Kisah seorang anak perempuan terakhir yang hidupnya selalu di tentukan oleh orang tuanya,dan tidak di beri kesempatan untuk memilih untuk hidupnya.
hingga akhirnya ia pergi dari rumah, dan bertemu dengan seseorang yang mampu untuk ia jadikan rumah dan tempat bersandar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RUSB 15
Nina baru saja pulang bersama dengan Zeyya, di rumah hanya ada Malihah, Kenzie, Ellena dan tentu saja Cheesy dan mbok Jumi.
" Assalamualaikum " Salam Nina dan Zeyya,saat memasuki rumah milik Haris.
" Waalaikumsalam " jawab ketiga keponaknnya kompak yang sudah berada di ruang tamu bersama dengan mbok jumi.
" Kak Malihah mana mbok?" tanya Nina pada mbok Jumi.
" Mbak Maliha sedang ganti baju mbak Nina, mbak Nina mau mbok ambilkan minum" tawar mbok jumi.
" ehh engga usah mbok, biar Nina ambil sendiri saja, mbak zeyya mau minum apa?" tawar Nina pada Zeyya.
" Air putih aja Na" sahut Zeyya yang sedang bermain dengan Chessy.
Nina kemudian mengambilkan Zeyya minum dan untuk dirinya sendiri,saat di dapur ia berpapasan dengan kakak iparnya yang baru saja turun.
".dek udah pulang?" tanya Kak Malihah.
Nina kemudian menyalami sang kakak ipar "udah kakak udah siap?" sahut Nina.
" udah, kamu mau ganti baju dulu enggak?" tanya Kak Malihah.
" enggak dech Kak, biar sekalian kotornya, nanti kalau sudah mandi malah mager buat keluar " jawab Nina.
" Ohh ya udah , Zeyya jadi ikut ?"
"Jadi, udah di ruang tamu " sahut Nina.
Setelah melaksanakan sholat magrib Nina, Kak Malihah, Zeyya, kenzie, Ellena dan juga Chessy berangkat ke pusat perbelanjaan.
Jalan begitu macet, Nina di depan dengan memangku Ellena, dan Zeyya menyetir sedangkan yang kenzie dan Cheesy terus bertengkar,hingga Kak maliha kualahan menghadapi mereka berdua.
" Woyy bisa diam gak" teriak Nina yang sudah pusing mendengar keributan antara dua keponakannya.
Zeyya yang baru mendengar teriakan Nina sedikit terkejut, berbeda dengan Malihah yang sudah tau sifat sang adik ipar.
Kenzie dan Cheesy terdiam mendengar bentakan dari Nina, yang memang sangat jarang di dengar oleh mereka .
" Maaf yaaa. mbak, kaget yaa..." gumam Nina pada Zeyya.
"ah... eh iyaa gapapa Na, agak kaget aja dikit kok, gue pikir loe enggak bisa marah, tau nya sekali bentakan buat ponakan loe kicep" sahut Zeyya.
" Heheheh saya bukan orang yang pendiam mbak, saya sama kayak mbak Zeyya yang cerewet , suka heboh sendiri tanya saja Kak malihah, awal- awal dia kaget lihat tingkah saya" sahut Nina.
" Wahhh berati loe enggak usah canggung bsama gue, sans aja" sahut Zeyya yang merasa menemukan teman sefrekuensi.
" nanti saya coba mbak" sahut Nina.
Setelah menempuh perjalanan empat puluh lima menit, akhirnya mereka sampai di mall yang mereka tuju.
Zeyya mengandeng Chessy,sedangkan Nina menggendong Ellena yang sedang rapat dengannya.
" Kak malihah mau kemana dulu?" tanya Zeyya.
" Aku sih mau cari tas, kalau kalian mau cari sesuatu dulu gak?" tanya Malihah.
" Cari tas kakak aja dulu, kita mah gampang yaa gak Na" sahut Zeyya.
" Iya kak, takut nanti malah gak dapet " sahut Nina.
Kemudian mereka berkeliling mencari yang mereka cari tak terasa,hingga jam menunjukan pukul setengah sepuluh malam.
" Mbak Zeyya, kita pulang naik taksi aja, kasian mbak Zeyya kalau harus bolak balik" ujar Nina ketika akan keluar dari salah satu toko mainan.
" Iyaa ,zeyy pasti kamu juga capekan" imbuh Malihah.
" Santai aja Na ,kak, Bang Raynar di rumah bang Haris kok, dia enggak bawa mobil, jadi sekalian jemput tuh orang" sahut Zeyya, yang tadi di minta sang kakak untuk menjemputnya di rumah Haris.
