NovelToon NovelToon
Immortal Phoenix Emperor

Immortal Phoenix Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Timur / Perperangan / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: AnginBiru

Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.

Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.

Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 15 - Gudang Harta Klan Xiao

Kemudian, Bibi Yi langsung memberi sebuah isyarat dengan melirik ke arah luar pintu kamar kepada Xiao Qinzi dan Ye Wuling. Agar mereka juga ikut meninggalkan kamar Xiao Yun bersama dirinya. Tanpa penolakan, Xiao Qinzi dan Ye Wuling bergegas mengikuti isyarat dari Bibi Yi. Namun, ketika langkah kaki mereka hendak meninggalkan ruangan tersebut. Xiao Yun tiba-tiba kembali berbicara, "Tunggu, Ayah! Jangan pergi terlebih dahulu. Aku membutuhkan bantuan Ayah kembali."

Langkah kaki Xiao Qinzi seketika terhenti. Pandangannya kembali tertuju kepada Xiao Yun yang masih duduk di tempat tidurnya. "Apa yang kau inginkan dari ayahmu ini? Katakanlah."

"Umm.. Apakah aku bisa meminjam Lencana milik Ayah? tanyanya dengan suara pelan dan ragu

Mata Xiao Qinzi sontak melebar, "Lencana milikku? Untuk apa?"

"Aku berencana untuk pergi ke Gudang Harta Klan Xiao hari ini. Aku ingin mencari pedang baru dan beberapa kebutuhan untuk membantu perkembangan kultivasiku."

"Begitu, ya. Tetapi, Lencana milikmu seharusnya sudah cukup untuk melakukannya. Kenapa kau masih ingin menggunakan Lencana Ayah, Yun'er?"

Raut wajah Xiao Yun langsung berubah setelah mendapatkan reaksi yang tidak ia inginkan dari ayahnya. Ekspresi wajahnya tampak masam. Kemudian, Xiao Yun kembali berbicara dengan tegas, "Karena Lencana Ayah bisa digunakan pada semua lantai di Gudang Harta Klan Xiao. Sedangkan milikku, mempunyai batasan penggunaan terhadap Gudang Harta Klan Xiao."

Setelah mendapatkan penjelasan dari putra kecilnya tersebut. Xiao Qinzi menghela napas panjang sejenak. Firasatnya baru saja memberi tahu dirinya, kalau Xiao Yun memiliki tujuan lain yang akan ia lakukan di Gudang Harta Klan Xiao. Tetapi, Xiao Qinzi tidak berani mendesak lebih jauh putranya tersebut karena keberadaan Bibi Yi. Kemudian, ia langsung mengeluarkan sebuah lencana berbentuk segi lima dengan warna emas.

Pada lencana tersebut tertulis nama dirinya, yakni Qinzi. Sebuah lencana yang saat ini berada di tangannya, bukan hanya menjadi tanda pengenal untuk dirinya. Namun, juga menjadi tanda yang menjelaskan posisinya sebagai Pemimpin Klan Xiao. Lalu, Xiao Qinzi segera memberikan lencana tersebut kepada Xiao Yun. "Ini, ambillah. Kau bisa menggunakannya sesuka hatimu."

Xiao Yun segera menerima lencana tersebut dengan kedua tangannya. Mata birunya seketika mengkilat, senyum bahagia tak bisa lepas dari wajahnya ketika melihat lencana milik ayahnya. Seolah-olah, lencana tersebut merupakan hadiah paling spesial sepanjang hidupnya. "Terima kasih, Ayah. Aku akan menggunakan lencana ini dengan baik dan akan kukembalikan saat sudah selesai nanti." ucapnya dengan nada lembut

Xiao Qinzi mengangguk pelan dengan senyum kecil di sudut bibirnya. Ekspresinya tampak datar ketika melihat putra kecilnya yang sangat bersemangat dan antusias setelah mendapatkan keinginannya. Namun hatinya, dipenuhi oleh kebahagiaan yang terus meluap-luap. Ia menahan perasaan tersebut agar air matanya tidak menetes di hadapan Xiao Yun. "Jika kau ingin menangis, maka menangislah. Tidak perlu berpura-pura kuat untuk menahannya. Kami tidak akan mengejekmu, Qinzi" ucap Ye Wuling melalui transmisi suara

"Diamlah! Aku tidak mungkin menangis hanya karena hal-hal kecil seperti ini." jawabnya

Ye Wuling pun tersenyum tipis dan berbicara dengan suara yang pelan, "Heh! Dasar Ayah yang payah."

Setelah memenuhi permintaan kecil putranya. Xiao Qinzi kembali berbicara, "Baiklah. Karena permintaanmu sudah terpenuhi. Maka, Ayah serta yang lain pergi dulu."

