NovelToon NovelToon
Dikejar Guru Killer

Dikejar Guru Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:66.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Shana bersedia menjadi pengganti bibi-nya untuk bertemu pria yang akan di jodohkan dengan beliau. Namun siapa yang menyangka kalau pria itu adalah guru matematika yang killer.

Bagaimana cara Shana bersembunyi dari kejaran guru itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15

Siang ini ada jadwal latihan ekskul voli. Shana sudah mengganti seragam putih abu-abunya dengan kaos lengan pendek dan celana training selutut warna hitam. Tak lama Mila dan Bebi muncul dari balik pintu kamar mandi. Mereka juga sudah ganti baju.

"Bentar lagi ada event dimana?" tanya Bebi seraya melipat bajunya.

"Entahlah. Mungkin cuma latihan rutin," jawab Shana. Mereka bertiga langsung berjalan ke arah lapangan voli yang letaknya dekat dengan ruang guru.

"Waduh," pekik Mila yang jalan di depan tertahan. Langkah gadis itu juga berhenti. Seragam yang ada di tangannya kini berada dalam dekapannya. Bebi dan Shana mengernyit dengan heran.

"Ada apa Mil?" tanya Bebi cemas.

"Cepetan mendekat. Sini!" perintah Mila setengah memaksa. Bebi menyegerakan kakinya. Sementara Shana enggan karena ia masih belum dapat informasi apapun yang membuat gadis itu terkejut. Ia bukan tipe gadis yang begitu penasaran dengan hal yang masih belum jelas. Karena dia yakin Mila akan bicara nanti padanya. Jadi dia berjalan santai saja ketika Bebi menyegerakan kakinya untuk lebih dulu sampai pada Mila.

Bebi mendekat. Lalu dia melebarkan mata ketika melihat apa yang ditunjukkan oleh Mili.

"Shan," panggil Bebi dengan senyum mencurigakan. Kalau ini Shana perlu cemas. Karena gadis ini bukan tipe yang suka bikin kejutan tidak jelas. Dia yakin Bebi sedang melihat sesuatu yang pasti mengejutkan untuk dirinya.

Sementara Mili masih bolak balik melihat ke arah depan dan Shana. Dia tidak tahan untuk lihat respon gadis itu.

"Apaan?" tanya Shana dengan rasa malas, tapi akhirnya penasaran juga. Mila yang tidak sabaran segera menarik tangan gadis. Karena posisi Shana sekarang bisa di pastikan tidak bisa melihat keadaan di dekat lapangan voli karena terhalang dinding kelas di sebelah kiri.

"Noh, lihatlah di pinggir lapangan voli," tunjuk Mila seraya melingkarkan lengannya pada pundak Shana. Karena tarikannya tadi, kini tubuh Shana maju hingga melewati sudut yang terhalang oleh dinding. Dia mengikuti arah telunjuk oleh Mila.

"No," desis Shana dengan tekanan yang besar pada satu katanya. Matanya melebar sesaat. Bebi tergelak pelan. Mila melirik ekspresi raut wajah Shana dengan menahan tawa.

"Yap, ada Pak Regas di sana."

"Aku tidak suka ini," gusar Shana. Setelah kalimat itu keluar dari mulut Shana, tawa Mila pecah. Bebi ikut tertawa bersama. Mereka bisa membayangkan gerak Shana jadi terbatas karena tidak nyaman ada Pak Regas di sana.

...***...

Di ruang guru ketika jam pulang sudah berlalu setengah jam yang lalu.

"Masih ada kerjaan, Ga?" tanya Nanang seraya meneguk minuman dari gelas beningnya.

"Ya," sahut Regas tanpa menoleh. Ia tengah sibuk di depan komputer. Sesekali ia membetulkan letak kaca matanya. Sepertinya ketika mengerjakan sesuatu di komputer, Regas sengaja memakai kaca matanya.

"Enak bener jadi guru wali kelas. Kerjaannya di depan komputer terus." Nanang meledek.

"Kalau mau, kamu bisa aku ajukan pada kepala sekolah." Regas masih menghadap pada komputernya tanpa menoleh sekalipun. Meski perhatiannya terbagi oleh pekerjaan, tapi dia masih bisa merespon ocehan Pak Nanang.

"Iya?" cibir Nanang.

"Ya. Lalu kau akan di sibukkan oleh tugas tugas wali kelas yang beraneka ragam. Bahkan kau harus melepaskan hobimu demi menjadi penanggung jawab sebuah kelas. Itu maumu?" Kali ini Regas menoleh pada Nanang yang duduk bersila.

"Cih, tentu saja aku tidak mau kalau begitu." Nanang tergelak.

"Yang terbaik buatmu adalah sekarang," pungkas Regas lalu kembali melihat pada layar komputer di depannya. "Bukannya menjadi guru olahraga adalah impianmu sejak dulu?"

"Kamu benar. Tempat terbaikku ya jadi PNS yang juga sekaligus melakukan hobiku." Nanang ingat soal impian yang ia bicarakan ketika kecil dulu. Rupanya mereka adalah teman satu sekolah di bangku SMP. Regas menoleh seraya tersenyum. Lalu balik lagi fokus pada layar komputernya.

