NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merampas akar spiritual bawaannya, Lin Tian—sang jenius nomor satu dari Kota Daun Gugur—jatuh menjadi "sampah" yang dilumpuhkan dan dihina oleh klannya sendiri. Selama tiga tahun, ia menelan segala penderitaan dan penindasan dalam diam, bertahan hidup hanya demi mencari kebenaran tentang orang tuanya yang hilang dan membalas dendam pada mereka yang merampas masa depannya.
​Namun, roda takdir berputar ketika darahnya tanpa sengaja membangkitkan jiwa Kaisar Alkemis Surgawi yang tertidur di dalam liontin peninggalan ibunya, Mutiara Kekacauan Primordial.
​Mendapatkan warisan kuno dan merombak fisiknya menjadi Tubuh Pedang Kekacauan, Lin Tian kembali menapak jalan kultivasi yang kejam. Di dunia di mana hukum rimba berlaku mutlak dan kekuatan adalah satu-satunya kebenaran, Lin Tian harus menggunakan akal, taktik, dan kekuatan barunya untuk membelah segala rintangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Perbendaharaan Leluhur dan Formasi Penyembelih Bintang

​Sore itu, awan mendung mulai berarak menutupi langit Kota Daun Gugur, seolah meramalkan badai darah yang akan segera turun. Kompleks Klan Lin yang biasanya penuh dengan intrik dan kesombongan kini diselimuti keheningan yang mencekam. Bau anyir darah di Aula Utama telah dibersihkan, dan mayat Lin Kuang telah disingkirkan tanpa ada satu pun yang berani menyelenggarakan upacara pemakaman.

​Lin Tian tidak membuang waktu. Setelah menempatkan ayahnya, Lin Zhen, di kamar utama Kepala Klan yang mewah dengan penjagaan ketat, ia segera memerintahkan Tetua Pertama untuk memandunya ke gunung belakang.

​Gunung belakang Klan Lin adalah area terlarang. Di tebing curam yang tertutup tanaman rambat beracun, terdapat sebuah pintu batu raksasa setinggi sepuluh meter. Permukaan batu itu dipenuhi lumut, menyembunyikan ukiran rune pertahanan kuno yang memancarkan energi mematikan bagi siapa pun yang mencoba memaksa masuk tanpa izin.

​"Tuan Muda, ini adalah pintu masuk Perbendaharaan Leluhur," ucap Tetua Pertama sambil menundukkan kepala. Ia tidak berani menatap langsung mata pemuda berjubah abu-abu di sampingnya. "Selama tiga tahun, Lin Kuang mencoba berbagai cara untuk menghancurkan pintu ini, bahkan menyewa Master Formasi dari kota lain, namun semuanya gagal."

​"Tentu saja mereka gagal. Pintu ini terhubung langsung dengan urat bumi kota. Menghancurkannya dengan paksa sama dengan mencoba meledakkan setengah kota ini," jawab Lin Tian dengan nada datar dan logis.

​Ia melangkah maju, mengeluarkan Stempel Kepala Klan dari cincin penyimpanannya. Mengalirkan Qi abu-abu ke dalam stempel giok tersebut, ukiran harimau di atasnya seketika menyala terang. Lin Tian menempelkan stempel itu ke sebuah ceruk kecil di tengah pintu batu raksasa.

​Gemuruh...

​Suara gesekan batu yang memekakkan telinga bergema saat pintu raksasa itu perlahan terbelah dan terbuka ke dalam. Debu berusia ratusan tahun berhamburan keluar, membawa aroma logam berkarat dan energi spiritual yang tertahan.

​"Tunggu di sini. Jangan biarkan siapa pun mendekati gunung belakang dalam radius setengah mil. Jika ada yang melanggar, bunuh di tempat," perintah Lin Tian.

​"Sesuai kehendak Anda, Tuan Muda!" Tetua Pertama segera mundur dengan patuh.

​Lin Tian melangkah masuk ke dalam perbendaharaan sendirian. Ruangan di baliknya sangat luas, diterangi oleh mutiara malam yang tertanam di langit-langit gua. Di sinilah akumulasi kekayaan Klan Lin selama ratusan tahun disimpan.

​Terdapat puluhan rak kayu besi yang memajang berbagai senjata, buku panduan bela diri kelas rendah, dan kotak-kotak giok berisi tanaman spiritual. Namun, pandangan Lin Tian mengabaikan semua barang kelas bawah itu dan langsung tertuju pada tumpukan peti perunggu di sudut ruangan.

