Lysaa seorang gadis yatim piatu yang berusaha keras mencari tahu siapa yang telah membunuh kedua orang tuanya. Namun siapa sangka, ia tanpa sengaja malah membongkar kasus besar yang selama ini berusaha di tutupi oleh sejumlah pihak.
Berbekal ilmu bela diri yang di ajari oleh Ayahnya serta kepiawaiannya dalam meretas data serta informasi yang di ajari Ibunya membuat Lysaa memantapkan tujuannya untuk menghukum orang-orang yang telah menjadikannya seorang gadis sebatang kara.
Bagaimana cerita selanjutannya?
Yuk baca kisahnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Nyaris Tertangkap
Bab 15
Nyaris Tertangkap
Peringatan! Bab ini mengandung adegan kekerasan. Mohon pembaca bijak menyikapinya. Terima kasih.
Tidak ada yang curiga dengan Lysaa yang sudah menjelma menjadi sosok gadis cantik yang sedang makan di restoran sebuah hotel ternama di kota itu.
Duduk sendiri Lysaa dengan perlahan menikmati makanannya tanpa ada seorang pun di sampingnya.
"Apa sudah di mulai?" Tanya Lysaa sambil menyuap makanan masuk ke dalam mulutnya.
"Belum, mereka sedang berbicara."
"Apa suaranya terdengar jelas?"
"Ya, kau meletakkan kamera di posisi yang tepat. Tapi kau disana sedang apa? Sepertinya aku sedikit mendengar dentingan suara sendok."
"Makan."
"Wah, enak sekali kau ya? Bisa makan di situasi seperti ini?!"
"Nanti kau juga bakal asik menonton pertunjukan langsung. Sudahlah, aku tidak ingin di katakan gila berbicara sendiri di sini."
Suasana mulai tenang. Lysaa sudah menghabiskan makan malamnya lalu beranjak dari restoran itu setelah membayar tagihan.
Lysaa berjalan cukup santai meninggal Hotel ternama itu. Namun bukan deru napasnya yang terdengar lelah akan tetapi deru napas Dojun terdengar semakin lama semakin cepat.
"Hei, sialan kau! Aku tidak butuh mendengar deru napas n*a*fs*u mu!"
Lysaa mematikan earphonenya setelah mendengar Dojun terkekeh geli di seberang sana. Sepertinya adegan panas sedang di mulai hingga deru napas Dojun terdengar seperti memburu.
Kamera yang Lysaa pasang adalah kamera online yang bisa terhubung ke laptop Dojun. Setelah di rasa cukup merekam adegan perselingkuhan itu dan menyimpannya dalam sebuah flashdisk, Dojun memutuskan jaringan agar pihak sana tidak dapat melacak keberadaannya.
Malam itu misi sukses. Namun di tengah perjalanan pulang, Lysaa ternyata di ikuti oleh beberapa orang dengan tampilan seperti preman-preman bayaran. Lysaa yang merasa di ikuti pun mengambil sikap waspada. Perlahan Lysaa membuang kantong hitam yang berisi perlengkapan kamuflasenya yang ia gunakan tadi ke tempat sampah. Lalu ia mengeluarkan sarung tangan dan memakainya. Enam buah cicin Lysaa keluarkan dari dalam tasnya dan memakainya di tiga jari kanan dan kirinya. Ya, salah satu cincin itu pernah ia gunakan untuk mengerjai Bong Ah di kelasnya. Cincin bermata besi tajam yang mampu merobek wajah lawan.
Saat langkahnya mulai pelan, Lysaa segera membalikkan badan ke belakang dan melihat sejumlah pria dengan tubuh besar-besar tersenyum seringai kepadanya.
"Benarkah dia? Apa bos tidak salah menyuruh kita menghabisi gadis boneka barbie ini?"
"Lihat saja fotonya mirip. Pasti tidak salah lagi!"
"Sayang sekali gadis muda secantik ini harus dibunuh. Bagaimana kalau kita nikmati dulu, setelah itu baru kita bunuh?!"
"Aku setuju!"
Percakapan beberapa preman itu hanya di dengar Lysaa dengan wajah datarnya. Lysaa mengamati satu persatu lawannya dan menghitung jumlah mereka.
Ada 5 orang yang sedang berjalan mulai mendekat ke arah Lysaa. Lysaa tetap tenang, dan mengamati satu persatu senjata yang mereka gunakan. Terlalu beresiko membunuh mereka di tepi jalan seperti ini walau jalanan sepi, pikir Lysaa. Ia pun segera berlari memancing mereka ke daerah tanpa penghuni untuk memudahkan dirinya menghabisi mereka.
"Jangan lari kau!"
Lysaa tidak mengindahkan perintah salah satu dari mereka dan terus saja berlari. Hingga menuju sebuah gang yang berujung buntu, Lysaa pun bersiap menghadapi preman-preman itu.
"Kena kau!" Kata salah seorang dari mereka yang melihat lihat berada di ujung gang buntu.
Mereka semua tersenyum seringai walau di gigi mereka ada sisa makanan bahkan jigong yang mulai membusuk hingga berwarna kehitaman.
Bugh!!
Dengan gerakan cepat tanpa di duga, sebuah tinju milik Lysaa menghantam gigi busuk preman yang tertawa tadi. Preman itu terjungkal kesamping. Serangan tiba-tiba Lysaa mematahkan giginya, merobek kulit hidungnya dan membuat pecah bibirnya hingga ia meludahkan air liur yang bercampur darah.
"Cuih!!"
"J*al*a*n*g ke*p*ar*a*t! Ku bunuh kau!!"
