Kisah cinta antara Fatimah, seorang gadis cantik yang periang dan ramah, dengan Arshaka, CEO muda tampan yang pendiam tetapi sangat menyayangi seluruh keluarganya. Dan juga kisah cinta sang kakak, Keinan dengan seorang dokter cantik yang memiliki nama yang hampir sama dengan dirinya, Keisha.
Berawal dari sama-sama saling menyukai secara diam-diam, sampai akhirnya Arshaka nekat mengajak Fatimah untuk menikah dengan dirinya, demi keselamatan Fatimah dan juga keluarganya yang lain.
Sementara Keinan yang merasa sedikit minder untuk mengejar cintanya, mengingat status sosial mereka berdua yang berbeda. Tetapi sang gadis justru terus berusaha untuk meyakinkan Keinan bahwa status sosial bukan halangan bagi mereka. Sampai akhirnya Keinan pun berusaha dengan keras untuk membuktikan kepantasan dirinya.
Bagaimanakah perjalanan kisah cinta kedua pasangan adik dan kakak ini? Apakah mereka akhirnya mampu untuk meraih kebahagiaan di dalam kehidupan pernikahan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Tidak Sengaja Memergoki ( 1 )
Malam harinya Fafa menerima pesan wa dari Arshaka, menanyakan tentang kafe Awan yang tadi tutup. Fafa dan Arshaka pun kemudian saling berbalas pesan melalui aplikasi hijau bundar bergambar telepon tersebut.
Arshaka : Assalamu'alaikum, Fa. Kok hari ini kafe tutup, Fa? Tadi siang aku ke kafe, tapi di depan pintu kafe terpasang tulisan 'CLOSED' gitu. Akhirnya aku balik lagi deh.
Fafa : Wa'alaikumsalam, Kak Shaka. Iya Kak, tadi sempat tutup sebentar, soalnya ada urusan. Maaf ya Kak jadi mengecewakan Kak Shaka.
Arshaka : Oh, gitu ya. Iya, nggak pa-pa kok, Fa. Kalau besok kafe buka kan, Fa? Kamu juga ke kafe kan?
Fafa : Besok kafe buka seperti biasa kok, Kak. Dan insya Allah pulang kuliah aku juga ke kafe bantuin Kak Keinan seperti biasanya.
Arshaka : Oke, Fa. Kalau gitu besok istirahat makan siang aku datang ke kafe seperti biasanya, ya.
Fafa : Oke, Kak Shaka.
Arshaka :Ya udah kalau gitu, udah malem, kamu buruan istirahat, ya. Maaf nih udah ganggu waktu kamu. Assalamu'alaikum, Fa.
Fafa : Oke. Kak Shaka juga buruan istirahat, ya. Nggak ganggu sama sekali kok, Kak. Wa'alaikumsalam, Kak Shaka.
Fafa tersenyum sendiri melihat layar ponselnya dan membaca kembali isi pembicaraannya dengan Arshaka tadi.
Dan benar saja, keesokan harinya Arshaka kembali datang ke kafe Awan ketika waktu istirahat makan siang tiba. Dan seperti biasanya juga, Fafa akan secara khusus melayani Arshaka dengan keceriaan dan keramahannya.
🍃🍃🍃
Satu minggu kemudian.
Siang ini Fafa sedang pergi ke toko buku yang terdapat di salah satu mall bersama dengan tiga orang teman kuliahnya yang lain, Nazwa, Aqila, dan Zalfa. Mereka sedang mencari bahan untuk mengerjakan tugas kuliah mereka.
"Guys, aku kebelet nih. Aku ke toilet sebentar, ya," pamit Fafa kepada ketiga temannya itu.
"Oh, oke deh, Fa," balas Aqila.
"Kita tungguin disini aja, ya. Biar nggak susah nanti nyari-nya," kata Nazwa juga.
"Oke. Bentar, ya," balas Fafa.
Setelah mendapat anggukan kepala dari ketiga temannya itu, Fafa pun kemudian bergegas untuk menuju ke toilet yang terdapat di mall tersebut.
Di dalam toilet.
Fafa yang baru saja selesai dengan urusan buang air kecilnya itu hendak membuka pintu bilik toilet yang sedang dia pakai saat ini. Tetapi tiba-tiba saja Fafa mendengar percakapan dari luar bilik toiletnya itu. Fafa pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk membuka pintu bilik toilet yang sedang dia tempati tersebut.
"Gimana, Michelle? Semuanya berjalan lancar, kan? Sesuai dengan rencana kita?" tanya seorang wanita.
