NovelToon NovelToon
MASUK KE DUNIA NOVEL

MASUK KE DUNIA NOVEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi Wanita / Masuk ke dalam novel
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Karin seorang wanita karir, dia mendoktrin dirinya sendiri agar harus berkerja keras, tidak perlu memikirkan yang namanya pernikahan.

Dan ya, di umurnya yang sudah 30 tahun, dia masih jomblo alias belum menikah. Sedangkan teman-temannya yang seumuran sudah memiliki anak dua.

Karin merasa, menikah dan punya anak akan mengganggu pekerjaannya. Sehingga dihari cutinya, dia hanya tinggal di dalam kamar membaca novel.

"Ck. Makanya jangan menikah jika belum siap mengurus anak!" tegur Karin sambil melempar Tabnya ke atas kasur.

Dia sedang membaca novel online, yang berjudul ( Pembalasan Tiga Penjahat )

Karin tertidur setelah mambaca novel itu sampai tamat. Tapi saat membuka mata, dia sudah berada di tempat yang berbeda.

"Sial!"

Penasaran kan? Ayo ikuti perjalanan Karin yang menjelajahi dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5.Menolak Kerja Sama?

Di Sore hari, semua orang sudah pulang dari ladang. Mencium aroma nasi putih membuat lelah mereka hilang begitu saja.

Mereka sudah meminta Nan Wei agar nasih putihnya di campur biji-bijian agar berasnya bisa dihemat.

Tapi Nan Wei menolak keras, dia mencari agar bisa makan enak, bukan untuk irit. Karena sudah seperti itu, Kakak ipar pertama memasak banyak nasi putih dan telur yang dibeli Nan Wei di pasar.

"Kakak ipar masakanmu sangat enak!" puji Nan Wei pada Kakak Pertama.

Kakak ipar pertama melirik untuk melihat apa yang dimakan Nan Wei. "Oh adik, kamu salah. Terong itu buatan Rungyu!" katanya dengan jujur.

Nan Wei terkejut, ternyata Kakak kedua juga pandai memasak. "Benarkah? Pedisnya sangat pas! Ini benar-benar enak.!"

Rungyu tersenyum puas, bukannya sombong, karena hampir setiap orang yang memakan masakannya pasti memujinya.

"Adik jika kamu suka, lain kali Kakak ipar akan memasak untukmu. Tapi ini bisa enak, juga karena bumbu yang lengkap kamu beli di pasar!" katanya sedikit malu.

Nan Wei mengangguk, karena masakan tanpa bumbu tentu tidak ada apa-apanya. "Baiklah, aku akan meminta Kakak ipar untuk memasak kerangnya besok!"

Semua terkejut, untung mereka sudah selesai makan. Jika tidak, mungkin sudah tersedak. Bagaimana mungkin kerang batu bisa dimakan.?

Nan Wei terkekeh melihat reaksi mereka yang sama, "Nanti aku jelaskan, aku makan dulu, kalian makan terlalu cepat!" keluh Nan Wei.

Dia akhirnya bisa menikmati masakan yang enak, sehingga Nan Wei makan dengan pelan untuk menikmatinya. Tapi siapa sangka anggota keluarga lainnya malah makan dengan cepat.

"Ya ya makanlah dengan pelan! Kami semua kelaparan jadi makannya seperti ini!" kata Ayah Xia, dia juga baru sadar mereka makan seperti dikejar orang.

Semua hanya tertawa canggung, padahal tadi siang saat Nan Wei membawa pulang makanan dari restoran, mereka makan dengan normal, tapi kenapa sekarang terlihat berbeda? Apa mungkin karena makanannya tidak seenak dengan masakan Rungyu?

***

"Kenapa kalian memungut banyak kerang batu?" tanya Ibu Xia dengan heran. Biasanya, mereka akan mengambil seperlunya saja jika ingin diberi makan ternak, kalau habis mereka bisa memungutnya lagi.

"Ibu itu permintaan Adik!" Jawab Xia Dalang.

"Nenek! Aku membantu Ibu untuk memungutnya!" seru Zhao Yu dengan semangat.

"Waahh Yuyu sangat hebat!" pujinya sambil mengusap kepala Zhao Yu dengan perasaan bahagia melihat cucunya tidak lagi penuh dengan luka lebam.

"Kerang batu ini bisa di makan. Tapi kita harus merendamnya seharian dengan air garam untuk menghilangkan kotoran atau pasir yang berada di dalamnya!"

"Nak kamu yakin bisa dimakan?" tanya Ayah Nan Wei dengan ragu.

"Ya. Besok kita coba untuk makan malam. Biarkan di sini seharian!" ucap Nan Wei. "Sekarang kita beristirahat sejenak, lalu membungkus kentangnya!"

"Baik!"

Mereka begitu bersemangat, karena mereka bisa makan jika ada yang tersisa. Dan benar saja, ada sekitar 1 kg, sehingga mereka bisa memakannya bersama.

...----------------...

Pagi sekali, Nan Wei, Zhao Xu dan Xia Lingzi sudah berada di atas gerobak milik Paman Tao. Hanya ada mereka bertiga, karena Nan Wei sudah menyewa gerobaknya dengan harga 20 koin tembaga.

Gerobak sapi jika penuh bisa muat sampai 8 orang. Dan Paman Tao tidak pernah menaikkan lebih, takut terjadi sesuatu dengan sapinya.

Jika penuh pulang balik, maka dia akan mendapatkan 16 koin tembaga, tapi hanya akan terjadi jika warga selesai panen.