"Iya. Terima kasih atas bantuannya, Ayah." ucap Xiao Yun sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya

Tanpa menunda waktu lagi, Xiao Qinzi beserta yang lain bergegas pergi meninggalkan Xiao Yun seorang diri. Ketika suasana sudah menjadi lebih tenang, Yan segera keluar dari tubuh Xiao Yun lalu hinggap di bahu kirinya. "Apa yang sedang kau rencanakan, Yun?"

"Rahasia. Akan kuberitahu nanti ketika kita sudah berada di Gudang Harta Klan Xiao." ujarnya seraya tersenyum

"Cih! Beraninya kau menyembunyikan sesuatu dariku." Yan langsung kembali masuk ke dalam tubuh Xiao Yun, dengan membawa rasa penasarannya terhadap rencana asli Xiao Yun. Sementara itu, Xiao Yun segera mengganti pakaiannya kemudian bergegas pergi ke Gudang Harta Klan Xiao.

_______

Beberapa menit kemudian..

Setelah berhasil meminjam lencana milik ayahnya. Kini, tubuh Xiao Yun sudah berdiri tegap di depan sebuah bangunan Pagoda yang besar dan megah. Pagoda tersebut terbagi menjadi lima tingkat. Dan, di atas pintu masuknya terdapat sebuah papan nama berwarna emas yang bertuliskan Gudang Harta Klan Xiao. "Jadi, ini adalah Gudang Harta Klan Xiao yang kau bicarakan itu?" tanya Yan melalui transmisi suara

"Iya. Ini pertama kalinya aku datang ke sini. Ternyata, Gudang Harta Klan Xiao jauh lebih megah dari yang kubayangkan."

Yan sontak terkejut. "Tunggu! Ini kali pertama kau datang ke tempat ini?! Apa kau sedang mencoba membodohiku?!"

Xiao Yun segera menggelengkan kepalanya. "Aku mengatakan yang sebenarnya. Lagipula, mana mungkin aku datang ke tempat yang dipenuhi oleh berbagai macam sumber daya kultivasi. Di saat, tubuhku tidak bisa digunakan untuk berkultivasi."

"I, itu terdengar masuk akal." ujar Yan

Selepas berbincang singkat dengan Yan. Xiao Yun langsung melangkahkan kakinya menuju bagian dalam Gudang Harta Klan Xiao. Saat langkah kakinya telah berada di Aula Gudang Harta Klan Xiao. Puluhan rak kayu serta etalase kaca yang dipenuhi oleh berbagai macam Teknik Bertarung dan sumber daya lainnya, menyambut kedatangan Xiao Yun. Kedua matanya terpaku pada setiap rak kayu serta etalase kaca yang tersusun rapi.

Suasana di dalam Gudang Harta Klan Xiao juga cukup ramai. Beberapa murid Klan Xiao tampak sedang sibuk memilih Teknik Bertarung yang akan mereka latih. Beberapa murid lainnya juga sibuk memilih pil dan ramuan obat untuk membantu perkembangan kultivasi mereka. Melihat beberapa murid Klan Xiao yang bersungguh-sungguh menapaki jalan seni bela diri mereka, membuat Xiao Yun tersenyum lembut.

Meskipun beberapa dari mereka tidak mewarisi Garis Keturunan langsung Klan Xiao. Namun, kesungguhan hati dan tekad mereka sangat layak untuk diapresiasi. Mereka merupakan pilar masa depan yang berharga dari Klan Xiao. Lalu, pandangan Xiao Yun seketika teralihkan oleh sosok Pria yang berdiri tidak jauh darinya. Langkah kakinya pun bergegas menghampiri Pria tersebut.

"Paman Baizi!"

Xiao Baizi sontak terkejut ketika mendengar suara Xiao Yun dari arah belakang tubuhnya. Kemudian, ia segera memutar balik tubuhnya menghadap Xiao Yun yang tampak tersenyum lembut. "Tuan Muda Ketiga! Kondisi Anda sudah membaik?"

"Iya, Paman. Terima kasih karena sudah menyelamatkanku waktu itu." jawab Xiao Yun sembari membungkukkan setengah tubuhnya

"Sama-sama, Tuan Muda. Sejak awal, aku sudah berada di sana untuk mengamati Latihan Bertarung Anda."

Xiao Yun pun mengangguk pelan dengan senyuman yang masih belum pergi dari wajahnya. Kemudian, Xiao Baizi kembali bertanya, "Omong-omong, Tuan Muda. Apakah aku boleh tahu tujuan Anda datang ke Gudang Harta Klan Xiao?"

