Terima kasih tuan, kau baik dan tampan.
Maukah kau menikahi ku??? tolong nikahi aku.
Pleaseeeee.
aku akan baik dan menurut padamu kelak" ucap Sandra dengan wajah memohon, lalu tiba-tiba Sandra menangis , ia memeluk pria itu erat,
di khianati oleh orang yang paling ia cintai membuat Sandra gelap mata dan meminta seseorang yang ia temui secara tak sengaja untuk menikahinya
Rasa sakit hati dan balas dendam membuatnya nekad menikah tanpa cinta.
Akankah Sandra menemukan kebahagiaanya diatas pernikahan palsunya??? ataukah ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasihat Bu Mery
"Apa tante enggak bosen ya ngomong begitu terus.
gak punya makian baru apa???? enggak kreatif banget" ejek Sandra
"Kau dasar anak durhaka" maki Anya
"Wow Tante menurut sekali, saat ku katakan mengganti makian Tante langsung ganti hahaha, pinter" cibir Sandra membuat Anya maju dan ingin menampar Sandra
"Tante aku menghormati Tante sebagai tanteku, tapi jangan kelewatan.
semut kecil pun akan melawan jika di injak" ucap Sandra menangkap tangan Anya dan menghempaskan nya, kencang
Anya merasa pergelangan tangannya sakit
"Apa kau tidak punya malu menggoda calon suamiku???" tanya Sarah marah
"Owh rupanya kacung mu di luar sana mengadu,
well Rizky mengejar ku karena aku lebih baik darimu dalam segalanya, tapi...
aku tidak menyukai barang bekas.
karena kau sangat menyukai barang bekas maka aku tak akan berebut denganmu. Dia untukmu!!!
malam" ucapan Sandra langsung pergi
"Sandra, sialan" Sarah hendak mengejar Sandra namun tangan Anya lngsung mencekal Sarah dan menggeleng
"Kau lupa?? dia ahli bela diri jika kau ingin anak dalam kandunganmu baik-baik saja jangan mencari ulah dengannya.
lihat, tangan mama bengkak" ucap Anya menunjuk tangannya.
Sarah menatap tangan mamanya yang sudah merah bengkak.
"Kau benar ma, aku hanya harus bermain manis"
Pagi harinya Sandra sudah siap dengan dokumen tangannya, ia sedang menanti kedatangan Aidan.
Sandra menikmati sarapannya sampai ketenangannya terganggu oleh suara cibiran Anya
"Pagi-pagi udah rapih, kaya orang sibuk aja" sindir Anya membuat selera makan Sandra menguap entah kemana.
Sandra tanpa mengatakan apapun segera menyelesaikan sarapannya dan bangkit
"Mau kemana kamu?" tanya Anya Sewot
"Tante mau tahu aja.
kan aku orang sibuk jadi jadwal padat" ucap Sandra mengedipkan sebelah matanya lalu berjalan melewati Anya. Ia tak mau mood nya buruk karena meladeni Anya
"Cih so sibuk, udah gak jadi manager gayanya selangit" sindir Anya, namun Sandra hanya tertawa kecil
"Pengangguran juga harus punya style Tante biar tetap keren hahaha
jangan serius-serius hidup enjoy Tan,
jangan sampai keriput seperti Tante karena terlalu ngoyo" ucap Sandra langsung ngeloyor pergi.
"Sandraaaa, sialan" maki Anya sambil memegangi wajahnya
"apa bener aku keriput ya???
ah sial ini gara-gara aku sering mengomeli Sandra" gerutu Anya malah kembali ke kamarnya.
ia langsung memakai masker membuat Fadly menatapnya heran
"Kita mau sarapan, mengapa kau memakai masker???
bagaimana caranya kau makan???" tanya Fadly menggeleng pelan
"Aku belum lapar, papa makan saja sendiri" ucap Anya sibuk sendiri
"Tapi...
kau makin hari makin aneh Anya.
sudah tua ya tua saja.
keriput itu proses hidup" ucap Fadly yang membuat Anya melotot tidak senang.
Pagi ini sudah dua orang yang mengatainya keriput
"Masssss....
seharusnya kau jadi suami itu kasih uang istri yang banyak buat perawatan" Dengus Anya
"Bukankah kau mengambil semua uang gajiku???
aku darimana lagi???
lagi pula, perawatan atau tidak kah tak ada bedanya" ucap Fadly langsung kabur.
ia mendengar suara Anya berteriak di dalam kamar.
Klotaaaaakkkkk
"Hahaha, dasar nenek sihir.
kerjaannya ngomel saja" ucap Fadly cekikikan
"Papa, kenapa ketawa????" tanya Sarah bingung melihat papanya tertawa geli
"Ada nenek lampir lagi ngomel hahaha" ucap Fadly berjalan menuruni tangga
"Fadlyyyyyy" teriak Anya keluar kamar dengan masker yang retak karena ia berteriak
"Astaga....
papa tunggu, nenek lampir nya keluar" teriak Sarah membuat Anya malah bengong, sedetik kemudian Anya marah
"Saraaahh, anak durhaka" teriak Anya.
