NovelToon NovelToon
Salah Tanggung Jawab

Salah Tanggung Jawab

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:26.4k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Terlukanya hati Istri dan Anak saat Ayahnya memilh lebih memperhatikan kebahagian saudara dan keponakannya, dan mengabaikan tanggung jawabnya kepada istri dan anak anaknya.


"Sedikit sedikit uang sedikit sedikit yang kalian minta, kalian pikir saya ini mesin pencetak uang." Bentak pak Galih kepada anak sulungnya yang minta uang bayar SPP.


"Ini lagi mama kalian nggak becus jadi ibu, taunya cuma nadang doang, nggak bisa usaha cari uang, bisanya cuma mengemis sama suami." hina pak Galih kepada sang istri.


Ingin tau kelanjutannya, ikuti terus cerita mamak ya..... 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Lima

Satu bulan berlalu, pak Galih konsisten dengan ucapannya, dia tidak pernah menyerah untuk meluluhkan hati anak anak dan istrinya.

"Hari ini kita makan di luar yuk."ajak pak Galih yang baru pulang kerja.

"Nggak usah, makanan mama lebih enak." ucap Gibran, anak itu akan selalu membantah sang papa.

Pak Galih tersenyum lembut, dan mengusap sayang puncak kepala sang putra bungsu.

"Papa tau, masakan mama memang paling enak, sesekali kita juga boleh lah makan di luar, sekalian main di taman bermain." bujuk Pak Galih.

"Main di Timezone seperti waktu sama om Riki, Ganen dan Ayu? " ucap Gibran berbinar, ingat tentang saat di ajak tetangganya itu.

Hati pak Galih lansung berdenyut nyeri mendengar nya, itu juga salah satu, yang membuat anak anaknya semakin jauh darinya.

"Maafin papa." gumam pak Galih dengan rasa bersalah yang sangat teramat dalam.

"Iya, nggak apa apa." santai Gibran.

"Papa tau nggak, waktu itu kami pergi ke Timezone, abang main basket sama om Riki, abang sangat jago main basket, abang sampai tertawa lepas, dia juga main motor balap sama om Riki, ahhh.... Pokoknya seru banget deh waktu itu, setelah puas bermain, kami di ajak makan es krim, lalu di ajak makan makanan Jepang, mama juga di ajak beli baju sama tante Rina." ucap Gibran berbinar binar.

"Ternyata mall itu gede sekali ya, di sana sangat bersih, dan juga dingin, om Riki dan tante Rina memang orang baik, mereka selalu memberikan kki hal hal baru." puji Gibran, anak laki laki itu selalu bisa membungkam sang ayah dengan kepolosannya.

Hati pak Galih di buat semakin bersalah, dulu mata hatinya terlalu buta, dia fikir yang wajib di nafkahi itu ibunya, istri dan anaknya adalah urusan belakangan, terlalu penurut dengan ucapan sang ibu, dia mengabaikan anak anak dan istrinya, memilih membahagiakan adik dan keponakannya, karena mereka sedarah, yang tidak akan terpisahkan, sungguh kebodohan yang membuat anak dan istrinya semakin jauh darinya.

Wajar istri dan anak anaknya jauh dan masih susah untuk dia taklukan, sudah terlalu lama dia melukai hati istri dan anak anaknya, kini saatnya dia yang berjuang untuk mengambil hati anak anak dan istrinya.

"Papa akan menebus satu persatu waktu yang telah terbuang sia sia, walau semua tidak akan pernah sama lagi, maafin kebodohan papa." ucap pak Galih dengan wajah penuh rasa bersalah.

"Katanya mau ajak makan di luar, ayo... Jalan, sudah lapar nih." keluh Laras mengalihkan pembicaraan yang membuat mereka kembali mengenang rasa sakit itu.

"Hah.... Iya, papa sampai lupa, ayo kita jalan." ajak pak Galih dengan ekspresi kembali seperti semula, namun ada rasa luka teramat dalam di matanya.

"Ganti pakaian dulu lah, masa pakai baju ini." cemberut Gibran yang hanya memakai celana pendek dan kaos tanpa lengan.

Semua jadi tertawa dengan tingkah Gibran itu, anak itu selalu bisa membuat orang tertawa sekaligus membuat merasa bersalah, buktinya ayahnya sendiri yang selalu di pukul habis oleh bocah sembilan tahun itu.

"Ayo bang, kita main motor balap." pekik Gibran kesenangan.

Gibran lansung menarik narik tangan Ares menuju permainan yang dia mau.

"Sabar dong, jangan buru buru, nanti kamu jatuh." tegur Ares gemes melihat tingkah adiknya itu, namun sangat dia sayangi.

"Sudah nggak sabar soalnya bang, permainan nya juga lagi kosong itu." tunjuk Gibran memberi alasan, mana mau dia kalah bicara.

Sementara Laras mengajak sang mama main capit boneka.

"Ma, ayo kita main cabut boneka! " ajak Laras menarik tangan sang mama.

Sementara pak Galih mengikuti langkah mereka dari belakang.

Mata pak Galih berkaca kaca melihat anak anak dan istrinya terlihat sangat bahagia, senyum dan tawanya sangat lepas, pemandangan yang sangat langka dia dapatkan.

"Aku yang salah, aku yang membuat senyum itu hilang dari bibir mereka." gumam Pak Galih yang sadar akan kesalahannya, entah sudah berapa lama dia tidak melihat wajah ceria istrinya itu, kali ini tekad pak Galih sudah bulat, akan berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan senyum keluarga kecilnya itu.

