NovelToon NovelToon
Istri Kecil Kesayangan Presdir

Istri Kecil Kesayangan Presdir

Status: tamat
Genre:CEO / Beda Usia / Konflik etika / Tamat
Popularitas:225.7k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Aaron Bernard merupakan presiden direktur dari perusahaan raksasa, dia pria yang berkuasa, dingin, dan penuh misteri.

Malam-malam, saat sedang dalam perjalanan pulang dari perusahaannya, di tengah jalan dia menemukan seorang gadis yang tergeletak di tengah jalan.

Aaron yang pensaran meminta asistennya untuk mengecek kondisi perempuan tersebut, dia takut hanya sebuah jebakan untuk membunuhnya.

Namun, ternyata salah, gadis itu benar-benar pingsan tak sadarkan diri dengan kondisi yang memprihatinkan.

Aaron meminta asistennya untuk memasukkan kedalam mobilnya, dan membawanya ke rumah.
Dia merawat gadis itu hingga sembuh sampai akhirnya menikahinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Anak buah Danar menelusuri hutan dengan langkah hati-hati. Ranting kering patah di bawah sepatu mereka, suara gemerisik daun terdengar jelas di tengah sunyinya hutan yang mulai diselimuti cahaya senja. Udara lembap bercampur aroma tanah basah memenuhi indra penciuman. Mereka sudah hampir dua jam menyisir setiap sudut, namun bayangan Ayla belum juga terlihat.

Salah satu dari mereka berjongkok, menyentuh tanah yang tampak lebih lunak dari sekitarnya. Bekas pijakan samar masih terlihat, meski sebagian sudah tertutup daun gugur.

“Ini jejaknya,” gumamnya pelan. “Masih terlihat. Tanahnya belum sepenuhnya mengeras.”

Yang lain mendekat. Di beberapa batang pohon tampak goresan dan kulit kayu yang terkelupas, seolah ada seseorang yang berjalan tergesa dan berpegangan untuk menjaga keseimbangan.

“Dia pasti lari,” ujar pria bertubuh tinggi itu. “Lihat ini, cabangnya patah. Sepertinya dia sempat terjatuh atau tersandung.”

Mereka saling berpandangan. Hutan itu bukan tempat yang mudah dilalui, apalagi bagi seorang perempuan yang tidak terbiasa. Semak belukar lebat, akar-akar pohon menjalar liar di permukaan tanah, dan beberapa bagian bahkan cukup curam.

“Sepertinya dia sudah keluar dari hutan ini,” ucap salah satu dari mereka setelah memperhatikan arah jejak yang semakin mengarah ke batas pepohonan.

“Iya, kita sudah hampir tembus ke jalan tetapi tidak menemukannya juga,” sahut yang lain sambil menoleh ke arah celah di antara pepohonan, di mana cahaya dari jalan raya mulai terlihat samar.

Langkah mereka semakin cepat, berharap bisa menemukan sesuatu, sehelai kain yang tersangkut, jejak kaki yang lebih jelas, atau tanda lain yang bisa memastikan arah Ayla pergi. Namun begitu mereka benar-benar mencapai tepian hutan, yang tersisa hanyalah jalan kecil beraspal yang sepi. Tidak ada siapa pun di sana. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Ayla.

Angin siang berhembus pelan, membuat dedaunan berdesir pelan seperti bisikan rahasia yang tak mau diungkap.

“Sial,” desis salah satu dari mereka. “Kalau dia sudah sampai jalan, bisa saja ada kendaraan yang menjemput atau dia menumpang seseorang.”

“Atau dia sengaja menghilangkan jejaknya di sini,” tambah yang lain dengan nada serius.

Mereka berdiri dalam diam beberapa saat, menimbang kemungkinan. Jika Ayla benar-benar sudah keluar dari hutan dan mencapai jalan raya, maka pencarian di dalam hutan jelas sia-sia. Waktu terus berjalan, dan semakin lama mereka terlambat melapor, semakin besar pula risiko dimarahi Danar.

“Lebih baik kita keluar dari hutan ini dan beritahu tuan Danar. Tidak ada gunanya juga kita terus berada di dalam hutan,” putus salah satu dari mereka akhirnya.

