan mana rasa sakit di tangan nya atau rasa sakit di hati nya.

......................

Sation Company.

Pria itu terlihat begitu sibuk mencari tau alamat IP dari penelpon yang meneror kekasih nya hingga ia tak dapat mendengar deringan ponsel nya sejak tadi.

"Alamat nya sangat sulit di temukan! Dia memakai alamat yang berada di Kongo!" ucap salah satu staf saat memeriksa alamat IP yang diminta atasan nya.

"Sial!" umpat Sean memaki saat tim yang ia tegaskan tak mampu mencari keberadaan si penelpon.

Ia pun mulai memeriksa ponsel nya lagi dan melihat begitu banyak panggilan tak terjawab dari kekasih nya.

Awalnya Sean ingin mengabaikan panggilan itu dan tetap mencari, ia berpikir jika Ainsley hanya sedang ketakutan di tinggalkan saja, maka nya terus menerus menelpon nya.

Namun firasat nya berkata lain, ia tak bisa membiarkan begitu saja, pria itu pun mencoba menelpon kembali kekasih nya namun tak ada jawaban.

"Sekarang dia yang marah?!" ucap Sean berdecak kesal saat tak ada panggilan yang di terima gadis itu.

"Cari tau segera dan temukan informasi apapun yang dapat membantu!" perintah Sean pada seluruh bawahan nya dan bergegas menuju ke apart kekasih nya.

Ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh sembari terus menelpon gadis nya itu. Ada perasaan kesal, bersalah, dan khawatir menjadi satu.

Ia terus saja mengingat wajah memelas gadis itu meminta nya untuk tak pergi dan terus meraih tangan nya, namun yang ia lakukan malah mendorong tubuh gadis nya berulang kali.

......................

Apart Winter Garden.

Pria itu langsung bergegas menemui kekasih nya.

"Ainsley!!!" panggil nya dengan suara yang menggema di apart tersebut.

Hening....

Rasa nya seperti perasaan dejavu saat ia mendapati gadis itu overdosis obat tidur. Perasaan nya semakin bingung dan mulai menelusuri apart mewah tersebut hingga...

Deg...

"Ainsley?" panggil nya lirih, ia begitu terkejut saat melihat gadis itu tergeletak di lantai dengan tangan yang berlumuran darah.

Cairan merah kental itu begitu kontras dengan warna putih dari lantai ruangan itu.

"Hey? Kenapa jadi seperti ini?" ucap Sean dan langsung meraih tubuh kekasih nya.

Tangan nya hampir gemetar melihat wanita yang ia cintai dalam kondisi seperti itu.

Pria itu pun langsung membawa gadis itu menuju rumah sakit agar segera mendapatkan perawatan.

......................

Rumah sakit.

Perasaan nya begitu khawatir, terbesit rasa menyesal karna sudah meninggalkan gadis nya sendirian, ia juga melihat beberapa luka lebam di wajah dan tangan gadis itu.

Ainsley yang berusaha menahan pukulan sang ibu tentu saja meninggalkan bekas di kulit putih nya.

Mata pria itu kosong menatap ke arah ruang operasi yang sedang menyambungkan kembali nadi yang terputus karna gadis itu tak menginginkan lagi kehidupan nya.

Tak lama pun dokter yang menangani Ainsley keluar dan berbicara dengan Sean, ia sebenarnya perlu berbicara dengan wali gadis itu. Namun karna Sean yang mengaku sebagai walinya dokter tersebut pun mulai memberitahu masalah yang sedang terjadi.

"Pasien sangat membutuhkan darah saat ini, namun untuk golongan darah nya sendiri ini sangat langka. Dia memilki golongan darah AB- dan rumah sakit tak menyediakan darah tersebut. Mungkin dari saudara pasien yang lain ada yang memiliki golongan darah yang sama?" tanya dokter yang masih mengenakan seragam hijau muda nya dari meja operasi.

"Entahlah...

Aku akan coba hubungi yang lain..." jawab Sean lirih yang hampir linglung.

Ia pun segera menghubungi Fanny, ibu dari kekasihnya dan memberitahu semua yang sedang terjadi.

Fanny yang mendapat telpon pun sontak terkejut dan langsung menuju ke RS.

"Bagaimana keadaan nya?! Dasar anak gila! Mau mati pun menyusahkan!" ucap Fanny di tengah panik.

Sean pun menatap ke arah wanita paruh baya yang tak terlihat tua sama sekali itu.

"Kau ini ibu nya bukan sih?! Dia sekarat!" marah Sean sembari menunjuk ke arah pintu ruang operasi.

"Ckk!" decak Fanny kesal.

"Dia butuh darah...

