NovelToon NovelToon
WHEN NPC Fallin Love

WHEN NPC Fallin Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Menjadi NPC
Popularitas:537
Nilai: 5
Nama Author: Sapiluv Mprits

_


When npc fallin love?

Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?

Ah, pasti seru!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Backstreet

" Wajar kalau aku sakit hati.."

Ayya merenung di kamarnya, kedua tangannya memegang satu buku yang isinya penuh dengan tulisan ayya tentang kekagumannya pada Galih.

Selama ini ayya menutupi rasa sukanya pada Galih, bohong kalau aya tidak suka, ia suka.. sangat suka, bahkan gila. Lebih gila dari kania, ayya mengetahui segela hal tentang Galih kecuali kekasihnya.

" Kakiku sakit, semuanya karena kak Galih, dan dia ga peduli.."

" Cowok kalo gak mau, emang se gak mau itu ya.? Haha.."

" Si Galih udah ngasih sign dari awal, dia ga peduli sama kehadiranku, bahkan sekedar mandang aja kayak jijik gitu.. Dari situ harusnya aku sadar diri, bukan malah semakin mengagumi.."

" Sial!" Air matanya menetes di buku itu, menunduk melihat buku yang bergambar foto galih, ayya langsung merobeknya saat itu juga.

Krek!

" Harusnya sekedar kagum ayy, bukannya malah simpen kak Galih di perasaanmu.. Kamu bukan MC, jangan sok iya!"

Disobeknya buku itu hingga hancur terberai sama persis dengan hatinya saat ini, ayya pun mengusap air matanya seperti menghapus perasaannya pada Galih.

" Maafin aku kak, aku udah bikin kamu risih dari awal.. Semua perlakuanmu padaku selama ini cukup baik, ga seharusnya aku menganggap itu salah satu bentuk perhatianmu..

Mulai sekarang aku harus berpikir normal, hidup di dunia nyata tak seperti dunia novel.

MC itu ga ada, semua pemain utama dalam hidupnya, buat cerita masing-masing tanpa memaksa orang lain untuk menjadi partner ceritamu, ayya!"

Ayya bangkit dari tempatnya, mengambil korek api dan langsung membakar buku itu di rooftop hingga hangus tak tersisa.

" Semoga dengan ini aku bisa menjalani hari-hari berikutnya tanpa menganggap spesial kak Galih lagi.."

Masuk kembali ke kamarnya, ayya segera mengambil ponselnya saat mendapat notifikasi pesan masuk dari seseorang.

" Ish.. lui ngeselin! Tanya doang udah mikir kemana-mana, dasar!" Gerutu ayya tanpa membalasnya lagi.

" Berarti emang bener ucapan kak galih waktu itu, dia emang ga sengaja salah nomor, dia bilang telfon shani tapi malah aku yang dateng.."

" Sok kepedean banget sih aku, yang diharepin datang saat itu si shani bukan aku,

Ayya merengut, namun kembali ia mengerjap.

" Tapi tunggu, kalau kak Galih bisa salah sambung ke aku, apa berarti dia simpen nomorku??"

Ayya benar-benar kepikiran, namun kembali mengingat fakta yang terjadi kalau Galih tak pernah bersikap hangat padanya.

" Peduli apa aku? udah terlalu sakit diperlakukan kayak kemarin, cukup kemarin.."

_

Keesokan harinya, di sekolah.

Ayya kembali masuk sekolah dengan keadaan tubuh yang lumayan membaik, kakinya sudah lumayan pulih meski masih tetap menggunakan perban.

Kania, dari kejauhan sudah berlari menyambut ayya yang baru saja memasuki koridor.

" Seminggu banget nih kagak masuk, udah pasti sembuh kan?" Cibir Kania.

Haha.. Ayya tergelak lirih sambil menampar lengan Kania dengan gemas.

" Kenapa? kangen kan ga ada cewe secantik aku di sampingmu??" Sinisnya.

Kania mengernyit. Lalu tergelak dan berucap lirih.

" Ada kabar heboh kemarin, lo tau kan kak Galih sakit juga hari itu, nah kemarin riwayat kesehatan kak Galih bocor dan semuanya kaget pas tau kak galih hampir meninggoy waktu itu..."

Ayya sontak mendelik kaget. " Ngomong apasih???"

" Aishh, maksud gue serangan jantung, iya.. untung ada kak shani yang nolong.."

" Hah? Siapa-siapa? shani yang nolong??" tanya ayya mengerutkan kening.

Kania pun mengangguk ragu, " Iya, shani yang dirumorin deket sama kak Galih, uh the real MC dia ayy hidupnya.."

Ayya berdecak heran. ' MC apaanjir?! Dasar pembual! keliatan jeleknya si shani itu, jelas-jelas aku yang nolong kak Galih sejak awal sampe kakiku makin parah. Ah tapi biarin lah, biar seneng mereka semua.'

" Ayy, lu diem aja.." Sikut Kania.

