NovelToon NovelToon
Kala Takdir Menyapa Lagi

Kala Takdir Menyapa Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Janda / Teman lama bertemu kembali / Menikah Karena Anak
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

Cinta romantis, dua kata yang tidak semua orang mendapatkannya dengan mudah.

Hari itu Alena Mahira menolak Alex dan menegaskan akan tetap memilih suaminya, Mahendra. Tak ingin terus meratapi kesedihan, hari itu Alex Melangkah pergi meninggalkan kota yang punya sejuta kenangan, berharap takdir baik menjumpai.

8 tahun berlalu...

"Mama, tadi pagi Ziya jatuh, terus ada Om ganteng yang bantu Ziya. Dia bilang, wajah Ziya nggak asing." ujar Ziya, anak semata wayang Alena dengan Ahen.


"Apa Ziya sempat kenalan?" tanya Alena yang ikut penasaran, Ziya menggeleng pelan sembari menunjukkan mata indahnya.

"Tapi dia bilang, Mama Ziya pasti cantik."

*******

Dibawah rintik air hujan, sepasang mata tak sengaja bertemu, tak ada tegur sapa melalui suara, hanya tatapan mata yang saling menyapa.


Dukung aku supaya lebih semangat update!! Happy Reading🥰🌹
No Boom like🩴

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KTML015~ Jatuh

"Tenang saja,"

"Axan pernah bilang dia nggak tau sama Ibunya." ungkap Alena dengan suara pelan agar Axan tidak mendengarnya.

Pak Alex memandangi Axan yang sibuk makan dengan Ziya, ia menghela napas pelan.

"Aku belum bisa memberi tahunya sekarang, dia masih kecil."

Alena mengangguk tanda mengerti.

"Iya, tapi jangan terlalu lama ngasih tau Xan, khawatirnya semakin dia besar maka rasa kecewanya akan semakin dalam. Ziya kehilangan Ayahnya saat berusia 2 tahun, saat dia udah masuk usia yang bisa mengingat, aku nggak mau dia terus penasaran kemana Ayahnya, aku kasih tau dia kalau Ayahnya udah meninggal. Meski Ziya sempat sedih berhari-hari, namun seiring waktu dia mulai ngerti dan nerima."

"Aku turut berduka atas meninggalnya Ahen," ucap Pak Alex, Alena hanya mengangguk pelan.

"Bagaimana keadaanmu selama delapan tahun ini, Alena?" akhirnya pertanyaan ini bisa keluar dari mulutnya.

"Aku... Cukup baik, Kak." jawab Alena disertai senyum, Pak Alex menatap Alena dengan tatapan tidak biasa.

"Kamu masih sama seperti dulu, Alena."

"Nggak dong, aku udah makin tua. Sama dari mananya, hihi."

"Bukan fisikmu, tapi sifatmu. Selalu berkata baik-baik saja meski situasimu sedang buruk. Sampai kapan kamu akan terus menolak jujur padaku, Alena?"

Alena menghela napas pelan.

"Di dunia ini... Kalau nggak tegar maka akan kalah. Aku nggak pengen orang tau sakitku, dunia cuma boleh tau bahagiaku. Terlebih sekarang aku udah punya Ziya, aku nggak boleh punya celah biar Ziya nggak ikut sedih."

Pak Alex tersenyum kecut, terkadang ia menyesali kepergiannya 8 tahun lalu. Sekarang Alena jadi lebih menutup diri dibanding 8 tahun yang lalu.

Namun kali ini ia tidak ingin menyerah, hatinya masih terus berharap ada benang merah yang mengikat mereka berdua.

"Jika ada waktu lagi, aku ingin kita bicara empat mata, Alena."

"Ngomongin apa?"

"Hidupku," jawab Pak Alex.

"Wah, mau curhat ya? Curhat apa ya kira-kira."

"Nanti kamu tau."

"Tante, Xan mau tambah dessert." pinta Axan dengan wajah memelasnya.

