NovelToon NovelToon
DEAL(Kesepakatan Klan)

DEAL(Kesepakatan Klan)

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Nikah Kontrak / Cintapertama / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Pria, 30 tahun. keturunan gelap dari pewaris utama klan, terpaksa menikah untuk memangkas opini keluarga tentang kehidupannya dan demi kesepakatan-kesepakatan lainnya demi menjaga kehormatan klan.

"Bagian mana dari tubuhku yang membuatmu tak pernah berselera untuk menyentuhnya," protes Dorrota sambil menanggalkan seluruh pakaiannya.

"Aku bukannya tak berselera, tapi..."

"Jadi benar kabar yang kudengar, kamu memiliki wanita lain. Ah, bukan! tapi Pria lain!"

"Aku tidak peduli apapun yang kamu pikirkan, kesepakatan tetaplah kesepakatan. Ingat batasanmu!" ucap tegas Math Male meninggalkan Dorrota yang terisak dalam kemarahan dan kekecewaannya.

mampukah Dorrota mengambil hati Math Male?
ataukah Math Male akan menemukan hati yang lainnya?
.......

Hallo reader, karya ini hanya berdasarkan imajinasi author sepenuhnya. jika ada kesamaan nama tokoh, latar atau kejadian, hanya merupakan kebetulan yang tidak disengaja.
selamat membaca,
Salam, author Yoshua,
Semoga Semua Bebahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 15

Mesh Mayya tak mempedulikan panggilan keras Miltus. Ia terus berlari semakin cepat.

"Hei! Setidaknya katakan kau mau kemana?!" Miltus mulai mencapai Mesh Mayya.

"Ibuku tadi pamit ke desa untuk membeli beberapa kain untuk adikku," sahut Mesh tanpa memperlambat langkah kakinya.

"Hentikan! Bahaya!" Miltus berhasil meraih lengan Mesh.

Namun Mesh meronta tak ingin berhenti. "Lepaskan aku, aku harus membawa ibuku kembali!"

"Tidak! peperangan di sana mengerikan nona, biarkan kami yang menyelesaikannya." salah satu anak buah Miltus menyahut.

Mesh Mayya terisak mengingat sang ibu. "Tapi aku harus memastikan ibuku baik-baik saja!" Mesh kembali berlari, kali ini semakin cepat dan membuat Miltus sedikit kewalahan.

"Dia wanita seperti apa, kenapa bisa berlari begitu cepat?" ujar salah anak buah Miltus terheran.

Mesh Mayya memang pelari handal. Ia memiliki tenaga kuat dan pengaturan nafas yang baik. Kebiasaan lari pagi bersama sang ayah adalah keberuntungan yang ia dapatkan untuk hal-hal mendesak seperti ini.

Sesampainya di pinggir gerbang desa, langkah Mesh Mayya terhenti. Tubuhnya membatu, terpaku melihat pemandangan desa yang sangat mengerikan. Perang seperti apa yang telah membuat desa begitu kacau, pikirnya. Mayat-mayat bergelimpangan di tanah, noda dari cipratan darah tercecer di seluruh tempat.

Miltus menghampiri Mesh Maya, meraih tubuh Mesh, lalu membalikkannya dan mendekapnya dengan erat agar Mesh tak semakin terpukul dengan pemandangan tak pantas itu.

"Jangan menatapnya. Tutup matamu, tarik napas perlahan lalu buang dengan cepat." Miltus menggertakkan gigi-giginya, geram dengan pemandangan penuh darah di depan matanya.

Sedangkan Mesh Mayya mulai terisak, dalam ingatannya, terlintas teduhnya senyum sang ibu saat tadi berpamitan sambil melambaikan tangan. Mesh berharap, semoga ibunya hanya sedang bersembunyi di suatu tempat.

Anak buah Miltus menyebar menyelidiki apa yang terjadi di seluruh desa, sedangkan Miltus masih berusaha menenangkan Mesh Mayya.

"Aku antar kamu kembali ke camp. Akan aku cari ibumu untukmu, percayalah," ucap Miltus.

