(𝙎𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙜𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙪𝙖𝙩𝙖𝙣 𝘼𝙄)
𝙂𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙢𝙖𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙏𝘾𝙂 𝙪𝙣𝙞𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣. 𝙄𝙠𝙪𝙩𝙞 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙥𝙚𝙩𝙪𝙖𝙡𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙑𝙖𝙡𝙩𝙝𝙚𝙧𝙞𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙧𝙩𝙪-𝙣𝙮𝙖.
⚙⚙⚙
Mengisahkan tentang seorang mekanik muda bernama Arven yang ditakdirkan untuk menjadi Host Titan Gear bernama Astraeus. Kisah masa lalu dan masa kini akan terkompresi menjadi satu dalam mengungkap kehancuran peradaban Astreya. Unsur Action, Misteri, Politik, Perang Kerajaan akan menjadi fokus cerita ini.
Mari bergabung bersama Arven dalam petualangannya di dunia Valtheria.
—T28J
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T28J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BRAKENFORD ARC 17 - PEMBURU VS MONSTER
...Darah menulis jejak di tanah yang pecah......
......pemburu dan monster saling menghantam arah....
...⚙⚙⚙...
Beberapa Stonefang Ravager meluncur melewati pancang-pancang besi dengan raungan lapar. Cakar-cakar batu mereka menggesek permukaan logam hingga memercikkan bunga api terang yang menari di tengah kegelapan malam.
Sementara itu, gerombolan Nightclaw Stalker merayap lincah menaiki dinding pagar kayu. Tubuh mereka menempel erat pada permukaan kayu, meninggalkan goresan-goresan dalam dan panjang di atas material keras yang mulai menunjukkan tanda-tanda keruntuhan.
Tiba-tiba, di sisi kiri gerbang, tanah di bawah kaki terasa turun sedikit. Bukan karena langkah kaki biasa. Tapi karena tekanan berat yang luar biasa sedang menghantam dari arah luar.
DUUM...
Satu hantaman keras menghantam struktur kayu pertahanan. Seluruh dinding kiri bergetar hebat hingga ke fondasi. Debu halus dan serpihan kayu tua berjatuhan dari sambungan-sambungan besi yang mulai longgar.
“...Apa lagi itu?” seru salah satu penjaga dengan panik sambil memeluk erat perisainya.
DUUM...
Hantaman kedua datang lebih keras dari sebelumnya. Retakan panjang dan lebar langsung menjalar melintasi papan kayu tebal itu, membelah permukaannya dengan cepat.
“Jangan bilang itu...” Bram mengerutkan kening kuat-kuat, tangannya mencengkeram gagang tombak semakin erat.
Kayu ek yang kokoh mulai berderit nyaring, suaranya memecah kebisingan pertempuran. Cahaya api dari luar mulai menyelinap masuk melalui celah-celah luka yang terbuka.
DUUM...
Hantaman ketiga meledak tanpa ampun. Sisi kiri gerbang terbuka paksa. Papan-papan kayu, besi pengikat, dan pecahan batu pondasi beterbangan ke dalam area desa bagaikan hujan serpihan yang mematikan.
“MEREKA MASUK!” teriak Rogan dari atas menara, suaranya parau namun lantang, tertelan oleh hiruk-pikuk pertempuran yang semakin gila.
Di bawahnya, arus monster langsung menyerbu masuk melalui lubang yang terbuka lebar itu. Seekor Stonefang melangkah masuk pertama kali, diikuti oleh gerombolan Nightclaw yang langsung melesat cepat.
Garrick tidak menunggu sedetik pun. Ia berputar badan secepat kilat, mantel tebalnya berkibar tajam tertiup angin pertempuran.
“SEMUA ORANG MUNDUR! BENTUK GARIS SETENGAH LINGKARAN!” teriaknya dengan wibawa dan kekuatan suara yang tak tergoyahkan.
Beberapa Stonefang Ravager mencoba menerobos masuk dengan menghantam barisan depan penjaga. Perisai besi bergetar keras saat menahan pukulan bertubi-tubi yang membuat lengan para penjaga mati rasa.
“TAHAN! JANGAN BUBAR!” teriak Bram dari sisi kiri sambil menghantam tombaknya ke kaki monster.
Namun tekanan terlalu besar. Satu penjaga terpental menghantam tanah berlumpur. Napasnya terputus sesaat, sebelum ia merangkak mundur dengan tangan gemetar.
Di belakang garis pertahanan, para penduduk desa yang belum sempat mengungsi berdiri terpaku di balik reruntuhan rumah kayu.
Seorang ibu menarik anaknya ke belakang, menutup mulutnya sendiri agar tidak berteriak.
Seorang lelaki tua jatuh terduduk, matanya kosong menatap gerbang yang kini seperti pintu neraka yang terbuka lebar.
“Mereka… masuk ke desa…” bisik seseorang dengan suara pecah.
Tidak ada jawaban. Hanya suara tulang patah dan raungan monster yang semakin dekat.
