Elena, ku mohon cepatlah sadar! Aku sangat merindukanmu!
Seorang Pria muda duduk di samping ranjang, menemani seorang wanita cantik yang baru saja kembali dari gerbang kematian.
Apa yang terjadi dengan wanita itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Win, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15. Pesta part 1
Beberapa menit kemudian, Ryuga muncul dari belakang Elena. Dia menepuk pelan pundak Elena yang berdiri membelakanginya.
"Melamun apa hayoo!" ucap Ryuga dengan nada tinggi.
"Ryuga! Kamu ngagetin aja!" bentak Elena setelah melompat kaget akibat ulah Ryuga.
"Iya maaf, siapa suruh kamu melamun di tengah jalan!" sindir Ryuga.
"Yuk pulang, aku mau siap-siap!" ajak Elena.
"Bentar, kamu ikut aku dulu!" Ryuga menarik lengan Elena, mereka masuk ke butik yang tadi Elena kunjungi.
"Ngapain ke sini Ga?" bisik Elena.
Ryuga tersenyum, dia lalu balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan dari Elena. "Mana gaun yang kamu pilih tadi?"
"Mau ngapain?" tanya Elena.
"Beli, masa di buang!"
"Kok? Mahal lho itu, nggak usah beli deh."
Elena menolak bukan karena Ryuga yang mau membelikan untuknya, tapi dia memang merasa tidak perlu membeli pakaian semahal itu hanya demi sebuah pesta.
"Kalau nggak beli baju ini, terus kamu mau pakai apa nanti malam ke pesta? Baju kantor?"
"Aku memang nggak ada baju buat ke pesta sih. Tapi, baju seharga 12 juta bukankah terlalu mewah untuk aku yang hanya pegawai kantoran?" benak Elena.
Sementara Elena masih tenggelam dalam pikirannya, Ryuga sudah menyelesaikan pembayaran di kasir.
"Terima kasih, selamat datang kembali." ucap kasir di butik.
Ryuga segera menarik lengan Elena untuk keluar dari sana. Elena lalu di bawa ke sebuah salon kecantikan, dia dilayani oleh seorang laki-laki yang sudah mengenal Ryuga sejak kuliah.
"Hai Ga, ini pacar kamu?" tanya Andy.
"Bukan, dia istriku. Tolong benerin dulu wajahnya yang jelek itu!" ledek Ryuga.
Elena menatap Ryuga, dia kesal karena Ryuga selalu meledeknya. Dia lalu berbalik, mengedarkan tatapan ke segala arah. Baru pertama kali Elena masuk ke salon kecantikan, biasanya dia hanya memakai make up sederhana di rumah.
Elena terpesona melihat ruangan yang mewah dan tertata indah di dalam salon. Dia melirik ke sana sini, memperhatikan setiap sudut ruangan. Sebuah lemari kaca berada tengah-tengah, lemari kaca itu di isi dengan mahkota dan set perhiasan yang berkelap kelip.
"Wow... Orang kaya memang berbeda kelas ya!" benak Elena.
Belum selesai dia mengagumi ruangan itu, dua orang wanita menarik tangan Elena. Mereka membawanya ke sebuah ruangan, di tengah-tengah ruangan terdapat sebuah tempat tidur. Mereka meminta Elena untuk berbaring di sana setelah melepaskan pakaiannya.
Di mulai dari membaluri minyak di tubuh Elena, kedua wanita itu lalu memijat pelan kaki dan tangan Elena. Kegiatan itu berlanjut dengan mengoleskan krim pekat yang berbutir garam halus, lalu kulit Elena mulai di gosok perlahan.
Ryuga menunggu di depan lobby, dia duduk di sofa yang dilapisi dengan kulit berwarna putih. Sambil menunggu, Ryuga membaca berita di sosial media melalui ponsel.
Satu jam kemudian, Elena sudah selesai di dandani, dia berjalan menuju ke lobby. Ryuga masih asik dengan ponselnya, dia tidak menyadari jika Elena sudah berdiri di hadapannya.
"Ga!" panggil Elena.
Ryuga mengangkat kepala, menatap Elena. Dia menurunkan lagi tatapannya lalu kembali fokus di ponsel miliknya.
"Oi, Ga!" panggil Elena dengan suara yang lebih keras.
Ryuga kembali mengangkat wajahnya, menatap Elena yang kini menunduk di hadapan Ryuga.
"Len?" Ryuga menatap Elena seolah dia tidak mengenali siapa wanita di hadapannya itu. Penampilan Elena begitu berbeda, dia terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna pink muda. Riasan wajahnya cukup simple namun cocok di wajah Elena yang imut dan lugu.
"Kamu nih ya, dipanggil bukannya nyaut malah ngacangin!" omel Elena sambil berkacak pinggang.