"Tidak, aku akan ikut mencari. Aku yakin ibuku bersembunyi di suatu tempat." Mesh Mayya menarik diri dari pelukan Miltus, lalu membenahi wajahnya. "Maaf aku tadi hanya syok."

"Kamu yakin sudah membaik? Kita tidak tahu bagaimana situasi di tengah desa, bisa saja lebih mengerikan. Kamu yakin sanggup?" Miltus meragukan keteguhan hati Mesh Mayya.

"Tidak ada pilihan. Aku harus menemukan ibuku," kali ini Mesh menjawab dengan tegas.

Miltus memimpin langkah Mesh Mayya, melewati banyaknya jasad-jasad dengan luka tembak di sembarang tempat. Desa sungguh sepi, tak ada pergerakan apapun, seakan tak ada lagi kehidupan di sana.

Semakin menelisik ke dalam desa, situasi semakin mencekam, bau mesiu masih menyengat menusuk indra penciuman, bercampur baur anyir darah, membuat bergidik bagi siapapun yang menyaksikan secara langsung.

"Kenapa tak terdengar sedikit pun ada keributan separah ini?" ucap Miltus sambil terus melangkah perlahan diikuti Mesh Mayya dibelakangnya.

"Aku rasa mereka memakai senjata khusus yang bisa meredam suara tembakan. Perhatikan semua jejak tembakan tepat sasaran ke areal vital yang bisa sekali bunuh," sahut anak buah Miltus menunjuk pada beberapa jasad.

"Kepala, dada kiri menembus jantung, punggung kiri menembus jantung, leher." Yang lain juga menyahut.

"Senjata seperti apa kira-kira?" Miltus berpikir sambil membandingkan pistol miliknya.

DOR!!

Terdengar sekali suara tembakan sangat lemah, dari arah yang tak mereka duga, tepat mengenai salah satu anak buah Miltus.

"Tembakan dari arah jam 11!" seru salah satu anak buah Miltus.

Menyadari ada bahaya, mereka merunduk bergerak cepat mencari tempat untuk berlindung. Miltus menarik Mesh Mayya masuk ke dalam sebuah rumah yang hampir sebagian dinding kayunya telah koyak oleh bekas tembakan.

"Tetap menunduk, jangan bergerak sama sekali. Aku masih tidak tahu musuh seperti apa dan senjata apa yang mereka gunakan." Miltus berusaha melindungi Mesh.

Baku tembak pun terjadi, meski senjata anak buah Miltus hanya pistol revolver yang menggunakan peluru kaliber 44 namun berkat keahlian penggunanya, pistol ini dapat menempuh jarak tembakan kira-kira 200 yard.

"Tutup telingamu dan tetaplah di sini, aku harus membantu anak buahku." Miltus meninggalkan Mesh Mayya yang bersembunyi dibalik tumpukan karung yang berisi semacam beras atau gabah.

Hampir 20 menit akhirnya berlalu. Suara baku tembak perlahan terhenti meninggalkan sunyi lagi.

"Aaak...!" Tiba-tiba terdengar suara teriakan Mesh, membuat Miltus kembali ke tempat Mesh.

"Periksa si penembak jitu! Aku harus melihat Mesh Mayya."

Di dalam rumah yang hancur sebagian itu, tampak Mesh duduk terpaku menatap mayat yang tak asing baginya.

"Ibu ... hiks ... hiks ... hiks ...." Mesh Mayya tak menyangka akan menemukan sang ibu dalam kondisi mengenaskan karena tertembak.

Miltus menepuk pundak Mesh Mayya yang masih terduduk lemah di tanah, dengan tangis yang tertahan menatap ibunya yang menutup mata dengan senyum yang sama seperti saat berpamitan. Sebuah luka menganga tepat di dada kirinya, darah membasahi sekitarnya.

"Tiga penembak jitu berhasil kami taklukkan Tuan, ternyata mereka menggunakan senjata baru dengan Laras panjang yang sangat canggih, memiliki peredam suara dan alat pengintai dari jarak kejauhan, sehingga membuat hampir semua tembakannya tepat sasaran." Anak buah Miltus melapor.