Nightclaw melompat di antara atap rumah yang terbakar, bayangan mereka bergerak cepat seperti kematian yang mencari celah. Seorang penjaga mencoba menahan satu, namun dia bukanlah lawan Nightclaw. Tubuhnya terseret ke tanah. Jeritan singkatnya tenggelam dalam kekacauan.
“JANGAN LIHAT KE BELAKANG! FOKUS!” Bram menggeram, tapi bahkan suaranya terdengar lebih berat dari biasanya.
Di sisi lain, Garrick masih berdiri di garis depan, palunya sudah berlumur darah dan serpihan batu. Bahkan dia pun mulai terdorong sedikit demi sedikit.
Keputusasaan mulai merayap di wajah para penjaga. “…kita tidak bisa tahan lama lagi…” gumam salah satu dari mereka.
Di tengah keputusasaan para penjaga yang mulai terdesak oleh tumpukan bangkai monster di gerbang Brakenford, sebuah kilatan logam membelah kegelapan malam seperti bintang jatuh yang haus darah.
SWISH...
Sebuah anak panah mekanik melesat dengan desisan angin yang tajam, bersarang tepat di rongga mata seekor Night Claw Stalker. Makhluk itu jatuh seketika tanpa sempat meraung.
Garrick menoleh sekilas, napasnya berat. “Liora?!” Suara itu tidak keras. Tapi cukup untuk menembus hiruk-pikuk pertempuran.
Ia mengangkat palunya sedikit, lalu tersenyum kasar di tengah darah dan debu. “Bagus…” gumamnya. Ia menghentakkan kakinya ke tanah. “…jangan jadi penonton.”
Liora langsung berlari kedepan. Jemarinya menarik tuas pengunci di gagang senjatanya dengan presisi.
⚙ VALKYRA - WIND ARCH MODE : ⚙
KLIK—KRAK...
Suara mekanisme internal Valkyra terdengar seperti tulang logam yang dipaksa hidup kembali. Sayap-sayap baja di sisi rangkanya terbuka lebar satu per satu, bukan sekadar berubah bentuk, tapi seperti terbangun. Setiap sambungan memuntahkan percikan kecil energi hijau kebiruan, berdenyut seperti napas listrik yang ditahan. Tali energi di tengah busur menegang. Udara di sekitar Liora ikut tertarik. Matanya menyempit, fokus seperti elang.
⚙ TWIN FANG!!! ⚙
Dua panah energi terlepas dari Valkyra. Dua suara pelepasan terdengar hampir bersamaan, tapi tetap berbeda, seperti dua detak jantung yang dipaksa sinkron oleh kehendak yang sama.
Panah pertama melesat lebih dulu, membelah udara dengan jejak cahaya hijau tipis. Ia menembus leher Stonefang Ravager dari sisi samping dan keluar dari tengkuknya dalam semburan darah gelap yang langsung menguap oleh sisa energi Aether di ujung panah.
SHRRK...
Panah kedua menyusul jalur sedikit berbeda, lebih rendah, lebih dalam. Ia menghantam tepat di dada monster di belakangnya. Denyut cahaya hijau menyala di titik tumbukan.
TWANG...
Dua tubuh jatuh hampir bersamaan. Tidak ada suara heroik. Hanya dua benda besar yang kehilangan nyawa di waktu yang sama.
Di belakang mereka, dua Nightclaw menerjang dari sisi buta. Cakar terangkat, udara terbelah. Terlambat satu detik saja berarti mati.
Liora tidak menoleh. Jemarinya sudah bergerak lebih dulu. Sebuah tuas kecil di bawah gagang Valkyra ditekan.
⚙ VALKYRA - STORM SPEAR MODE : ⚙
Seluruh struktur busur mengunci ulang. Lengkungan utama terlipat ke belakang dengan hentakan mekanis keras, sementara batang inti memanjang tajam ke depan. Logam saling menggesek, memuntahkan percikan energi hijau yang lebih pekat dari sebelumnya. Ujungnya berubah. Menjadi mata tombak baja padat, dingin, dan hidup oleh arus Aether. Sekarang Valkyra bukan lagi busur, tapi tombak yang menolak diam.
Liora langsung melangkah maju, membelah kabut asap yang menyelimuti jalanan Brakenford. Satu langkah mantap, disusul langkah kedua yang lebih cepat. Seekor monster pertama meluncur jatuh dari atas puing dengan ayunan cakar sabit yang mematikan. Liora tidak sedikit pun bergeming mundur, ia justru merendahkan tumpuan kakinya, masuk tepat di bawah lintasan serangan lawan. Ujung cakar monster itu hanya menyambar udara kosong tepat di atas helai rambutnya. Memanfaatkan titik buta monster yang terbuka lebar, Liora memutar pinggulnya dengan sentakan yang kuat.
⚙ THUNDER STRIKE!!! ⚙
Bukan sekadar tusukan, melainkan sebuah ledakan arah yang presisi. Tombak mekanisnya meluncur dari bawah ke atas dalam gerakan spiral pendek yang mematikan.
