NovelToon NovelToon
Azzura

Azzura

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.5
Nama Author: Rani

Dialah Azzura. Wanita yang gagal dalam pernikahannya. Dia ditalak setelah kata sah yang diucapkan oleh para saksi. Wanita yang menyandang status istri belum genap satu menit saja. Bahkan, harus kehilangan nyawa sang ayah karena tuduhan kejam yang suaminya lontarkan.

Namun, dia tidak pernah bersedia untuk menyerah. Kegagalan itu ia jadikan sebagai senjata terbesar untuk bangkit agar bisa membalaskan rasa sakit hatinya pada orang-orang yang sudah menyakiti dia.

Bagaimana kisah Azzura selanjutnya? Akankah mantan suami akan menyesali kata talak yang telah ia ucap? Mungkinkah Azzura mampu membalas rasa sakitnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Bab 15

Tania adalah anak yatim piatu yang ditinggalkan oleh orang tuanya sejak ia masih remaja. Orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Kehidupan yang keras membuat ia bertekad untuk mencari pria kaya agar bisa memenuhi semua kebutuhannya. Dengan begitu, dia tidak akan lagi hidup dalam kemiskinan.

Cari punya cari, ia bertemu dengan Anggara yang terkenal sangat kaya. Dan, pria itu juga sangat tampan. Susah payah Tania mencari tahu semua kehidupan Angga agar bisa mengambil hatinya. Usaha keras itupun membuahkan hasil. Angga jatuh cinta padanya.

Namun, karena ambisinya yang kuat, Tania malah jadi menghalalkan segala cara untuk mempertahankan Angga yang sudah ada dalam genggaman tangannya. Termasuk membuat kebohongan soal Zura yang berpura-pura menyelamatkan kakeknya Angga.

Tapi pada kenyataannya, yang berkuasa bukanlah manusia. Sekeras apapun usaha, kalau takdir tidak mendukung, sudah pasti akan gagal juga semua usaha itu. Begitulah yang saat ini Tania terima.

....

"Bagaimana, Ma? Apa semua proses pemindahannya sudah selesai?"

"Zura. Sudah kok. Kita tinggal pergi saja sekarang. Semua sudah selesai mama urus."

Zura tersenyum lalu memeluk tubuh Hani.

"Makasih banyak, mama."

"Sayangku. Untuk apa kata terima kasih itu, hm?"

"Untuk semuanya, Ma. Semua yang telah mama lakukan untuk aku selama ini."

"Eh ... sudah. Jangan bicara hal yang tidak penting. Apa yang mama lakukan adalah hal yang menang harus mama lakukan. Jadi, jangan banyak berpikiran yang tidak penting. Kamu adalah anak mama. Oke?"

"Mama." Zura berucap sambil menambah pelukan erat di tubuh Hani.

Paman Zura yang melihat hal itu langsung mengukir senyum manis di bibirnya. Dalam hati ia sangat bersyukur atas apa yang saat ini Zura miliki. Zura kehilangan kasih sayang orang tua saat masih anak-anak. Tapi sekarang, setelah dewasa malah mendapatkan seorang mama yang sangat menyayanginya.

"Hm ... kalian berdua terlihat sangat amat dekat ternyata ya?"

Perhatian Zura dan Hani langsung teralihkan karena ucapan dari si paman.

"Tentu saja. Dia adalah anakku. Wajar dong kalau kami dekat," ucap Hani dengan wajah yang sedikit ia buat kesal.

"Iya, ya. Aku lupa." Si paman malah nyengir kuda.

"Ish. Udah. Ayo kita gerak sekarang." Zura pula yang angkat bicara.

Paman dan mama angkatnya langsung mengangguk. Mereka bergerak meninggalkan rumah sakit tersebut dengan paman yang suster dorong dengan kursi roda. Keadaan si paman jauh lebih baik setelah pertemuannya dengan si keponakan. Ternyata, hati yang bahagia bisa membantu proses penyembuhan dari sakit yang ia derita.

Mereka pun keluar dari rumah sakit bersama-sama. Namun, karena ada yang perlu Zura urus, dia malah berhenti di lobi rumah sakit. Sedangkan paman dan mama angkatnya meneruskan langkah menuju mobil duluan.

Setelah selesai, Zura baru bisa beranjak dari rumah sakit tersebut. Namun, saat menginjak pintu utama dari rumah sakit itu, Zura malah berpas-pasan dengan Angga yang datang bersama Adya.

Tatapan keduanya saling beradu sekarang. Angga yang awalnya acuh tak acuh, malah langsung membulatkan mata dengan fokus melihat Azzura yang saat ini ada di depannya.