Selain memiliki jabatan sebagai Tetua Ketiga Klan Xiao. Xiao Baizi juga mempunyai tanggung jawab lain sebagai Penjaga Gudang Harta Klan Xiao. Ia memiliki otoritas penuh atas segala hal yang terjadi di tempat tersebut. Xiao Yun pun segera menjawab pertanyaan Xiao Baizi dengan nada lembut, "Aku ingin mencari beberapa pedang baru dan tanaman obat, Paman."

"Kalau begitu, silahkan berkeliling dan memilih barang yang Anda inginkan, Tuan Muda. Jika Anda butuh bantuan, Anda bisa datang menemuiku."

"Baik, Paman."

Xiao Yun segera menundukkan kepalanya, lalu pergi meninggalkan Xiao Baizi. Langkah kaki Xiao Yun terus berjalan menyusuri setiap sudut Gudang Harta Klan Xiao. Kedua matanya tampak memperhatikan setiap Teknik Bertarung yang tersusun rapi di rak kayu. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Gudang Harta Klan Xiao terbagi menjadi lima lantai.

Lantai pertama dan kedua, dipenuhi oleh berbagai macam Teknik Bertarung, pil obat serta tanaman obat. Lantai ketiga, berisi macam-macam senjata dan artefak. Lalu lantai keempat, yang memiliki perbedaan tersendiri. Di lantai ini, terdapat beberapa ruangan pribadi yang bisa digunakan oleh murid-murid Klan Xiao untuk mempelajari Teknik Bertarung serta membuat pil dan ramuan obat. Dan lantai kelima yang menjadi tempat paling berharga bagi Klan Xiao.

Pada lantai ini, berisi banyak sumber daya berharga yang hanya bisa diakses dengan lencana Pemimpin Klan Xiao dan para Tetua. Sumber daya tersebut merupakan pondasi utama Klan Xiao. Setelah berkeliling cukup lama di lantai pertama, Xiao Yun bergegas menaiki anak tangga yang menuju lantai dua. Ketika tubuhnya telah berada di lantai kedua Gudang Harta Klan Xiao, pandangannya langsung tertuju pada beberapa rak kayu yang dipenuhi oleh tanaman obat.

Langkah kakinya pun segera menghampiri kumpulan tanaman obat tersebut. Alisnya terlihat bertaut rapat, menciptakan kerutan di antara kedua matanya. Xiao Yun berkonsentrasi penuh ketika memilih setiap tanaman obat yang berada di hadapannya. "Apa kau sudah bisa memberi tahuku rencanamu yang sebenarnya, Yun?" tanya Yan melalui transmisi suara

"Aku berencana untuk pergi ke Hutan Spirit Beast." tegas Xiao Yun

"Hutan Spirit Beast? Apa yang ingin kau lakukan di sana? Apa kau mulai berencana menjelajahi dunia luar?"

"Belum. Aku hanya ingin mempertajam kembali insting bertarungku dengan bertarung melawan beberapa Spirit Beast dan mencari sedikit keberuntungan di sana. Karena itu, aku butuh mempersiapkan segala hal untuk bertahan hidup di Hutan Spirit Beast." ucapnya seraya terus memperhatikan setiap tanaman obat

"Begitu rupanya. Aku sempat mengira, kau sedang menyiapkan sebuah rencana besar."

"Dengan kondisiku saat ini, terlalu awal untuk melakukannya."

Di saat Xiao Yun masih sibuk memilih tanaman obat yang diinginkannya. Tiga orang pemuda tiba-tiba datang dari anak tangga lantai pertama, lalu bergegas menuju tempat Xiao Yun berada. Salah satu dari tiga pemuda tersebut memiliki bentuk muka yang sangat mirip dengan wajah Xiao Lin. Kemudian, pemuda berusia delapan belas tahun tersebut segera berbicara, "Ternyata anak laki-laki yang kulihat di pintu masuk tadi benar-benar kau, Xiao Yun." ucapnya dengan tegas

Konsentrasi Xiao Yun langsung teralihkan, oleh sosok pemuda yang baru saja berbicara kepadanya. Ia menatap pemuda tersebut sesaat, sebelum mulai berbicara. "Oh, Kak Xiao Ling! Lama tidak berjumpa denganmu, Kak."

Xiao Ling, merupakan nama pemuda tersebut. Ia adalah Putra Pertama Xiao Tian dan Kakak dari Xiao Lin. Tingkat kultivasinya saat ini sudah berada di tahap Master Energi Lapisan Kedelapan. Xiao Ling merupakan satu-satunya generasi muda Klan Xiao yang memiliki tingkat kultivasi tertinggi untuk saat ini. Pencapaiannya tersebut membuat dirinya bersanding sejajar dengan sang adik sebagai Jenius Klan Xiao.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!