Yang lain mengangguk setuju. Wajah-wajah mereka tampak tegang. Mereka tahu betul bagaimana reaksi Danar jika mengetahui Ayla berhasil lolos. Pria itu bukan tipe yang bisa menerima kegagalan begitu saja.

Tanpa banyak bicara lagi, mereka kembali masuk kedalam hutan, menuju ke mansion Atmaja. Sepanjang perjalanan, tak ada yang benar-benar bersuara. Masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri.

Di benak mereka terlintas satu pertanyaan yang sama, bagaimana mungkin Ayla bisa bertahan dan keluar sejauh itu sendirian?

Sementara itu, di sisi lain jalan yang tidak mereka sadari, jejak samar kaki kecil mengarah berlawanan dari arah yang mereka perkirakan. Sebuah tanda yang terlewatkan. Sebuah kemungkinan yang tidak mereka pikirkan.

Ruang tengah mansion keluarga Atmaja siang itu terasa lebih dingin dari biasanya. Lampu kristal besar di langit-langit tetap menyala terang, tetapi cahaya itu tidak mampu mengusir ketegangan yang menggantung di udara. Semua duduk dengan posisi gelisah, seolah kursi empuk yang biasa terasa nyaman kini berubah menjadi duri.

Danar duduk di samping istrinya, kedua tangannya terlipat di dada. Tatapannya tajam menatap ke arah luar jendela, tepat ke arah hutan yang menjadi batas tanah milik keluarga mereka. Rahangnya mengeras, namun wajahnya tetap berusaha terlihat tenang.

Di sofa panjang, Silvia menggenggam ujung gaunnya erat-erat. Ia menoleh ke arah ayah mertuanya yang duduk dengan tongkat di tangan, wajahnya berkerut tajam penuh tekanan.

“Bagaimana kalau Ayla tidak ditemukan?” tanya Silvia pelan.

Tak ada yang langsung menjawab. Pertanyaan itu seperti bom kecil yang meledak pelan di tengah ruangan.

Kakek Atmaja mengetukkan tongkatnya ke lantai marmer. Suaranya menggema tegas.

“Harus ditemukan. Jangan sampai anak itu membuka mulut ke orang lain, dan membeberkan semua rahasia keluarga kita” ucapnya tegas.

Kata rahasia membuat udara terasa semakin sesak.

Semua yang duduk di sana tahu persis apa yang dimaksud. Bertahun-tahun keluarga Atmaja membangun reputasi sebagai keluarga terpandang, dermawan, berpengaruh, tak tersentuh hukum. Namun di balik dinding mansion yang megah itu, tersimpan rahasia yang mereka simpan rapat-rapat.

Ayla adalah satu-satunya korban yang pernah melihat sisi gelap mereka dari dekat.

Danar menarik napas panjang, lalu berbalik menghadap mereka. “Memangnya apa yang dia ketahui tentang keluarga ini? Aku yakin dia tidak banyak tahu, Pa. Dia juga tidak mungkin berani melapor ke polisi. Dia tidak punya uang, tidak punya koneksi,” ucapnya berusaha terdengar santai.

Namun hanya dirinya sendiri yang tahu betapa kacau pikirannya.

Ia mengingat kembali malam-malam ketika Ayla masih berada di paviliun. Tatapan gadis itu tak pernah benar-benar kosong. Ia mungkin terlihat lemah, tapi matanya menyimpan sesuatu—kesadaran, kecurigaan, bahkan mungkin bukti yang tanpa sengaja ia kumpulkan.

Danar bukan takut pada polisi.

Ia takut pada satu hal: jika Ayla bertemu orang yang tepat.

Seseorang yang mau mendengar ceritanya.

Seseorang yang bisa membantunya.

“Justru karena dia tidak punya apa-apa, dia bisa nekat,” potong Kakek Atmaja tajam. “Orang yang terdesak itu berbahaya, Danar.”

Silvia menelan ludah. “Kalau sampai media tahu… reputasi keluarga ini bisa hancur.”

Kata media membuat beberapa anggota keluarga lain yang sejak tadi diam saling pandang. Mereka sudah terlalu lama menjaga citra. Investasi, proyek luar negeri, jaringan politik semuanya bisa runtuh hanya karena satu pengakuan.