Fafa sedikit terkejut. Suara wanita itu sangat familiar untuk Fafa. Tapi siapa ya? Fafa pun kemudian lebih menajamkan indera pendengarannya lagi.
"Kamu tenang aja, Claire. Semuanya berjalan lancar sesuai dengan rencana kita," jawab wanita yang satunya.
"*A*h, ternyata Claire, ya. Cewek yang dulu bertengkar dengan Kak Rayyan itu. Pantas saja suaranya kayak nggak asing," kata batin Fafa kemudian.
"Tapi Claire, kamu beneran yakin kan kalau hasil dari tes DNA ulang nanti akan tetap sama seperti hasil laporan tes DNA yang aku bawa kemarin itu?" tanya wanita tadi kepada Claire.
"Kamu tenang aja, Michelle. Aku udah atur semuanya. Rumah sakit itu bukan hanya langganan keluarga Om Rajendra aja, tetapi juga seluruh keluarga Alexander. Jadi aku bisa dengan mudah mengatur orang di bagian laboratorium yang akan mengurusi tentang hasil dari laporan tes DNA ulang itu nanti," jawab Claire meyakinkan.
"Syukurlah. Berarti nanti kita masih tetap bisa menekan Rayyan dengan menggunakan Mark," balas wanita itu lagi.
"Eh, kok mereka bawa-bawa nama Kak Rayyan juga, sih? Ada apa ya ini?" ucap batin Fafa bertanya-tanya.
"Kamu tenang aja, Michelle. Aku udah ngerencanain semuanya ini dengan sangat matang. Kita pasti berhasil misahin Rayyan dari istrinya yang nggak penting itu. Setelah itu Rayyan akan kembali jadi milik kita, dan Mark juga akan terselamatkan," kata Claire terdengar penuh keyakinan.
"Oke, Claire. Aku percaya sama kamu," balas wanita itu kemudian.
"Astaghfirullah hal adziim," kaget Fafa seraya menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya sendiri.
Fafa benar-benar merasa sangat terkejut setelah mendengar semua yang dikatakan oleh Claire dan wanita yang dipanggil dengan sebutan 'Michelle' oleh Claire itu.
"Yaa Allah. Mereka berdua mau misahin Kak Rayyan dengan Kak Arnelle?" tanya batin Fatimah merasa sangat terkejut.
Tidak lama kemudian Claire dan Michelle terdengar meninggalkan toilet tersebut. Setelah kepergian Claire dan Michelle, Fafa pun lalu keluar dari dalam bilik toilet yang sedang dia tempati saat ini.
"Itu tadi beneran Claire yang kemarin bertengkar sama Kak Rayyan di kafe itu kan? Tapi tadi mereka juga bawa-bawa nama Kak Rayyan dan Kak Arnelle. Berarti bener dong kalau itu tadi Claire sepupu Kak Rayyan kemarin itu," kata Fafa kepada dirinya sendiri.
Fafa tiba-tiba menepuk keningnya menggunakan telapak tangan kanannya sendiri.
"Aduh, kenapa tadi nggak kepikiran buat ngerekam pembicaraan mereka sih. Kan bisa kasih tau ke Kak Rayyan, biar Kak Rayyan bisa siap-siap seandainya nanti beneran terjadi sesuatu. Tapi gimana bisa kepikiran buat ngerekam juga, orang tadi aja aku belum tau kalau ternyata itu adalah Claire dan dia punya niat nggak baik sama Kak Rayyan dan Kak Arnelle gitu," ucap Fafa masih berbicara sendiri.
Fafa kemudian menggelengkan kepalanya sendiri beberapa kali.
"Haish, udah lah. Balik dulu aja, masih ditungguin juga sama temen-temen. Hmh, semoga hubungan Kak Rayyan dan Kak Arnelle akan selalu baik-baik aja kedepannya nanti," kata Fafa kemudian.
Fafa pun lalu melangkah keluar dari dalam toilet tersebut dan hendak kembali menjumpai Nazwa, Aqila, dan Zalfa yang masih menunggu dirinya di toko buku saat ini.
ternyata papa dan opa nya Darren mengetahui semua apa yang di lakukan Darren dan apa yang Darren lakukan ke shila
Darren bener" gak ada otak ya bisa" nya acara keluarga shila saja dia sampai lupa dan dia lebih mentingin Evelyn
selamat buat kesya dan shila ya
wah wah shila sama Darren udah beneran menjadi suami istri kah ini