Mungkin dari salah satu keluarga nya ada yang memiliki golongan darah yang sama..." ucap Sean lirih saat teringat dengan gadis yang memiliki golongan darah langka.

"Tak sama! Golongan darah ku tak sama dengan nya! Lagi pula kenapa dia seperti ini sih?! Selalu menyusahkan!" jawab Fanny ketus.

"Kalau begitu yang lain? Apa kau tak bisa berhenti memaki nya?!" tanya Sean yang tak habis pikir.

"Aku akan hubungi pihak rumah sakit yang lain, jangan beritau ayah nya dan jangan sampai media tau! Aku tak mau karna ulah kekanakan nya membuat nama keluarga Belen menjadi rusak!" decak Fanny dan berlalu mengurus masalah media agar tak di ketahui publik.

Karna keluarga nya yang berbasis pejabat dan Ainsley sendiri yang merupakan publik figur tentunya masalah seperti ini akan dapat menimbulkan masalah.

Sean tak bisa berkata apa-apa dan benar-benar tak habis pikir dengan ibu kekasih nya yang malah memikirkan masalah media dari pada putrinya yang hampir sekarat.

Ia pun mengambil ponsel nya dan segera menelpon bawahan nya.

"Cari golongan darah AB- sekarang juga! Saat menemukan nya, tak peduli dia mau anak-anak tau dewasa kau harus dapatkan darah nya!" perintah Sean pada Niel yang merupakan bawahan yang sudah bersama nya sejak awal ia memasuki perusahaan.

"Kalau orang itu menolak?" tanya sekertaris Jhon pada Sean dari telpon.

"Bunuh saja! Dan ambil darah nya!" perintah Sean kesal karna bawahan nya yang masih memperdulikan apakah orang tersebut akan menolak atau tidak.

Perusahaan nya yang bergerak di bidang IT tentu nya memiliki beberapa data warga sipil yang tersimpan, dan Sean memanfaatkan hal itu untuk membuat kekasih nya tetap hidup.

......................

Mansion Richard.

Pria masih sangat berfikir tenang dan memikirkan cara agar bisa memainkan gadis malang itu lagi, namun pikiran nya langsung buyar dan terhenti saat Jhon melaporkan keadaan gadis itu yang sekarat karna mencoba bunuh diri.

"Sial! Berani sekali dia mati tanpa izin ku!" ucap Richard geram ia merasa hewan peliharaan nya lepas dan masuk kedalam sumur.

"Saat ini dia sedang membutuhkan darah...

Golongan darah nya termasuk golongan darah yang sulit dicari." jelas Liam pada atasan nya.

"Cari golongan darah yang sesuai dan berikan pihak rumah sakit!" perintah Richard.

"Saya sudah mendapatkan data jika ada bayi yang masih berumur dua bulan memiliki golongan darah yang sama dengan nona, apa kita perlu memakai nya?" tanya Liam lagi.

"Ya, gunakan darah bayi itu saja!" jawab Richard yang tak memperdulikan jika nyawa bayi suci tersebut melayang begitu saja.

"Baik!" jawab Liam patuh dan langsung bergegas melaksanakan apa perintah atasan nya.

......................

Suasana Rumah Sakit begitu mencekam karna pria itu masih sibuk mencari golongan darah yang sesuai agar gadis nya bisa selamat.

Drrtt...drtt...drtt...

"Kami sudah temukan AB- yang bisa di donorkan pada nona." ucap sekertaris Jhon dari telpon.

"Kalau begitu ambil darah nya segera!" jawab Sean pada bawahan nya dan mulai terdapat nya secercah harapan di hati nya.

Belum sempat darah yang ingin ia gunakan datang, sang dokter pun sudah lebih dulu menghampiri dan mengatakan jika rumah sakit sudah memilki stok darah untuk gadis itu. Dan tentu nya hal ini dapat terjadi karna sang Mafia yang bermain di balik layar.

"Sudah ada?" tanya Sean sekali lagi.

"Benar pak, kami sudah menemukan yang sesuai dengan pasien." jawab sang dokter dan kembali masuk bergabung dengan dokter lain nya.

Setelah beberapa jam...

Kini gadis malang itu sudah di pindahkan keruangan rawat inap.

Sean terus saja memandang lekat wajah kekasihnya yang terlihat sangat pucat.

"Apa sih yang kau pikirkan? Kenapa bisa sampai melakukan hal ini? Hm?" tanya pria itu lirih sembari mengelus puncak kepala gadis nya dengan lembut.

Ia pun keluar lagi untuk menyelesaikan beberapa hal yang tertunda.

Setelah menyelesaikan masalah media dan menyembunyikan hal ini dari Mike yang tak lain adalah suami nya sendiri dan ayah dari putrinya Shelly pun ke kamar perawatan gadis itu dan menatap nya.

