Adelia Azzahra seorang gadis mandiri yang mampu mendirikan perusahaannya sendiri dari nol. Dia gadis yang cantik dan akan bertemu dengan Adam Wijaya seorang pembisnis handal yang dingin. Dulu Adam adalah seorang pria yang baik dan ramah. Dia berubah dingi karena saat hari pertunanganya gadis yang ia cintai tak kunjung datang. Dia sangat marah karenan ada seseorang yang mengirimkan foto gadis yang ia cinta tengah tidur bersama seorang pria. Sejak saat itu Adam tidak percara kepada wanita. Dan dia bersikap dingin kepada siapa saja yang mendekatinya.
Bagaimanakah kisah cinta antara mereka bisa berjalan
Yuk ikuti ceritanya.
happy reading 😊😊
by Diyah Nur Arroyan❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diyah nur arroyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Adel yang baru kembali ke ruangnya karena ia telah selesai rapat di kafe depan kantor nya dan ia lupa membawa ponsel nya.Adel yang baru sampai melihat ponsel nya.
" Hem ada apa mas Adam menghubungi?"
" Ya sudah lah aku hubungi saja lagi" ucap Adel yang menghubungi Adam. Tanpa menunggu lama panggilan Adel telah di jawab oleh Adam
" Mas Adam tadi menelfon ku ada apa? Apa ada yang penting?" Ucap Adel
" Tidak aku hanya ingi melihat wajah mu dan mendengar suara mu saja" Adam
" Ow ya sudah. Apa mas mau makan siang bersama?" Tanya Adel
" Boleh juga. Ok sekarang aku ke kantor mu tunggu lah di situ dan jangan beranjak dari kursimu" Adam yang bercanda dengan Adel.
" Ya baiklah cepat lah aku sudah mulai lapar" Sambung Adel dan mengakhiri panggilannya.
Adam siap siap untuk ke kantor Adel. Adel keluar ruangan dan menuju ruangan Agan.
" Agan aku ingin makan siang di luar dan mungkin aku tidak bisa kembali ke kantor" Ucap Adam di depan pintu ruangan Agan
" Tapi pak nanti setelah makan siang kita ada rapat dengan perusahaan S di restoran" Ucap Agan
" Aku serahkan kepada mu saja dan jangan lupa tolong hendel pekerjaan ku ok" Adam lalu meninggalkan ruangan Agan
" Bisa repot aku jika pak Adam sedang jatuh cinta" Agan yang memegangi kepalanya karena pusing atas tingkah laku Adam.
Adam keluar kantor dengan semangat 45. Setiap karyawan yang melihatnya menyapa dirinya dan di jawab dengan senyuman.
Adam telah sampai di parkiran mobilnya dan melajukan mobilnya menuju kantor Adel. Karena senang dia mengemudikan mobil nya dengan sedikit mengebut. Di tikungan jalan dia tak sengaja hampir menabrak seorang gadis.
Alhasil gadis yang hampir tertabrak olehnya pun kaget dan terjatuh di depan mobilnya.
" Maaf kan aku. Aku tidak sengaja. Apa kau tidak apa apa?" Tanya Adel yang telah keluar dari mobil nya.
" Apa kamu tidak punya mata. Kalau emang nggak bisa netir mending .... ngagak.... usah....pak Adam?" Tanya gadis tersebut yang marah marah kepada Adam namun saat melihat Adam ia malah gugup dan juga merasa senang.
Karena ia berniat untuk mencari Adam di kantornya namun dia malah bertemu dengan Adam di jalan.
" Maaf siapa anda? Apa kita saling kenal?" Tanya Adam
" sa6ya keyla pak. Anak pak Rama" Ucap Keyla. Ya gadis yang tidak sengaja hampir di tabrak Adam adalah keyla.
" Oh kau sekertaris pak Rama dan sekaligus anak nya itu. Eh apakah kau tidak apa apa?" Tanya Adam.
" Saya tidak apa apa pak hanya saja sedikit kaget saja dan saya rasa kaki saya terkilir juga" Ucap keyla sebenar nya kakinya tidak cidera sama sekali tapi memang ia sedikit terkejut.
" Baiklah mari saya antar ke rumah sakit" Ajak Adam yang ingin bertanggung jawab.
" Tidak usah pak kalau memang ingin membantu saya tolong antar saya saja di apartemen saya" Ucap keyla
"Baiklah kamu bisa berjalan kan? Mari saya bantu" Adam yang membantu menggandeng tangan keyla.
"Terima kasih pak" Keyla yang merasa senang di perhatikan oleh Adam.
