"Aku alergi pada wanita. Kau paham sekarang?" -Nick Kyler-
"Aku tidak percaya! Mana ada alergi seperti itu?" -Bianca Arthur-
Nick Kyler, seorang pria kaya yang memutuskan untuk menyepi di sebuah pulau, setelah kisah cintanya bersama Bellinda kandas.
Penyakit "alergi pada wanita" yang dialami oleh Nick juga menjadi salah satu alasan Nick pergi dari hingar-bingar kehidupan kota metropolitan. Nick hanya ingin menyepi dan hidup sendiri dalam ketenangan
Namun, semua niat Nick menjadi terusik saat tiba-tiba seorang gadis datang dan tersesat di pulau miliknya.
Bianca Arthur, seorang desainer yang tak sengaja tersesat ke pulau pribadi Nick saat sedang berlibur.
Sifat Bianca yang manja dan kekanakan kerap membuat Nick emosi dan menimbulkan perseteruan diantara mereka.
Apakah rasa benci Nick pada Bianca akan berubah menjadi sebuah rasa cinta?
Apakah penyakit "alergi pada wanita" yang dialami Nick akhirnya sembuh setelah pertemuan Nick dengan Bianca?
Lalu, siapakah sebenarnya Bianca Arthur?
Rahasia apa yang disembunyikan Bianca dari Nick?
Masih bagian dari "Suami Bayaran Nona Bellinda"
Cerita tentang Nick Kyler yang alergi pada wanita karena trauma masa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SUGESTI
Suara air hujan yang mengguyur bumi masih terdengar jelas dari luar gubuk. Nick dan Bianca masih sama-sama duduk di dapur dan sama-sama diam. Bianca hanya memainkan jarinya di pinggiran cangkir yang ada di atas meja.
Sedangkan Nick masih duduk seraya menopang dagunya dengan tangan, dan matanya menatap pada jendela kaca yang semakin buram terkena percikan air hujan.
"Jadi, ada apa sebenarnya denganmu?" Bianca buka suara dan memulai sebuah percakapan.
"Apanya yang ada apa?" Sahut Nick tak paham.
"Tentang alergimu pada makhluk bernama wanita. Apa itu sungguhan?" Bianca menatap wajah Nick yang sebenarnya cukup tampan untuk ukuran seorang pria.
Bukankah seharusnya Nick sudah menikah dan bisa dengan mudah mendapatkan seorang wanita cantik, jika melihat parasnya yang tampan?
"Kau pikir aku mengada-ada?" Nick mendengus kesal.
"Tapi pasti ada penyebabnya kenapa kau bisa alergi pada wanita, hingga wajahmu pucat pasi hanya karena aku memelukmu," tanya Bianca yang terlihat semakin penasaran.
"Ya. Itu ada hubungannya dengan masa lalu kelamku. Dan aku rasa, aku tak perlu menceritakannya kepadamu," jawab Nick tegas dan melempar tatapan tajam ke arah Bianca.
"Aku pendengar yang baik, Nick! Dan aku bukan tukang gosip. Jadi kau bisa menceritakan apapun kepadaku," Bianca masih tak menyerah untuk memaksa Nick.
Sepertinya wanita itu benar-benar penasaran dengan masa lalu Nick.
"Sudah kubilang aku tidak mau menceritakannya!" Tegas Nick masih menatap tajam ke arah Bianca.
"Tidur sana!" Usir Nick selanjutnya.
"Aku akan tetap duduk disini sampai kau mau menceritakan semuanya kepadaku!" Ucap Bianca keras kepala. Wanita itu bersedekap dan membalas tatapan tajam Nick.
Sesaat tatapan tajam keduanya saling bertemu.
"Terserah saja! Aku yang akan tidur kalau begitu!" Tukas Nick akhirnya seraya beranjak dari duduknya. Pria itu menuju ke ruang depan dan berbaring menatap langit-langit gubuknya.
Rasa kantuk Nick benar-benar sudah menguap tak tahu rimbanya. Sekuat apapun Nick mencoba untuk tidur, pria itu tetap tidak bisa tidur malam ini.
Brengsek!
Sialan!
"Nick, aku tidak bisa tidur," keluh Bianca yang kini membawa bangku kecil untuk duduk di dekat Nick.
"Kau sendiri yang menenggak kopiku hingga habis, dan sekarang kau mengeluh tidak bisa tidur! Apa ini juga salahku?" Sergah Nick bersungut-sungut.
"Aku hanya curhat. Kenapa kau marah-marah seperti wanita sedang PMS begitu?" Cebik Bianca memainkan kedua jari telunjuknya.
Nick tidak menyahut dan masih menatap langit-langit gubuknya.
"Aku rasa alergimu itu hanya sebuah sugesti negatif dari dalam dirimu sendiri," ujar Bianca berpendapat.
"Apa maksudmu?" Kali ini Nick sungguh tidak tahan untuk tidak menanggapi.
"Kau sendiri yang menyugesti dirimu, kalu kau itu takut pada wanita. Lalu otakmu merekamnya di alam bawah sadar, dan mengirimkan sinyal kalau kau akan muntah-muntah, mual, pusing, bahkan pingsan saat berdekatan dengan wanita," tutur Bianca panjang lebar, memaparkan teorinya.