​Ia membuka peti-peti tersebut. Di dalamnya, tumpukan Batu Spiritual memancarkan cahaya putih yang menyilaukan.

​"Sekitar lima belas ribu Batu Spiritual tingkat rendah, dan seratus Batu Spiritual tingkat menengah," Lin Tian menghitung secara rasional. "Untuk ukuran klan perbatasan, ini adalah kekayaan yang luar biasa. Tapi untuk menghadapi faksi raksasa seperti Sekte Pedang Surgawi, ini hanyalah sekadar modal awal."

​Lin Tian menyapu tangannya. Cincin Naga Hitam di jarinya berkedip, dan seluruh peti berisi Batu Spiritual itu tersedot masuk ke dalam ruang penyimpanannya tanpa sisa. Ia juga mengambil seluruh tanaman spiritual berusia di atas lima puluh tahun, membiarkan senjata-senjata berkarat tetap berada di tempatnya karena tidak berguna bagi Tubuh Pedang Kekacauan miliknya.

​Setelah mengosongkan aset terpenting perbendaharaan, Lin Tian tidak segera kembali ke aula. Ia terbang ke puncak tebing gunung belakang, berdiri menghadap seluruh wilayah Klan Lin yang terbentang di bawahnya. Angin kencang meniup jubah abu-abunya.

​"Tiga hari adalah waktu yang kubutuhkan jika aku bertarung dengan caraku sendiri. Tapi Lin Kuang pasti telah menuliskan bahwa aku telah memulihkan kultivasi dengan cepat. Su Yue dan Tetua Lu bukan orang bodoh. Mereka akan memperhitungkan variabel tak terduga dan bergerak lebih cepat dari jadwal normal," analisa Lin Tian secara logis.

​Karena itu, mengandalkan kekuatan pribadinya semata di Tahap Pengumpulan Qi Tingkat 7 adalah sebuah kebodohan. Ia membutuhkan keunggulan geografis.

​Lin Tian merogoh cincinnya dan mengeluarkan lima ribu Batu Spiritual tingkat rendah, membiarkannya melayang di udara di sekelilingnya berkat manipulasi Qi Primordial.

​"Formasi Penekan Leluhur terlalu pasif. Aku membutuhkan susunan pembunuh absolut."

​Menggunakan pengetahuan formasi kuno yang terpatri dalam jiwanya melalui Mutiara Kekacauan, Lin Tian mulai mengatur formasi. Jari-jarinya bergerak dengan kecepatan kilat, menembakkan seberkas Qi abu-abu ke setiap Batu Spiritual, mengukir rune Kekacauan di permukaannya.

​Satu per satu, batu-batu itu ditembakkan ke berbagai penjuru kompleks Klan Lin. Ada yang terkubur di bawah pelataran latihan, ada yang tersembunyi di atap paviliun, dan ada yang ditenggelamkan ke dalam kolam teratai. Sebanyak seratus delapan titik formasi ditanam dengan presisi mutlak, membentuk sebuah jaring tak kasat mata yang menyelimuti seluruh klan.

​Formasi Penyembelih Bintang Jatuh.

​Ini adalah formasi pembunuh kuno. Begitu diaktifkan, formasi ini akan mengisolasi ruang dan mengubah energi spiritual di udara menjadi pedang-pedang energi yang mampu merobek kultivator di Tahap Inti Emas menjadi kabut darah. Proses instalasi ini memakan waktu seharian penuh dan menghabiskan lebih dari setengah kapasitas mental Lin Tian.

​Menjelang malam, formasi telah tertanam sempurna. Tidak ada fluktuasi energi yang bocor; formasi itu sepenuhnya tersembunyi layaknya jebakan maut yang tertidur.

​"Sekarang, fondasi pertahanan sudah siap. Saatnya menaikkan kekuatan pribadiku," gumam Lin Tian, kembali ke ruang meditasinya.

​Ia duduk bersila, mengeluarkan sisa Pil Kondensasi Qi berurat awan yang ia buat sebelumnya, serta seratus Batu Spiritual tingkat menengah dari perbendaharaan.

​"Pengumpulan Qi Tingkat 7 tidak akan cukup untuk menghadapi kemarahan utusan sekte. Aku harus menembus Tahap Pendirian Yayasan."

​Tahap Pendirian Yayasan adalah transisi dari manusia fana menjadi kultivator sejati. Di tahap ini, Qi yang berbentuk gas di Dantian akan dikompresi hingga menjadi bentuk cair, memberikan daya ledak dan ketahanan energi sepuluh kali lipat lebih besar.