Adam melajukan mobilnya menuju apartemen Keyla yang telah di beri tau alamatnya oleh Keyla sebelumnya.
Tak butuh waktu lama Adam telah sampai di apartemen Keyla .
"Silahkan duduk dulu pak Adam" Keyla yang ingin menahan Adam di apartemennya.
" Maaf keyla tapi saya harus pergi. Saya harus menjemput istri saya" Ucap Adam yang cuek ke Keyla.
" Saya permisi" Ucap Adam
Adam yang hampir keluar dari apartemen Keyla berbalik karena jerita Keyla
" aaaaaaaah" Keyla yang pura pura terjatuh.
" Apa kau tidak apa apa?" Tanya Adam yang merasa bersalah.
" Maaf pak Adam tapi saya hanya ingin mengbil minum saya haus" Ucap Keyla
" Tunggu lah disini biar saya ambilkan." Ucap Adam yang sudah membantu Keyla duduk di sofa kembali.
Di kantor Adel masih menunggu Adam namun sudah hampir sore Adam belum datang dan dari tadi Adel belum juga makan siang karena ingin makan siang dengan Adam.
Adel telah menghubungi Adam dari tadi namun tidak di angkat.
" Mas Adam di mana sih kok belum datang juga. Ponsel juga kenapa sih telfon ku dari tadi kok belum di angkat?" Adel yang terus menghubungi ponsel Adam.
Adam dari tadi di apartemen Keyla karena merasa bersalah dia tidak bisa meninggalkan Keyla . Tanpa ia sadari ponselnya tertinggal di mobil nya.
"Kamu di mana sih mas? Tadi nggak di angkat sekarang nggak aktif" Ucap Adel yang merasa marah karena Adam tidak menepati janjinya dan tidak memberi kabar Adel.
Adel masih setia menunggu Adam di kantor nya.Tanpa ia sadari waktu sudah menunjukan pukul 6 sore dan Adam belum juga datang sampai sekarang.
" Permisi bu Adel saya ingin pamit pulang karena pekerjaan saya telah selesai" Ucap Nanda sekertarisnya.
" Oh iya Nanda silahkan pulang dan terima kasih ya" Ucap Adel.
" Apa ada yang ibu butuhkan sebelum saya pulang?" Tanya Nanda.
" Tidak Nanda terima kasih banyak " Ucap Adel yang masih melihat layar leptopnya
" Baik bu saya permisi" Ucap Nanda dan di jawab anggukan serta senyuman dari Adel.
Nanda yang ingin keluar ruangan Adel terhenti di depan meja yang berada tepat di depan sofa dan ia melihat makanan yang di siap kan oleh nya belum di sentuh sama sekali oleh Adel.
* Apa suami bu Adel nggak jadi datang ya? Kenapa makanan nya masih berada di tempatnya dan tak di sentuh olehnya sama sekali?* Guman Nanda dalam hati.
Karena takut salah Nanda pun hanya memandang Adel sekilas lalu keluar ruangan Adel untuk pulang kerumah nya.
Saat sampai di depan lobi kantor Nanda terhenti karena memikirkan Adel.
" Apa aku menunggu bu Adel saja ya? Bu Adel kan juga tidak bawa mobil. Terus nanti kalau pulang giman? di kantor juga sudah tidak ada orang hanya satpam saja yang berjaga di luar. Aku menunggu bu Adel saja lah" Ucap Nanda yang berabalik dan masuk kembali ke kantor menemui Adel.
" lho Nanda kamu belum pulang? Tadi kan sudah pamitan kenapa masih di sini?" Tanya Adel
" Apa saya boleh menunggu mu di sini Del? Jujur saja aku kawatir dengan kamu jika kamu sendirian di sini" Ucap Nanda.
Nanda sebenarnya Adalah sahabat Adel saat masih kuliah dulu mereka selalu bersama dan berjuang menemani Adel membangun perusahaan Adel yang saat ini.
" Ayo lah Nanda aku tidak apa apa kenapa kamu harus kawatir saya baik baik saja kamu lihat kan" Ucap Adel yang berdiri dari kursinya dan menuju Nanda yang masih berdiri di depan meja kerjanya.
# selamat membaca ya kak
# terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏
mulai deh pelakor nya
sebagai tokoh cep gak memiliki karakter yg kuat
terlalu lemah mudah di jebak.. maaf thor... bye bye
seharusnya sebagai ceo
punya bodyguard atau orang kepercayaan. biar bisa jd tameng gak mudah tersentuh
ini sekretaris nya malah gak ikut di acara penting
kita greget cerita nya
sabah serawak NKRI hartoni 8000aplikasi.