NovelToon NovelToon
Pesona Rumput Tetangga

Pesona Rumput Tetangga

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:495.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Merpati_Manis

Dijodohkan dengan laki-laki dewasa dan mapan, nyatanya tak lantas membuat Aulia bahagia. Hidup wanita muda itu bagai terpenjara karena sang suami ternyata begitu pelit dan perhitungan, juga banyak menuntut.

"Penampilan kamu yang berhijab dan kedodoran itu kuno, Lia! Itu kenapa, aku malas mengajak kamu keluar untuk bertemu dengan rekan-rekanku! Sangat memalukan!" hina Handoyo pada sang istri.

"Kamu lihat, dong, Cynthia! Dia selalu berpenampilan menarik dan wajahnya bersinar, tak seperti kamu yang selalu terlihat kucel!" lanjut laki-laki berahang tegas itu yang terdengar sangat ketus.

Sanggupkah Wanita muda itu bertahan di sisi sang suami, yang selalu membandingkan dirinya dengan wanita lain?

Terlebih setelah Aulia mengetahui, bahwa ternyata sang suami selingkuh dengan tetangganya sendiri?

Ikuti perjalanan hidup Aulia,
dalam Novel ; Pesona Rumput Tetangga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selingkuh dengan Tetangga

"Barusan aku chat. Aku tanya dia naik apa, tetapi Lia belum jawab," lanjut Luna.

"Aku akan susul Lia ke terminal," pamit Lutfi yang langsung beranjak dan kemudian berlari kecil meninggalkan tempat tersebut.

Pemuda tampan itu memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju terminal. Dia menyalip semua yang ada di depan mobilnya seraya membunyikan klakson.

Hanya butuh waktu lima belas menit, mobil yang dikendarai Lutfi memasuki area terminal angkot dan bis kota.

Pemuda tersebut memarkirkan mobil dengan asal, dia kemudian segera turun dan mengedarkan pandangan menyapu area terminal yang tak seberapa luas.

Sementara di dalam sebuah angkot yang baru saja masuk ke dalam terminal, Aulia sedang bersiap-siap hendak turun untuk berganti angkot yang menuju ke kota tempat tujuannya yaitu pulang ke rumah.

Wanita muda itu mengurungkan niatnya hendak turun dari angkot kala netranya menangkap bayangan seseorang yang sangat dia kenali, sosok yang baru saja dia temui di tempat reuni.

'Lutfi? Benarkah itu, dia?' batin Aulia, bertanya. 'Tidak, aku tidak boleh bertemu dengan dia. Sebaiknya, aku sembunyi dulu di sini.'

Jarak mobil angkot dimana Aulia masih bersembunyi dengan mobil Lutfi, begitu dekat. Hingga membuat wanita berhijab tersebut menjadi was-was.

Aulia juga sempat melihat, Lutfi menatap ke arah angkot yang dia tumpangi dan secepat kilat wanita cantik itu membungkukkan badan agar keberadaannya tidak terlihat dari luar.

Setelah beberapa saat bersembunyi, Aulia mengedarkan pandangan hendak keluar dan mencari tempat persembunyian lain yang lebih aman. 'Toilet. Ya, sebaiknya aku ke sana saja.'

Bergegas Aulia turun dari angkot dan menyelinap di antara angkot-angkot yang terparkir untuk menuju toilet.

'Untuk apa ya, Lutfi ke sini? Bukankah acara reuni baru saja dimulai?' Aulia bertanya-tanya dalam hati, sambil berjalan menuju toilet.

Wanita muda tersebut dapat bernapas dengan lega, setelah tiba di dalam toilet. Tepat di saat yang sama, ponselnya berdering.

Aulia segera mengambil ponsel dari dalam tas cangklong hitam. 'Luna?' Dahinya berkerut dalam.

"Halo, Lun. Assalamu'alaikum," sapa Aulia begitu tombol gambar telepon berwarna hijau telah dia geser untuk menerima panggilan dari sahabatnya.

"Lia, kamu sekarang di mana? Naik apa? Aku chat kok enggak kamu buka?" cecar suara di seberang yang terdengar khawatir.

"Lutfi nyusul kamu ke terminal, Lia. Dia sudah berada di sana sekarang. Kamu naik angkot, kan?" lanjut Luna, bertanya.

"Dia sangat mengkhawatirkan kamu, Lia," imbuh Luna sebelum Aulia sempat menjawab pertanyaan dari sang sahabat.

'Lutfi mengkhawatirkan aku?' tanya Aulia pada diri sendiri. 'Tidak, tidak. Ini tidak banar. Aku masih berstatus sebagai seorang istri dan dia, dia juga sudah memiliki tunangan." Ibu satu anak tersebut menggeleng-gelengkan kepala.

'Kami tidak mungkin bersama lagi karena aku tak mau menyakiti wanita lain, seperti halnya aku yang tak mau disakiti oleh wanita lain.' Air mata Aulia tiba-tiba menetes, teringat kembali kejadian di cafe hotel tadi.

"Lia, kenapa kamu diam saja? Kamu di mana sekarang?" Suara Luna membuyarkan lamunan Aulia.

Buru-buru wanita muda tersebut menyusut air mata, dia kemudian berdeham untuk menetralkan suaranya agar tidak terdengar kalau habis menangis.