"Ziya mau juga!"

"Boleh-boleh. Tante pesenin dulu."

"Xan ikut." Axan berdiri mengikuti Alena yang hendak melangkah.

"Ziya tunggu sini aja, kasian Om sendirian hehe."

Refleks Alena meraih tangan Axan dan menggandengnya, ia sudah terbiasa melakukan hal ini pada Ziya. Axan tersenyum dan mengeratkan genggaman lembut itu.

"Xan mau pesan dua, Papa suka yang rasa kopi."

"Eh, sejak kapan Papa kamu suka rasa kopi?" tanya Alena.

"Seingatku, Kak Alex tidak terlalu suka kopi. Sekalipun minum kopi dalam beberapa bulan maksimal hanya dua kali, itupun jika bener-bener pengen." batin Alena.

"Oh, dulu Papa tidak suka kopi ya?" tanya Axan, Alena mengangguk.

"Ketika kami masih di luar kota, Papa setiap malam pasti minum kopi tanpa gula. Katanya itu akan menekan rasa gelisah." ungkap Axan.

"Oh, mungkin Papa kamu pusing kerjaan jadi dilampasin ke kopi."

"Bisa jadi,"

"Ya udah pesenin itu aja."

"Iya, Tante. Kalau Tante sukanya rasa apa?" tanya Axan.

"Apa aja yang penting nggak basi." jawab Alena, Axan menahan tawa.

"Tante suka pedas?" tanya Axan lagi.

"Iya, Xan kok pinter sih."

"Jangan-jangan Papa belajar makan pedas agar bisa makan dengan nyaman dengan Tante."

"Eh?" Alenaa terkejut.

"Saat itu satu bulan sebelum kami pindah, tiba-tiba saja Papa sering makan makanan pedas. Meskipun resikonya diare, setelah sembuh Papa akan terus makan makanan pedas. Tapi menu yang Papa pilih tadi tumben sekali tidak pedas. Xan jadi bingung." kata Axan sambil menggaruk kepalanya.

"Udah jangan di pusingin, namanya manusia pasti penasaran sama hal-hal di dunia termasuk makanan."

"Sepertinya Ziya mewarisi kebiasaan Tante, di sekolah Ziya sering jajan makanan pedas."

"Iya, dia memang salinan Tante."

"Tapi kalau berlebihan, Xan nggak apa-apa tegur aja dia. Tante nggak akan marah."

"Siap, Tante."

Setelah memesan dessert, Axan dan Alena kembali ke meja mereka, terlihat Pak Alex dan Ziya sedang asyik mengobrol, Ziya tampak sangat aktif, tidak ada detik yang dilewatkan untuk berceloteh.

Alena terdiam saat melihat Pak Alex menyuapi Ziya dengan telaten, senyum tipis terukir saat melihat Ziya sangat senang malam ini.

Alena dan Axan berjalan melewati meja nomor 5, meja itu ditempati sepasang suami istri dengan anaknya yang masih berusia sekitar 7 tahun, anak memakan buah pisang dan tanpa Alena sadari anak itu membuang kulit pisang sembarangan, Alena yang fokus melihat Pak Alex dan Ziya tidak menyadari kulit pisang dilempar tepat didepannya.

"Tante, awas!"

Terlambat sudah, Alena menginjak kulit pisang itu dan terpeleset, tepat sekali dibelakanhnya ada seorang waiters sedang membawa nampan berisi makanan dan minuman, Alena terjatuh ke belakang dan menabrak waiters tersebut hingga semua makanan dan minuman itu jatuh menimpa Alena. Tidak sengaja tangan Alena menyenggol Axan hingga Axan menabrak meja pelanggan lainnya.

"Alena!" Pak Alex berdiri dan bergegas menghampiri Alena.

"Mama!" Ziya tampak khawatir melihat Ibunya terduduk di lantai dengan tubuh dipenuhi tumpahan makanan dan minuman.