Ayya pun menoleh dan tersenyum tipis agar mereka bisa langsung lanjut jalan menuju kelas mereka.

sementara itu dari kejauhan, Galih dan willy berdiri di depan kantor TU memperhatikan ayya dari sana.

" Parah lu leo, kenapa bisa sampe salah sambung ke ayya? Kakinya jadi korban." Beo willy.

Galih hanya diam, entahlah ia hanya belum bisa mencerna akal setelah nyawanya hampir melayang minggu kemarin.

Namun setelah tak sengaja mendengar kabar jika shani mengaku telah menolong galih saat itu, jelas ia merasa kesal.

" Mau ngapain gal? bentar lagi pergantian jam, pak rangga bakal dateng ntar." Peringat willy saat galih beranjak bangun.

" Gue mau kasih paham shani yang udah sebarin hal ga bener." Ucap Galih.

Willy pun mengernyit. " Sebarin ga bener apasih gal? Lu juga baru msuk sekolah anjir, santai aja istirahat dulu biar ga kecapekan."

Bukan hanya Galih yang menahan, namun beberapa teman di kelasnya turut mengkhawatirkan kondisi galih yang baru sembuh.

Alhasil galih terpaksa menuruti permintaan mereka agar dirinya lebih menahan diri.

Begitu jam istirahat berbunyi, saat itu juga galih bangkit dan pergi keluar kelas.

Willy yang melihatnya pun hanya bisa bergeleng kepala.

" Kumat mode galaknya, biarin ajalah pusing gue, ga mau ikutan.." Ucap willy yang langsung berlalu menuju kelas louis.

_

Skip-

Ayya dan beberapa teman kelasnya juga turun dan hendak menuju ke taman samping, ia bercanda ria dengan karina, eliza, dan austin.

" Nah gini dong ayy, sesekali main sama kita, jangan mengasingkan diri mulu." Ucap austin.

Karina pun mengangguk setuju.

" Kayaknya ayya makin ceria ya."

" Bener, kayak ada yang beda, lo makin lepas aja gitu. Kita kira awal sekelas dulu lo orangnya ga bisa diajak becanda, auranya serem, diem mulu."

" Hah, Masak sih? Perasaan aja kali.."

Sementara itu, di belakang pintu penghubung koridor dan taman terdengar obrolan serius dari dua siswa berbeda jenis tengah beradu kesal.

" STOP BIKIN MALU!"

" Stop membual, shani. Kamu malu-maluin tau?! Ga usah ngaku-ngaku ke semua temen sekolah, kamu bikin aku muak banget tau ga!!"

" Galih, maaf.. A-aku cuma pengen semua orang tau kalo kita deket, kenapa kamu seolah kita itu ga deket? Bahkan kita udah hampir tiap malem telpon, tapi kamu selalu bersikap seakan semalam tak pernah terjadi apa-apa?

Salahkah aku minta kejelasan? Aku capek gal.."

" Capek? Capek kan? Bukannya kamu yang minta dari awal biar aku respon kamu? Udah ku turuti semua kemauan mu, lantas kamu mau apa lagi?

Hatiku? Udah berkali-kali aku bilang kalau masalah hati itu ga bisa dipaksa, mau sekeras apapun kamu rebut perhatianku, ga akan bisa membuka hati ini."

Galih nampaknya sudah muak dan kehabisan sabar setelah setahun lebih menuruti kemauan adik sepupu mantan kekasihnya itu.

" Kamu capek kan? Kalo begitu aku lebih capek, aku harap jangan hubungi aku sesering kemarin. Stop ganggu aku, stop ganggu semua orang di sekitarku, paham?!"

Shani menggeleng cepat, wajahnya memerah panik bahkan kedua matanya sudah berair hendak menangis, shani langsung menarik lengan galih.

" G-galih bukan begitu maksudku, jangan.. Jangan larang aku buat hubungin kamu karena itu bisa bikin aku gila, aku ga bisa sehari aja tanpa hubungin kamu." Ucap shani cemas.

Sementara itu, Obrolan ayya dan temannya itu semakin asik becanda di sepanjang koridor, namun tak disangka ayya memergoki galih yang tengah berdua dengan shani, berpegangan tangan?

" Eh? Uh, Sorry.." Ayya reflek membuang muka.

Melihat teman-temannya penasaran dengan cepat ayya balik badan dan langsung mengajak ketiga temannya untuk segera menjauh dari sana.

" Em, ke tamannya ga jadi gais, tiba-tiba aku pengen ke office corner, yuk kesana.. Kayaknya masih sepi." Ajak ayya kembali ke koridor.

Namun untuk meyakinkannya sekali lagi ayya menoleh ke belakang, membayangkan di balik dinding itu galih berpacaran dengan shani, sakit.. Sesak, entahlah.. namun cukup tau diri dan dibuangnya jauh-jauh rasa ingin mengenal galih lebih jauh.

. .

1
Firamissyu
coba aja dibaca, pasti seru!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!