Linda menjalin hubungan dengan tiga orang pria sekaligus. Hingga ia tidak mengetahui bayi yang ada dalam kandungannya. Siapakah pria yang akan dipilih Linda untuk bertanggung jawab atas kehamilannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erdin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menolak, Tapi Menerima
Fikri menyodorkan helm miliknya pada Linda. Di mana helm itu yang akan di gunakan oleh Linda untuk pergi bersama dengan Fikri. Namun Linda yang terpengaruh dengan apa yang di sampaikan oleh Farhan. Mulai sedikit curiga akan Fikri. Linda tentu saja menolak tawaran yang di berikan oleh Fikri.
"Kita mau ke mana? tanya Linda dengan wajah santai sembari mendorong helm milik Fikri.
"Aku mau ngajak kamu makan. Bagaimana kita cari makan berdua," jawab Fikri dengan wajah penuh semangat.
"Maaf, aku tidak bisa. Pacarku sudah menunggu di kontrakan. Jadi aku harus segera pergi ke sana. Untuk menemui dirinya," jelas Linda.
"Jadi kamu sudah punya pacar. Aku pikir kamu masih sendiri," ucap Fikri.
"Seperti itulah,"
Fikri tetap tidak pernah berhenti berusaha. Apalagi dia memiliki dua tiket menonton film di esok hari. Kesempatan emas yang akan di lakukan oleh Fikri untuk mengajak Linda menonton film bersama dengan dirinya.
"Besok kamu ada acara?" tanya Fikri.
"Memangnya kenapa?" tanya balik Linda.
"Aku ingin mengajak kamu pergi ke bioskop. Aku memilliki dua tiket. Sangat sayang jika aku hanya menonton sendiri saja. Aku harap kamu akan bersedia untuk menonton film tersebut bersamaku," ucap Fikri sedikit malu-malu.
"Maaf Fik. Aku tidak bisa. Aku sudah ada janji dengan yang lainnya. Jadi aku tidak bisa pergi menonton denganmu," ucap Linda.
Fikri terlihat kecewa dengan penolakan yang di lakukan oleh Linda. Pandangan Fikri seketika menjadi begitu lesuh. Bagaimana pun, ini menjadi hal yang paling menyakitkan untuk Fikri. Dia tawaran menarik dari dirinya di tolak mentah-mentah oleh Linda.
Sementara Linda sendiri merasa lega. gg dia bisa menolak tawaran dari Fikri secara lantang. Tidak mudah bagi dia untuk menolak tawaran dari Fikri. Itu yang membuat Linda begitu senang. Akhirnya dia bisa menolak tawaran yang di sodorkan oleh Fikri.
Merasa sudah tidak memiliki kesempatan apapun lagi. Fikri segera pergi dari hadapan Linda. Ia merasa Linda memang tidak mau dekat dengan dia. Sehingga tawaran yang di berikan oleh Fikri tidak di tanggai oleh Linda.
Fikri segera kembali menaruh helm miliknya di sisi kiri motor. Dia segera pergi dari hadapan Linda. Berpamitan dengan wajah penuh kekecewaan.
Tidak berselang lama dari kepergian Fikri. Farhan datang dengan motor miliknya. Melihat Fikri yang baru saja pergi dari hadapan Linda. Farhan merasa senang, sebab Linda mendengar apa yang disarankan oleh Farhan. Tidak mudah bagi orang lain untuk bisa menerima saran yang di sampaikan oleh Farhan. Tetapi Linda menerima saran dari Farhan dengan begitu baiknya. Itu yang membuat Farhan merasa begitu gembira.
"Aku pikir kamu tidak akan mendengarkan saranku. Ternyata kamu mendengarkan juga. Laki-laki itu bukan orang baik. Dia hanya menginginkan tubuhmu saja. Jadi kamu harus berhati-hati dengan dia," ucap Farhan.
"Terus kenapa kamu peduli denganku?" tanya Linda.
"Karena kamu anak baru di sini. Tidak tahu dia siapa. Mungkin orang lama, ketika di dekati oleh dia. Mereka tidak akan mau. Sebab mereka tahu kelakuan dari dia," jawab Farhan dengan bijak.