" Oalah, kalau begitu ya sudah ayo mbak, mau gantian nyetir ?" tawar Ayra.
" hehehehe kalau itu boleh Na" sahut Zeyya.
Mereka kemudian pulang dengan di setiri oleh Nina, yang tak kalah ugal- ugalan ketika membawa mobil.
Hanya perlu waktu dua puluh tujuh menit untuk mereka sampai, setelah sampai mereka akhirnya turun.
Ternyata belanjan mereka begitu banyak, Nina menurunkan Chessy terlebih dahulu,karena Chessy berada di gendongan Zeyya.
Sedangkan Zeyya memilah barang antara miliknya dan milik yang lainnya.
Mereka di sambut oleh Anin di depan pintu, setelah menyerahkan Chessy Nina kembali ke mobil milik Zeyya untuk mengangkat Kenzie yang tertidur.
" Bisa gak Na?" tanya Zeyya.
" bisa mbak, bentar yaa... mbak aku bawa kenzie masuk dulu" jawab Nina.
Nina kemudian membawa masuk kenzie, tak sengaja ia berpapasan dengan Raynar di ruang keluarga, dan hampir bertabrakan.
" Ehh maaf pak, saya enggak sengaja" ujar Nina yang menahan beban Kenzie, dimana berat badannya setengah berat badan dirinya.
"Mau saya bantu?" tawar Raynar .
"ehh gak usah Pak, biar saya panggil Kak Wira saja" jawab Nina.
" Bang tolongin Bang, kenzie berat banget " Ujar Nina kala melihat Haris,yang berjalan dari arah dapur.
" Tadi mau di bantuin Raynar gak mau, pakai gengsi segala" ujar Haris.
" bukan gengsi, yaa... masak aku nyuruh bos aku,buat ngangkat- ngakat nih anak" sahur Nina memindahkan Kenzie.
" Mari pak,.saya bantu mbak Zeyya dulu" pamit Nina kemudian meninggalkan ruang keluarga.
Setelah membantu Zeyya, Zeyya istirahat sebentar setelah itu Zeyya dan Raynar pamit untuk pulang.
...****************...
Keesokan paginya Nina tampak terlihat buru- buru, karena setelah shubuh tadi ia kembali tertidur, dan berakhir ia terlambat masuk ke kantor.
" makanya kalau habis shubuh tuh, jangan tidur" omeh Wira pada adik bungsunya itu.
Nina yang sedang memakai sepatu dan meneguk susu yang telah di siapkan,menatap tajam ke arah sang kakak.
" kayak gak pernah tidur habis shubuh aja " sahut Nina.
" Udah ah... Kak, aku pakai motor aja yaa.... enggak keburu soalnya kalau naik mobil pasti macet " imbuh Nina meminjam motor kakak ipar nya.
" Biar kakak anter" sahut Wira.
" enggak mau, nanti kalau sama Kakak, di ajak keliling dulu, bukannya tambah cepet ,malah tambah telat" sahut Nina.
"Iya sudah, hati- hati tapi... nanti kakak kirim makan siang ke kantor ya... sekalian anter Kak Malihah cari furniture " sahut Anin.
" Iya, aku berangkat Assalamualaikum " pamit Nina kemudian berlari kedepan.
" Dasar bocah" gumam Wira melihat tingkah sanv adik.
...****************...
Sedangkan di kantor Kelvin menunggu Nina, ia masih berusaha untuk mendekati Nina, ia sudah jatuh cinta dengan Nina.
"Tumben Nina telat" gumam kelvin sambil melirik
ke arah jam tangan, yang melingkar di tangannya.
Tak lama Kelvin melihat mobil Haris yang berhenti di depan pintu masuk, kemudian ia melihat Haris dari kursi belakang, namun setelah Haris turun ia tak melihat Nina juga turun.
Biasanya Nina berangkat dengan Haris, namun kali ini Haris ke tower Kastara sendiri.
" Apa Nina sakit ya? biasanya di berangkat bareng kakak nya" tanya Kelvin dalam hatinya.
Saat Haris berlalu di depan Kelvin, Kelvin terlihat menyapa Haris, namun Haris tampak mengabaikannya dan berlalu.
Baru beberapa langkah, Haris kembali berdiri di depan Kelvin.
" Kamu bukannya satu divisi sama adik saya?" tanya Haris pada Kelvin.
" ah i - iya pak, ada yang bisa di bantu?" sahut Kelvin.
" tolong bilangin HRD adik saya sakit, tidak bisa masuk kerja"
"Apa Nina sakit pak?" tanya Kelvin sedikit khawatir.
" Kamu kayak khawatir banget sama adik saya ? kamu suka sa......"
" Abanggg"