"Tante." Axan mencoba membantu Alena berdiri, para pelanggan lainnya ikut heboh mendengar suara tersebut.

"Aww, panas banget." eluh Alena saat lengannya tersiram kuah panas.

Pak Alex langsung mengangkat Alena tanpa peduli pada pelanggan lainnya yang memperhatikan.

"Mama, sakit nggak?" Ziya ikut panik saat melihat lengan Ibunya mulai kemerahan.

"Tante," Axan menyingkirkan sayur yang tertinggal di pakaian Alena.

"Mohon maaf, Bu." ucap Waiters itu dengan panik.

"Perih, Kak."

Pak Alex langsung bergegas menggendong Alena keluar, Axan menyerahkan nomor HP pribadinya pada waiters yang lain.

"Hubungi nomor ini, kami akan membayar pesanan. Saat ini kami harus segera membawa Ibu kami berobat, terima kasih "

Axan buru-buru pergi untuk menyusul Pak Alex, suasana restoran yang tadinya ramai suara denting sendok kini berubah ramai membicarakan kejadian diluar dugaan ini, petugas segera mengecek CCTV dan melihat semua dengan jelas.

"Pelanggan nomor 4 harap tidak meninggalkan lokasi." terdengar siaran yang bergema di ruangan.

"Alena, tahan sebentar."

Pak Alex segera memasang sabuk pengaman, Ziya dan Axan duduk dibelakang, mereka ikut cemas dan tidak bisa diam tenang, terlebih melihat Alena menahan sakit, kulitnya semakin memerah. Kuah tadi memang masih sangat panas dan full cabai, wajar Alena merasakan sensasi panas perih.

"Kak, mobilmu kotor." ucap Alena yang sadar pakaiannya kini sudah kotor dan pasti meninggalkan bekas di kursinya.

"Jangan pikirkan itu," Pak Alex langsung melajukan mobilnya.

"Mama," Ziya mulai menangis, Axan langsung mengelus punggung Ziya agar tenang.

"Mama nggak apa-apa, Ziya jangan nangis ya." hibur Alena.

"Bohong, kulit Mama merah banget, telinga Mama juga merah."

1
M S Abdl
pejuangan tidak akan menghianati akan hasil 💪semangat toor aq padamu pokoknya ....salangheyoo❤❤❤
Siti Musyarofah
belum up
aku baca dulu
Siti Musyarofah
buat Alena trima a
lex kak
Siti Musyarofah
langsung baca
🍒⃞⃟🦅•§¢•𝓛𝓲𝓵𝓲𝓽𝐀⃝🥀
maaf teman², hari ini lambat up nya, author lagi kurang sehat🙏🙏🙏
Suanti
kenapa mira ngak adopsi ank aja di panti asuhan buat pancingan supaya cpt hamil 😂😂😂
Siti Musyarofah
2x up kak
Suanti
sehari up 2 bab🙏🙏🙏
Suanti
kayak nya axan ank adopsi, pak alex belum nikah 🤣🤣🤣
Sundel Bolonk _Lilit: Belum tentu, siapa tau Axan anak kandungnya. Bisa jadi emaknya selingkuh, mangkanya Pak Alex ogah ngakuin dan kasih tau Axan tentang Ibunya
total 1 replies
kalea rizuky
hmmm aq dr awal uda g setuju soalnya ahen iku bodoh plin plan mending ma Alex akhirnya doa ku di denger author/Curse//Curse//Curse/
kalea rizuky
si ahen mana mati kaj
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
ngakak akuu 😭😂😂
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
yaampun yaampun mulutnya belum di cocolll sambel yak 😤
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
hadeeuhh esdeh udah pd juliiddd
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
jgn mikir pengen jd anaknya, ziyaa
Yoona
masih nyimak duli
Abel Incess
jadi makin ber tny" apa yg udh terjadi sm ahen
Abel Incess
hah knp bisa ahen ngk sm alena???
jadi pinisirin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!