NovelToon NovelToon
REMBULAN

REMBULAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Chicklit
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Detia

Rembulan sudah banyak mengalami kehilangan, dari kehilangan itu Rembulan belajar arti keikhlasan dan kesabaran. Tidak mudah saat melewatinya, namun karena keinginannya untuk bangkit, Rembulan bisa menopang tubuhnya sendiri. Babak belur di usia yang belia membuat Rembulan menjadi terbiasa.

Bertemu kembali dengan orang-orang di masa lalunya, sebenarnya Rembulan belum siap. Tapi Rembulan harus kembali, ada sesuatu yang harus ia lakukan. Ya, Rembulan kembali bukan tanpa alasan.

Akankah Rembulan bisa menyelesaikan masalahnya? atau malah terjebak ke dalam masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Detia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Hari ini, acara fashion show yang dilaksanakan oleh Rembulan sedang berlangsung. Banyak tamu yang hadir dan menyaksikan acara dengan khidmat. Ada Raina, Jupiter dan orang tua Raina yang ikut hadir menyaksikan di kursi paling depan. Salah satu impian Rembulan satu persatu sudah tercapai, sisanya Rembulan serahkan kepada Tuhan.

Di penghujung acara, host mempersilahkan Rembulan maju. Kali ini host akan membacakan beberapa komentar di Instagram terkait Rembulan juga Butiknya.

"Sekarang saya bersama dengan pemilik Butik Agnes, Mba Rembulan Agnesia, wah cantik sekali ya" Ujar Host dengan ramah.

"Baik, saya akan membacakan beberapa pertanyaan dari orang-orang yang kemarin sudah memberikan komentar di Instagram Butik Agnes. Kalau boleh tahu kapan sih Butik Agnes berdiri? Dan tolong ceritakan pengalaman awal Mba dalam membangun bisnis ini" Tanya Host.

"Setelah lulus SMA, saya mendapatkan beasiswa kuliah di Prancis. Di sana saya berkuliah dan bekerja freelance, saya mengumpulkan uang untuk membangun impian saya. Setelah hampir 3 tahun, saya memberanikan diri membuka sebuah butik sederhana, saat itu uang saya hanya cukup untuk membeli mesin jahit dan bahan-bahan pakaian, saya menjahit sendiri. Setelah hampir 2 bulan, butik saya masih sepi pembeli, kemudian saya bertemu dengan Ibu Tina, seorang Ibu rumah tangga dari Indonesia yang menikah dengan orang Prancis. Beliau dan suaminya memiliki banyak kenalan dalam dunia fashion, dan membantu saya mempromosikan butik" Jawab Rembulan dengan pembawaan yang tenang.

"Akhirnya saya sampai kewalahan karena banyak pembeli, saya mulai fokus menjahit dan mendaftarkan brand setelah di pinjamkan uang oleh Ibu Tina. Dari hari ke hari, Butik saya menjadi semakin terkenal di Paris, dan saya mulai merekrut banyak karyawan"

"Setelah 1 tahun, saya membuka beberapa cabang butik di Indonesia di bantu oleh Ibu Tina. Perjalanan yang tidak mudah, tapi saya berhasil melalui titik ini"

Tepuk tangan bergema ketika Rembulan menyelesaikan ucapannya. Tamu yang hadir seperti ikut merasa bahagia atas pencapaian gadis yang masih muda itu.

"Wah ternyata kesuksesan Mba sekarang melalui perjalanan yang panjang ya, apalagi Mba berjuang di negara orang" Ujar Host

"Nah menurut Mba, definisi bahagia itu seperti apa?"

Rembulan terdiam, banyak pasang mata yang menantikan jawaban, termasuk Raina yang melihat Rembulan khawatir, pertanyaan dari Host itu terlalu sensitif untuk Rembulan.

"Menurut saya, bahagia itu ketika saya bertemu dengan orang-orang yang menerima saya dengan tulus" Ujar Rembulan setelah sebelumnya terdiam.

Tepuk tangan kembali terdengar. Setelah beberapa kali para model catwalk dengan busana dari butik Agnes, acara ditutup dengan doa bersama.

Selesai acara, Rembulan menghampiri keluarga Raina sambil tersenyum. Keluarga Raina tersenyum bangga atas pencapaian gadis itu.

"Woah hebat lo Lan" Ujar Raina yang langsung memeluk Rembulan.

"Tante bangga banget sama kamu" Ujar Anne seraya mengelus puncak kepala Rembulan.

"Terima kasih semuanya sudah menyempatkan hadir"

"Tara?"

Panggilan itu membuat Tara, Anne, Rembulan, Raina dan Jupiter menoleh ke arah seorang wanita yang berpenampilan glamour. Ruangan sudah sepi jadi tidak sulit menemukan wanita yang memanggil.