"Jadi menyesal aku ajakin Elena ke pesta. Kalau seperti ini, bisa-bisa dia di kejar sama semua laki-laki yang hadir di sana." pikir Ryuga.
"Ryuga!" Elena kembali membentak laki-laki di hadapannya karena Ryuga mematung menatap Elena tanpa berkata-kata.
"Iya, Maaf! Habisnya kamu jadi cantik banget sih, aku kan jadi nggak kenalin wajah kamu!" sahut Ryuga.
"Jadi maksudnya aku tuh biasanya jelek gitu?" Wajah Elena semakin mendekat.
"Udah tau pake nanya lagi..." gumam Ryuga.
"Plokkk!" Elena menjitak kepala Ryuga, membuat kening laki-laki itu kesakitan.
"Duh, sakit lho Len!" keluh Ryuga sambil memegang keningnya.
"Mampus, syukurin!" jawab Elena.
Wajah Elena yang semakin dekat dengan wajah Ryuga membuat jantung Ryuga berdetak kencang. Apalagi posisi menunduk Elena membuat belahan di dadanya semakin terlihat jelas, terpampang di depan mata Ryuga.
Ryuga menelan salivanya yang tiba-tiba terasa banyak, dia menatap bagian belahan itu tanpa berkedip. Elena menyadari jika Ryuga sedang menatapnya, dia mengikuti tatapan Ryuga ke bawah.
"Ryuga! Mata kamu nih lihat ke mana hah!!" Elena memukul-mukuli bahu dan pundak Ryuga secara membabi buta. Kesal karena Ryuga menatap bagian dadanya yang sangat terbuka.
"Salah sendiri nunduk di depan aku! Masa tontonan gratis nggak dilihatin, rugi dong." Ryuga tertawa sambil mengelus bahunya yang terasa sakit.
Elena menatap kesal, dia berdiri lalu berjalan keluar. Tawa di wajah Ryuga langsung berubah dingin begitu Elena tidak menatapnya lagi. Ryuga berjalan ke meja kasir, dia membayar tagihan untuk pelayanan kecantikan Elena.
Elena menunggu Ryuga di depan pintu, Ryuga langsung menggandeng tangan Elena begitu dia keluar. "Yuk berangkat." ajaknya sambil tersenyum menatap Elena.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hotel One-N
Di sebuah ruangan pesta, lampu dari kristal kaca yang sangat mewah tergantung di langit-langit. Di depan ruangan yang besar itu terdapat sebuah panggung, panggung yang di hias dengan bunga-bunga mawar berwarna merah.
Banyak orang berlalu lalang di ruangan tersebut, sebagian membentuk kelompok dan berbincang-bincang. Tuan rumah di pesta itu bernama Tuan Robert, dia mengadakan pesta untuk memperingati 25 tahun pernikahannya.
Seorang wanita muda mendekat, wanita itu memeluk Tuan Robert dan Nyonya Robert. "Congrats ya Mom and Dad!" ucap wanita itu.
"Thank You sayang! Anak Mom cantik banget hari ini." puji Nyonya Robert.
"Iya dong Mom, ini kan pesta Mom dan Daddy." jawabnya sambil tersenyum.
"Safira, kamu ikut Daddy sebentar!" pinta Tuan Robert.
"Okey Dad!" jawab Safira, nama dari wanita muda itu.
Tuan Robert membawa Safira ke sebuah kamar Vip, kamar itu sudah dia booking untuk melancarkan rencananya malam ini.
"Kamu sudah tau kan apa yang harus kamu lakukan nanti?" tanya Tuan Robert.
Safira mengangguk sambil tersenyum licik, dia memeluk Tuan Robert lalu berkata kepadanya. "Daddy tenang aja, Safira pasti akan mengikuti semua saran dari Daddy."
"Bagus, ini baru anak kesayangan Daddy."
Tuan Robert menyalakan sebuah lilin di kamar, dia lalu mengajak Safira keluar dari sana.
Pesta baru saja akan di mulai, Tuan Robert dan Nyonya Robert memberi kata sambutan di depan panggung. Ketika mereka selesai dengan kata-kata sambutan, sepasang tamu baru saja tiba.
Semua mata kini tertuju ke pasangan tamu yang baru masuk. Bukan karena mereka datang terlambat, tapi karena wajah kedua pasangan itu sangat cantik dan tampan.
Para pria langsung tertarik untuk berkenalan dengan wanita yang baru masuk, sedangkan para wanita tertarik untuk mendapatkan kontak pribadi dari pria yang menjadi pasangan wanita itu.
"Maaf, kami datang terlambat." ucap Ryuga sambil menatap Tuan robert yang masih berdiri di atas panggung.
^^^BERSAMBUNG...^^^
nyatain ajj cwe suka kok sama cwo baik🤗