"Kita amankan dan bawa ke camp. Kita cari tahu dari mana mereka berasal. Bawa juga semua senjatanya, kita pelajari bersama nanti." Miltus memberi perintah. "Tapi salah satu bantu aku membawa jasad ibu ini, kita adakan upacara pemakaman yang layak bersama teman kita yang tertembak mati tadi."

.

.

.

Sementara itu ketegangan masih terjadi di dalam istana keluarga Male. Upacara pernikahan yang awalnya akan dilangsungkan dengan mempelai pria Math, dan mempelai wanita Usstica, kini dipersiapkan dengan mempelai prianya berganti Benedict yang berasal dari klan Zuba.

Semua harus dilakukan demi perdamaian kedua klan yang berasal dari negri yang berbeda, akhirnya Usstica pun menerima pernikahan itu, demi memikirkan keselamatan rakyatnya juga, setelah ancaman pembantaian mereka terima.

"Tunggu!! Kalian jangan melupakan kesepakatan dengan klan kami juga!" tanpa diduga, Xillas Codi muncul dari balik pintu, membawa banyak pasukan.

...****************...

To be continue...

1
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
aku pilih met-kaktus adu jotos aja/Chuckle/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
jadi bayangin kepompong aku
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
otakmu itu yg terlalu
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
nah, kalo gini sih waras
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ealahhh
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
gak. mesh udah bekasnya kaktus
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
kalo met met tahu si kakatus nana ninu nano nano, habis dia
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
baik apa? udah jadi teh celup gitu /Smug//Smug/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ini termasuk klifhanger bukan sih?
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: yg bukan lelaki cadangan itu aku kaya gak bisa menjiwai gitu.
edi juga bilang yg itu lebih seperti tokoh yang sedang bermain peran. sama sekali tidak hidup. makanya abang gak usah intip
aku aja lebih bisa ngerasain sesuatu di setelah kau jandakan
total 10 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
masa tangan laki lembut, Dor?
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
Cerita yang bikin perasaan reader campur aduk... tapi syukurlah semua berakhir dengan damai. walau sebenarnya pengen Kallida dapat hukuman yang lebih🤭 tapi memang dia juga udah berjasa merawat Math dari kecil. semoga Math Dorrota Mesh akur2 yaa,jangan nambah selir Math udah pas tuh kanan kiri wkwk 🤣 Math keren,bisa merubah aturan2 konyol hingga jadi lebih baik 😄ikut seneng juga buat Miltus Usstica,semoga selalu bahagia 🥳
Makasih juga buat bang yosh,keren novelnya, walaupun kadang2 bikin pengen demo wkwk 🤣 semangat terus bang,ditunggu karya2 selanjutnya 😄 jangan bikin yang sad ending Mulu bang hehe
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉: idih idih 🤣🤣
total 2 replies
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
akhirnya kelar juga ya bang 🤭
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
emang paling bener Mattew meninggoy,dia nih biang kerok dari semua kericuhan ini... dibalik sikapnya yang bijaksana,dia juga penuh intrik,bahkan sampai mengorbankan kebahagiaan anaknya sendiri 🙄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
aku nggak habis pikir sama kakek Mathew, kenapa juga dia mengurung Helena,padahal tau kalo Ted cinta mati sama dia,terlalu kolot sih aturan di klan Male 🙄🙄🙄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
kekuasaan benar2 bisa membutakan mata seseorang,bahkan sampai tega melukai keluarga sendiri /Frown/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
entah harus seneng atau sedih baca part ini, senengnya akhirnya Math bisa menerima Dorrota,tapi kok dimadu yaa /Frown//Silent/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
bener tuh,semua orang punya rahasia dan kepentingan pribadi,jadi bingung mana yang harus dipercaya
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
haaiishh para lelaki ini seenaknya sendiri menjadikan perempuan jadi taruhannya,nggak like pokoknya /Hammer//Hammer//Hammer/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
sukuriin/Proud//Proud//Proud/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
karma dibayar tunai 😌
tapi masih kurang sebenarnya... masih belum sebanding sama kejahatan yang dilakukan Kallida 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!