Baru kali ini Devan terpesona oleh tubuh seksi seorang wanita, dan wanita itu adalah istrinya.
Ini juga pertama kalinya Devan bisa kalah dihadapan seorang wanita.
Devan yang terkenal dingin dan cuek entah mengapa bisa benar-benar terpukau saat melihat badan seksi Prima. Dia ingin memiliki Prima, namun ia juga tetap ingin setia pada gadis yang disukainya sejak 5 tahun yang lalu. Devan ingin memiliki 2 wanita itu, tidakkah Devan terlalu serakah?
Pernikahan paksa ini benar-benar menyiksa Prima!
...
Setelah terjebak oleh temannya sendiri, kini Reyhan harus mencari siapa wanita malam itu. Dia juga harus menyingkirkan wanita yang hendak memanfaatkannya, ia juga harus waspada karena temannya akan membalas dendam kepada Reyhan akibat kematian seorang wanita.
#My Second Novel#
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Istriku
"Joo..." panggil Prima
"wuah.." gumam Joo
"Joo..." ucap Prima dengan sedikit keras
"eh iya apa?" tanya Joo
"diajak ngomong kok malah gak fokus" ucap Prima
"lo cantik banget Prim" ucap Prima
"hahahaha, apaan sih" tawa Prima
"yaudah, pas kan? Enak dipakai? nyaman nggak?" tanya Joo
"nyaman, tapi apa ini nggak terlalu terbuka?" tanya Prima
Memang gaun yang dipilih oleh Joo sangat press body dari atas sampai bawah, memiliki belahan di samping dari bawah sampai lutut dan bagian punggungnya cukup terbuka, walau sebenarnya gaunnya sangat indah. Warna hitam dengan beberapa sparkle silver yang tampak glamor.
"haih, kamu itu pake apa aja cocok. Lagian ini itu standar ideal gaun yang sekarang, kamu itu cewek kok nggak tau style sih" ucap Joo
"yee... Tiap hari kan gue latihan, gak mikir style" ucap Prima
"yaudah, mbak bungkus yang ini" ucap Joo
"oke kak" ujar pegawai
"yaudah yuk bayar trus ke mall" ucap Joo
"hah? Ngapain" tanya Prima
"beli sesuatu, udah nggak usah banyak tanya. Lo ngikut aja, gak usah bawel" ucap Joo
///***///
Di Mall
Di Toko Make Up
"Joo, ngapain kesini?" tanya Prima
"nanti juga tau" ucap Joo
"mbak beli alat make up 1 set yang paling lengkap" ucap Joo
"oke kak, silahkan anda pilih dulu warna-warnanya" ujar pegawai
"yuk" ajak Joo
"ngapain sih Joo" bingung Prima
Joo membeli alat-alat make up lengkap, ia keluar dengan membawa beberapa paper bag dan mengajak Prima makan siang disebuah restoran.
"Joo, ngapain sih beli sebanyak ini? Buang-buang uang tau nggak, kan sayang" ucap Prima
"udah lah, lo diem aja. Lagian yang punya duit kan gue, kenapa lo yang bingung?" tanya Joo
"tapi kan sayang" ucap Prima
"udahlah, lo diem aja. Intinya lo nikmati aja, jangan sampe di sana lo malu-maluin gue" ucap Joo
"yeee... Emang gue sejelek itu" ucap Prima
"emang, hahahaha" tawa Joo
"kalo gue jelek, kenapa lo dulu nembak gue hahaha" tawa Prima
"anj*r sial*n" ucap Joo
Mereka makan siang bersama dan tak lama Tio yang melihat Prima menghampiri Prima.
"nyonya muda, anda disini?" tanya Tio
"kamu...." bingung Prima
"oh saya Tio. Asisten pribadi Tuan Muda, suami anda" ucap Tio
"oh, ada apa?" tanya Prima
"Tuan muda ingin menemui anda" ucap Tio
"oh, bilangin ke dia, saya males ketemu dia" ucap Prima
"tapi tuan muda sangat ingin menemui anda, mungkin minta maaf" ucap Tio
"masih mungkin kan, belum pasti?" tanya Prima
"Nyonya, dari semua wanita tuan muda yang saya kenal anda lah yang paling dikhawatirkan oleh tuan muda. Bahkan nona Katlyn pun tak pernah dikhawatirkan olehnya seperti anda" ucap Tio
"haih, iya iya iya. Nanti saya ke sana, bilangin ke dia nggak usah bawel" ucap Prima
"baiklah, saya pergi dulu" ucap Tio
"hmm ya" ucap Prima
Tio pergi meninggalkan Prima dan Joo. Karena Tio sebenarnya memang disuruh Devan untuk mencari Prima. Entah apa yang bisa Tio katakan pada Devan, tidak mungkin kalau bilang bahwa Prima sedang bersama dengan Joo. Devan pasti marah besar.
"kayaknya suami lo perhatian tuh" ucap Joo
"halah, basi tau nggak" kesal Prima
"hahahaha, biasa aja kali" tawa Joo "abis ini ke salon ya"
"ngapain? Lo tau kan gue nggak suka ke salon, tiap kali ke salon gue pasti ketiduran" ucap Prima
"gampang, gue kan ada" ucap Joo
"halah serah lo lah Joo" ucap Prima
Joo pergi ke salon untuk menemani Prima body spa. Joo memesan body spa yang mahal dan pelayanan khusus, Prima benar-benar dimanjakan oleh pegawai salon walau sebenarnya sedikit risih.
///***///
Di Rumah Sakit
"tuan muda, saya kembali" ucap Tio
"bagaimana? Dia dimana?" tanya Devan
"nyonya muda..."
"cepat katakan" bentak Devan
"dia sedang bersama tuan Jhonny" ucap Tio
"apa!" kaget Devan
"tapi dia mengatakan akan menemui anda secepatnya" ucap Tio
"s*al, siapa Jhonny sebenarnya?" tanya Devan marah
"dia adalah putra tunggal seorang menteri, ibunya seorang DPRD dan dia adalah teman nyonya muda sejak SMA" jelas Tio
"s*alan, berani sekali dia mendekati istriku" kesal Devan
udah tau pacar adiknya Mala dekat dekat dang ngajak nonton