​Lin Tian menelan sepuluh butir Pil Kondensasi Qi sekaligus.

​BOOM!

​Energi buas kembali meledak di dalam meridiannya. Alih-alih membiarkan energi itu mengalir liar, Lin Tian memandunya dengan Hukum Kekacauan, memaksanya berputar menjadi pusaran badai di dalam Dantiannya. Ia menggenggam dua Batu Spiritual tingkat menengah di kedua tangannya, menghisap energi murninya dengan rakus.

​Waktu berlalu tanpa terasa. Malam berganti menjadi pagi, lalu siang, dan malam kembali turun.

​Di dalam ruang meditasi, suhu udara bergantian secara ekstrem antara sangat panas dan sangat dingin. Tubuh Lin Tian sesekali memancarkan cahaya keperakan. Di dalam Dantiannya, kabut Qi abu-abu berputar semakin cepat, terus ditekan dan dikompresi oleh kemauan bajanya.

​Tetes.

​Sebuah suara tetesan air yang halus bergema di benak Lin Tian. Kabut abu-abu itu akhirnya mencapai batas kompresi mutlak dan meneteskan setetes cairan Qi murni yang bersinar bagaikan logam cair.

​Satu tetes itu memicu reaksi berantai. Seluruh kabut Qi di Dantiannya mencair dengan cepat, mengisi dasar Dantiannya dengan danau kecil energi spiritual cair yang memancarkan tekanan mengerikan.

​BUM!

​Gelombang kejut yang kuat meledak dari tubuh Lin Tian, menghancurkan formasi pengumpul Qi di ruangan itu dan membuat retakan di dinding batu. Ia membuka matanya, dan seberkas cahaya pedang abu-abu melesat keluar, menembus jendela kayu hingga hancur berkeping-keping.

​Tahap Pendirian Yayasan Tingkat 1!

​Lin Tian menghela napas panjang, menyingkirkan debu batu dari tangannya yang kini telah hancur. Ia merasakan kekuatan yang luar biasa mengalir di setiap inci otot dan tulangnya. Dengan fondasi Tubuh Pedang Kekacauan, ia yakin bahwa di Tahap Pendirian Yayasan Tingkat 1 ini, ia mampu membunuh kultivator Inti Emas tingkat awal dalam pertarungan frontal tanpa bantuan trik apa pun.

​"Tepat waktu," gumam Lin Tian secara rasional.

​Tiba-tiba, telinganya yang tajam menangkap suara kepanikan dari pelataran depan klan. Suara teriakan para penjaga terdengar bersahut-sahutan.

​Lin Tian berdiri dan melangkah keluar menuju balkon. Ia menatap ke arah ufuk timur, di mana matahari baru saja mulai terbit.

​Di sana, membelah lautan awan pagi, sebuah bayangan raksasa melayang dengan kecepatan tinggi menuju Kota Daun Gugur. Itu bukanlah burung siluman, melainkan sebuah kapal terbang spiritual raksasa yang terbuat dari kayu giok biru. Layar kapal itu berkibar tertiup angin, menampilkan lambang pedang emas yang menusuk awan—panji resmi dari Sekte Pedang Surgawi.

​Tekanan aura yang dipancarkan dari kapal itu begitu menindas, membuat udara di atas kota terasa berat dan mencekik. Penduduk sipil dan kultivator tingkat rendah di jalanan langsung jatuh berlutut, tak mampu menahan tekanan spiritual tersebut.

​Sekte Pedang Surgawi tidak hanya mengirimkan satu atau dua utusan, mereka membawa kapal perang tempur. Su Yue dan Tetua Lu tidak menganggap remeh laporan kematian Lin Kuang; mereka datang untuk menghapus Klan Lin dari peta benua fana.

​Bibir Lin Tian melengkung membentuk senyuman dingin yang mematikan. Matanya mencerminkan ketenangan absolut seorang predator yang melihat mangsanya masuk ke dalam jaring.

​"Selamat datang di kuburan kalian."

1
yos helmi
💪💪💪👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍😍😍😍💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪🙏
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣3🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪
yos helmi
💪💪💪💪🤣🤣🤣👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍
Fajar Fathur rizky
klan huangpu dan leluhurnya akan musnah hahahaha
Daryus Effendi
terlalu banyak penjelasan jadi nya membosankan
T28J
semangat kak 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!