"Aku benar-benar alergi pada wanita!" Nick masih bersikeras.
"Kau tahu? Aku mual dan muntah-muntah setelah menggendongmu dari pesawat ke gubukku," sambung Nick lagi mulai bercerita.
"Tapi malam ini kau baik-baik saja, meskipun kau menggendongku dari hammock sampai ke teras," sergah Bianca seolah sedang mematahkan semua pernyataan Nick.
"Aku juga tidak tahu tentang itu," lirih Nick yang kini sudah bangun dan ganti duduk di sofa.
"Bagaimana dengan wanita bergaun biru yang kau bakar fotonya kemarin itu? Kau alergi juga pada wanita itu?" Tanya Bianca menyelidik.
Nick menggeleng cepat.
"Aku baik-baik saja saat bersamanya ataupun memeluknya," suara Nick tercekat di tenggorokan.
Kelebat kebersamaan dirinya bersama Bellinda kembali menari-nari di pikiran Nick.
Tak bisa dipungkiri, kalau sebenarnya Nick masih saja menyimpan perasaan pada Bellinda.
Ya ampun!
Kapan Nick akan move on?
"Itu artinya kau memang tidak alergi pada wanita, Nick! Kau hanya perlu menyugesti dirimu sendiri dan terus merapalkan dalam hati kalau Nick tidak alergi pada wanita. Maka semua ketakutan dan efek-efek negatif yang menguasai pikiranmu itu perlahan akan menguap pergi," nasehat Bianca panjang lebar.
"Apa kau seorang psikolog?" Tanya Nick tiba-tiba tersenyum sinis pada Bianca.
"Bukan! Aku desainer," jawab Bianca cepat.
"Lalu kenapa kau memaparkan teori tentang psikologi, kalau memang kau seorang desainer? Kenapa tidak menjahit baju saja agar kau tidak terus-terusan meminjam bajuku!" Cecar Nick masih sinis.
"Aku hanya memberimu saran. Apa masalahnya?" Ujar Bianca mencari pembenaran.
"Aku tak butuh saranmu!" Sahut Nick ketus.
"Oh ayolah, Nick! Kau tidak bisa terus-terusan dikendalikan oleh ketakutanmu itu! Jadilah pria normal! Apa kau tidak mau membangun sebuah keluarga dan mempunyai anak-anak yang lucu?" Bianca masih memaksakan kehendaknya.
"Tidak perlu sok tahu dengan hidupku. Aku bahagia hidup sendiri di pulau ini! Sebelum akhirnya kau datang dan mengacaukan semuanya!" Sergah Nick ikut-ikutan keras kepala.
"Munafik!" Sentak Bianca yang kini sudah bangkit dari duduknya.
"Kau itu kesepian. Itulah makanya, kau mengajakku berdebat setiap hari!" Sambung Bianca berpendapat.
"Sikapmu menyebalkan! Jadi wajar jika aku harus mengomel setiap hari kepadamu!" Kilah Nick yang lagi-lagi mencari alasan dan pembenaran.
Bianca ganti mengambil duduk di sebelah Nick. Pria itu langsung beringsut mundur.
"Jangan dekat-dekat!" Gertak Nick galak.
Pria itu hendak beranjak berdiri, namun secepat kilat Bianca mencegahnya.
"Kau akan baik-baik saja, Nick!"
"Lepaskan aku!" Nick berontak.
"Tetaplah duduk disini, dan kita buktikan kalau kau itu baik-baik saja dan tidak alergi pada wanita!" Bianca tetap bersikeras.
"Aku tidak bisa!" Wajah Nick berubah pucat.
Perutnya serasa diaduk-aduk. Seperti ada kupu-kupu yang beterbangan di perut Nick sekarang.
Nick ingin muntah sekarang.
"Awas, minggir!" Nick bangkit dengan cepat dan berlari menuju ke arah kamar mandi.
Tak berselang lama terdengar suara Nick yang sedang muntah-muntah dari dalam kamar mandi.
Bianca hanya memutar bola mata dan menghela nafas malas. Wanita itu berbaring di sofa dan berdecak tak percaya.
Bagaimana mungkin ada pria sejenis Nick di muka bumi ini?
Bianca sudah memejamkan matanya saat Nick kembali ke ruang depan.
"Dasar wanita kurang ajar!" Gerutu Nick sebal.
Nick meraih selimut yang terjatuh di lantai dan segera membentangkannya untuk menutupi tubuh Bianca yang sudah tertidur pulas.
"Awas kau! Jika sekali lagi memaksa dekat-dekat denganku, akan langsung aku lempar ke tengah laut!"
"Biar dimakan hiu sekalian!" Gerutu Nick sebal.
Pria itupun berlalu meninggalkan Bianca dan masuk ke kamar.
Bianca menyunggingkan senyuman di bibirnya masih dengan mata yang terpejam.
"Dasar kekanak-kanakan!" Gumam Bianca sebelum kembali melanjutkan tidurnya.
.
.
.
Harus diapain si Nick biar sembuh muntah-muntahnya 😂😂
Terima kasih yang sudah mampir.
Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.
perkosa aja pas Nick tidur 🤣🤣🤣
geregetan sama nick