"Aku sudah di dalam taksi, Lun," balas Aulia yang kembali berbohong.

'Maafkan aku Lun, maaf,' bisik Aulia dalam hati.

Terdengar sang sahabat menghela napas panjang. "Ya sudah Lia, kamu hati-hati, ya," pesan Luna, penuh perhatian.

"Kirim salam buat papa mertua kamu, papa saja, bukan mama mertua kamu yang seperti mama mertua dalam sinetron ikan terbang itu," lanjut Luna, bercanda. Sahabat Aulia tersebut kemudian terdengar terkekeh di seberang sana.

Aulia mau tak mau pun ikut tertawa. "Hush, enggak boleh gitu sama orang tua, Luna. Walau bagaimanapun, beliau itu mamanya Mas Han," ucapnya kemudian, mengingatkan.

"Ya sudah, Lia. Aku mau lanjut ke acara," pamit Luna yang langsung menutup telepon tanpa mengucap salam.

Aulia hanya bisa geleng-geleng kepala seraya menatap layar ponsel yang telah retak di sana-sini, yang telah kembali ke layar utama.

Buru-buru Aulia me-non aktifkan paket data, khawatir ada yang meneleponnya kembali.

Setelah beberapa saat berada di dalam toilet dan merasa bahwa di luar sudah aman, Aulia bergegas keluar.

'Sebaiknya, aku naik taksi saja biar lebih cepat sampai rumah mamanya Luna,' gumam Aulia pada diri sendiri.

Aulia masih celingak-celinguk, memastikan bahwa sudah tidak ada Lutfi di tempat yang dia lihat tadi. Wanita berhijab tersebut merasa lega, setelah tidak melihat keberadaan mobil milik Lutfi berikut orangnya.

Ibu satu anak tersebut bergegas keluar dari terminal, untuk menghadang taksi yang lewat di jalan raya tersebut.

Aulia berjalan agak menjauh dari terminal, agar sopir taksi mau jika diberhentikan. Benar saja, tak berapa lama setelah Aulia berjalan sedikit menjauh dari terminal angkot tersebut, dia mendapatkan taksi kosong yang akan membawanya menuju pulang.

"Ke kota lama ya, Pak," pinta Aulia setelah duduk di bangku belakang.

"Baik, Mbak," balas sopir taksi tersebut, ramah.

Taksi berwarna biru tersebut pun segera melaju, menuju ke daerah yang diminta oleh penumpangnya.

Sepanjang perjalanan pulang, pikiran Aulia terus tertuju pada sang suami dan juga Cynthia, tetangga sebelah rumahnya.

'Sudah berapa lama ya, mereka berhubungan? Kenapa aku sebodoh ini, sampai tidak tahu hubungan mereka berdua?' Aulia menyesali kebodohannya yang tidak dapat mencium gelagat buruk sang suami.

'Jadi selama ini Mas Han selalu memuji Mbak Tia dan sering membanding-bandingkan aku dengan dia, itu karena mereka berdua memiliki hubungan spesial?' Air mata Aulia kembali menetes.

Sakit rasanya hati Aulia, mengetahui pengkhianatan yang dilakukan oleh sang suami yang selama ini dia bela-belain untuk tetap bertahan di sisi Handoyo.

'Aku masih mencoba ikhlas selama ini kamu perlakukan dengan tidak adil, Mas. Aku juga diam saja, ketika mamamu lebih menganggap aku sebagai seorang pembantu daripada menantu.' Aulia menyeka air mata dengan ibu jarinya.

'Tetapi untuk pengkhianatan ini, aku ...."

"Kota lamanya sebelah mana, Mbak?" Suara bariton sopir taksi yang bertanya, membuat Aulia melupakan sejenak tentang sang suami yang berselingkuh dengan tetangganya sendiri.

💖💖💖 bersambung ...

1
Siti Nur
ya karna kamu bnyak maunya..boros lagi..tukang selingkuh /Pray//Pray//Pray/ya
Siti Nur
aku sampai nangis d bab ini
Merpati_Manis (Hind Hastry): sini, Kak. peyuk 🤗
total 1 replies
Siti Nur
Alhamdulillah ketemu PK supir bsok hati
WaTea Sp
hayo lo cynti......
WaTea Sp
ya lempar batu sembunyu tangan si cyintia
WaTea Sp
bahagia jika kuta di ratujan oleh suami
WaTea Sp
telat woiiii cari mantan sekarang
WaTea Sp
jawab aja ya
WaTea Sp
dah jadiin husen sm lia
WaTea Sp
ye cyntia gak tau ksli ya si handoyo peliy
WaTea Sp
Luar biasa
WaTea Sp
betollllllll lia
WaTea Sp
gila lo
WaTea Sp
wah ada pelakor
WaTea Sp
ugh....gile bener tuh si han mo enak sendiri
WaTea Sp
lah enak banget kasoh uang aja pas pasan
niken babyzie
belum tw si keong itu klo husein dh naik jabatan 😂
Merpati_Manis (Hind Hastry): klo tahu, bakalan pindan mereka, Kak 😅
btw, mksh hadirnya 🥰🙏
total 1 replies
niken babyzie
duo keong parit
Merpati_Manis (Hind Hastry): 😁😁😁 bisa aja kasih julukan buat mereka
total 1 replies
zee_
kewreeennn
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
niken babyzie
rasain kw doyooooo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!