"Aku pergi dulu," pamit Nanang.

"Pulang?" Tangan Regas bergerak di keyboard dengan indah.

Nanang yang berjalan hendak keluar dari ruang guru berhenti. "Bukan. Anak-anak latihan voli sekarang."

Mendadak tangan Regas berhenti mengetik. Ia membalikkan tubuh melihat ke arah Nanang yang sudah ada di ambang pintu.

"Kenapa? Kamu mau lihat latihan mereka?" tanya Nanang yang merasa Regas sepertinya tertarik. "Istirahat dulu aja dari pekerjaan mu. Nanti balik kerjain lagi. Lumayan bikin fresh. Ada bocah kesukaanmu yang latihan."

"Bocah kesayangan?" tanya Regas seraya mengerutkan keningnya merasa asing dengan sebutan itu.

"Shana. Dia kan pemain andalan. Bukannya kamu sering manggil dia." Nanang ingat betul belakangan Shana sering terlihat menghadap Regas wali kelasnya.

"Itu bukan bocah kesayangan. Dia sedang dalam masa hukuman," ralat Regas meluruskan dengan suara tenang tapi tegas.

"Oh, dia sedang di hukum rupanya ... Hahaha." Nanang tergelak. Regas menipiskan bibir melihat respon Nanang. Pria itu memang berbanding terbalik dengannya yang sering terlihat dingin dan tenang. "Mau ikut lihat latihan?" Tawaran untuk Regas masih berlaku rupanya.

"Ada waktu beberapa menit untuk jeda mengerjakan tugas. Aku bisa menemanimu," ungkap Regas seraya membereskan meja. Setelah menyimpan file, Regas berdiri. Nanang tersenyum senang Regas mau menemaninya.

...***...

Tangan Regas bersedekap seraya melihat kearah lapangan voli. Terlihat beberapa anak sudah siap dengan baju ganti untuk latihan. Ia melihat ke sekeliling. Sepertinya ada rasa penasaran ketika sosok gadis itu tidak ada di sana. Namun bibir Regas diam sambil menyisir sekitar lapangan voli. Baru ketika bola matanya melihat ke arah kanan dekat dinding kelas, ia menemukan gadis itu tengah bersama temannya.

Itu dia!

Meski dari jarak yang tidak begitu dekat, tapi Regas tahu kalau pandangan mereka sempat bertemu barusan. Pun ketika gadis itu membuang muka untuk mengalihkan pandangan, Regas tahu.

Dia mau menghindar rupanya, batin Regas masih dengan sikap yang sama. Tangannya bersedekap seperti tadi.

"Sial," desis Shana yang memaksakan jalan ketika mendekati lapangan. Mila dan Bebi masih menyimpan gelak tawa melihat itu. Apalagi ketika tahu Pak Regas memperhatikan mereka bertiga sejak dari dekat dinding kelas tadi. Namun mereka berusaha mengatur ekspresi dan sikap ketika mulai masuk lapangan. Karena mereka tidak ingin Pak Regas tahu kalau mereka sedang menertawakan Shana karena beliau.

"Ada penyemangat nih," goda Mila. Shana mendengus tidak terima. Bebi tersenyum geli.

"Ayo anak-anak kumpul!" panggil Pak Nanang. Mereka meletakkan tas mereka di pinggir lapangan terlebih dulu sebelum semua bergerak mendekat. Cowok dan cewek mulai bergabung.

Dalam posisi ini makin jelas pandangan mengawasi Pak Regas. Shana yang tahu di perhatikan, berusaha menghindar dengan menundukkan pandangan. Bahkan dia menarik Bebi yang lebih tinggi darinya untuk berdiri di depannya. Dia sebisa mungkin menyembunyikan diri. Namun mata Pak Regas rupanya sudah mengunci targetnya. Beliau tahu dimana letak bocah penipu ini berada.

1
Chalimah Kuchiki
fokus tanding shanan... 💪
Kasandra Kasandra
double up
Kasandra Kasandra
double up kak
Ezy Aje
lanjuuut thor
Chalimah Kuchiki
males bgt pak regas ngegalauin pacarnya ya 🤭🤭 ga sabar deh gmn nanti bakal sama shanan
Ezy Aje
lanjuttt bnyk
Andriani
lanjut kk....
Andriani
weleh... kenapa menjadi rumit...
Kasandra Kasandra
lanjut... double up kak
Ezy Aje
lanjut
Herlin
Haaa.... kok Mia lgs bilang Pak Regas ya?🤔
Herlin
Poor Shana....
keep fighting 💪
Andriani
Shana keren deh . love you Shana.
Andriani
thanks kk... udah up...
Andriani
mantaap Shana... aku suka gaya lo. berani dalam kebenaran, kalo kita gak salah kenapa takut...
Kasandra Kasandra
lanjut... double up kak
Ezy Aje
lanjuut
Herlin
Shana diam, Regas yg kebingungan😅
Herlin
Cie..... Shana udh mengakui Pak Regas tampan 😂
Herlin
Kasihan Regas pingin nikah tapi kekasihnya belum mau..... atau malah sebenernya ga mau? 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!