Laki-laki yang di hajar Lysaa merasa terhina, dengan emosi meluap ia pun menghajar Lysaa dengan segala kemampuannya.
Lysaa berusaha tenang menghadapi beberapa orang yang berusaha menghajarnya secara bersamaan. Begitu tinju di arahkan ke Lysaa, gadis itu mengelak ke samping, lalu menahan tendang seorang yang lain lagi dengan kedua tangannya.
Lysaa mencoba membalas pria yang mencoba menendangnya dengan menarik kedepan lengan lelaki yang yang ia tinju tadi. Pria itu sedikit membungkuk karena tertarik kedepan. Memanfaatkan keadaan itu, Lysaa menghentakkan kaki kanannya lalu berguling di atas tubuh pria itu dan melayangkan tendangan kepada laki-laki yang tadi mencoba menendang dirinya. Tendang itu berjarak karena sang pria mencoba menghindar. Namun sayangnya ia tidak menyangka kalau di tumit sepatu boot Lysaa ada pisau yang berhasil menyayat perutnya hingga mengeluarkan darah segar.
"Arrghh...!!"
Pria itu ambruk. Melihat temannya sudah terkapar, pria-pria lain mulai menyerang Lysaa dengan membabi buta.
"Hati-hati, di sepatunya ada pisau!"
Ya, saat Lysaa menghentakkan kaki tadi, saat itu lah pisau akan keluar dari tumit sepatunya.
Pertarungan pun berlangsung sengit. Beberapa dari mereka sudah roboh di hajar oleh Lysaa. Lysaa masih berusaha tenang menghadapi lawannya yang masih tersisa. Meski tenaganya sudah mulai terasa lelah, Lysaa harus bisa melumpuhkan dua orang lagi yang tersisa dari 5 tadi sesuai pengamatan Lysaa.
Pria dengan jambang di wajahnya mengeluarkan sebuah pisau. Lalu seorangnya lagi mengambil kayu yang tergeletak di samping kawanan mereka yang terluka lebih dulu.
Pisau itu di hunuskan ke Lysaa, namun dengan cepat gadis itu menghindar lalu menangkap tangan si pria dan menendang tubuh pria tersebut dari arah samping menggunakan kaki kirinya. Pria itu cukup kuat karena tendangan Lysaa tidak terlalu berpengaruh padanya. Tangan kiri pria itu menghantam kepala Lysaa dengan tinjunya yang cukup keras. Lysaa sempat terhuyung lalu di hajar lagi dengan batang kayu yang di gebukkan ke punggung Lysaa oleh pria satunya. Lysaa jatuh tersungkur namun berusaha untuk cepat bangkit kembali. Kepalanya sesaat pusing setelah di tinju oleh lelaki tadi. Dalam keadaan darurat, Lysaa terpaksa mengeluarkan pistol yang di sembunyikan di celah paha dalamnya. Namun...
Drrttt....
Tubuh Lysaa seketika gemetar oleh aliran setrum yang di hunuskan di belakang lehernya. Lysaa sempat melihat ke belakang. Dengan sisa tenaganya ia mencoba untuk melawan dengan mengacungkan pistolnya. Namun usaha Lysaa gagal, orang itu dengan cepat menangkap tangan Lysaa dan memukulnya dengan keras hingga pistol itu terlepas dari tangan gadis itu. Tenaga Lysaa seketika menghilang dan ia pun ambruk jatuh pingsan.
Tanpa Lysaa duga ternyata kawanan preman itu bukan berjumlah 5 orang, melainkan 6 orang. Orang ke 6 ini rupanya sedari tadi bersembunyi dan mengamati pergerakan Lysaa.
"Mengalahkan gadis kecil saja kalian kewalahan!"
Hardik pria yang berhasil menyetrum Lysaa dengan alat setrum kejutnya.
"Aku tak menyangka dia lumayan tangguh. Bagaimana dengan mereka?" Tanya pria yang memegang kayu melihat teman-temannya yang terkapar.
"Panggil anggota kita yang lain, bawa mereka ke rumah sakit."
"Baik Hyung."
"Kau angkat gadis ini, bawa ke gudang biasa." Perintah pria itu kepada pria yang memegang pisau.
"Jangan sentuh dia!"
Tiba-tiba saja ada pemuda yang muncul dari balik tembok dalam gelapnya malam. Wajahnya tidak terlihat karena gelap dan tertutup oleh topi hitam dan penutup kepala hodie yang ia kenakan.
"Kau siapa? Jangan ikut campur urusanku!!" Sergah lelaki yang menyetrum Lysaa.
"Kalian dari geng Black Tiger bukan?"
"Oh, rupanya kau mengenal kami?! Menyingkirlah! Kita tidak punya urusan."
"Punya! Jika kau menyentuh gadis itu."
"Ck! Kau minta di hajar rupanya?!"
Pria itu langsung menyerang pemuda misterius yang mengganggu urusannya. Perkelahian pun terjadi namun tidak berlangsung lama karena pemuda itu menembakkan senjata Lysaa yang sempat mereka perebutkan ke arah kaki sang pria.
Sang pria merintih kesakitan.
"Aku tidak membunuhmu, dan itu peringatan untukmu." Ancam sang pemuda.
Sang pria merasa sangat marah namun tidak bisa berbuat apa-apa. Ia yakin lawannya bukan orang biasa karena tanpa menyebutkan indentitasnya, pemuda itu bisa tahu ia berasal dari geng Black Tiger.
"Enyahlah dari sini!"
"S*i*a*l!" Umpat sang pria.
Bersambung...
Note : jangan lupa untuk selalu like dan komen setiap bab ya, karena jejak kalian sangat berharga bagi Author. Terima kasih 🙏😊