Tara juga Anne menampakkan wajah terkejut ketika melihat wanita yang memanggil Tara dari kejauhan. Tara mengkode Anne dengan matanya, Anne yang peka langsung mengangguk mengerti.

"Kalian bertiga pergi duluan ke Cafe ya, kita makan bersama. Bunda sama Ayah mau ngobrol dulu" Ujar Anne panik.

Raina mengerutkan keningnya bingung, namun memilih tidak bertanya, dia mengajak Rembulan dan Jupiter ke arah Cafe sesuai perintah Bundanya.

Wanita yang memanggil Tara berjalan menghampiri Tara dan Anne namun dengan mata tidak lepas dari Raina, Rembulan dan Jupiter ruang berjalan ke arah Cafe.

"Hai, Apa kabar?" Tanya wanita itu setelah berdiri tepat di depan Anne juga Tara.

"Enggak perlu basa-basi, ada apa kesini?" Tanya Tara langsung. Rupanya Tara tidak menyukai kedatangan wanita itu.

Wanita itu terkekeh seolah merasa lucu dengan ucapan Tara.

"Seharusnya lo menyambut kakak ipar lo dengan baik"

"Oh ya, dimana Bara?"

"Buat apa lo nanyain dia?" Tanya Tara.

"Lo lupa? Apa bodoh?"

Tara mengepalkan tangannya erat, jika bukan wanita, Tara akan menonjok nya dengan keras. Anne mengelus tangan Tara supaya suaminya tidak terpancing emosi.

"Kalau lo kesini karena dia, dia udah mati. Jadi lo enggak perlu jauh-jauh kesini" Ujar Tara tenang.

Wanita itu tertawa mengejek, "Lo pikir gue bodoh? Gue terbang ke Prancis karena anak buah gue bilang dia ada di sana. Sayangnya gue telat, dia udah kesini"

"Lo udah janji enggak akan ganggu dia" Ujar Tara tegas.

"Sejak kapan gue suka menepati janji? Gue tanya dimana Bara?"

"Lo cari aja sendiri" Ujar Tara ketus.

"Cih, percuma gue ngomong sama lo!"

Setelahnya wanita itu melenggang pergi meninggalkan hotel. Sedangkan Tara menatap kepergian wanita itu dengan amarah yang ditahan.

"Mas, dia datang bukan dengan maksud yang baik kan?" Tanya Anne khawatir.

"Iya, Mas enggak berpikir dia akan secepat ini datang. Apa dari tadi dia disini?" Tanya Tara khawatir.

"Aku enggak tahu, kalau dia disini dari tadi, berarti... "

Tara dan Anne satu pikiran tanpa perlu Anne melanjutkan ucapannya, mereka sudah tahu.

"Kamu pulang sama anak-anak ya, Mas mau temui Bara" Ujar Tara.

"Iya Mas, Hati-hati ya"

Di sisi lain, Rembulan, Raina dan Jupiter melihat pertengkaran itu dari kejauhan. Terlihat wajah Tara menegang menahan emosi.

"Itu siapa sih?" Tanya Jupiter penasaran.

"Gue juga enggak tahu, gue baru kali ini lihat ibu-ibu itu" Ujar Raina. yang juga penasaran sekaligus bingung.

"Jangan-jangan dia selingkuhan Bapak lo Rai" Ujar Jupiter membuat Raina mencubit lengannya.

"Sembarangan lo, Bokap gue enggak mungkin selingkuh"

"Eh ibu-ibu itu pergi" Ujar Rembulan membuat keduanya yang berdebat langsung kembali memandang ke arah orang tua Raina.

Anne terlihat berjalan kearah mereka dan Tara keluar hotel. Melihat kedatangan Anne, Raina langsung menanyakan perihal wanita itu.

"Yang tadi siapa Bun?" Tanya Raina penasaran.

"Teman lama" Jawab Anne singkat.

Meskipun masih tidak puas dengan jawaban Anne, Raina tidak ingin menanyakan lebih lanjut.

"Bukan selingkuhan Om Tara kan Tan?" Tanya Jupiter langsung, Raina melotot kesal ke arah Jupiter.

"Lo tuh ya sembarangan banget kalau ngomong" Ujar Raina kesal.

Anne tertawa pelan, "Bukan kok, Ayah Raina enggak mungkin selingkuh"

"Tuh kan" Ujar Raina ke arah Jupiter yang dibalas cengiran lelaki itu.

"Kalian sudah pesan makanan?" Tanya Anne lagi.

"Udah Tan, tadi sekalian pesan sama punya Om Tara" Jawab Rembulan.

"Punya om Tara biar gue aja yang habisin" Ujar Jupiter.

"Dasar perut karet" Cibir Raina.

1
Ily
Jangan lupa update🤗
Lv
Seru😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!