Ia memegang maskernya yang rusak
"Ah sial, maskerku, terpaksa pasang lagi deh" ucap Anya kembali masuk ke kamarnya
Sementara Sandra pergi setelah berpamitan pada ibu Mery.
pada Bu Mery Sandra mengatakan tujuannya.
Bu Mery sempat khawatir karena Sandra terlalu gegabah memutuskan sesuatu yang berkaitan dengan masa depannya.
namun ia hanya bisa memberi restu dan berdoa semoga ini yang terbaik untuk Sandra.
"Sandra, walau ibu sedikit khawatir dengan keputusanmu, tapi ibu akan selalu mendukungmu.
jika suatu saat kamu mengalami kesusahan, kesedihan, datang pada ibu
mungkin ibu tak bisa menolongku, tapi setidaknya bisa sedikit mengurangi beban pikirannya.
ibu hanya mengingatkan, jika kau merasa sendiri Jangan pernah datang ke tempat maksiat lagi nak, beruntung nak Aidan tidak seperti pria lain, jika saja waktu itu....
Ah tolong ingat pesan ibu"
"Sandra akan selalu ingat Bu,
Sandra mengaku salah, itu yang pertama dan terakhir Sandra menginjakkan kaki di tempat laknat itu"Ucap Sandra mengakui kesalahannya.
"Baiklah pergilah, hati-hati dijalan" ucap Mery yang di balas anggukan Sandra.
Sandra memilih menunggu di teras rumahnya sambil memainkan ponselnya.
Tak lama sebuah mobil memasuki halaman rumah, Sandra bergegas menghampiri ia mengenali mobil Aidan
Anya sudah selesai memakai maskernya, ia segera turun, Anya ingin ke teras untuk mengerjakan tubuhnya sedikit, namun ia melihat sebuah mobil memasuki halaman rumahnya, dan Sandra mendekati mobil tersebut..
Anya urung keluar, ia lalu mengintip dari jendela, ia sampai mengeluarkan ponselnya merekam keponakannya yang di jemput seorang pria
"Siapa pria itu??? tampan sekali, sayang sepertinya tidak sekaya Rizky. jika saja pria itu sekaya Rizky, aku akan meminta Sarah mengejar pria itu.
Sandra, Sandra berharap dapat pengganti Rizky tapi kalah level" gumam Anya cekikikan sendiri.
"Sudah lama nunggu??" tanya Aidan tersenyum lebar
"Baru juga keluar, ayo" ajak Sandra.
Aidan langsung membukakan pintu mobil untuk Sandra lalu ia berjalan ke sisi sebelahnya.
Mereka lalu meninggalkan kediaman Haris.
"Mama ngapain sih kaya pencuri aja ngintip-ngintip"
"Astaga nih anak bikin kaget aja" ucap Anya mengelus dadanya karena terkejut.
"Ih mama alay, Sarah kan cuma nanya, mama aja yang lemah" ucapan Sarah yang langsung d apat jeweran kuping Anya
"Sakit ma..
ampun" ucap Sarah memegang kupingnya yang sakit
"Lagian mama ngapain sih pake ngintip segala, ada apa di luar??" tanya Sarah penasaran
"Sandra di jemput pria tampan" ucap Anya
"Ini orang ke tiga yang mengatakan pria yang bersama Sandra tampan, apa beneran tampan ma???" tanya Sarah penasaran, pasalnya dari Cindy dan Maya ia mendengar jika pria yang makan malam dengan Sandra sangat tampan, dan kini mamanya
"Nih liat, tapi sayang dia tidak sekaya Rizky"
"Beneran tampan banget ma, Nemu dimana tuh si Sandra???, pake pelet apa sih dia selalu di dekati pria tampan??" ucap Sarah iri
"Iya coba si Rizky wajahnya kaya pria itu, kau pasti wanita paling beruntung Sarah"
"Mama nih ada-ada aja, Rizky kan produk lokal ma, pria ini jelas blasteran"
"Produk apa yang blasteran???"
"Eh papa bukan apa-apa" ucap Anya langsung menarik anaknya menuju ruang makan
"Dasar istri dan anak aneh, di tanya malah pergi" gerutu Fadly mengekor anak dan istrinya menuju ruang makan
Sandra dan Aidan kini sudah berada di kantor catatan sipil, mereka mendaftarkan pernikahan mereka.
semua berjalan lancar tinggal menunggu tanggal pernikahan yang akan di gelar lima hari lagi di kantor catatan sipil setempat.
Sandra sedikit terkejut juga Aidan sudah selesai dengan admistrasi kependudukannya.
dan disana baru tahu jika Aidan adalah seorang pengacara.
melihat wajah Aidan yang sedikit kaku dan dingin, Sandra kini baru mengerti sesuai dengan pekerjaannya.
ia penasaran bagaimana pria itu saat di ruang sidang, Sandra jadi senyum-senyum sendiri
"Apa kau sangat bahagia sampai tersenyum sendiri???" tanya Aidan
"Uhuk ...
maaf aku hanya tak menyangka kau berprofesi sebagai pengacara"
"Mengapa???" tanya Aidan menaikan sebelah alisnya
"Ya kaget aja, secara kamu lebih mirip model atau mungkin CEO sebuah perusahaan" ucap Sandra tertawa
"jadi kamu menyesal punya calon suami hanya pengacara kecil??" tanya Aidan serius