Tring....

Tring.....

Telpon genggam pak Galih berbunyi di dalam kantongnya, membuat dia sedikit tersentak, dan membuyarkan lamunannya.

Pak Galih merogoh kantong celananya, dan melihat siapa yang menelponnya, wajahnya seketika berubah, bu Soraya melirik sekilas ke arah sang suami, tanpa berkata sepatah kata pun, kembali fokus dengan permainannya dan sang putri, dia sudah tau siapa yang menelpon suaminya itu.

Pak Galih keluar dari area bermain, untuk menerima telpon tersebut.

"Papa kemana ma? " tanya Laras yang juga ikut menatap kepergian sang papa.

"Lagi menerima telpon." sahut bu Soraya dengan senyum lembutnya.

"Paling dari nenek, klau nggak dari keponakannya." celetuk Laras yang merasa kesal.

Bukan hanya Laras yang melihatnya, Ares dan Gibran pun melihatnya.

"Ayo main basket sama abang, katanya adek abang ini sudah jago main basket." ujar Ares mengalihkan kesedihan sang adik perempuannya itu.

"Huh... Dasar bapak durjana, katanya mau berubah, katanya akan menebus waktu yang hilang, mana buktinya, sekali keluarganya memanggil lansung lupa sama kita." kesal Gibran memangku tangannya.

"Sudah sudah, nggak usah marah marah, belum tentu itu dari nenek atau sepupu kalian, mana tau itu dari kantor." ucap bu Soraya menyela, dia tidak ingin anaknya berprasangka buruk kepada ayah dan keluarga ayahnya itu.

"Kantor apaan, sekarang sudah malam ma, mama kan tau, hari ini papa gajian, tadi pulang dari kantor kan papa lansung ajak kita ke sini, nggak mampir ke rumah nenek." ucap Gibran yang seolah tau segalanya.

"Pasti keponakan kesayangan papa sudah merengek, minta jajan atau main sama papa." sewot Gibran semakin menjadi.

"Sudah sudah, nggak usah mikir macem macem, dari pada bikin emosi, lebih baik kita main lagi." ajak Ares yang tidak ingin melihat adik adiknya kembali sedih.

"Ya sudah, ayo.... Ngapain mikirin papa, yang penting ada mama di dekat kita, semua akan baik baik saja, perduli amat sama papa." ketus Gibran.

"Awas saja kamu mas, klau sampai kamu mengecewakan kami, tidak ada kata maaf lagi untuk kamu, apa pun alasannya." gumam bu Soraya dalam hati.

Bersambung.....

1
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
Mak nya galih takut uangnya di ambil buat berobat🤭 semoga setelah ini galih bisa melihat mana yg tulus dan mana yg modus....
JasmineA
udah kuduga...ngak kasi dia duit anaknya bakal ditendang🤭
Adi Sudiro
sendirinya ibu yg gak berguna cih... semoga pulang dari rumah sakit.. eeh ketabrak mati dehhh🤭🤭🤭🤣🤣
Erna Fkpg
punya orang kok durhaka banget sama anaknya ni anaknya lagi sekarat masih mikir uangnya
Erna Fkpg
emang minta dikarungin tu nenek lampir hindun👍👍👍
Shee_👚
setidaknya dalam keadaan terpuruk Bu Soraya di kelilingi orang² baik dan sayang sama dia.
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya perusahaan bertanggung jawab.
Shee_👚
lah di lawan aja mulutnya begitu, apa lagi gak dilawan semakin menjadi aja itu nenek lampir😏
Shee_👚
bagus kalau ada rasa bersalah, setidaknya kamu masih punya rasa empati Tia, jangan kaya ibumu dah mati hati nuraninya😭
Shee_👚
astaghfirullah denger anaknya sakit dan pulih lama dia malah gak da simpatinya sma sekali😩
Shee_👚
bener² ibu gak da hati, anaknya sedang sakit ko masih sempet² mikirin jatah uang bulanan😤
tenang jangan kawatir duwitmu di minta, bu soraya lebih dari mampu untuk mengobati pak galih😏
Shee_👚
nah disini kita liat seberapa peduli ibu yang selalu di turutin maunya. apa kah akan merawat seperti meminta uang dama galih yang terus menerus
Shee_👚
Alhamdulillah setidaknya pak galih selamat, walau luka di kaki parah tapi bisa pulih kembali
Ariany Sudjana
nah kelihatan kan si Mak Lampir ga peduli sama galih, hanya peduli sama uangnya galih. sekarang kecelakaan, pasti Soraya sama anak-anak yang urus, mana mau tahu si Mak Lampir uang dari mana buat RS
Ariany Sudjana
puji Tuhan, bos pa galih berbaik hati. benar sekali, untung si Hindun sudah pulang, kalau ga, pasti di ambil tuh uang dari bos pa galih
ryuka
dasar nenek gila si hindun ini
Muft Smoker
giliran lapar aj ngarepin cucu ny kasih mkn ,, dasar nenek akhlak less ,,
Shee_👚
semoga pak galih gpp, pliss jangan bikin pak galih amnesia atau meninggal kayanya gak seru jadinya😩
Shee_👚
dih gak tau malu, tadi menghina sekarang mau minta makan😏
Shee_👚
dih sirik aja, bilang aja kamu lapar😂
sana beli sendiri🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!