Sungguh, pertemuan yang sama sekali tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Pertemuan yang membuat hati Zura kembali terasa nyeri hanya dengan melihat wajah pria yang sudah sangat kejam padanya. Namun, tidak dengan Angga. Dia malah menikmati pertemuan itu. Ada hati yang sulit ia tebak sekarang. Sayangnya, karena kesalahan masa lalu, pertemuan itu terasa sangat canggung.

"Azzu-- "

"Yura. Sudah selesai belum?"

Perkataan Angga yang ingin memanggil nama Zura malah terhalang oleh suara Hani yang langsung memanggil dengan nama samaran Zura. Alhasil, perhatian semuanya langsung teralihkan pada Hani yang saat ini ada di belakang Angga dan Adya untuk menyongsong anak angkatnya yang belum kembali.

Zura pun langsung mengabaikan Angga yang ada di depannya. Senyum indah ia perlihatkan pada si mama angkat.

"Udah kok, Ma. Baru aja selesai nih."

"Yuk! Pulang sekarang. Kasihan paman kamu yang terlalu lama duduk di mobil."

"Iya. Aku udah bilang sewa jet pribadi aja buat pulang. Mama sih bilang gak perlu."

"Eh ... emang gak perlu. Soalnya, ngga jauh juga, bukan?"

Keduanya terus saja ngobrol sambil berjalan menjauh. Angga yang melihat kepergian Zura merasa ada hati yang kosong kembali setelah baru saja terisi. Sementara Adya, yang ia perhatikan malah Hani dan apa yang Hani ucapkan sebelumnya. Benaknya berpikir cepat tentang apa yang sedang terjadi sebelumnya.

"Tuan muda. Tadi itu .... "

"Azzura. Wanita yang aku ceraikan setelah kata sah terucap."

"Oh, jadi dia mantan istri tuan muda?"

"Hm. Iya."

Dari nada bicara Angga, Adya bisa merasakan kalau saat ini Angga sedang sangat terpuruk. Nada bicaranya yang mengatakan kalau Azzura adalah mantan istri itu terdengar sangat sedih. Entah karena rasa bersalah, atau karena hal lainnya. Yang jelas, Adya bisa merasakan perasaan tidak biasa dari Angga sekarang.

"Tuan muda baik-baik saja sekarang?"

Pertanyaan Adya langsung mengalihkan perhatian Angga dari mobil yang Zura tumpangi. "Apa maksud kamu dengan pertanyaan itu, Adya? Memang nya aku terlihat baik-baik saja? Jika begitu, untuk apa kita datang ke rumah sakit hari ini?"

Adya malah garuk-garuk kepala. Sensitif sekali tuan muda nya itu sekarang. Padahal, maksudnya bertanya adalah untuk menyadarkan Angga yang sepertinya sangat tidak rela melepaskan mobil yang Zura tumpangi pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.

"Oh ... benar juga ya. Maafkan saya, tuan muda. Saya lupa kalau tuan muda memang sedang tidak enak badan."

"Ayo masuk sekarang, tuan muda! Supaya bisa diperiksa secepatnya," kata Adya lagi.

Namun, saat Adya ingin masuk, tiba-tiba saja pikirannya bekerja dengan cepat. Ia hentikan langkah kakinya. Adya langsung menolehkan wajah ke arah halaman rumah sakit tersebut. Ingatan akan apa yang baru saja terjadi terulang kembali.

"Tuan muda. Tadi itu ... bukannya Hani Adinda? Pemilik butik ternama yang akan mengadakan pameran busana besar-besaran tak lama lagi."

Langkah Angga langsung terhenti karena kata-kata Adya. Sekarang, dia juga baru menyadari kalau yang memanggil Azzura tadi adalah Hani Adinda. Si pemilik tunggal butik ternama di kota S yang telah menolak kerja sama dengan perusahaannya.

"Hani ... Adinda?"

"Iya, tuan muda. Hani Adinda. Terus, tadi itu ... dia manggil mantan istri tuan muda ... Yura? Apa jangan-jangan, mantan istri tuan muda adalah desainer Yura yang saat ini sedang kita cari, tuan muda?"

Gegas Angga menepis pendapat Adya yang ia kira hal itu adalah hal yang sangat tidak masuk akal. Meski sekarang Zura jauh berbeda dari tiga tahun yang lalu, tapi mana mungkin Zura adalah Yura. Secara, Yura adalah desainer terkenal kelas dunia. Sementara Zura, ia tahu latar belakang mantan istrinya itu dengan sangat baik.