SHRRK...
Energi Aether hijau meledak tipis di sepanjang lintasan baja. Monster itu tidak sekadar tertusuk, tubuhnya terangkat paksa dari tanah seolah ditarik oleh petir dari dalam rongga dadanya. Raungannya pecah di udara sebelum ia terhempas kaku ke tanah.
Liora menarik kembali tombaknya dalam satu putaran kecil yang efisien. Tanpa memberi jeda, monster kedua sudah merangsek masuk. Liora menghentakkan kakinya lebih keras, membuat retakan kecil menyebar di bawah bot bajanya. Ia menggeser posisi setengah langkah, bukan untuk menghindar, melainkan mengalihkan garis serang musuh. Tombaknya bergerak horizontal dalam satu ayunan berat.
KRRSH...
Kilatan petir hijau menyapu rendah, merobek dada Nightclaw tersebut dan menyeret tubuhnya ke samping. Tubuh monster itu menghantam pagar kayu yang sudah retak.
Monster terakhir muncul dari arah belakang dengan kecepatan yang lebih gila, cakarnya nyaris menyentuh punggung Liora. Tanpa menghentikan langkah, Liora menekan tuas kecil pada gagang senjatanya.
⚙ VALKYRA - TWIN GALE MODE : ⚙
Mekanisme internal Valkyra terbuka dengan sinkronisasi yang halus. Dua bilah pedang pendek meluncur keluar dari rangka utamanya, langsung mengunci di kedua tangan Liora. Ia langsung bergerak dalam rangkaian serangan beruntun.
SHWISH...
Pedang kanan menebas cepat, memotong lengan Nightclaw yang baru menerjang. Pedang kiri menyusul dari arah berbeda, menghantam leher monster lain yang mencoba menyergap dari samping. Tubuhnya langsung ambruk kehilangan daya. Satu langkah maju diikuti satu putaran kecil bahu. Tebasan silang dari kedua pedang membuat satu lagi musuh jatuh dalam hitungan detik. Kecepatannya terus menekan, tidak memberikan ruang bagi lawan untuk sekadar menarik napas.
Beberapa Nightclaw lain mencoba mengepung secara serempak dari depan. Liora berhenti sepersekian detik, membiarkan energi Aether terkumpul di bilahnya, lalu tubuhnya mulai berputar cepat.
⚙ WIND SLASH!!! ⚙
Dua pedangnya menyapu udara secara bersamaan, memicu aliran energi yang langsung terlepas dari bilahnya.
SHRIIIIING...
Dua gelombang energi hijau melesat keluar, menyilang ke depan dengan kecepatan tinggi. Monster yang berada di jalurnya langsung tersapu bersih, tubuh mereka terpental dan roboh bersamaan ke tanah yang kini hangus.
Liora berhenti tepat di akhir putaran. Sepatu botnya mengunci posisi di atas tanah yang retak. Pedang pendeknya masih bergetar pelan, menyisakan denyut energi Aether yang memudar di ujung bilah. Di sekelilingnya, monster yang tersisa kini ragu untuk mendekat, sementara sorakan para penambang pecah di balik barikade, membakar kembali semangat mereka yang sempat padam.
"Liora!" teriak mereka.
"Dia bertarung seperti prajurit dari ibu kota."
Liora hanya menghembuskan napas kecil. Matanya tetap tajam, tapi ada sedikit tarikan sudut bibir, bukan senyum, lebih seperti kepastian dingin bahwa ini belum selesai.
Di atas menara, Rogan menggaruk pelipisnya pelan, lalu menyeringai miring. “Ternyata itu kemampuan senjata khusus buatan Eldric.”
Di sisi lain, Bram berdiri setengah terpaku. Tombaknya diputar satu kali di tangan. “Kalau gitu aku tidak akan kalah, Liora!” Ia langsung menerjang lagi ke depan tanpa menunggu jawaban.
Di garis depan, Garrick menyeringai lebar di balik janggutnya yang penuh debu. Palu raksasanya terangkat di bahu, berat tapi terasa ringan di tangannya saat ia melihat putrinya. “Anak itu…” bisiknya dalam, bangga yang tidak disembunyikan, “…benar-benar seperti ibunya.”
...⚙⚙⚙...
A/N : jika kalian suka dengan cerita ini, like, vote, dan support author dengan mengirimi hadiah ya...
—T28J
tapi cerita dan dunianya bagus kok, terus semangat ya
Alice hanya menatap para pekerja itu dari kaca sihir yang mengambang di udara.
"Ah.. beberapa manusia yang bosan hidup ya? biar saja Xena, mereka memang suka cari mati. nanti pingsan sendiri." Alice kembali ke kuilnya meninggalkan Xena yang masih berlari memutar.
"Ini.... dunia ini terlihat lebih kejam dari dunia kita." potong Arthur yang baru saja selesai mandi. ( oh wow pakai baju thur)