Danar berjalan mondar-mandir, sepatu kulitnya memantulkan suara tegas di lantai marmer. “Kita belum tahu dia benar-benar tahu apa. Bisa jadi dia hanya kabur karena ingin bebas. Itu saja.”

“Terlalu berisiko untuk berasumsi,” jawab Kakek Atmaja dingin.

Beberapa detik kemudian, suara langkah tergesa memasuki ruangan. Salah satu anak buah Danar muncul di ambang pintu ruang tengah, wajahnya terlihat lelah dan sedikit panik.

“Bagaimana?” tanya Danar cepat, sebelum pria itu sempat berbicara.

“Kami menemukan jejaknya di dalam hutan, Tuan. Tapi… jejak itu mengarah ke jalan raya. Sepertinya dia sudah keluar dari hutan.”

Keheningan langsung menyelimuti ruangan.

Silvia menutup mulutnya pelan. Kakek Atmaja mencengkeram tongkatnya lebih kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

“Dan kalian tidak menemukannya?” suara Danar terdengar lebih rendah sekarang, tapi justru lebih mengancam.

“Tidak, Tuan. Kami sudah menyisir sampai batas jalan. Tidak ada tanda-tanda keberadaannya.”

Beberapa detik tak ada suara apa pun.

Brak!

Danar memukul meja kaca di dekatnya hingga vas bunga di atasnya bergetar. “Bodoh!” bentaknya.

Ia mengusap wajahnya kasar, mencoba menenangkan diri. Jika Ayla sudah sampai jalan raya, maka kemungkinan ia bertemu orang lain sangat besar. Ia bisa saja menumpang kendaraan. Bisa saja meminta bantuan.

Bisa saja… sudah mulai bicara.

“Kerahkan orang lebih banyak,” perintah Danar tegas. “Periksa CCTV di sekitar jalan raya. Terminal, halte, pom bensin. Aku mau tahu ke mana dia pergi.”

Anak buahnya mengangguk cepat lalu mundur.

Kakek Atmaja bersandar pelan, namun sorot matanya tetap tajam. “Danar, jika sampai dia tertangkap orang lain sebelum kita…”

Kalimat itu tidak selesai, tapi maknanya jelas.

Semua yang ada di ruangan itu tahu satu hal—Ayla bukan sekadar gadis pelarian.

Ia adalah kunci.

Kunci yang bisa membuka pintu gelap keluarga Atmaja dan menelanjangi semua rahasia yang selama ini terkubur rapi.

Dan hari itu, untuk pertama kalinya, keluarga yang selalu merasa paling berkuasa itu merasakan sesuatu yang jarang mereka rasakan. Mereka merasa takut.

1
Ipunk Hantu
mantap jiwa Thor di tgu kelanjutan Thor
Ipunk Hantu
lanjut dong KK Thor
🇹🇼 Mimi Sanah 🇮🇩
tangkap masukkan kemarkas , hayalan ku begitu😄
🇹🇼 Mimi Sanah 🇮🇩
jgn kecewakan kita ya Thor 🥺🙏
🇹🇼 Mimi Sanah 🇮🇩
ya Allah alya😭
🇹🇼 Mimi Sanah 🇮🇩
adduh bahaya , semoga Aaron cepat menyadari orang tersebut, Thor jantungku kebat kebit thoooorrr😭
🇹🇼 Mimi Sanah 🇮🇩
semoga dirumah sakit aman
🇹🇼 Mimi Sanah 🇮🇩
😭😭😭😭😭
Desi Arriani
menarik untuk di baca
Linda Muslimah
wkwk 🤣🤣🤣
Zainuri Zaira
nanti mau tulis lgi kasih nama tokohx calya. avanza. xenia jga bagus dn agya😄
Zainuri Zaira
ap mau susah2 cari ginjal ambil lgi lh ginjal ayla yg ad ditubuh leticia. ayla nama mobil dahatshu 😃😄
Zainuri Zaira
danar gila tega sma ank kandung sendiri
Nazia wafa abqura
bagus thor
Erna sujana Erna sujana
sangat bgus..di tnggu kelanjutan nya thor
Erna sujana Erna sujana
Aron memang keren..😄
Erna sujana Erna sujana
Alya TDK aman..Aron segera lh ambil tindakan..👍👍
Erna sujana Erna sujana
lanjut..seru CRT nya
Asyatun 1
lanjut
Yuni
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!