"Jangan mengada-ngada, Adya. Mana mungkin dia Yura. Sangat jauh dari kenyataan pendapatmu itu."

"Ya ... mana tahu, kan tuan muda. Tadi Hani Adinda memanggilnya Yura soalnya."

"Dia di panggil Yura karena nama panggilannya Zura, Adya. Mana mungkin dia Yura yang kita cari. Jauh dari kenyataan hal itu."

1
umi istilatun
👍
Mamah Dini11
makasih Thor ceritanya bagus keren sehat slalu Thor semangat di tunggu cerita berikutnya , 🙏💪👍👍
Rani: makasih banyak buat kamu yg udah mau baca karya aku. 😍😍😍😍
total 1 replies
Mamah Dini11
tdk sia2 pengorbananmu anggara selamat untuk kalian berdua semoga samawa angga jaga berlianmu baik2.
Mamah Dini11
sembuhkan traumamu zura itu penting berobatlah biar hilang trauma itu
Mamah Dini11
akhirnya apa yg angga mau kesampean juga, maaf zura senyum zura telah angga dapatkan, sekarang semangat untuk sembuh angga kmu sudah dapatkan semuanya dari zura,ayo cepet sembuh
Mamah Dini11
gercep banget Thor ,, makasih cerita nya keren gk bertele tele
Mamah Dini11
itu baru iyan, satu lagi tuh buat si tania samakan kayak iyan Thor biar mereka sadar diri
Mamah Dini11
Naah makan tuh ke jahatanmu iyan tania, bentar lgi karma akan jemput kalian
Mamah Dini11
mama macam apa itu, jahat banget
Mamah Dini11
ayo adya cari tau kejadian nya seperti apa, ko malahan kmu diam ayo tanya zura awal mula kejadian, dgn itu kmu bakalan tau penyebabnya gerak cepat adya.
Mamah Dini11
semoga pelaku nya cepat terbongkar dn dapat karmanya
Mamah Dini11
bagus angga gerak cepat, si tania sedang mengawasimu ingin menjalankan aksinya, ayo angga harus bisa melawan si tania dn saudara Tirimu si iyan gagalkan semua rencananya , mereka berdua orang 2 licik, kalau bisa balas dgn cara elegan.
Mamah Dini11
b ternyata oh ternyata si iyan itu bukan orang baik, aduuuhhh zura kmu salah berteman sm si iyan hati hati kmu.
Mamah Dini11
angga kmu itu ngeyel bingit udh biarkan aja, maunya zura kan kmu jgn ganggu hidupnya lgi fi coba doong siapa tau dgn sikapmu begitu zura juga gk terlalu jutek angga, semoga zura juga secepatnya tau prilaku si iya tulus apa enggak sm kmu atau hanya sekedar manas2in si angga atau sikap manis nya sm kmu zura ada maksud tertentu di blk itu
Mamah Dini11
paman tdi sebut rumah paman waktu ngusir angga, lupa ya paman itu rumah mana hani, ya mungkin kalau nanti udh resmi paman menikah dgn mana hani bisa juga itu jadi rumah paman, baru sebut rumah paman.
Mamah Dini11
angga kmu udh bisa bicara sm zura udh bisa meluapkan isi hatimu, sekarang lbh baik kmu pergi dgn baik2 daripada nanti di usir secara paksa ayo angga jaga sopan santunmu, mungkin itu lbh baik untuk sekarang, luka yg kau torehkan terlalu dlm buat zura, pergilah tenangkan hatidn pikiranmu, jgn memaksakan diri jgn mengejar yg gk mau di kejar paham kmu angga, tata hidupmu lbh baik lagi kalau emang msh berjodoh pasti tdk akan ke mana, tpi kalau tdk jgn paksakan angga ngerti kmu,
Mamah Dini11
paling si iyan Andika cowok yg merasa dirinya ganteng pdahal biasa aja he he kayak tau wajahnya di kira 2 aja Thor maaf 🙏
Mamah Dini11
iya si adya buat si lula aja Thor biar mereka berjodoh jabatan nya juga hampir sm cocok tuh!!
Mamah Dini11
kasian juga kmu angga, moga aja lain waktu atau lain kali kmu di beri kesempatan ke dua sm juta untuk sekedar minta permohonan maafmu dn untuk yg lainnya hanya author yg tau, sabar ya angga emang itu ke salahanmu yg patal tpiii bekerja keraslah dgn tulus mungkin akan berubah manis akhirnya, semangat.
Mamah Dini11
dasar perempuan gila, itu hasil kerja kerasmu tania sekarang kmu memanen nya nikmati saja perempuan licik, kalau bisa bertobatlah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!