"Waahh Xia Ling, lama tidak melihatmu!" kata Paman Tao. "Kamu jangan merasa malu karena batal nikah, seharusnya kamu bersyukur tidak jadi menikah dengannya. Karena sangat jelas, mereka hanya mengincar maharmu!"

"Paman kamu benar! Aku sebelumnya yang belum dewasa!" balas Xia Lingzi tanpa merasa tersinggung sedikitpun.

"Bagus..Kelak kamu akan mendapatkan jodoh yang lebih baik!" Nan Wei juga menyemangati nya.

"Terima kasih Bibi!" perasaannya sedikit lebih terbuka.

***

Tiba di kota, mereka langsung menuju Restoran MaYu. Dan Nan Wei meminta Paman Tao untuk menunggunya di gerbang pasar.

"Nyonya Anda sudah datang? Manager Guang sudah menunggu Anda di atas!" pelayan itu yang melayani Nan Wei di hari sebelumnya.

Manager Guang sengaja mengaturnya, karena hanya pelayan itu yang mengenali wajah Nan Wei.

"Oh baiklah, aku akan langsung naik ke atas!.Tolong pesankan makan dan minuman untuk mereka berdua!" pinta Nan Wei.

"Baik Nyonya, silahkan!" pelayan itu menuntun Nan Wei sampai ke atas.

Lalu dia turun kebawah untuk melayani Xia Lingzi dan Zhao Xu. Manager Guang memberi pesan, agar melayani mereka dengan baik.

Jika Manager Guang sudah berpesan seperti itu, maka mereka harus berhati-hati, karena sedikit saja kesalahan mereka langsung dipecat.

Di sisi Nan Wei, dia sudah bertemu dengan Manager Guang. Tapi kali ini, bukan cuman berdua, di dalam ruangan bertambah seorang lagi.

"Nyonya Xia! Jangan sungkan, Perkenalkan dia sahabatku, dia juga memiliki restoran di daerah sini. Dia sudah mencoba kentang gorengmu, dan dia juga langsung tertarik untuk bekerja sama!" ucap Tuan Ma.

Seharusnya hari ini dia sudah kembali ke Ibu Kota, tapi sahabatnya itu malah menahannya untuk tinggal sehari lagi.

"Oh salam Tuan..??"

"Tuan Bai!"

"Senang bertemu dengan Tuan Bai!" Nan Wei mengagguk kecil sambil tersenyum. "Mungkin Anda sudah mendengar tentangku dari Taun Ma. Jadi kerja sama yang bagaimana Anda maksud?"

Tuan Bai menatap Tuan Ma sambil mengangguk, ternyata benar apa yang dia dengar tentang sikap Nan Wei yang begitu tenang dan auranya bukan seperti orang Desa, yang malu jika bertemu dengan orang asing.

Jika itu orang lain, mungkin dia sudah bersemangat jika menyangkut kerja sama. Tapi Nan Wei, malah berpura-pura tidak mengerti.

"Begini. Kentang gorengmu itu adalah makanan baru. Dan saya juga ingin menjalin kerja sama!"

"Tuan. Saya sudah tanda tangan kontrak, tidak bisa dijual ke tempat lain!"

Semua langsung terdiam, mereka tak menyangka Nan Wei menolak dengan alasan kontrak. Tapi itu juga sangat bagus, karena Nan Wei sangat profesional, tidak tergiur dengan pemasukan di depan mata.

"Itu bisa diubah!" ujar Tuan Ma dengan nada canggung. Baru kali ini dia menjadi orang yang begitu pengecut.

"Tidak bisa!" Nan Wei menolak dengan tegas, selama dia menjadi pembisnis, dia tidak pernah bekerja sama dengan orang yang suka melanggar aturan.

"Apa kamu tidak ingin memikirkannya.? Kamu bisa mendapatkan pesanan lebih banyak!" bujuk Tuan Bai.

Manager Guang hanya duduk diam mendengar para orang tua itu berbicara dengan nada memohon.

"Tidak bisa! Tapi bukan berarti tidak bisa yang lain!" kata Nan Wei dengan menyeringai. Untung dia ada stok Kripik ubi di ruang penyimpanannya.

"Nyonya Xia, apa maksudnya yang lain?" tanya Tuan Bai.

"Mari bekerja sama dengan makanan yang berbeda!" kata Nan Wei sambil membuka sedikit penutup keranjangnya lalu berpura-pura mencari keripik ubinya.

"Oh oh,,, Nyonya Xia maksudmu kamu ada makanan baru selain kentang goreng?" tanya Tuan Bai dengan semangat.

"Cepat,, cepat,, biarkan kami melihat dan mencicipinya!" pinta Tuan Ma tak kalah antusiasnya.

Kentang goreng yang dia beli 2 kg habis tak tersisa di makan oleh mereka berdua saat bermain catur.

Manager Guang menatap kedua orang tua itu dengan tatapan tak percaya. Kenapa malah mereka yang lebih membutuhkan Nan Wei?

"Ya. Silahkan dicicipi! Ini juga digoreng, cuman beda bahan saja!" jelasnya. Padahal rencananya, keripik ubi itu dia akan jadikan menu kedua setelah kentang gorengnya laris manis.

Tuan Ma Dan Tuan Bai langsung mencicipinya tanpa ragu. Dan saat saat menggigitnya suaranya terdengar begitu renyah.

Kraaass

"Ini,, ini,, juga sangat enak!"

.

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat berkarya ya 💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat 💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor yg bnyak😍😍😍💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo komen yaa..🙏
Chen Nadari
Buat )
Chen Nadari
semangat up thora
Chen Nadari
mampir thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!