NovelToon NovelToon
"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

"Transmigrasi: Putri Lemah Berhati Bar-Bar!"

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: acep maulana

PENGUMUMAN PENTING!

Saya Acep Maulana memohon maaf kepada para pembaca. Karena satu dan novel ini akan saya Remake Total.
Saya sadar masih banyak belajar sebagai pemula, dan saya ingin memberikan karya yang lebih layak untuk kalian baca. Versi baru akan segera hadir dengan judul yang sama namun dengan kualitas tulisan yang jauh lebih baik.

Sampai jumpa di versi terbaru yang lebih bar-bar!

‎"Sial beneran! Erika, mantan agen rahasia yang energinya tak habis-habis, malah transmigrasi ke dalam novel tragis menjadi Rosalind von Astride, sang Putri Terbuang yang lemah dan sakit-sakitan!
‎Lebih parahnya lagi, keluarganya adalah kumpulan orang 'Tampan tapi Telmi (Telat Mikir)' yang ditakdirkan hancur total dalam dua tahun. Beruntung, Erika punya Sistem Makan Melon (Gosip) yang bisa membongkar semua rahasia musuh.
‎Sambil menikmati martabak diskon dari Ruang Sistem, Erika bertekad merombak takdir tragis keluarganya. Tapi masalahnya... radio batin Erika ternyata bocor ke seluruh keluarganya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acep maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15 Martabak Dimensi dan Teror "Tarik Mang"

​Sinar matahari sore di Kerajaan Astasura mulai meredup, menyisakan semburat jingga yang jatuh di atas hamparan salju di luar Paviliun Musim Semi. Namun, di dalam pusat kesadaran Rosalind, suasana justru semakin membara seperti pasar malam yang baru saja memulai pertunjukan puncaknya.

​[Sistem Peri Nana (Menangis secara digital):]

​{"Nona, ampun! Jangan! Saya mohon demi keselamatan ekosistem otak manusia di dunia ini! Ini martabaknya sudah saya proses secara instan lewat jalur logistik dimensi rahasia! Tolong, demi segala bit dan data saya, jangan menyanyi lagi! Seluruh penghuni istana Duke sudah hampir mencapai ambang batas kegilaan klinis! Tadi saya memindai lewat sensor batin radius 500 meter, saya lihat koki kepala di dapur utama sampai salah memasukkan garam satu kilo ke dalam sup jamur kaisar gara-gara kaget mendengar teriakan 'Tarik Mang' Nona yang frekuensinya menembus dimensi!"}

Rosalind, yang kini sedang duduk bersandar pada tumpukan bantal sutra, terkekeh puas. Suara tawa yang keluar dari bibir Rosalind yang mungil itu terdengar sangat merdu bagi telinga manusia, namun bagi Nana, itu adalah suara sirine bahaya. Rosalind tidak peduli. Ia sedang membayangkan martabak manis yang tebal, dengan taburan kacang, cokelat yang melimpah, dan lelehan keju yang lumer di mulutnya—sebuah kemewahan dunia modern yang tidak mungkin ditemukan di dapur abad pertengahan Astasura yang membosankan.

​Sore itu ia habiskan dengan melakukan "belanja virtual" di dalam antarmuka sistemnya. Jari-jari batinnya menggeser deretan barang-barang ajaib yang terpampang di sana, sambil memberikan komentar-komentar pedas yang sanggup meruntuhkan harga diri pengembang sistem manapun.

​[Batin Erika (Rosalind):]

[​"Apa-apaan ini? Gaun Anti-Peluru tapi modelnya kenapa kayak daster emak-emak mau ke pasar? Warnanya pink norak begini? Harganya sepuluh ribu poin melon pula? Mahal amat! Mending aku pakai perisai batin saja kalau begini caranya. Lagipula, di dunia ini kan pakainya panah dan pedang, bukan peluru kaliber 9mm."]

​Rosalind memutar bola matanya di dalam batin, terus menggulir daftar inventaris.

​[ (Rosalind):]

[​"Tahu nggak, Nana? Kalau nanti ada pembunuh bayaran profesional yang datang mau mencabut nyawaku di tengah malam, aku nggak butuh pedang legendaris atau sihir tingkat tinggi. Aku cuma perlu satu taktik psikologis. Aku akan diam, membiarkan dia mendekat sampai jarak satu inci, lalu aku akan mendekatkan batin tepat ke pusat sarafnya dan teriak 'TARIK MAAAANG' sekuat tenaga sampai gendang telinganya pecah dan otaknya bergeser ke jempol kaki! Hahaha! Aku memang agen rahasia paling jenius sepanjang sejarah transmigrasi!"]

​Nana hanya bisa terdiam, melakukan diagnosis mandiri pada sistem operasinya yang mulai melambat akibat stres tingkat tinggi.

​Malam pun akhirnya tiba, menyelimuti Kediaman Wiraatmadja dengan kegelapan yang seharusnya membawa ketenangan. Seluruh kediaman benar-benar terasa seperti zona perang yang baru saja mengalami gencatan senjata yang rapuh. Para ksatria penjaga yang biasanya berdiri tegak dengan tatapan tajam, kini tampak layu dengan mata yang merah karena kelelahan mental.