"Kenapa mau mati pun menyusahkan?! Hm? Apa kau tak bisa tak membuat masalah?! Dasar pembawa sial!" ucap nya lirih dengan bibir gemetar.

Terbesit perasaan bersalah di hati nya namun, rasa egois dan benci pada gadis malang itu juga sangat besar. Ia tau jika itu bukanlah kesalahan Ainsley, namun ia sudah terbiasa menjadikan gadis itu sebagai objek kemarahan dan pelampiasan rasa benci nya terhadap sang suami.

Tangan nya mulai menggapai ke arah kening gadis itu, ia tak tau kenapa bisa merasa gemetar dan tersentuh hanya karna melihat hal yang sangat ia inginkan terjadi.

Wanita itu pun menarik lagi tangan nya, selama 22 tahun ia tak pernah memeluk ataupun mengelus kepala gadis itu. Tak pernah memberi sedikitpun kasih sayang sebagai seorang ibu.

"Aku seperti ini bukan karna salah ku! Salahkan saja ayah mu yang brengsek itu! Kau seharusnya tak pernah lahir! Aku seharusnya membunuh mu sejak awal!" ucap wanita itu sembari menghapus air mata nya dengan kasar dan berlalu keluar dari ruangan itu.

Ia tak tau kenapa hati nya terasa sakit dan mengeluarkan air mata, namun yang jelas ia tau ia sangat membenci gadis malang itu karna membuat nya terus terjebak dengan sang suami.

...****************...

Haii...

Othor menyapa para readers kesayangan othor 👋👋👋

Cerita ini up nya dua atau tiga hari sekali yah👌👌👌

Selamat membaca♥️♥️♥️

1
ZrLee Darman
maaf aku cma kasi Bintang dua...kr aku ga' terima Ricard metong 😭
Bahreil Ajah
zaaaaa
Bunny
bagus sii, smpe bikin nangis Bombay apalagi pas part Rhicard relain jantungnya🥲 cinta dia ke istri lebih besar dari anak kandungnya sendiri. awalnya aku ga rela kalau bakalan sama Rhicard eh pas part akhir ternyata impas. dapet semua🥰 很好!
Dian Novita
😭😭😭😭😭... banyak novel ku bc cm ini yg buat aku nangiss... 😭😭😭
Shifa Burhan
perbedaan pelakor dan pebinor

*pelakor triknya kebaca dan terang2an dan menampakkan sifat aslinya yang murahan, dia akan memanfaatkan kecantikan dan tubuhnya, merayu suami orang,

*pebinor ini yang susah trik sangat licik dan halus mereka akan mendekati secara perlahan dan coba mendapatkan simpati istri dan perlahan membuat salah paham dan membuat rumah tangga orang hancur secara perlahan, dan setelah dapat celah dia akan datang sebagai pahlawan, dan secara perlahan dia akan merebut simpati istri orang, cara pebinor sangat licik sehingga susah di antisipasi karena kebanyakan wanita jablay malah akan kebaperan dengan sosok ini

contohnya sean adalah biang dari kematian richard dia perlahan mendekati istri richard dan membuat richard salah paham dan terbawa emosi sehingga richard melakukan kesalahan karena salah paham dan cemburu dan karena istrinya terus membela sean, dan akhirnya terjadilah tragedi yang membuat richard berkorban untuk istri dan anak bisa tetap bisa bersatu dan setelah sean kembali melancarkan aksinya dia perlahan mendekati dan akhirnya misinya berhasil merebut istri orang
sekian
Yaayaaa🌸
Kecewa
Yaayaaa🌸
Buruk
Yaayaaa🌸
sukaaakkk🤗😍
°☆Rensayoranabel☆°
semuanya sama sama sakit, yang lebih sakit itu readernya/Frown/
Mariam R RIa
hadir
Devi Azhara
LBH baik milih Richard dr PD Sean.
Devi Azhara
punya mama kayak gitu lebih baik jadi anak yatim piatu.
Deni Mahrani
wow
Cinta Rodriques
yg cocokx diluar ne nama dan ceritax....thour ...g cocok diindo.
Mom Three F
kapan berakhirnya pikiran ashley
Mom Three F
dari awal cerita,lebiu condong ke richard...kenapa ya?mungkin krn macho, visi misinya jelas,,, suka karakter yg setrong pokokny
Mom Three F
bagus banget...
Dam Dyy
jngn jadikan sean sad boy
Dam Dyy
gitu gitu aja terus sembuh kambuh lagi sembuh kambuh lagi🤣
Dam Dyy
bisa gk thor toko mafia ny dgnti soal ny kek bnci prasaan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!