Linda tersenyum pada Farhan. Dia menepuk pundak kanan Farhan. Berterima kasih atas kebaikan yang sudah di lakukan oleh Farhan. Di mana Farhan sudah begitu rela meluangkan waktu untuk memberitahu Linda akan sosok Fikri. Sementara Lela yang merupakan teman dari Linda. Tidak pernah memberitahu Linda akan sosok Fikri yang di kenal sebagai sosok yang gonta-ganti pasangan.
"Bagaimana jika hari ini aku traktir kamu. Anggap saja, ini adalah hadiah dariku untuk kamu," tawar Linda.
Farhan melihat jam di tangannya. Kemudian ia melihat isi pesan di handphone. Saat dia merasa tidak akan isi pesan yang di kirim oleh istrinya. Farhan pun bersedia menerima tawaran dari Linda.
"Baik. Tapi aku hanya memiliki waktu satu jam saja. Anakku sudah menunggu di rumah. Jadi aku harus segera pulang ke rumah," ucap Farhan.
"Baik. Tetapi apakah kamu tahu tempat yang baik untuk makan. Aku tidak tahu tempat makan yang enak di sini. Mungkin kamu bisa merekomendasikan padaku," pinta Linda.
"Baik jika seperti itu. Aku akan merekomendasikan tempat yang enak untukmu. Kamu tidak harus khawatir," ucap Farhan dengan penuh keyakinan.
Keduanya pun pergi menuju tempat makan yang di rekomendasikan oleh Farhan. Linda sepertinya sudah tidak canggung untuk bisa bercanda dengan Farhan. Dia menanyakan banyak hal pada Farhan. Pertanyaan konyol yang di jawab oleh Farhan dengan sedikit nyeleneh juga.
"Kamu sudah nikah?"
"Sudah! Anakku tiga,"
"Wih produktif banget yah kamu. Bisa punya anak tiga,"
"Yah mau gimana lagi, orang kebobolan. Lupa cabut melulu hahaha,"
"Haha kan bisa pakai pengaman. Kenapa tidak pakai pengaman saja. Aku rasa itu sudah cukup aman,"
"Tidak enak. Tidak terasa seperti saat melakukan semuanya polosan. Kamu kalau jadi cowok juga pasti risih kalau harus pakai pengaman. Jadi lebih enak yang polos. Tidak harus pakai pengaman apapun,"
Obrolan yang sedikit nyeleneh itu pun di akhiri dengan pertanyaan yang cukup menohok dari Linda akan Farhan. Di mana Linda yang merasa pernikahan bukan hal yang menyenangkan, akan menyiksa dirinya. Bagaimana pun pernikahan bukanlah hal yang di inginkan oleh Linda.
"Apakah menikah itu indah?" tanya Linda dengan suara sedikit pelan.
"Apa kamu bilang?" tanya balik Farhan.
"Apakah pernikahan adalah hal yang menyenangkan dalam hidup?" jawab Linda dengan suara keras.
"Hahah bohong banget kalau aku bilang, pernikahan itu menyenangkan. Sebab tidak semua hal dalam pernikahan itu menyenangkan. Percaya padaku. Di mana ada banyak hal yang aku rasa, dalam pernikahan. Di mana kita merasa itu adalah hal yang bodoh. Sedikit penyesalan, atau mungkin hal yang tidak pernah kita bayangkan. Aku merasakan itu terjadi padaku. Tetapi ini jalan yang sudah aku ambil. Mau tidak mau, aku harus menikmati semua ini. Tidak boleh menyesal. Sebab anakku sudah tiga haha,"
Linda pun semakin takut untuk bisa menikah di hari mendatang. Ia merasa akan banyak hal yang akan dia temui dalam kesulitan yang cukup besar. Sehingga Linda semakin berpikir untuk tidak menikah. Sekalipun saat ini, dia sudah memiliki pacar. Tetapi ketakutan dari Linda, membuat merasa pernikahan adalah hal yang horor untuk dirinya. Tidak heran Linda merasa pernikahan hanya akan semakin membuat dia merana.
"Entah apa yang di ceritakan oleh Farhan ini nyata. Tetapi aku tetap tidak yakin dengan satu ikatan dalam pernikahan. Aku merasa ini hanya akan membuat hidupku semakin merasa bersalah. Aku tidak ingin membuat hidupku semakin terpuruk seperti yang ku alami saat ini. Ini benar-benar menjadi hal
yang membuatku merasa tidak lagi sempurna," ucap Linda di dalam hatinya.