​Mereka semua bisa bernapas sedikit lebih lega saat melihat lampu minyak di Paviliun Musim Semi akhirnya dipadamkan oleh Mina. Cahaya keemasan yang biasanya menyembur dari jendela paviliun itu kini hilang, digantikan oleh kesunyian malam yang dingin.

​Mereka semua, mulai dari sang Duke Lyon yang perkasa, para ksatria yang ditakuti, sampai pelayan paling rendah yang baru masuk kerja tadi pagi dan belum sempat mengenal "keajaiban" Rosalind, mengira penderitaan mental mereka hari ini sudah berakhir. Mereka bersiap untuk tidur, berharap bisa mengistirahatkan saraf-saraf mereka dari gempuran musik dangdut imajiner yang menghantui sepanjang hari.

​Namun, Rosalind bukan hanya seorang agen rahasia; dia adalah tipe orang yang suka memberikan kejutan penutup yang ikonik. Di bawah selimut hangatnya, saat ia baru saja akan memejamkan mata, ia merasa perlu memberikan "salam perpisahan" yang hangat bagi keluarga tercintanya.

​[ (Rosalind):]

[​"Hah... hari yang melelahkan. Menghujat orang ternyata butuh kalori yang banyak juga ya. Dan sebagai penutup hari yang indah ini... mari kita berdoa ala agen Ghost Viper. Semoga malam ini aku tidur nyenyak sambil mimpiin Pangeran ke-3 yang sok ganteng itu kecemplung sumur tua yang penuh lumpur, ditarik hantu nini-nini penunggu hutan, terus akhirnya dimakan buaya darat beneran! Hehehe. Selamat malam dunia tipu-tipu yang penuh drama dan kemunafikan ini! Mari kita beri satu ledakan terakhir sebelum bobo biar mimpi indah... satu... dua... tiga..."]

​Rosalind mengambil napas batin yang dalam, mengumpulkan seluruh sisa energinya untuk satu gelombang frekuensi terakhir.

​[ (Rosalind):]

​{"TARIK MAAAANG! Zzz..."}

​Seketika, di kamar masing-masing yang terpisah ratusan meter dari paviliun, guncangan itu terjadi.

​Duke Lyon, yang baru saja hendak menyelimuti dirinya dan menutup mata dengan harapan bisa bermimpi tentang kemenangan perang, serentak terjaga dengan mata melotot lebar. Ia hampir terjatuh dari ranjangnya yang luas. Jantungnya berdegup kencang seolah-olah sebuah genderang perang raksasa baru saja dipukul tepat di samping telinganya.

​Hal yang sama terjadi pada Xander dan Evelyn. Xander, yang sedang mencoba melakukan meditasi untuk menenangkan pikirannya dari kata 'kanebo kering', langsung menarik pedangnya secara refleks, menebas udara kosong di kamarnya yang gelap. Evelyn berteriak kecil, menutupi wajahnya dengan bantal. Teriakan penutup itu benar-benar menjadi "alarm tidur" paling horor dan traumatis yang pernah mereka alami seumur hidup.

​"Besok..." gumam Duke Lyon dengan suara serak, wajahnya tampak sepuluh tahun lebih tua hanya dalam semalam. Ia menutupi seluruh kepalanya dengan bantal besar berbahan bulu angsa, berusaha meredam gema suara 'Tarik Mang' yang seolah-olah sudah terukir permanen di setiap lapisan korteks serebralnya.

​"Besok pagi-pagi sekali, pastikan koki utama membuatkan dia 'Martabak' paling enak di dunia ini... atau apa pun itu makanan yang namanya martabak... entah itu dari tepung dewa atau telur naga sekalipun... Berikan saja padanya agar batinnya sedikit lebih tenang dan kita semua tidak mati muda karena serangan jantung batin."

​Lyon menghela napas panjang dalam kegelapan. Ia menyadari bahwa ia bukan lagi penguasa di rumahnya sendiri. Ada entitas di paviliun itu yang memegang kendali atas ketenangan jiwa setiap orang di klan Wiraatmadja.

​Di dalam kegelapan Paviliun Musim Semi, Erika—yang di dunia lamanya dikenal sebagai Rosalind —tidur dengan sangat pulas, bahkan mengeluarkan dengkur kecil yang lucu. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa di malam pertamanya pindah ke kediaman utama, ia baru saja secara resmi diakui sebagai "Senjata Pemusnah Massal" terbaru di Kekaisaran Astasura.

​Kekuatan tersembunyinya bukan sihir elemental, bukan pula teknik pedang kuno, melainkan kemampuan untuk menyiksa kewarasan orang lain melalui lagu-lagu dangdut koplo yang bocor dari batinnya. Perang dingin baru saja dimulai, dan keluarga Wiraatmadja sudah kalah di hari pertama.

1
Manusia Ikan
sistem b like :
Manusia Ikan
ooh ada sistem nya😏👍
Manusia Ikan
bro kena mag :v
Manusia Ikan
jangan remehkan kekuatan dari lantai yang licin di kamar mandi😂
Manusia Ikan
ah biasa ini mah😏
Rina Yuli
celana dalam lagi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli
urusan celana dalam pakek mau dibongkar segala lagi 🤣🤣🤣🤣🤣
Rina Yuli: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
acep maulana
sama 2 kk maaf kalau cerita sebelumnya saya hapus 🤣🤣🤣🤣
acep maulana: rekomendasi untuk bab berikutnya hehehe
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Manusia Ikan: hadir thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!